CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 61 - Boomerang


__ADS_3

"Om permisi sebentar, karena pihak kantor menelepon, kalian bisa lanjutkan obrolan kalian." ucap Michelle.


Aldi dan Mike hanya membalas dengan anggukan. Michelle pun pergi meninggalkan Aldi dam Mike di ruang tengah.


"Apa itu serius Boss? Apa Boss sebegitu percayanya padaku? aku sendiri saja tidak berani berekspetasi setinggi itu." lirih Mike.


"Apa kau yakin tidak ingin menunjukkan pada Om Michelle bahwa kau mampu? aku hanya memberikan sarana padamu untuk membuktikan ke Om dan Tante bahwa kau layak untuk Mika, apa kau tidak dengar tadi, kalau Mika akan kencan dengan pria lain? kau yakin tidak ingin memperjuangkan Mika? dan lagi, siapa kekasih yang kau maksud?" Aldi terus mencecar Mike dengan berbagai pertanyaan.


"Aku dan Mika tidak ada something special, untuk apa aku memperjuangkannya, Dia dan aku berbeda Al, aku sadar diri akan hal ini, jadi tolong hentikan rencanamu itu." ucap Mike.


"Kau panggil aku apa tadi? Al?" tanya Aldi.


"Maaf Boss." ucap Mike.


"Ish kau ini, panggil aku Al saat hanya ada kita saja. Awas kau." ancam Aldi sambil meninju lengan Mike.


Mike hanya mengangguk mengerti akan maksud ucapan Aldi.


"Jadi siapa kekasih mu itu? apa kau sedang mencoba menjadi bad boy? sudah punya kekasih tapi masih saja mencium Mika dengan penuh gairah." cibi Aldi.


"Mika" jawab Mike datar dan menundukkan kepalanya.


"Ulangi!" perintah Aldi samnbil mendekatkan telinganya ke arah Mike.


"Mikaela Wiradmadja." jawabnya lantang.


Tanpa mereka sadari Michelle mampu mendengarkan ucapan dan obrolan di antara mereka berdua dari balik pintu.


"Hahaha" Aldi tertawa mendengar Mike akhirnya mengakuinya sendiri.


"Apa Mika menganggap dirimu seperti kau menganggap dirinya kekasih mu, Mike?" ledek Aldi.


"Entahlah, aku tidak butuh balasan darinya, dia hanya cukup menerima perasaan ku saja." Mike mengangkat bahunya.


"Apa kau tahu apa persamaanmu dengan para fans?" tanya Aldi.


"Apa?" tanya Mike dengan polosnya.


"sama-sama mengagumi idolanya bahkan dengan senang hati menganggap idolanya adalah kekasihnya, tapi tidak sebaliknya. Apa aku benar?" jelas Aldi dengan tatapan mengejek Mike.

__ADS_1


"Kau sudah terlambat Mike, ucapan deklarasi mu mengiyakan pertanyaan Tante Haura adalah boomerang bagimu, aku yakin kau paham maksud ku. Aku sudah pernah bilang wanita yang tulus mencintaimu tidak akan datang berulang kali. Apa kau pernah melihat ada wanita yang begitu setia menunggu pria bodoh seperti mu itu bertahun-tahun tanpa sebuah kepastian?" sambung Aldi.


"Tapi aku sudah menolaknya waktu itu." ucap Mike.


"That's the point! ya sudah, nikmatilah buah dari penolakan mu padanya saat ini. Om Michelle sudah mengeluarkan ultimatumnya pada Mika, aku hanya bisa membantu mu sampai disini. Gunakan kesempatan dari ku dengan baik Mike atau kau akan hidup dalam penyesalan." ucap Aldi.


Mike mengacak rambutnya, hatinya dilema, antara ingin memiliki Mika seutuhnya namun ia masih enggan menjalin komitmen seumur hidup atau menyerah.


"Pikirkan baik-baik Mike, jangan mengulangi kebodohan yang sama seperti apa yang aku lakukan dulu ke Kiandra. Berjuang atau menyerah, hanya itu pilihan mu saat ini." ucao Aldi.


Tiba-tiba Om Michelle masuk.


"Jadi bagaimana Al? mulai kapan Mike akan menggantikan mu sementara?" tanya Michelle penasaran.


"Dari proyek awal mula berjalan Om, untuk masa periodenya aku akan infokan kembali nanti." ucap Aldi.


"Baiklah jika begitu. Selama masa itu Om minta Mike tinggal disini, di lantai bawah, itu berlaku untuk kamu dan Kiandra Al, jika sudah selesai berbulan madu kau dan istrimu bisa tinggal disini. Penthouse ku terlalu besar untuk hanya ditinggali Mika ku seorang diri." ucap Michelle.


"Tapi Om.." baru saja Mike ingin menyanggahnya, Aldi sudah memotong ucapannya.


"Baik Om, namun jika proyek sudah selesai aku dan Kiandra harus tinggal di apartement ku. Apa Om keberatan?" tanya Aldi.


Damn! kenapa mereka senang sekali menyiksa ku seperti ini.


***


"Maaf Madam, Nona Mika sudah kembali ke kamarnya." ucap salah satu maid di penthouse Haura.


"Biarkan Kiandra yang membawanya Tante." ucap Kiandra sambil mengambil nampan berisikan teh hangat dan cheese cake buatan Haura kesukaan Mika dan Kiandra.



Pintu kamar Mika tidak terkunci dari dalam dan Kiandra pun langsung masuk ke kamar Mika.


"Aku diminta Mommy mu membawakan ini untuk kita." ucap Kiandra.


Mika yang sedang bermain dengan gadgetnya pun langsung terduduk melihat apa yang Kiandra bawa dari dapur Mommy nya.


"Arghh, aku sudah lama merindukan cheese cake buatan Mommy, finally setelah puluhan purnama aku akan memakannya kembali." ucap Mika dengan lebaynya.

__ADS_1


"Sudahlah bukankah sebentar lagi kau akan memakan si lezat ini setiap hari nantinya? kenapa kau bisa seheboh ini?" tanya Kiandra heran.


"Hmm, kau benar juga." Mika menjawabnya asal sambil melahap cheese cake ke mulutnya.


"Gila! enaknya no mero uno." ucap Mika lalu dibalas gelak tawa oleh Kiandra.


"Hmm, anyway, ada apa dengan mu saat perjalanan ke NY? apa terjadi sesuatu antara kalian berdua?" selidik Mika yang masih mengunyah cheese cake di mulutnya.


"Aku kesal dengan Aldi, ini kedua kalinya ia membentak ku karena membahas wanita masa lalunya itu, dan lagi entah kenapa aku sangat kesal jika Aldi selalu meledekku dengan cara-cara mesumnya itu, aku merasa seperti ia mempercepat pernikahan ku dengannya karena ingin menjadikanku sebagai pemanas ranjangnya saja." gerutu Kiandra.


Uhuk..


Mika tersedak cheese cake saat mendengar keluhan Kiandra. Mika langsung meminum teh hangat yang disediakan Mommynya, dan meneguknya kasar.


"Apa otak mu itu konslet?" tanya Mika sambil memutarkan jari telunjuknya ke samping kepalanya.


"Maksudmu?" tanya Kiandra balik.


"Semua pria tentu selain cinta mereka membutuhkan istri untuk melepaskan hasrat duniawinya, seharusnya kau bersyukur bahwa Aldi hanya menginginkan mu seorang tidak membutuhkan wanita lain untuk menyalurkan hasratnya itu. Mengapa masih membahas orang di masa lalu yang pasti Aldi sangat tidak suka mendengarnya, karena dia lah kau lebih memilih meninggalkannya dari pada memberikan kesempatan padanya untuk meluruskan permasalahan diantara kalian. Aku jadi Aldi pun pasti akan kesal melihat tingkah mu yang selalu membahas orang yang sangat tidak ia ingin dengar lagi kisahnya." jelas Mika.


Kenapa ucapannya persis sama seperti yang Aldi ucapkan padaku? Aoa memang aku saja yang terlalu bersikap kekanakan padanya?


"Jika kau diam itu artinya perspektif ku benar adanya. Berdamailah, bukankah kalian akan hidup satu atap bersama selamanya nanti? kurangilah egomu, dan sering-seringlah bersyukur karena kau lebih beruntung dari orang lain." ucap Mika.


"Memangnya ada apa denganmu?" tanya Kiandra.


"Apa kau tidak dengar tadi? Mike sudah memiliki kekasih itu artinya perjuangan ku mempertahankan perasaan ini sia-sia, ditolak dua kali dan kali ini diabaikan, dan kesalnya lagi dia sudah memiliki kekasih namun begitu seringnya ia mencium ku disaat aku dan dia bersama. Dia sungguh memporak-porandakan hati ku, Kiandra." ucap Mika melemah.


"Kau yakin tidak ada yang aneh dengan ucapan Mike?" ucap Kiandra.


"Saat dia berkata dia sudah memiliki kekasih, padangannya menatap mu dengan penuh harap dan cinta, aku bisa melihatnya sekilas, Ka." ucap Kiandra.


"Jangan bercanda! itu hanya tatapan pemberitahuan untuk ku agar menjauh darinya dan menyerah. Lagi pula Daddy akan mengatur kencan untukku dengan pria lain, well.. mungkin ini yang terbaik." ucap Mika.


Aku akan mengabulkan permintaan mu untuk mengubur semua perasaan ku padamu. Mencintaimu indah namun menyakitkan.


🖤


Bersambung..

__ADS_1


Crazy up ga nih?? 🤔


__ADS_2