
Tiga tahun kemudian, persahabatan di antara Mika, Kiandra, dan Dita masih tetap awet hingga mereka tua. Walaupun sibuk dengan kegiatan dan kesibukan masing-masing mereka selalu menyempatkan diri untuk hadir dan berkumpul bersama sebulan dua kali guna mempererat tali persahabatan mereka hingga tua dan ke anak cucu. Saat ini giliran berkumpul dirumah Dita dan Bayu di Jepang.
"Apa mereka menghubungi mu Sayang?" tanya Bayu ke Dita yang sedang berdiri di dapur merapikan makanan dan minuman untuk tamu. Bayu memeluk sang istri dari belakang, dan mencium leher sang istri. Begitulah Bayu biarpun pernikahan mereka sudah menginjak tiga tahun tapi pernikahan kemesraan mereka tidak pernah luntur, biarpun kini sudah ada Bayu junior, Dewa Wicaksono.
"Mungkin sekitar sepuluh menit lgi mereka akan tiba." jawab Dita yang masih dalam pelukan Bayu. Tangannya masih terus memotong sayuran untuk salad, karena Mika sangat menyukai salad buatannya. Tiba-tiba suara Dewa menghentikan tingkah Bayu ke Dita, "Daddy, kenapa hanya Mommy yang dipeluk?" tanya Dewa dengan begitu polosnya. Bayu yang disapa pun hanya tersenyum sambil mencoba menggendong Dewa yang akan genap berumur tiga tahun akhir tahun ini.
"Wah, anak Daddy sudah besar ternyata. Sini Daddy peluk." kata Bayu, Bayu menggendong Dewa dan menaruhnya agar duduk di atas pundaknya.
"Haish.. Kenapa kau masih saja menggendongnya seperti itu? Sudah ku bilang jangan seperti itu, aku takut Dewa ku jatuh dan terluka." ujar mommy Dita yang begitu protective dengan sang anak. Tanpa permisi Bayu mengecup bibir sang istri dengan Dewa yang masih bertengger di pundaknya.
"Dewa kita bukan Dewa mu seorang. Apa kau tidak lihat 99% kemiripan dirinya dengan ku? Itu artinya aku berkontribusi tinggi saat pembuatannya." kata Bayu tersenyum sumringah, ia benar-benar bersyukur atas apa yang ia miliki kini, sejak menikah dengan Dita hidupnya lebih berwarna, ia pun sudah tak lagi ribut dengan sang ayah dan ibu sambungnya. Bayu benar-benar sudah dewasa sebagai suami dan ayah.
"Memangnya aku dibuat pake apa Mommy?" tanya Dewa dengan polosnya, Dewa selalu menanyakan apapun yang menurutnya baru ia dengar atau yang ia tidak mengerti, seperti sekarang ini. Bayu dan Dita pun akhirnya tertawa pelan mendengar pertanyaan Dewa, si Bayu junior.
"Kau dibuat dengan cinta kasih orang tua Sayang." jawab lembut sang mommy. Bayu pun menggenggam tangan sang istri. Keluarga kecil ini saling berbagi canda tawa diantara mereka, hingga suara bel pintu rumah menyadarkan mereka dan berhambur pergi untuk menyambut sahabatnya itu.
"Itu pasti Zyan, ayo Mom buka pintunya." ucap Dewa antusias. Dia begitu antusias hari ini mendengar bahwa Zayn ikut bisa hadir di pertemuan para orang tua yang tak lain adalah kedua orang tua mereka berdua.
__ADS_1
"Iya Sayang, tapi jangan lari-lari dong." ujar Dita yang tangannya sudah ditarik oleh Dewa. Dita pun membuka pintu rumah dan ternyata itu adalah Kiandra, Aldi dan Zayn putra mereka.
"Kakak Ipar? Ya ampun Kakak ...." ujar Dita, matanya berbinar menampakkan tatapan rindu yang amat sangat terasa, karena urusan dinas ke milan membantu proyek Mike, Dita sangat susah untuk bertemu dan melihat sang Kakak yang tak lain adalah Aldi Nugroho.
"Apa kau lelah Brother? Ayo istirahatlah di kamar ku." ucap Dewa ke Zayn, walaupun Dita lebih dulu menikah dengan Bayu diantara mereka bertiga, namun ternyata Kiandra yang lebih dulu dianugerahi anak daripada Dita, sebab itulah Zayn lebih tua beberapa bulan dari Dewa. "Masuk dulu Kak sambil menunggu Mika dan Mike." ajak Dita ke Kiandra dan Aldi. Mereka pun masuk ke dalam rumah keluarga kecil Bayu dan Dita. Rumah yang Bayu hadiahi untuk Dita saat mereka menikah.
"Wah aku selalu menyukai rumah mu Dita, sangat hangat." puji Kiandra, ia dan Aldi pun duduk dengan santai di ruang tengah rumah adik mereka.
"Wah lihatlah dia Sayang, kenapa aku merasa kalah muda dengannya? Ini sangatlah tidak adil." keluh Aldi. Kiandra hanya tersenyum menanggapi tingkah kekanak-kanakan Aldi jika sudah bertemu dengan Bayu.
"Tenanglah, kau tetap lebih gagah darinya." bisik Kiandra di telinga Aldi, sontak muka Aldi pun memerah dibuatnya. "Apa kita bisa melakukannya disini? Aku baru saja bertemu dengan mu Sayang, apa kau tidak kasihan dengan 'adik kecil' ku?" ujar Aldi menggoda Kiandra, ia sengaja sedikit mengeraskan bisikan nya agar Bayu bisa mendengar ucapannya dan memberikan kamar untuk mereka beristirahat. Bayu yang sudah hafal betul dengan tingkah sang kakak iparnya ini pun membuka suaranya, "Istirahatlah di kamar tamu biasa kalian pakai, sambil menunggu Mika dan Mike, aku akan melihat anak-anak dulu di kamar Dewa." ucap Bayu yang mencoba peka kali ini.
"Terimakasih Bay." balas Kiandra sambil tersenyum. "Jangan tersenyum manis seperti itu pada pria lain, aku kan sudah melarang mu, kau masih saja seperti itu." ucap Aldi sambil mencebikkan mulutnya seperti soang.
"Astaga, Bayu kan Adik ipar ku. Kau ini semakin tua semakin posessive." ucap Kiandra yang berdiri dan pergi dari ruang tengah menuju kamar yang Bayu tawarkan.
__ADS_1
"Sayang tunggu aku." teriak Aldi, ia pun ikut beranjak dari ruang tengah dan mencoba menyusul Kiandra ke kamar. Bayu yang masih berdiri disana pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya heran akan tingkah kakak-kakak iparnya itu. "Thank you, Bro. Kau memang terbaik." puji Aldi sambil memukul kencang punggung Bayu berulang-ulang dan berlari menuju kamar Kiandra.
"Argh.. Sial ini sakit sekali." keluh Bayu sambil mengusap-usap punggungnya yang dipukul Aldi. Aldi pun pergi ke lantai atas yaitu kamar Dewa, putra satu-satunya.
Dita yang mengantarkan minuman dari dapur pun bingung melihat tidak ada satu pun orang di ruang tengah. "Aku taruh disini saja, mungkin mereka sedang istirahat." ujarnya dalam hati.
Di lain tempat, di dalam kamar Kiandra dan Aldi, mereka sedang bercumbu mesra melepas hasrat keduanya yang sempat tertunda selama sebulan lamanya itu, Aldi benar-benar seperti orang yang haus akan tubuh Kiandra.
Kiandra terus saja mengerang nikmat karena sentuhan Aldi di tubuhnya, Aldi yang sudah tidak sanggup lagi menahan pun langsung menghujamkan miliknya ke milik Kiandra, hingga terjadilah kegiatan berpacu kuda diantara keduanya. Entah mengapa Aldi selalu merasa milik Kiandra begitu sempit walau sudah melahirkan Zayn. Aldi pun semakin liar saat melihat Kiandra menggigit bibir bawahnya menahan nikmat duniawi yang Aldi berikan.
"Kau selalu saja membuat ku menggila sayang. I.. Love.. You Kiandra.." ujar Aldi terengah-engah karena sudah berada di puncak surga duniawi mereka.
Apa itu artinya sudah selesai? Tentu saja belum, Aldi mengulanginya lagi dan lagi, di ranjang, di sofa kamar, bahkan di kamar mandi kamar yang mereka tempati, hingga tak terasa dua jam sudah mereka melakukan kegiatan yang membuat mereka addict atau candu satu sama lain, hingga tanpa mereka sadari Mika dan Mike sudah tiba satu jam yang lalu dirumah Dita. Menunggu keduanya keluar dari kamar.
Bersambung..
__ADS_1