
"Apa kau sudah benar-benar yakin akan menjalani operasi ini? Aku tahu ini tidak berarti bagimu tapi jujur aku takut kehilanganmu, Sean. Aku tidak perduli jika hatimu benar-benar hanya mencintai Kiandra, tapi kau tidak bisa menyakiti dirimu sendiri seperti ini, hidup terus berjalan. Bukalah mata dan hatimu untuk cinta yang lain, Sean." lirih Sasa Alexandria, calon tunangan Sean Permana.
"Sasa, aku sudah bicara berulang kali padamu, menyerahlah akan cinta dan semua perhatian ku kepada Kiandra untukmu. Kau bahkan tahu pasti bahwa pertunangan ini hanya sekedar bisnis orang tua ku dan orang tuamu. Bukankah seperti itu? Maka ketahuilah batasanmu, Nona Alexandria." ucap Sean yang terbaring di kasur menjelang detik-detik operasi.
"Aku tidak perduli, Sean. Aku yakin suatu hari nanti kau akan membuka hatimu untuk ku. Sampai kapan pun aku akan menunggumu, bahkan sampai maut menjemput ku. Semoga kesadaranmu datang lebih cepat dari maut ku." ucap Sasa. Sasa menahan kesedihan akan sikap Sean padanya.
Sean hanya menatap mata Sasa tajam, Sean sejujurnya sangat tidak suka mendengar orang lain membicarakan kematian atau maut dihadapannya, yang mana bahkan saat ini maut lebih berpotensi datang padanya daripada orang lain disekitarnya.
"Cih.. Kau bicara maut didepan orang yang sebentar lagi akan berjuang antara hidup dan mati, apa kau sedang melucu Nona Alexandria?" cibir Sean.
"Bagaimana jika nanti kau sembuh namun hati Kiandra beserta raga nya tak lagi berpihak padamu?" tanya Sasa. Pertanyaan Sasa ini sukses memancing emosi terdalam Sean.
"Aku akan merebutnya apapun caranya, yang pasti aku akan memperjuangkannya sekali lagi." jawab Sean tegas sambil mengepalkan tangannya.
"Ku harap kau tahu itu bukanlah sebuah cinta, Sean. Namun sebuah obsesi berlebih mu akan Kiandra." jelas Sasa.
"Kita lihat, jika Tuhan memberikan ku kesempatan kedua untuk hidup dan lolos dari maut ku kali ini, itu artinya aku diberikan kesempatan kedua untuk mengejarnya, mengejarnya dengan sungguh-sungguh. Jadi Nona Alexandria, berhentilah bermimpi karena mimpi mu tidak akan pernah terjadi." balas Sean kesal.
"Aku harap kau tidak menyesal atas apa yang kau ucapkan padaku Sean." Sasa mengepalkan tangannya hebat dan beralih pergi dari kamar inap Sean. Seketika air matanya lolos begitu saja dari pelupuk mata.
Sean hanya membuang mukanya ke lain arah.
"Permisi Tuan, waktunya menjalankan operasi tulang sum-sum Anda. Saya akan bawa Anda ke ruang operasi sekarang." ucap salah satu nurse di rumah sakit tersebut.
Ranjang Sean sudah dibawa menuju tempat operasi yang akan Sean jalani hari ini, ya hari bertepatan dimana Kiandra akan melangsungkan pernikahan dengan Aldi Nugroho.
***
Diwaktu bersamaan, kedua keluarga Nugroho dan Darwin sedang bersiap diri dikamar mereka masing-masing untuk menghadiri pernikahan anak mereka, Aldi Nugroho dengan Kiandra Anastasya Darwin.
__ADS_1
"Wah betapa gagahnya anak Papih, persis seperti Papi saat menikahi Lita. Biar begitu, Papih tetap yang tergagah." ucap Adam Nugroho yang tak lain adalah Ayah Aldi.
"Ish.. Sudah tua masih saja tidak mau mengalah didepan anak. Kau ini ayah macam apa." ucap Lita.
"Sudahlah.. Ini hari bahagia ku bisakah kalian tidak seperti Tom and Jerry?" ledek Aldi sambil merangkul pundak kanan Lita dan pundak Kiri Adam. Entah kenapa tingkah orang tua Aldi berhasil mengalihkan perasaan nervous yang menggerogoti hati Aldi saat ini.
"Jangan mengecewakan Papih Al, ucapkan janji suci mu dengan baik dan lantang. Kau tahu kan akan ada wartawan yang meliput pernikahan mu? Jadi bersikaplah dengan sebagaimana mestinya." ucap Adam sambil menonjok lengan sang Putra sulungnya itu.
"Iyah Pih, Aldi akan berusaha yang terbaik." ucap Aldi dengan senyumannya.
"Ya sudah ayo kita keluar, sudah saatnya bagimu memulainya, Al." ucap sang Mamih.
"Hufttt.." Aldi mencoba mengatur nafasnya gar lebih relax.
Mereka pun akhirnya keluar dari kamar suite room Aldi. Aldi berjalan dengan gagahnya memasuki gedung pernikahannya.
Ketika Aldi sudah di altar pernikahan, tak lama Kiandra pun mulai memasuki gedung pernikahan mereka.
Warna putih mendominasi gedung pernikahan serta gaun yang Kiandra kenakan. Kiandra sudah berdiri berdampingan dengan Aldi saat ini. Aldi benar-benar terpukau melihat Kiandra yang begitu tampil mempesona seperti menyihir kedua matanya untuk tidak lepas dari memandangi wanita yang akan menjadi satu-satunya Nyonya Nugroho.
Saat janji terucap, sang pemimpin acara pernikahan pun mempersilahkan mempelai untuk berciuman.
Entah mengapa Kiandra merasa tersipu malu, padahal ini bukanlah ciuman pertama bagi mereka, namun Kiandra merasa ada sensasi yang berbeda saat ini. Ciuman pertamanya setelah menyandang nama besar Nyonya Nugroho.
Acara berjalan Khidmat, tidak ada gangguan orang masa lalu, atau pun sosok Sean. Jelas Sean tidak akan muncul saat ini, karena saat janji mereka terucap saat itu pula Sean sedang berjuang diantara hidup dan mati.
__ADS_1
Setelah sesi acara pertukaran cincin dan pengucapan ikrar janji terucap sudah, acara berlanjut ke sesi wawancara dengan para awak media yang sudah menunggu putra pembisnis sukses ini mengucap sepatah dua patah kata atau sekedar menyapa para awak media.
"Terima kasih untuk semua kawan media yang hadir di acara berbahagia kami, saya tidak bisa menyapa satu-satu setiap media yang hadir saat ini, tapi kami hanya bisa mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati moment bahagia kami hari ini. Kami bersyukur karena Tuhan mengijinkan kami bisa bersama, setelah badai yang begitu hebat menguji kami, namun tidak mengurangi rasa bahagia kami saat ini. Sekali lagi terima kasih dan enjoy the party." ucap Aldi dengan senyuman khasnya. Tangannya tak luput dari tangan Kiandra, seakan ia hanya ingin terus berdua bersama istri tercinta.
"Apakah kalian akan langsung melakukan honeymoon?" tanya salah satu wartawan tersebut.
"Mungkin, ya kita lihat nanti saja." ucap Aldi lagi.
"Nyonya Kiandra, apakah kalian akan menunda untuk memiliki momongan?" tanya wartawan lainnya yang membuat gelak tawa Aldi lepas begitu saja.
"Tentu saja tidak, kami akan terus berusaha agar Aldi Nugroho junior segera hadir diantara kami, tapi semua kembali ke kehendak Tuhan, doakan saja." ucap Aldi.
"Terima kasih semuanya, sesi tanya jawabnya kami sudahi sampai disini saja. Sekali lagi terima kasih dan enjoy the party." ucap Aldi. Kiandra hanya tersenyum manis tanpa berucap apapun, karena sejujurnya ini bukan dunianya. Dunianya selama ini selalu dibalik layar, tidak pernah berada di depan layar. Ini pula syarat dari Kiandra kepada semua keluarga dan Aldi jika tetap ingin mengadakan sesi tanya jawab dengan beberapa awak media.
Acara ini ditayangkan live bahkan tercetak di semua media cetak koran, majalah maupun media berita online. Bahkan Sasa yang saat ini sedang membuka hp karena notifikasi group sekolahnya sedang memperbincangkan putra sulung keluarga Nugroho yang menikahi putri satu-satunya keluarga Darwin.
Ya ampun hari ini hari patah hati Nasional Gengs, Putra Nugroho menikah hari ini, huhuhu. - kata salah satu kawan group media sosial sekolah Sasa.
Haduh auto minder nih aku sebagai pria, bebeb ku Kiandra sudah dipinang si Aldi. - balas kawan Sasa yang lain.
Sasa benar-benar kaget dan menutup mulutnya yang menganga karena berita yang ia terima dari chat group teman sekolahnya, ya Sasa dan Kiandra sejujurnya adalah teman satu sekolah saat duduk di bangku SMA, namun Kiandra dan Sasa tidak saling mengenal dekat satu sama lainnya karena perbedaan lingkungan pertemanan mereka.
Ya Tuhan, Sean. Apakah Sean bisa menerima semua kenyataan ini? Semuanya sangat mendadak. Keadaan tidak berpihak padamu Sean. Seharusnya aku bahagia bahwa langkah ku sedikit lebih terbuka untuk memiliki mu, tapi entah mengapa aku tidak bisa seperti itu. Mencintaimu dalam diam ku akan lebih baik daripada kita bersama namun tak ada cinta untuk ku. - Sasa Alexandria.
Bersambung..
Hadeuhhhh Author senang tapi ya sedih juga, babang Sean harus patah hati, rasanya gimana ya, lagi berjuang antara hidup dan mati tapi orang yang kita perjuangin sudah diperjuangkan oleh orang lain. Nyessss...
Hahahha, Maafkan aku yang tidak bisa up malam kemarin sesuai janji yes, karena kesibukan yang benar-benar menguras tenaga dan waktuku jadi aku drop dan tidak bisa up. Terima kasih ya yang sudah setia menunggu dan membaca bahkan vote dan kasih tips baca. Author makasih banget loh..
__ADS_1
See you on next chapter ya.. 🖤