
Kiandra yang baru saja keluar dari kamar Mika tidak sengaja berpapasan dengan Aldi, mata mereka saling menatap satu sama lain, Aldi yang tidak ingin membuat Kiandra semakin kesal dengannya memilih untuk pergi dari hadapan Kiandra.
Ada sedikit rasa bersalah yang muncul dalam diri Kiandra saat ini.
"Al..." panggilnya lirih.
Aldi yang merasa namanya terpanggil langsung menghentikan sejenak langkahnya namun tidak berani menoleh ke arah Kiandra yang ada dibelakangnya saat ini.
"Maaf.." Kiandra memainkan jari jemarinya tak beraturan, ia menggigit bibirnya sambil menundukkan kepalanya.
Aldi yang mendengar permintaan maaf sang ccalon istri pun langsung menoleh ke Kiandra, lalu melangkah maju menghampiri Kiandra.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan suka menggigit bibir mu seperti itu, aku tidak mau pria lain yang melihatnya salah paham dengan kebiasaan mu itu." ucap Aldi sambil memegang dagu sang kekasih.
"Apa aku dimaafkan?" tanyanya lembut.
"Maaf ku selalu ada untuk mu Kiandra, bahkan sebelum kau memintanya aku sudah memberikannya padamu. Jangan bicara seperti saat di mobil waktu itu ya, aku.. hati ku sakit mendengarnya Sayang." ucap Aldi.
"Maaf..." Kiandra berhambur memeluk Aldi.
"Maafkan aku juga yang sudah membentak mu seperti dulu, jangan pernah bahas perempuan itu lagi, sama hal-nya kau mengorek luka lama yang kau tinggalkan untuk ku saat itu Kiandra. Masa lalu memang tidak akan lepas dari hidup kita dan akan selalu menjadi bayangan yang mengikuti kemana pun kita pergi. Semua kembali ke kita lagi, mau terus melihatnya dan kau akan berputar di tempat, atau menatap kedepan tanpa menoleh bayangan itu sekalipun ia terus mengikuti kita, dan aku lebih memilih untuk tidak melihat bayangan itu dan berjalan menatap lurus kedepan, kau tahu kenapa? karena di depan hanya ada kamu dan akan selalu dirimu." jelas Aldi ke Kiandra.
"Jadi Nyonya Nugroho, bisakah kita berjalan bersama menatap masa depan dan saling bergandeng tangan tanpa perlu takut bayangan itu selalu menghantui kita?" tanya Aldi sambil menangkup kedua pipi Kiandra.
Kiandra yang terharu akan sikap dewasa Aldi memilih untuk menganggukkan kepalanya, dan mengecup bibir Aldi.
Aldi yang diberikan kecupan itu pun hanya terpaku menatap Kiandra.
"Wah... apa kita harus ribut dulu supaya kau bisa agresif padaku?" ledek Aldi.
"Apaan si Al, enggak lucu deh." Kiandra memukul manja dada Aldi.
"Memang aku sedang tidak melucu, Sayang." ledek Aldi lagi.
"Modus!" Kiandra mencubit lengan Aldi.
"Kau cepatlah ganti baju, aku ingin membawa mu ke suatu tempat, aku tunggu dibawah sepeluh menit kau harus sudah selesai." ucap Aldi.
"Sepuluh menit? terlalu cepat." sanggah Kiandra.
__ADS_1
"Sepeluh menit atau tidak jadi sama sekali." Aldi berbalik dan memasukkan tangannya ke saku celananya.
"Argh... Dasar pria menyebalkan." Kiandra langsung memasuki kembali kamar Mika dan bergegas ganti baju.
"Kenapa kau terburu-buru?" tanya Mika penasaran.
"Aku tinggal dulu sebentar, jika Tante Haura menanyakan ku, bilang aku akan pergi menemani Aldi sejenak." ucap Kiandra, ia dengan centilnya memberikan 'Kiss Bye' ke Mika dan menutup pintu kamar Mika.
Beberapa menit lalu bilang kesal sekarang sudah bersama lagi. Dasar pasangan Bunglon. - Pikir Mika.
Kiandra yang sedang terburu-buru pun berdandan ala kadarnya dan bergegas turun untuk menghampiri Aldi.
"Hm... masih sisa lima menit, selamat Nyonya Nugroho kau tidak terlambat." ledek Aldi.
"Simpan senyum jelek mu itu, karena ulah mu aku tidak sempat berhias diri tadi." ucap Kiandra kesal.
"Kau selalu cantik tanpa polesan make up mu, Sayang." gombal Aldi.
Kiandra yang terus di gombali Aldi hanya bisa tersenyum tersipu malu.
"Ayo kita jalan."ucap Kiandra sambil menepuk sayang pipi Aldi.
Ya Tuhan, aku sungguh sangat ingin menciumnya tadi, wanita itu memang paling bisa menyiksa ku. - Aldi.
Sekian menit mereka sudah lalui dan akhirnya Aldi dan Kiandra tiba di 432 Park Avenue Condominium.
"Untuk apa kita kesini Al? apa kau ingin menemui kolega mu?" Kiandra memburu Aldi dengan banyak pertanyaan di kepalanya.
Aldi hanya diam tidak membalas satu pun pertanyaan Kiandra. Hingga mereka berdua sampai di depan pintu salah satu ruangan condominium tersebut, Aldi membukanya dengan access card yang ada di tangannya. 432 Park Avenue ini salah satu condominium bergengsi dan menjadi salah satu gedung ikonik di kota NY.
"Pls come in, Baby." ajak Aldi sambil menarik tangan Kiandra agar mengikutinya masuk kedalam ruangan tersebut.
Kiandra mencoba mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan tersebut, tidak menemukan satu orang pun di sana.
__ADS_1
"Dimana kolega mu itu?" tanya Kiandra dengan polosnya. Aldi hanya tertawa melihat kepolosan Kiandra yang masih belum memahami maksud Aldi mengajaknya ke gedung itu.
"Selamat wisuda Baby, semua ini milikmu." ucap Aldi sambil merentangkan tangannya.
Mata Kiandra terbelalak mendengar ucapan Aldi yang begitu asing di telinganya.
"Are you kidding me? (Kau bercanda?)" tanya Kiandra balik.
"Apa muka ku seperti sedang bercanda, Baby?" ucap Aldi.
Kiandra terharu dan langsung berlari memeluk Aldi.
Aldi menarik dirinya dari pelukan Kiandra, dan mengambil sesuatu dari saku outer yang ia pakai saat itu.
"Menualah dengan ku, dan jadilah istri serta ibu dari anak-anak ku, Kiandra Anastasya Darwin." ucap Aldi.
Kiandra mengangguk lalu menumpahkan air mata harunya saat itu. Aldi tersenyum dan memasangkan cincin itu di jari manis Kiandra.
"Hey, jangan menangis lagi, oke?" Aldi langsung memeluk Kiandra yang masih menangis tersedu-sedu.
Kiandra tidak pernah membayangkan kisah mereka akan sampai pada tahap ini, di saat hatinya sudah rapuh dan sempat menyerah, Aldi datang dan menariknya keluar dari keterpurukan cintanya yang begitu dalam pada pria ini. Sempat ditentang oleh sang Ayah dan kini hari yang begitu didambakan banyak semua wanita akan ia jalani sebentar lagi, menikah dan menghabiskan sisa hidup dengan pria yang kita cintai dan mencintai kita.
"Terima kasih sudah membuka hati mu kembali untuk ku setelah sakit yang aku berikan padamu dulu. Aku akan menebusnya dengan membahagiakan mu sampai di akhir waktu ku. I love you Kiandra, I love you most Baby." ucap Aldi sambil mencium pucuk kepala Kiandra.
"I love you more." jawab Kiandra.
*
Bersambung...
Stay tune ya hari ini aku akan sedikit crazy up untuk kalian, jangan lupa klik love, like, dan tinggalkan jejak kalian, aku pasti membacanya walau tidak semua aku balas satu per satu, yang sudah vote aku thank you ya, yang belum yuk vote sesuka mu.
Love you Gaes, Bye!
__ADS_1