CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 69 - Berjuang Untuknya


__ADS_3

"Hai, Aku Aldi Nugroho. Nice to know you Sean, terima kasih sudah berteman baik dengan calon istriku." sindir Aldi sambil membungkukkan sedikit kepalanya enggan menyapa rival cintanya.


"Hai Aldi. Tidak masalah, aku bersyukur bisa dekat dengan Kiandra, dia sangat cantik dan manis, betapa beruntungnya jika aku bisa memiliki istri sepertinya." ucap Sean sambil tersenyum.


"Aku tidak tahu jika selera anak Om Yuda menyukai calon istri orang lain." ucap Aldi dengan senyum kecutnya.


"Baru calon bukan?" ucap Sean sambil tersenyum dan mengangkat kedua bahunya pelan.


Aldi mengeram kesal.


Astaga Sean, kau salah memprovokasi orang. - Batin Bayu dalam hati sambil memijit keningnya.


Aurora menutup mulutnya yang menganga karena terecengang melihat sikap Sean yang terang-terangan menyatakan perasaannya didepan Aldi.


"Sepertinya Sean tidak bisa berlama-lama disini Om, karena harus berangkat ke Singapore menemui Papa. Sean permisi pamit." ucap Sean sambil membungkukkan tubuhnya ke Richard dan Aurora untuk izin pamit.


Baru saja berbalik untuk pergi, Sean menoleh kembali ke Kiandra yang sedang berdiri didekat Aldi dan Mika, Lalu tersenyum ke Kiandra.


"See you soon Dear.. Saat dia menyakitimu saat itu pula aku akan merebutmu darinya." ucap Sean sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan hotel tersebut.


"Langsung ke bandara." ucap Sean ke supir pribadinya.


Aku akan melawan penyakitku untuk bertahan hidup demi kamu Kiandra, aku akan menyetujui operasi karena mu, aku janji aku akan berusaha lebih keras lagi sebelum kau benar-benar menikah dengannya, tunggu aku. - Sean.


Setelah kepergian Sean dari hadapan mereka, mood Aldi pun menjadi semakin buruk. Bunda yang tahu akan apa yang dirasakan calon menantunya ini mencoba mencairkan suasana dengan mengajak semuanya termasuk keluarga Mika makan di restorant hotel tersebut yang sengaja di booking oleh Richard.


"Saatnya jam makan siang, ayo kita makan bersama di La Foila Resto, ada wanita hamil disini jadi ayo semuanya. Kita lanjutkan obrolannya disana." Aurora tersenyum dan menggandeng tangan Maudy, dan tangan satunya lagi menggandeng Haura.


"Richard.... kau mau tetap disana atau temani aku makan?" tanya Aurora sambil menatap tajam sang suami.


Ya Tuhan istri ku menyeramkan sekali jika sudah begini.


Sesampainya mereka semua di La Foila Resto, mereka pun makan dengan lahap.



"Makan lah yang banyak Maudy, kau terlihat lelah hari ini." ucap Aurora.


"Iyah benar, dulu waktu aku mengandung Mika, aku susah sekali untuk meningkatkan nafsu makan, setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh ku aku selalu mual dibuatnya, tapi anehnya saat aku melihat makanan pedas entah kenapa aku mampu memakannya dengan porsi banyak tanpa merasa sakit di perut ku. Hahaha, aku masih ingat bagaimana ekspresi Michelle setiap aku memakan makanan pedas ku saat itu. Lucu sekali." ucap Haura.

__ADS_1


Michelle yang sedang diceritakan aibnya pun merasa malu dan membuang mukanya ke arah lain.


"Michelle sungguhlah beruntung, saat aku mengandung Kiandra bukan aku yang mengalami morning shickness, tapi Richard. Kau tahu Ra, Richard sampai tidak masuk kerja selama tri-semester pertama ku, karena mual-mualnya itu." ucap Aurora sambil menahan tawanya.


"Kiandra sudah takut padamu sejak di dalam kandungan, hahaha" ledek Haura.


"Kalau kamu apa yang kamu rasakan Maudy?" tanya sang Bunda.


Maudy yang ditanya pun tiba-tiba tersedak sedikit makanannya.


Uhuk..


Reyhan dengan penuh sigap mengambil air putih di meja dan memberikannya ke sang istri.


Maudy bingung bagaimana harus menjelaskannya kepada kedua wanita di hadapannya ini, karena selama masa kehamilan pertamanya Maudy memang tidak mual begitupun Reyhan, tapi Maudy sering bangun di tengah malam dan bermimpi buruk hingga selalu melihat sosok-sosok astral yang tidak pernah dilihat sebelumnya olehnya. Anehnya makhluk itu tidak akan muncul jika Reyhan bersamanya. Sebab itu Reyhan lebih memilih membawa Maudy kemanapun Reyhan pergi.


"Pelan-pelan Sayang.." ucap Reyhan sambil mengelus punggung sang istri.


"Tidak apa-apa, terima kasih." ucap Maudy sambil mengelus tangan suaminya.


Selama mereka makan Aldi tidak bicara sedikitpun, ia lebih memilih menyimak tanpa berkomentar.


Kiandra bingung harus bicara apa ke Aldi, karena Kiandra tahu Aldi dalam mode marah.


Dita, Bayu dan Mika yang mendengarnya pun hanya terdiam, di satu sisi mereka kaget akan respon Sean ke Aldi, di satu sisi mereka juga tidak enak dengan Sean karena ia adalah teman Mika dan Bayu.


"Mau pindah tempat?" tawar Kiandra.


"Tidak perlu. Lanjutkan makanmu." perintah Aldi padanya.


Sesuai prediksi ku, pria ini akan muncul hari ini. Sialnya pria itu yang sempat akan dijodohkan Om Richard jika aku tidak bisa memenuhi permintaan Om Richard di Jepang. Aku tidak bisa membayangkan jika itu benar terjadi dan aku akan kehilangan Kiandra selamanya. Tubuhnya mampu ku lihat namun tak mampu ku raih, menyedihkan. Untungnya aku mampu menyelesaikannya. Sepertinya Kiandra belum tahu pria yang dimaksud Om Richard untuk dijodohkan dengan anak rekan bisnisnya adalah Sean yang selama ini bersamanya.


Kiandra pun melanjutkan makannya, tangannya tidak lepas dari tangan Aldi. Kiandra sedang mencoba meluluhkan Aldi yang sedang marah karena Sean.


"Bunda bolehkah aku kembali ke rumah ku dan Mika dulu? aku dan Mika harus berkemas agar bisa pulang bersama dengan kalian." ucap Kiandra.


Aurora yang mengerti maksud lain dari ucapan putrinya pun mengiyakannya.


"Al.. Temani mereka pulang, kita bisa bertemu lagi di bandara malam ini, nanti Bunda kabari kamu ya. Maaf Bunda tidak bisa menemani karena Bunda khawatir dengan keadaan Kakak mu." ucap Bunda memelas.

__ADS_1


"Tak apa Bunda, Kiandra mengerti, toh kita akan bertemu dan berkumpul bersama nanti, bukan begitu Kakak Ipar ku yang cantik?" ledek Kiandra.


"Hanya aku yang boleh memujinya seperti itu, kau tidak boleh!" ucap Reyhan.


"Yang benar saja Kak, aku kan adik Kakak. Dasar pria tua yang possesive." ucap Kiandra.


"I don't care Kiandra. Sudah sana nanti keburu hujan." kata Reyhan.


"Kau berhati-hatilah membawa mobil, awas saja jika adik ku lecet satu gores saja, aku akan mengembalikan goresan itu padamu dua kali lipat." canda Reyhan.


"Reyhan.... " Maudy menepuk lengan Reyhan pelan.


"Hehehe, maaf aku hanya bercanda. Berhati-hatilah." ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Dek.. " panggil Reyhan.


"Semangat" begitulah kiranya arti gerakan bibir Reyhan.


Reyhan tahu pasti Kiandra sedang mencoba membujuk Aldi yang sedang diselimuti rasa cemburu dan marah saat ini.


Kiandra hanya membalasnya dengan memicingkan matanya ke arah sang Kakak yang tidak henti meledeknya sejak Sean pergi hingga mereka tiba di resto tersebut.


***


"Pak ini laporan yang bapak inginkan, kami sudah membuat kesepakatan dengan pelaku pencuri uang perusahaan, dia bersedia menerima persyaratan dari perusahaan jika tidak ingin semuanya berakhir dengan cara hukum Negara. Pria tersebut harus pergi dari kota ini dan kami sudah memblack list namanya dari perusahaan besar manapun Pak, dan ini bukti transfer balik uangnya. Saya undur diri dulu, permisi." ucap sekretaris kantor Mike.


"Terima kasih, dan silahkan kembali bekerja." ucap Mike.


Ketika sekretarisnya pergi, Mike menutup semua kerjaannya dan membuka ponselnya, melihat kiriman foto Mika dari para anak buahnya yang kini sedang berada di Djogja.



"Selamat wisuda Darl.. Kau sangat cantik hari ini. Kau memang wanita sexy tercantik yang pernah aku cintai, Mika. Maaf aku tidak bisa kesana, mungkin begini lebih baik untuk kau dan aku." ucap Mike sambil mencium Mika dari layar ponselnya.


Bersambung...


🖤


Maaf ya jika fans Mike dan Mika kecewa Mike tidak datang..

__ADS_1


Tetap dukung mereka ya dengan berikan like dan vote serta live kalian. Tinggalkan jejak siapa tahu Mike dan Mika juga baca wkwkkw..


See you.. 💋


__ADS_2