
"Kau ingin kemana hari ini?" tanya Aldi yang sedang membantu Kiandra mengeringkan rambutnya.
"Entahlah Al, aku belum memikirkan akan berkunjung ketempat apa saat kita ke New York lagi, aku saja baru tahu jika kita akan kesini saat bulan madu." ucap Kiandra. Matanya menatap Aldi dari pantulan cermin riasnya.
"Apa kau ingin pergi jalan-jalan sore ini?" tanya Aldi.
"Entahlah, badan ku rasanya masih remuk, aku sedang tidak bergairah untuk berjalan kaki." ucap Kiandra. Aldi mendekatkan bibirnya ke telinga sang istri dan berbisik "Jadi maksud ucapan mu kau lebih bergairah disini bersama ku, Sayang?" tanya Aldi sambil menggigit daun telinga Kiandra.
"Ish kau ini, kenapa menjadi begitu mesum begini?" Kiandra mencebikkan bibirnya karena kesal melihat Aldi yang semakin hari selalu mengaitkan ucapannya ke sesuatu yang berbau mesum.
"Oh ayolah Kiandra, aku masih begitu mengingatnya, bagaimana kau memanggil-manggil namaku saat aku sedang menyentuh mu." ledek Aldi yang menatap wajah sang istri dari pantulan cermin. Aldi benar-benar terhibur melihat wajah Kiandra yang begitu menggemaskan.
"Aku akan menghubungi Mike untuk memesankan makanan yang ingin kau makan." ucap Aldi.
Mereka berdua mengganti handuk kimono mereka dengan pakaian casual karena mereka akan menghabiskan waktu mereka di dalam penthouse.
"Aku dengar ada restoran terenak disekitar gedung Leonard, aku ingin mencobanya Al, apakah boleh jika kita pesan delivery saja?" tanya Kiandra yang sedang duduk di aofa menonton TV. Aldi menghampiri Kiandra dan mengusap pucuk kepala sang istri sambil tersenyum.
"Boleh, kau sudah lapar?" tanya Aldi. Kiandra mengangguk dengan penuh semangat, menunjukkan betapa laparnya ia saat ini.
"Apa kau tidak marah aku tidak memasak untuk mu di awal kita menjadi sepasang suami istri?" tanya Kiandra dengan penuh rasa penasaran.
"Ya, aku marah." jawab Aldi sambil menampakkan muka datar nya.
"Oh maafkan aku Al.." Kiandra tertunduk lesu. Aldi yang menyadari candaannya disalah artikan pun akhirnya berhenti mengerjai sang istri.
"Hey, untuk apa aku marah, jika kau sedang tak bisa memasak ya tak usah masak, jika kau ingin ya lakukan, aku bukan pria yang kaku Sayang. Aku hanya bercanda." ucap Aldi yang mencoba mensejajarkan duduknya dengan Kiandra.
"Benarkah kau hanya bercanda?" tanya Kiandra.
"Iyah Sayang. Aku telepon Mike sebentar ya." jawab Aldi singkat.
__ADS_1
***
Di lain tempat Mike dan Mika masih berciuman mesra di penthouse milik Mika yang dihadiahi oleh Mike. Hingga tak lama kemudian mereka melepas ciuman masing-masing dengan nafas yang menggebu-gebu. Kening mereka saling bertemu, mata mereka sama-sama terpejam, nafas mereka saling bersautan. Hingga suara telepon memecahkan keheningan diantara mereka. Mike mencoba meraih hp miliknya dari dalam saku celananya.
Mike melihat nama Aldi terpampang dari balik layar ponsel miliknya. Mike kembali menatap Mika yang juga sedang menatapnya.
"Angkatlah, mungkin penting." ucap Mika.
"Tunggu ya." ucap Mike sambil mengelus kepala Mika sambil tersenyum dan mulai menjawab panggilan telepon Aldi.
"Kau dimana Mike?" tanya Aldi to the point.
"Aku.. Aku sedang di sekitaran gedung Leonard." ucap Mike sambil menatap ke arah Mika yang masih berdiri di depan Mike namun membuang tatapannya ke lain arah.
Tangan Mike terus menggenggam tangan Mika sambil menjawab telepon Aldi.
"Ya, aku akan membelikannya, info saja apa menunya." ucap Mike.
"Baiklah, akan aku infokan menunya padamu by chat. Thank you Mike." ucap Aldi.
"U'r welcome." jawab Mike singkat, dan obrolan mereka pun berakhir.
"Maaf jika menunggu lama." ucap Mike. "Ah tak apa, apa Aldi menyuruh mu untuk menemuinya?" tanya Mika penasaran.
"Hm, Kiandra sedang tidak enak badan jadi Aldi meminta ku untuk membelikan makanan dan mengantarkannya. Tapi sepertinya aku akan memesan delivery saja ke sini, karena aku tidak mungkin kembali ke restaurant itu lagi, sejak membuat keributan disana tadi." ucap Mike.
"Pfft.." Mika menahan tertawa mendengar alasan Mike.
"Kau berani menertawai ku, hm? Kau lupa kau lah yang membuat ku hampir menghancurkan restaurant itu tadi." ucap Mike sambil menarik Mika untuk lebih dekat dengannya. Mike kembali memeluk pinggang Mika, ia cukup merasa bahagia bahwa saat ini ia tidak lagi merasa cinta sendiri.
__ADS_1
"Terima kasih karena sudah mau menerima ku yang sudah menyakiti mu bertahun-tahun, Dear. Percayalah aku pun sama tersiksanya seperti dirimu. Aku selalu berfikir naif bahwa aku harus memantaskan diriku terlebih dahulu untuk bisa memenangkan hatimu, tapi ternyata aku salah. Aku tidak bisa membayangkan jika saja kau benar-benar menikah dengan pria lain, mungkin aku tidak akan menikah dengan wanita manapun, Dear." ucap Mike.
"Semua sudah skenario Tuhan Mike. Seharusnya aku berterima kasih pada Daniel, jika saja aku tidak memergoki dirinya di restaurant itu mungkin kau tidak akan pernah ada hari ini." ucap Mika yang mulai merangkulkan tangannya ke leher Mike.
"Ya, kau benar. Lain kali aku akan berterima kasih padanya." ucap Mike sambil tertawa renyah.
"Tapi Mike, bagaimana dengan Daddy? Rasanya aku tidak ingin kembali ke rumah." ucap Mika tertunduk lesu.
Mike mencoba memegang dagu Mika dan membuatnya menatap wajahnya lekat-lekat. "Jangan takut, aku akan mencoba membuat Daddy mu mengerti bahwa aku serius dengan mu. Kau hanya harus mendukung ku dan menyemangati ku dengan tetap disamping ku apapun yang terjadi." ucap Mike.
"Jangan mengacuhkan ku lagi Dear, itu sangat menyakitkan." lanjutnya lagi.
Mika hanya mengangguk dan menatap Mike sendu.
"Haish, makanan mu sudah dingin, apa kau ingin makanan lainnya?" tanya Mike. Mika hanya menggeleng pelan kepalanya.
"Aku hanya ingin makan masakan mu, Mike." ucap Mika merayu. "Ya sudah kau habiskan makanan mu, aku akan memanasinya sebentar di microwave, tunggulah di meja makan." pinta Mike. Namun Mika menahan tangan Mike yang ingin meraih piring yang berisi makanan untuk Mika.
"Tak perlu. Aku ingin memakannya sekarang." ucap Mika sambil tersenyum.
"Baiklah. Kau ini jika sudah menginginkan sesuatu selalu saja tidak ada yang bsia membantah mu. Kau sedang belajar menjadi Nyonya Anderson?" ledek Mike.
"Ish kau ini." cibir Mika. Mika meraih piring tersebut dan membawanya ke meja makan. Disaat Mika menyantap lahap makanan buatan Mike, disaat itu pula Aldi mengirimnya sebuah chat.
Ah, ini pasti menunya. pikir Mike, dengan penuh semangat ia membuka chat Aldi. Namun dalam sekejap matanya membulat sempurna melihat isi dari chat Aldi kepadanya.
"Datang ke penthouse ku sekarang! Jelaskan semuanya kepada ku atau aku akan benar-benar menjauhkan Mika dari hidup mu selamanya!" begitulah isi pesan Aldi kepadanya.
Bersambung..
Selamat berperang Mike.. Kami mendukung mu! Wkwkwkkw 😂
__ADS_1
Thank you for today, see you next chapter guys.