CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 87 - Perih dan Sakit


__ADS_3

"Datang ke penthouse ku sekarang! Jelaskan semuanya kepada ku atau aku akan benar-benar menjauhkan Mika dari hidup mu selamanya!" begitulah isi pesan Aldi kepadanya.


Ya Tuhan, bagaimana bisa foto seperti ini bisa sampai ke Aldi. pikir Mike. Mike menatap Mika yang sedang melahap nikmat makanannya di meja makan.


Mike menghampiri sang kekasih dan mencoba membujuknya untuk tidak ikut datang menemui Aldi.


"Apakah enak, Dear?" tanya Mike yang mengelus punggung Mika.


"Hm.. Ini sungguh sangat enak. Sepertinya aku menyukai masakan mu Mike." ucap Mika, mulutnya penuh dengan makanan namun mencoba tersenyum ke arah Mike sambil mengunyah makanannya.


"Makanlah yang benar nanti kau bisa tersedak." kata Mike. Mika hanya menjawab "Hm.." sambil terus mengunyah makanannya tanpa menghiraukan Mike disampingnya.


"Hm.., Dear.." Mike mencoba membuka obrolannya dan membujuk Mika untuk mau pulang kembali ke penthouse milik om Michelle.


"Ah, aku lupa. Aku mau bilang aku akan ikut dengan mu menemui Aldi, aku ingin bertemu Kiandra. Boleh kan?" tanya Mika sambil mengusap area bibirnya yang tertinggal jejak bumbu disana.


Mike hanya terdiam dan tersenyum kecut ke arah Mika, belum juga mengatakannya, Mika sudah lebih dulu berbicara akan hal yang ia hindari.


"Hm, boleh." ujar Mike sambil mengelus kepala Mika.


Ya Tuhan semoga Aldi tidak membahasnya didepan Mika. Dia pasti akan semakin syok. batin Mike dan seketika senyumnya memudar, ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Mika jika tahu kejadian di restaurant itu tertangkap kamera dan sampai ke tangan Aldi.


"Baiklah aku sudah selesai, aku akan membereskannya terlebih dahulu lalu kita berangkat menemui mereka." ujar Mika yang berdiri memegang piring untuk dibawa ke pantry.


"Hm.." jawab Mike singkat. Mika masih belum menyadari ada sesuatu yang Mike sembunyikan darinya. Mike gelisah, tangan kanannya mengacak rambut belakangnya dan tangan lainnya bertengger di pinggang.


Mike gelisah bukan karena takut menghadapi Aldi dan menjelaskan semuanya, namun karena khawatir Mika akan semakin down menghadapi Daddy-nya, dan menyerah pada cinta mereka.


"Kau kenapa Mike?" tanya Mika. Mike saking gelisah nya hingga tak menyadari bahwa Mika sudah berdiri dihadapannya.


"Hm? Kau sudah selesai Dear?" tanya Mike mencoba mengalihkan pertanyaan Mika.


"Ada sesuatu yang mengganggu fikiran mu?" tanya Mika.

__ADS_1


"Hm.. Sedikit. Ya sudah ayo kita berangkat, Aldi sudah menunggu ku." ajak Mike yang mengambil kunci mobil di bufet TV dan meraih tas milik Mika di sofa, dan mengaitkan tas milik sang kekasih di tubuh atletisnya.


Tingkah Mike sontak membuat Mika melted, bagi Mika tingkah Mike sangat manis, jarang-jarang ada pria yang mau dan tak malu membawa tas milik kekasihnya.


Mike menggandeng tangan Mika untuk segera keluar dari penthouse. Mereka berdua mulai memasuki lift untuk menuju lobby utama. Selama di dalam lift Mike acuh dengan tatapan-tatapan meledek para wanita yang melihat dirinya sedang memakai tas perempuan. Bukannya memarahi para wanita tersebut Mike malah memilih untuk mengacuhkan mereka dan meraih tangan Mika untuk digenggam.


Ya ampun Mike kau sungguh romantis. Aku tak pernah menyangka pria dingin dan acuh seperti mu bisa melakukan ini padaku. Aku sungguh beruntung bisa menjadi satu-satunya wanita yang mendapatkan perhatian mu dan cinta mu. Kau membuat ku semakin jatuh cinta padamu, Mike. ucap Mika dalah hati, mukanya tersipu malu. Ternyata Mike diam-diam memperhatikan ekspresi muka Mika dari pantulan sisi lain dinding lift tersebut. Mike hanya tersenyum kilat melihat Mika yang tersipu malu.


Mereka pun akhirnya sampai di lobby, dan bergegas pergi meninggalkan gedung Leonard Street dan menuju gedung Park Avenue, penthouse Aldi dan Kiandra saat ini. Mike mencoba memburu waktu dengan membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi namun tidak membuat Mika khawatir.


Hampir setengah jam menuju ke Park Avenue, sesampainya disana Mike menuntun Mika untuk pergi menuju lantai tempat Aldi dan Kiandra berada.


"Kau tidak jadi bertemu Aldi Mike?" tanya Mika memecah keheningan diantara mereka saat berjalan di lorong lantai tersebut.


"Ini tempat tinggal mereka setelah menikah, Dear." ucap Mike ke Mika.


"Oh ya? Aku tidak pernah tahu Aldi punya penthouse di Park Avenue. Pria ini begitu boros. Sama boros nya dengan mu." cibir Mika.


"Bukan milik Aldi, namun milik Kiandra. Aldi memberikannya kepada Kiandra saat melamarnya." jelas Mike.


"Aku pun baru mengetahuinya saat aku sudah membeli hadiah itu untuk mu, Dear. Aku akan membahagiakan mu dengan cara ku, bukan cara orang lain." jelas Mike sambil mengelus pipi Mika.


Astaga, pria ini benar-benar membuat kaki ku lemas, dia manis sekali. puja Mika dalam hatinya.


"Selamat sore Tuan, Boss sudah menunggu Anda didalam." ujar salah satu bodyguard Aldi.


"Hm.. Terima kasih." ucap Mike dan dibalas anggukan pelan dari bodyguard tersebut.


Mereka berdua mulai memasuki penthouse Aldi dan Kiandra. Saat mereka masuk kedalam betapa terkejutnya Kiandra bahwa sahabatnya itu juga akan ikut hadir bersama Mike.


"Mika?" ucap Kiandra. Matanya berbinar melihat kedatangan Mika bersama Mike.


"Beb..." teriak Mika dengan santai nya tanpa menghiraukan sosok Aldi disamping sahabatnya, dan melupakan Mike yang ada didekatnya.

__ADS_1


"Cih, kalian ini seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja, padahal beberapa hari lalu masih bertemu." cibir Aldi yang mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Ish, dasar kanebo kering!" balas Mika.


"Sudahlah kau temani dulu Kiandra disini, aku ingin membahas kerjaan dengan Mike. Oia sebentar lagi makanannya akan datang, tolong taruh makanan ku di meja makan saja ya Sayang, aku ingin rapat dengan Mike diruang kerja ku." pinta Aldi.


"Siap pak Suami." jawab Kiandra sambil tersenyum.


"Hey! Kau meledek ku ya?" ucap Mika sambil mencubit lengan sahabatnya.


"Aw! Kau ini.." pekik Kiandra, ia mengusap-usap lengannya yang dicubit Mika.


"Ayo Mike!" ajak Aldi dengan tatapan dinginnya. Aldi lebih dulu pergi ke ruang kerja miliknya. Mike menatap Mika "Wait me please." ucap Mike sambil mengelus kepala Mika dan tersenyum. Mika hanya mengangguk malu karena sikap manis Mike terang-terangan didepan sahabatnya itu.


Mike pun menyusul Aldi segera ke ruang kerja miliknya dan meninggalkan para wanita yang sedang melepas rindu untuk saling bertemu.


"Whoaaaa... Apa aku tidak salah lihat, Ka? Dia mengusap kepalamu, dan.. " Kiandra mencoba mengulang gestur tubuh Mike yang mengelus kepala Mika.


"Ssssst.. Bisakah kau diam? Daripada membahas ku lebih baik jawab pertanyaan ku. Bagaimana malam pertama mu dengannya?" tanya Mika penasaran sembari meledek sahabatnya itu.


"Ah.. Itu.. Entahlah.." jawab Kiandra sambil tersipu malu. "Ko entahlah? Apa Aldi selemah itu?" tanya Mika pelan agar Aldi tidak mendengarnya.


"Lemah? Jauh dari kata lemah, Ka. Bahkan ia bisa mengulanginya berkali-kali dalam semalam, kau tahu aku sampai tidak bisa beraktivitas dengan baik hari ini karena ulahnya. Sebab itulah kita berdua membeli makanan delivery daripada datang langsung ke restaurant tersebut." ucap Kiandra. Kiandra mendekatkan tubuhnya ke Mika dan membisikkan sesuatu yang membuat Mika tertawa terbahak-bahak.


"Itu ku perih dan sakit sekali, Ka. Aku sampai tidak bisa berjalan." bisik Kiandra.


Mereka pun tertawa bersama diruang tengah, tanpa menyadari bahwa para pria mereka sedang bersiap untuk duel.


Bersambung..


Nah loh, Mike mau di sidang Aldi nih..


Persidangan nya mau live hari ini atau besok nih gengs??

__ADS_1


Jawab di kolom komentar ya. Buat para silent readers ayo dong support aku dengan like dan subscribe gratis mu. Sangat berarti loh..


See you on next chapter ya..


__ADS_2