CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 73 - Daniel Wilson


__ADS_3

"Apa kau benar-benar menyukai Daniel, pria yang diatur Daddy-mu untuk berkencan bahkan bertunangan dengan mu?" tanya Mike.


"Berikan aku alasannya aku harus menjawabnya dengan jujur." Mika mencoba memancing Mike agar mau mengakuinya dan melupakan gengsinya.


"Karena aku mencintaimu, apa itu cukup?" tanya Mike lagi.


Mika tercengang mendengar pengakuan singkat Mike yang jauh dari kata romantis.


Mika pun tertawa dibuatnya hingga mengeluarkan air matanya, mendengar ucapan Mike kali ini sangatlah lucu terdengar, kemana saja Mike baru mengakuinya saat ini, sudah hampir menyentuh lima tahun ia memendam semua perasaan tidak berbalasnya pada Mike, dan saat ia sudah menguburnya dan menyerah, Mike datang dengan seribu cumbu rayunya.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Mike serius.


"Ah maafkan aku Mike, apa kau sedang melucu?" tanya Mika sambil  menyeka air matanya.


"Apa aku terlihat sedang melucu Mika?" tanya Mike dengan tatapan tajamnya.


"Terima kasih atas pengakuan mu saat ini Mike, jika memang itu bukanlah sebuah lelucon. Sejak kapan kau menyadari perasaan mu padaku?" tanya Mika lagi.


"Ayolah Mika... kau hanya perlu menjawab pertanyaan ku dengan jujur." ucap Mike.


Mika tetap tidak mau berucap dan hanya memandang Mike yang sedang kacau dihadapannya saat ini. Mika melipatkan kedua tangannya di dadanya menunggu Mike untuk jujur mengakuinya.


"Baiklah.. Baiklah.. Sejak kau mencium ku di apartement." jawab singkat Mike sambil mengacak-acak rambutnya.


"Cih... Apa kau fikir aku bodoh? Akuilah kau sudah menyukaiku sejak aku mengungkapkannya pertama kali di dalam mobil saat itu, Mike." jelas Mika sambil mencibir.


"Darimana kau tahu?" tanya Mike penasaran.


"Dari semua isi galery foto di ponsel mu!" jawab Mika singkat sambil matanya mengarah ke ponsel Mike yang ada di tangan Mike saat ini.


Sial... Aku lupa kalau ponsel ku tidak dalam mode kunci. - Mike mengusap wajahnya gusar.


"Haishh.. Tubuhmu lebih jujur dari mulut mu Mike!" ucap Mika kesal.


"Sudahlah aku harus pulang Mike." ucap Mika lagi.


"Oke fine, aku menyukaimu sejak pertama melihat senyummu di rumah Om Nugroho, jauh sebelum kau mengakuinya di mobil saat itu. Aku mengagumi mu dengan amat sangat mengagumimu, Mika. Aku selalu menyuruh anak buah ku untuk memotret candid dirimu. Aku minta maaf." ucap Mike lirih.

__ADS_1


"Dasar pria bodoh! Kau tahu keegoisanmu dan kata-kata sarkas yang kau ucapkan dulu membuat orang lain tersiksa Mike, aku rasa kau masih mengingat semua ucapan ku di bandara Mike, saat kau menyadari perasaanmu oadaku, saat itu pula karma mu menyapa karena aku sudah tidak lagi disana. Sepertinya kau lebih cerdas menilai apakah aku menyukai Daniel atau tidak, aku tidak akan berucap apapun padamu. Carilah sendiri jawaban dari segala pertanyaan yang muncul dikepalamu itu, Ini hukuman dariku untukmu. Kau harus tahu bagaimana rasanya terombang-ambing dalam ketidak jelasan. Kau sudah memiliki kekasih bukan? untuk apa melakukan pengakuan bodoh seperti ini padaku? Apa kau sedang mencoba menjadi pria brengsek Mike?" tanya Mika dengan tatapan membunuhnya.


Lidah Mike kelu dibuatnya, Mike sangat ingin mengakui saat ini bahwa kekasih yang Mike maksud adalah hanya kekasih khayalannya, yaitu Mika sendiri. Entah kenapa Mike merasa seperti belum saatnya ia mengakui semuanya terang-terangan.


"Aku pulang Mike, terima kasih atas kejujuran mu yang amat sangat telat." ucap Mika sambil berbalik arah.


"Kekasih ku adalah putri tunggal Michelle Wiradmadja, Mika Wiradmadja." teriak Mike yang berhasil menghentikan langkah Mika untuk keluar dari kamar hotel miliknya.


"Kau.. kau kekasih khayalan ku selama ini, Mika." ucapnya lirih.


Mika menghentikan langkahnya namuun tidak menoleh sama sekali ke arah Mike, tak lama ia melanjutkan langkahnya dan pergi keluar dari kamar Mike.


Mika menutup pintu dan menyenderkan tubuhnya di pintu tersebut, sambil memegang dadanya yang berdegub kencang tak karuan saat mendengar pengakuan gila Mike bertubi-tubi tentang perasaan Mike padanya.


Ya Tuhan ternyata perasaan ku berbalas selama ini, bahkan jauh sebelum aku mengakuinya kala itu. - Mika pun menangis dan segera menuju kearah lift untuk turun dan pulang ke penthouse milik daddy-nya.


Mika melajukan mobilnya sambil menangis tersedu-sedu, Mika benar-benar tidak habis fikir apa yang ada di fikiran pria bodoh seperti Mike yang dengan mudahnya menyakiti perasaanya dengan sengaja bersikap dan berkata yang menyakiti perasaannya setiap kali Mika mendekati dan mengakui perasaannya pada Mike.


"Brengsek kau Mike! Kau tahu aku menyukaimu begitu dalam, kau pun begitu, tapi kau lebih memilih untuk mengabaikan semuanya hanya untuk keegoisan mu saja, dan bodohnya lagi aku menyukai pria brengsek sepertimu!" teriak Mika di sepanjang jalan menuju penthouse sambil memukul stir mobilnya.


"Apa katanya tadi? Aku kekasih khayalannya? Cih... ragaku masih begitu nyata ada dihadapannya saja ia lebih memilih untuk menganggap ku tidak ada. Bedebah kau Mike!" teriaknya lagi.


Setelah kejadian itu, Mike tidak juga kembali ke pethouse Michelle hingga keesokan harinya.


"Apa kau melihat Mike Sweety?" tanya Haura sambil mengoles selai di roti miliknya.


Mika hanya menjawabnya dengan mengangkatkan bahunya sejenak seolah ia tidak tahu dan tidak mau tahu kemana dan dimana Mike sampai hari ini.


"Kalian sedang ribut?" tanya Haura dengan tatapan penuh selidik.


"Aku? untuk apa." jawabnya singkat.


Haura gemas dengan putrinya, Mika fikir ia dan Michelle tidak mengetahui apa yang sudah terjadi kepada putrinya dan Mike.


"Kau jadi ke Indonesia bersama Daniel pagi ini Sweety?" tanya Haura.


"Iyah Mom" jawab Mika singkat.

__ADS_1


"Kenapa Daniel tidak menjemputmu?" selidik Haura.


"Kita akan bertemu di bandara, Mom." jelas Mika.


"Owh.. Ya sudah nanti supir Daddy akan mengantar mu ke bandara." ucap Haura.


"Yes, Mom..." jawabnya sambil tersenyum.


Mika pun menyudahi sarapannya dan bergegas menuju Indonesia untuk menghadiri pernikahan Kiandra dan Aldi esok malam.


Mobil Mika sudah melaju ke arah bandara, sesampainya disana Daniel menyambutnya dengan senyuman hangat khas miliknya.


"Tidak ada Mommy dan Daddy ku disini, kau tidak perlu berpura-pura manis didepan ku, Niel." ucap Mika dengan ketus.


"Benar kata Tante Haura kau sangat galak Mika, tapi itu tidak mengurangi sedikitpun kecantikan mu." ucap Daniel dengan segala jurus gombal miliknya.


"Kau fikir itu mempan untuk ku? simpan bualan sampah mu itu untuk para wanita bodoh diluaran sana. Cih.. Semua pria sama saja!" cibir Mika sambil berlalu pergi melewati Daniel yang terpaku ditempatnya.


Daniel hanya tersenyum kecut menerima perkataan Mika padanya.


"Duduklah disini Mika, akan tidak enak jika dalam perjalanan jauh tidak memiliki teman mengobrol." ucap Daniel.


"Tidurlah! Setidaknya diam mu itu lebih baik." ucap Mika.


"Ish kau ini.. Aku tidak akan menyerah Mika. Aku akan tetap menjalani kencan ini denganmu, suka atau tidak suka." ucap Daniel dengan tak kalah ketus dan keras kepalanya dari Mika.


"Belum resmi saja kau sudah bersikap memuakkan, jangan harap aku akan mau bekerja sama untuk membuat kencan konyol ini berhasil." ucap Mika.


"Bukankah kau sedang menguji pria itu? Kau masih memerlukan ku untuk membalasnya, bukankah begitu Nona Mika?" sindir Daniel.


🖤


Bersambung..


Nah loh... Acian Mike yang ditolak balik sama Mika.. Sini sama Author aja Mike... wkwkwk.


Thank you semuanya udah mampir dan ikut berhalu ria dengan ku, jangan lupa like,comment and klik love. Semua hal gratis ity sangat berarti untuk ku gaes..

__ADS_1


Love you all and bye bye..


__ADS_2