CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 9 - Bermalam


__ADS_3

Malam sudah menampakkan kemilaunya, Kiandra sungguh tidak mengerti akan gaya travelling dirinya kali ini, karena benar-benar diluar ekspetasi nya.


"Aku ingin shopping saja deh, atau ngopi di sekitaran The Shopees, lumayan lah sedikit mencoba keluar dari zona nyamanku saat me time." ucap Kiandra kepada dirinya sendiri.


Lama ia mengitari segala macam bentuk Brand fashion ternama, Kiandra hanya membeli tiga macam sneakers dan beberapa pakaian didominasi warna hitam. Tentu dia tidak akan membeli sebuah dress karena itu adalah pakaian yang sangat ia hindari, kalaupun punya sudah pasti sang bunda lah yang membelinya.


Lelah mulai menghampiri Kiandra, padahal belum lama ia berbelanja ria, penat sudah menyapa, kaki pun sudah kebas terasa.


Memang betul kata kebanyakan orang, berkunjung ke pusat perbelanjaan besar paling tidak enak jika sendirian.


"Fix, ini bukan gaya me time versiku. Arghh aku merindukan Ayah dan Bunda, Mika, Dita, hmm .... apa kabar ya mereka?" Kiandra mulai meminum segelas Freshly Brewed Coffee yang baru saja ia beli di salah satu kedai kopi ternama.


Kiandra membuka ponsel miliknya dan menemukan banyak notifikasi chat maupun DM di salah satu medsos miliknya, ia mulai membalasnya satu per satu, tapi tidak ada satupun notifikasi muncul dari si Kanebo Kering, Aldi.


Sejenak ia buka foto profil milik Aldi, dan menampakkan foto indah sang pemilik hati.


"Cih lihatlah! Hebat sekali dia, sudah menyulutkan keberanianku untuk pergi sendirian kesini, dan berjanji pada ayah akan hal yang aku sendiri tidak tahu apa itu, hanya demi menghindarimu, dan sekarang dia hilang bak ditelan bumi!" rutuk Kiandra sambil menatap foto Aldi, seolah-olah dirinya sedang memarahi Aldi.


"Ah, tapi untuk apa juga aku sampai jauh-jauh pergi kesini hanya untuk menghindari nya. Dua hari doang pula, toh in the end aku juga pasti akan bertemu dengannya cepat atau lambat, secara dia kan kakaknya Dita, aku dan Dita sudah pasti akan bertemu." lirih Kiandra sambil melihat benda pipih itu.


"Arghh! Bodoh banget sih kamu Kiandra. gimana kalau nanti ternyata permintaan ayah adalah aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai dan langsung memintanya setelah lulus kuliah?" ujar Kiandra, kemudian ia mengusap gusar wajahnya.


Sungguh kini ia benar-benar sudah kehilangan akalnya sehat nya, karena hal ini sekarang bertambah lah satu orang yang ia takutkan untuk ditemui, yaitu ayah Richard.


Bukan sosoknya yang membuatnya takut, lebih tepatnya sebuah janji yang ia sepakati dengan sang ayah.


Kiandra menyenderkan punggungnya di kursi cafe, mata nya menatap langit-langit yang begitu indah, kebetulan cafe tersebut berada di roof top dan semi outdoor.


Dari kejadian ini Kiandra belajar satu hal, belajar untuk menghadapi apa dan siapa yang ia tidak sukai, bukan kabur seperti ini, karena pada akhirnya dia akan kembali kerumah, bukan menetap ditempat itu.


Dengan penuh perasaan bersalah pada ayah dan bunda, Kiandra kembali ke hotel dan menyegerakan tidur, rencannya ia akan mempercepat kepulangannya.


Kiandra pun membereskan shopping bag miliknya, dan bergegas kembali ke hotel.


Sesampainya di kamar ia mandi dan bersiap untuk tidur.


Ah, langit malam ini sungguh indah. Apa langit mu juga seindah yang aku lihat Al?


Entah mengapa suasana saat ini sangat mendukung dirinya untuk memikirkan bahkan merindukan Aldi, pria yang saat ini enggan untuk ia temui.


Sadar atas apa yang ia fikirkan sudah tidak sepatutnya, Kiandra pun menyadarkan dirinya sendiri untuk bangun dari khayalan nya sendiri.


"Arghh! Gila! Bagaimana bisa aku malah memikirkan Aldi? Ini pasti karena aku kelelahan. Lebih baik aku ke kamar dan rebahan saja." ucap nya dan berlalu pergi ke kamar tidur untuk rebahan.


Kiandra memakai sleepwear bertemakan pink soft, terbuat dari bahan yang nyaman serta tidak terlalu terbuka, sadar bahwa ini di hotel bukan di rumah utama ayahnya, yang bisa pakai sleep wear bentuk apapun sesuka hati.



(Referensi sleep wear Kiandra malam ini, referensi dari salah satu platform fashion social media saat ini ya good readers, kalian pasti tahu apa yekannn)


Kiandra menyalakan TV dan bergegas ke ranjang tidurnya, entah mengapa malam ini rasanya Kiandra susah untuk tidur, ia membuka kembali benda pipih canggih itu untuk sekedar bermain social media.


Tak terasa benda itu sudah membuatnya lupa waktu, saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 23:00 waktu Singapore, Kiandra mulai memejamkan mata dan akhirnya terlelap.


***


Baru saja tertidur, pukul tiga pagi ia sudah dibangunkan oleh suara nyaring dari ponsel miliknya, ia terkejut sepagi ini sudah ada yang mengganggu tidur indah nya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah si penelpon tersebut, siapa lagi kalau bukan Aldi Nugroho, pria yang membuatnya pergi ke Negara orang sekaligus pria yang ia rindukan.

__ADS_1


"Haish, mau apa kau menghubungiku lagi? Apa kau tidak tahu ini jam berapa Al? Sudahlah tidur, bye!" ketus Kiandra, lalu menyudahi pembicaraan mereka.


Mengganggu tidurku saja!


Tak lama ponsel miliknya berbunyi kembali, Kiandra mencoba untuk mengabaikan panggilan tersebut, namun benda itu berbunyi lagi dan lagi, sampai akhirnya Kiandra menyerah dan mengangkatnya.


"Apa kau ingin menyiksaku Al?" Kiandra merengek manja, karena sudah tidak ada tenaga untuk marah, badannya sudah diambang lelahnya. Malas memegang ponsel akhirnya Kiandra memencet tombol loud speaker guna mendengarkan suara pria menyebalkan itu.


"Buka pintu!" perintah Aldi singkat. Satu kali ucapan Aldi masih belum mampu menyadarkan Kiandra.


"Hehe, Apa kau mengigau Al? Aku tahu kau merindukanku. Sudahlah Al lanjutkan tidurmu, aku masih ngantuk banget tahu ga!" Kiandra memohon dengan penuh lirih.


"Aku di Marina Bay, buka pintu mu atau aku yang akan membuka paksa pintunya." tegas Aldi dengan penuh penekanan. Aldi sudah tak tahu lagi harus menjelaskan seperti apa, ia tak menyangka Kiandra sungguh sangat susah diajak bicara jika mengantuk.


Kiandra yang mendengar ultimatum Aldi sontak langsung bangkit dari tempat tidurnya, Kiandra spechless mendegar ucapan Aldi bahwa dirinya sudah didepan pintu kamar hotel.


"Aku hitung sampai lima, kalau kau tidak membukanya aku akan membukanya paksa!" Aldi melirik jam tangannya. Sungguh perjalanan yang amat sangat melelahkan, ditambah ia harus membangunkan putri tidur.


Kiandra bingung, ia bolak balik tak karuan disamping tempat tidur, menyilangkan tangannya di dada, ia berpikir keras ia harus melakukan apa, dan memikirkan bagaimana caranya Aldi bisa tahu dirinya di hotel ini.


"Satu,"


"Dua,"


"Tiga,"


"emmmpat"


"Liiiiiii ...." belum selesai menghitung, Kiandra berteriak di telpon


"Oke, fine aku buka. Jangan membuat keributan disana, oke? tunggu di situ." Kiandra segera memakai kimono tidurnya.


"Cepatlah!" Aldi benar-benar sudah tidak tahan jika harus berdiri lebih lama lagi.


Finally, pintu pun terbuka, dan langsung menampakkan sosok wanita cantik yang masih menunjukkan muka bantalnya yang sangat manis.


Aldi masuk ke kamar itu begitu saja tanpa permisi. Membuka jas kantornya, menaruhnya di sofa.


Kiandra terkejut saat melihat Mike pun ikut masuk kedalam kamarnya, Kiandra menutup pintu utama dan menguncinya.


Kiandra Berjalan menghampiri kedua pria yang tidak tahu malu itu, dan berdiri tepat dihadapan Aldi sambil berkacak pinggang, Aldi duduk di sofa sedangkan Mike berdiri dibelakang Aldi.


Lihat! Betapa arogan nya si Kanebo Kering ini di kamar ku.


"Jangan menatap ku seperti itu, apa kau sedang menggoda ku?" ujar Aldi sedikit menjahili Kiandra, sambil tangan nya membuka dasi, kancing tangan, dan kancing atas kemeja.


Kiandra menelan salivanya karena bagi dirinya entah mengapa apa yang Aldi lakukan saat ini sungguh cool.


Jangan terpancing Kiandra!


Kiandra berusaha untuk menapik khayalan indahnya itu.


"Jelaskan padaku kenapa kalian berdua bisa sampai disini? Bahkan kalian bisa tau kamarku, bahkan ayah bunda saja tidak tahu. Bukankah kalian seharusnya ada di Jepang? Kau seharusnya pulang besok kan?" Kiandra terus berbicara tanpa henti membuat Aldi jengah, Aldi beranjak dari sofa dan sejurus kemudian ciuman Aldi mendarat sempurna di bibir Kiandra.


'Cup..'


Aldi mencium mesra bibir Kiandra, Mike yang melihat itu langsung membuang mukanya ke arah lain.

__ADS_1


Aku tidak melihat apapun. - Mike


Untung nya ciuman itu hanya sekilas saja agar Kiandra diam.


Usai mengecup bibir wanita pujaan hatinya, Kiandra yang kesal karena Aldi mencium nya tiba-tiba, ia pun melototi Aldi sambil menggigit bibir bawahnya, ia mengepal tangannya menahan kesal.


"Kenapa kau mencium ku? Aku bertanya bukan meminta kau untuk mencium ku!" kesal karena Aldi terus saja mencuri ciuman nya lagi dan lagi.


"Berhentilah menanyakan hal yang tidak perlu. Kau hanya perlu tahu aku disini bersamamu." ucap Aldi sambil menatap lekat wajah Kiandra.


"Dimana kamarmu?" Aldi menengok ke kanan dan ke kiri, mencari letak kamar yang Kiandra tempati.


"Untuk apa kau menanyakan hal yang tidak perlu?" Kiandra mengembali kan perkataan Aldi.


Aldi melihat ada kamar yang pintunya terbuka. Aldi berjalan menghampiri ruangan tersebut,


Bingo!


Insting Aldi benar, Apa yang ia pijaki saat ini adalah kamar yang Kiandra tempati.


Kiandra berlari kencang mendahului Aldi yang berjalan gontai, ia berdiri tepat di tengah-tengah pintu, dan merenggangkan kedua tangannya, melarang dan menghalangi Aldi yang ingin masuk kedalam.


Dia manis sekali, jika saja aku tidak kehabisan tenaga saat ini, aku tidak bisa jamin aku tidak memakan mu saat ini.


"Kau menggodaku?" tanya Aldi pelan, ia membuka kancing baju kemeja satu per satu dihadapan Kiandra, tangan satunya lagi berada di saku celananya.


Suara Aldi terdengar berat karena lelah, dan alasan utama yang membuatnya tidak bisa tidur ada dihadapannya saat ini.


Kiandra menelan ludahnya sendiri melihat tingkah Aldi yang menurutnya sangat menggoda.


"Ja, jangan masuk Al ini kamarku " Kiandra menunduk malu.


Aldi tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Kiandra. Lalu membisikkan sesuatu di kuping Kiandra.


"Aku tidak akan memakanmu, bisakah kau berikan handuk baru untuk ku, Sayang?" pelan namun nafas pria itu membuat bulu kuduk Kiandra bangun, seperti ada sensasi aneh yang menjalar dari kuping hingga ke seluruh tubuhnya.


Kiandra menengadah kepalanya melihat Aldi tanpa berkata apapun.


Tanpa aba-aba Aldi mencium kening Kiandra, mengisyaratkan bahwa Aldi sangat merindukannya, dan jangan mengkhawatirkan hal yang berlebih.


Jatung Kiandra berirama tak beraturan, pipi nya merona, badan nya terasa melemas seakan melted dibuatnya.


Aldi tersenyum, ia menyingkirkan tangan Kiandra, dan berlalu masuk, Kiandra masih terpaku ditempatnya, seakan sudah terbuai oleh tingkah Aldi kepadanya.


Aldi membuka bajunya hingga menampakkan dada bidangnya serta otot tangannyayang kekar, terlihat jelas bahwa ia sangat merawat tubuh nya dengan baik.


Aldi menoleh sekilas ke Kiandra yang masih mematung disana, hingga seutas senyum terukir indah di wajah Aldi.


Dia memang singa betina ku yang lucu.


"Bisakah kau pinjami aku handuk Sayang? Yah tidak pun tidak apa, mungkin kau ingin melihat ku tak menggunakan sehelai benang pun." ledek Aldi dengan senyum penuh kemenangan terpancar di wajahnya.


Tanpa jawaban sepatah kata pun, Kiandra langsung menutup pintu kamar nya dengan kencang.


Brakk...


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2