CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 38 - Tidak Semudah Itu


__ADS_3

Matahari mulai menggantikan sang fajar di ufuk timur, kicauan burung seperti bernyanyi dan saling membalas kicauan demi kicauan lainnya, hingga menjadi sebuah nada romantis terdengar di pagi hari, membuat dua insan yang sedang tertidur enggan menyapa sang mentari pagi.


Pancaran cahaya mentari menyentuh wajah wanita dalam pelukan Bayu.


Hmm, rasanya nyaman sekali membuatku enggan beranjak dari kasur ini.


Rasanya hangat, dan lebih empuk dari sebelumnya.


"Bangun tukang tidur." sapa Bayu.


"Hmm, tolonglah ini masih pagi, Bay. Jika kau ingin pergi ya pergi saja jangan menggangguku." balas Dita dengan racauannya.


"Bagaimana aku bisa pergi jika kau memelukku terus? atau.., kau ingin aku melakukan sesuatu terlebih dahulu disini?" tanya Bayu yang sontak membuat Dita membuka matanya lebar-lebar.


"Bayu!! kenapa kamu suka banget masuk kamar orang sembarangan?" Dita memukul dada Bayu.


"Hey, apa aku tidak salah dengar? lihat baik-baik ini kamar siapa, dan lagi bisa-bisanya kau tidur sambil berjalan, dan masuk kesini seolah-olah ini kamarmu, dan aku gulingmu, tidurmu mengerikan sekali calon istriku." jelas Bayu dengan kebohongannya, ia terlalu malu untuk mengatakan bahwa dia lah yang membawa Dita ke kamarnya.


"Aku tidak pernah tidur sambil berjalan!


Lagi pula, jika kau tahu aku masuk kenapa kau tidak membangunkanku untuk kembali ke kamarku? kau ini!! jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya, kita bukan suami istri!" teriak Dita dihadapan Bayu.


"Apa kau tidak ingat semalam kau mengucapkan apa?" tanya Bayu.


Sial! kenapa bisa kecolongan begini si, semalam? emangnya semalam apa yang aku ucapkan? arghh menyebalkan.


"Sudah ingat?" tanya Bayu. Tangan Bayu membelai pipi dan bibir Dita.


"Lepaskan tanganmu Bay." ucap Dita yang sedang terbuai tatapan dan sentuhan Bayu di pagi hari.


Tubuhnya hangat dan wangi. Kenapa dia lebih tampan saat bangun tidur?


Dita berusaha untuk lepas dari tatapannya ke Bayu yang memabukkan itu, Dita akui melihat Bayu saat bangun tidur sangatlah sexy, suara paraunya yang berat, pelukannya yang hangat, wajahnya yang lebih tampan, perut six pack, dadanya yang bidang, dan dia hanya tidur dengan celana boxer yang nampak tidak bisa menutupi betapa besarnya pusaka miliknya yang membuat Dita berulang kali menelan salivanya.


Bayu memang selalu bertelanjang dada saat tidur dan hanya memakai celana boxernya, karena dirinya merasa ingin lebih bebas dan nyaman saat tidur. Baginya hal terbaik dalam hidupnya saat ini ialah bisa tidur dengan nyaman.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? hmm?" Bayu merubah posisinya mengurung tubuh Dita seutuhnya.


"A, aku hanya melihat indahnya ciptaan Tuhan di pagi hari, bukan salahku jika aku melihatmu, siapa suruh pagi-pagi sudah ada di hadapanku bertelanjang dada. Aku hanya menikmati apa yang Tuhan suguhkan saja." Dita memonyongkan bibirnya dan membuang tatapannya ke arah lain alih-alih melihat ke arah pria yang berada di atasnya.


"Kalau bicara tatap mataku, Anindita." ucap Bayu.


"Apa? kau pikir aku membuang tatapanku karena aku takut padamu? cih narsis sekali." sanggah Dita.


Cup..


Satu ciuman mendarat di bibir Dita, Dita hanya melototi Bayu, tangan Dita memukul dada bidang miliknya. Bukannya menghentikan ciumannya Bayu bahkan lebih merasakan pukulan itu seperti elusan manja Dita untuk memintanya lebih dari sekedar ini.


Kali ini ciuman Bayu turun ke leher jenjang Dita yang sedari awal sudah membuatnya gagal fokus setiap kali berdekatan dengannya.

__ADS_1


"Shhh, brengsek kau Bay!" ucapan Dita terdengar seperti erangan nikmat.


Bayu menghentikan kegiatan paginya setelah meninggalkan jejak kecupan indah di leher Dita. Nafas Bayu terengah-engah karena gairahnya sudah memuncak, nafas hangatnya yang menjalar di seluruh tubuh membuat Dita kegelian, hangat namun menggelitik.


"Sial!" Bayu meninju kasur tepat disamping kepala Dita.


Astaga apa pusaka miliknya sudah terbangun? seperti ada yang menyentuh milikku, sensasi apa ini, arghh!


"Bay.." panggil Dita lirih.


"Diamlah semakin kau banyak bicara semakin kau membuatku menggila, dan aku tidak bisa menjamin masih bisa menahannya." kata Bayu.


Bayu beranjak dari kasur, saat ia berdiri nampaklah betapa tegangnnya kepemilikan Bayu yang membuat Dita menelan salivanya lagi dan lagi. Dita merasa ada aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Bayu bergegas mandi meninggalkan Dita di kasur sendirian.


Tak lama Bayu sudah selesai dengan rutinitasnya, ia keluar kamar mandi masih mendapati Dita terduduk memikirkan kejadian yang terjadi antara dirinya dan Bayu.


"Kau belum beranjak dari tempat tidur, Putri Tidur?" tanya Bayu.


"Apa aku tukang tidur hingga kau memanggilku seperti itu?" Dita balik bertanya pada Bayu.


"Aku tidak bilang kamu tukang tidur, tapi bilang Putri Tidur." jelas Bayu.


"Cih.. apa bedanya, sama-sama doyan tidur." ujar Dita.


"Kita akan pergi kemana?" tanya Duta penasaran.


"Nanti kau juga akan tahu, cepat lah mandi, sebentar lagi kita harus berangkat." Bayu mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Ish kau ini, membuatku penasaran saja." Dita langsung beranjak dari kasur Bayu, lalu pergi ke kamar mandi.


Baru saja masuk, Dita sudah mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.


"Hmm, Bayu tolong ambilkan handukku, please! aku lupa ini bukan kamar ku." Dita nyengir kuda ke arah Bayu.


"Hmmm" jawab Bayu singkat dan masih tetap mengancingkan kemejanya.


Dasar pelit bicara!


Dita membangting pintu dengan sangat kencang.


Lima belas menit sudah Dita mandi, saat Dita keluar dari kamar mandi menggunakan kimono handuk miliknya, mata Bayu tak lepas dari Dita.


Bisa runtuh pertahananku, segini saja aku belum menikah dengannya, bagaimana jika sudah menikah, bisa-bisa aku lebih banyak di dalam kamar dari pada bekerja.


Dita yang menyadari ada sepasang mata yang melihatnya, iya tidak sengaja bertingkah menggoda.


Dita menggibas rambutnya pelan di depan cermin panjang milik Bayu. Mengeringkannya dengan handuk, namun tiba-tiba Bayu merebut handuk itu dari tangannya.

__ADS_1


"Aku akan mengeringkan rambutmu." ujar Dita.


Dita hanya terdiam melihat Bayu yang sedang mengeringkan rambutnya.


"Tumben kau baik padaku." sindir Dita.


Bayu yang disindir hanya menoleh ke Dita dari pantulan cermin.


"Apa kau bisa menjamin jika aku hujani kebaikan padamu kau tidak akan jatuh cinta padaku? hanya Kiandra dan Mika yang mampu melakukan itu, itulah alasanku lebih suka bergaul dengan mereka berdua dari pada para wanita lainnya di kampus." jelas Bayu.


"Apa kau sehebat itu di kampus? aku curiga kau hanya membual." ucap Bayu.


"Kau bisa mencobanya jika kau ingin memastikannya sendiri." ucap Bayu.


Dita berbalik ke arah Bayu dan merangkulkan tangannya ke leher Bayu, Bayu yang menatapnya datar seolah menunjukkan bahwa dia tidak akan tergoda.


"Jadi, calon suamiku ini banyak di gilai seorang wanita? jika nanti kita menikah apa para wanita itu akan memukulku karena sudah merebut pria mereka? aku jadi tidak yakin kau bisa melindungiku dan membuat ku selamat jika hal itu terjadi." ucap Dita.


Dita bebisik lirih di kuping Bayu, tangannya masih merangkul ke leher Bayu.


Kita lihat sampai mana kau bertahan, Bay. Aku akan membalas sikap nakalmu tadi.


"Benarkah?" Bayu balas berbisik ke telinga Dita, Dita menahan geli saat Bayu menghembuskan nafasnya. Bayu membalas rangkulan Dita dan menghujani ciuman ke leher Dita dan turun ke ceruk lehernya.


Dita merutuki kebodohannya yang salah strategi untuk mempermalukan Bayu kembali. Justru Dita menikmati tiap sentuhan bibir Bayu di sana.


Bayu sedikit menyingkirkan kimono handuk yang menutupi leher jenjangnya. Bayu tidak sengaja mampu melihat dada Dita yang menyembul karena sudah terpancing gairahnya.


Cih mau mengerjaiku lagi dengan cara yang sama? jangan harap kau menang Honey.


Erangan Dita lolos dari bibirnya, membuat Bayu merubah ciuman menggodanya menjadi ciuman yang menggairahkan.


"Stop Bay, please." ujar Dita.


Berhenti? tidak semudah itu Honey.


"Bay…yu…, Hmmph" Dita sudah sekuat tenaga menahan raacauannya itu.


"Iya Honey" jawab Bayu.


What? udah gila si brengsek ini berani memanggilku seperti ini, sial.


🍂


Bersambung..


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.

__ADS_1


__ADS_2