CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 37 - Istri Kecil


__ADS_3

Dita dan Bayu sudah sampai di villa pribadi milik Bayu, baru saja mematikan mesin mobil, Dita sudah berlari keluar dari Mobil dan bergegas masuk ke kamar karena sudah tidak sanggup menahan tangisannya. Dita menangis tersedu-sedu.


Bayu yang menyadari hal tersebut mencoba masuk kedalam kamar yang Dita tempati.


Terkunci?


Bayu mengambil kunci cadangan yang ada padanya, tanpa tunggu lama pintu pun terbuka, karena terlalu hanyut dengan emosinya ia tidak menyadari Bayu yang sudah ada di dalam kamarnya.


Bayu merasa bersalah karena melampiaskan amarahnya pada Dita.


Kenapa kau selalu mampu mengobrak-abrik perasaanku, Anindita.


"Berhentilah menangis.." ucap Bayu.


"Cih, bahkan sekarang aku bisa mendengar suaranya disini." ucap Dita tanpa menoleh ke belakang dimana Bayu sedang berdiri ke menatap ke arahnya.


Bayu seperti terhipnotis, ia naik ke kasur Dita dan memeluknya dari belakang. Dita kaget dan menyikut Bayu, Dita tidak terpikirkan bahwa itu adalah Bayu, karena Dita belum tahu bahwa kunci cadangan kamarnya ada pada Bayu. Duta hanya takut ada pria yang ingin mengganggunya saat ini.


"Aw.." rintih Bayu.


Bayu berpura-pura merintih kesakitan ingin melihat reaksi Dita.


Kau bisa khawatir ke Faisal, apa kau akan khawatir juga kepadaku?


"Ba, Bayu.., maafkan aku, aku tidak tahu jika itu kau." ucap Dita.


"Ah ini sakit sekali, Anindita." ucap Bayu, tangannya menyentuh dadanya.


"Ma, Maafkan aku. Dimana yang sakit?" tanya Dita.


"Di sini, di sini, dan di sini sakit sekali." Bayu menunjuk dadanya, perutnya dan pusakanya.


Dita geram saat tahu Bayu sedang membohonginya. Dita mencoba membalasnya dengan ikut berpura-pura.


"Benarkah?" tanya Dita sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


"Aw! sakit sekali. Sepertinya ini akan memar." ucap Bayu.


"Perasaan aku hanya menyikut satu kali, kenapa sakitnya bisa di dadamu, perutmu, dan.." Dita menyentuh satu per satu tempat yang Bayu tunjukkan, tapi saat ia ingin menyentuh tempat terakhir yang ditunjukkan Bayu, Dita mencoba untuk bersikap lebih manja agar Bayu tidak menyadari dia sedang berbohong.


"Di sini?" Dita menyentuh daerah sensitive Bayu yang bersembunyi di dalam celana jeansnya. Dita berbicara dengan pose sangat menggoda, membuat Bayu kaget dan menelan salivanya.


"Apa begini lebih baik?" Dita mengelusnya perlahan.


Bayu malah memejamkan matanya dan mendongakkan kepalanya. Bayu mencoba menikmati setiap inchi sentuhan Dita.


Hah! dasar pria mesum. Rasakan pembalasan yang aku buat, aku akan menyiksamu semalaman ini.


Tanpa di duga-duga Dita meremasnya kencang hingga membuat Bayu memekik kesakitan.


"Apa yang kau lakukan pada masa depanku, Anindita? arghh gila ini sakit sekali." rintih Bayu.


Dita bangun dan berdiri di samping tempat tidur.


"Kau pikir aku bodoh tidak tahu jika kau sedang berpura-pura kesakitan? nikmati sendiri sensasi rasa sakit yang benar itu seperti apa, supaya aktingmu bisa lebih meyakiniku bahwa kau sedang tidak berpura-pura. Bye!" Dita pergi dari kamar tersebut, dan turun menuju lantai bawah.


Dita tidak ingin kembali ke kamarnya dan lebih memilih tidur di sofa ruang tengah, menonton TV lalu rebahan manja di sofa tersebut. Semilir angin dan sejuknya keadaan ruang tengah membuat Dita tidak mampu menapik rasa kantuknya. Tak lama Dita pun tertidur, saat ini TV lah yang menontonnya sedang tidur.


Rasa sakit yang Bayu rasakan sedikit demi sedikit menghilang, ia mencoba mencari sosok Dita di sekitaran area villa, ia pergi ke dapur untuk minum.


Sial! wanita itu hampir saja meruntuhkan pertahananku. Untung saja wanita itu menyakiti pusakaku jika tidak mungkin aku akan menghabisinya malam ini. Entah kenapa sejak menciumnya, aku seperti tidak bisa mengontrol tubuhku sendiri saat di dekatnya. Mengerikan sekali.


Bayu kaget melihat TV menyala tapi tidak ada yang menonton. Bayu menghampiri ruang tengah bermaksud ingin mematikan TV tersebut.


"Astaga, Anindita!" Bayu kaget ternyata pelakunya sedang tertidur di sofa.


Wanita ini tidak takutkah akan ada pria yang berlaku jahat padanya saat dia tidur seperti ini? dasar ceroboh.


Bayu mencoba mengangkat tubuh Dita untuk dibawa ke kamarnya.


"Ah Tuan maafkan kami, kamar Nona Dita masih belum selesai dibersihkan sesuai permintaan Tuan." ucap salah satu pelayan.

__ADS_1


"Selesaikan segera dan pastikan sudah bersih, aku akan membawanya sementara ke kamar utama. Jika aku membutuhkan sesuatu aku akan menghubungi kalian." ucap Bayu dan segera pergi ke kamar utama yang tak lain adalah kamar Bayu.


Bayu merebahkan badan Dita perlahan, berusaha sebisa mungkin agar tidak mengganggu Dita di alam mimpinya.


Badanmu ringan sekali. Kau harus makan lebih banyak mulai sekarang, lebih berisi lebih baik.


Saat Bayu ingin beranjak dari kasur Dita menahan tangannya.


"Hmm, hangat.., jangan pergi, ini hangat." Dita mengigau tidak jelas, tangannya memeluk lengan Bayu yang menyalurkan kehangatan baginya.


"Cih, lihat sekarang siapa yang lebih pintar menggoda diantara kita." Bayu sedikit tersenyum melihat tingkah Dita yang sangat menggoda. Bayu mencoba merapihkan rambut Dita yang menutupi wajahnya.


"Bay.., hmm.." Dita meracau tidak menentu, namun Bayu terus saja mengelus rambut Dita dengan tangannya.


Bay? bahkan sedang tidur pun kau ingat padaku? ahh sepertinya aku akan tidur nyenyak malam ini, Anindita.


"Aku tidak akan kemana-mana, Anindita." ucap Bayu.


Bayu mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Dita, mengangkat kepala Dita agar berbantalkan tangannya. Mencoba memberikan pelukan hangatnya padanya. Dita bukannya menolak malah semakin terhanyut ke dalam pelukan yang Bayu suguhkan, menggesekkan kepalanya ke dada bidang Bayu.


Bayu hanya tertawa kecil melihat ulah calon istrinya yang sangat manja saat tertidur.


Sikapmu sungguh berbanding terbalik jika sedang tidur. Manja! Jika kau seperti ini terus di dekat ku mungkin aku lebih memilih kerja dari rumah dari pada ke kantor, supaya bisa seperti ini terus denganmu.


"Tidurlah, aku akan menemanimu di sini." bisiknya.


Masa bodo jika ia bangun nanti akan memukulku lagi, aku sedang ingin menikmatinya denganmu. Andai saja saat itu Papa tidak menikah lagi dengan wanita itu, mungkin aku masih percaya akan sebuah kata cinta.


"Maafkan aku Anindita, aku sudah bersikap egois padamu, memintamu menyetujui perjodohan itu demi ambisiku, berusaha untuk tidak mau mencintaimu walau sepertinya ruang kosong ini sudah bertuan yaitu dirimu. Aku memang belum ingin mencintaimu tapi aku janji aku tidak akan melukaimu selama kau bersamaku. Rasanya sangat menyakitkan melihat dan mendengar orang lain ingin merebutmu didepanku langsung. Ada rasa tidak rela tahu bahwa mereka menyukaimu, bahkan saat mereka menyebutkan namamu dengan lantangnya di hadapanku, benar-benar membuat darahku mendidih. Kau istri kecilku sebentar lagi dan akan selalu menjadi milikku. Aku tidak suka berbagi apa yang sudah menjadi milikku." ujar Bayu pelan sambil memeluk Dita erat dan ikut tertidur disana hingga pagi menyapa.


🍂


Bersambung..


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.

__ADS_1


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.


__ADS_2