CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 76 - Tersenyumlah Darling..


__ADS_3

Acara demi acara sudah berlalu, kini tiba saatnya para tamu menyambangi sang mempelai pria dan wanita untuk mengucapkan sepatah dua patah kalimat selamat untuk raja dan ratu sehari.


Diawali dari Reyhan dan Maudy yang menyalami serta memeluk Kiandra dan Aldi. "Selamat ya, akhirnya penantian dan perjuangan mu berbuah manis. Tolong jaga adik bar-bar ku yang manis ini, jika kau menyakitinya akan ku congkel kedua matamu, Bro." ancam Reyhan.



"Sayang... Kau lupa janji mu padaku?" sindir Maudy ke Reyhan.


"Ayolah Maudy, aku hanya bercanda, aku sungguh-sungguh sangat berbahagia hari ini." jelas Reyhan patuh.


"Selamat ya Dek, kau sudah memilih untuk mendengarkan isi hatimu dari pada keegoisan dari luka masa lalu mu. Aku bahagia melihatmu hari ini." ucap Maudy sambil mengusap lengan Kiandra. Maudy seketika diam lalu tersenyum saat mengusap lengan Kiandra. Entah mengapa setiap Maudy menggenggam tangan orang lain, saat itu pula muncul sekelibat masa depan dari tangan orang yang ia sentuh, ini mulai Maudy sadari sejak kehamilannya memasuki umur empat bulan.


"Sayang, antrian sudah panjang, nanti kita lanjutkan berbincangnya diruang keluarga, ya." bujuk Reyhan.


Memang benar yang Reyhan ucapkan, antrian sudah sangat panjang, para tamu begitu antusias dengan hari pernikahan putra satu-satunya keluarga Adam Nugroho, ada beberapa orang atau kolega Adam yang ingin mendapatkan kesempatan untuk bisa bersalaman dengan Adam dan Richard yang begitu dikenal dengan julukan salah satu crazy rich Indonesian itu.


Saat sesi ini berlangsung, Alexa Band yang mengiringi musik selama acara pernikahan Aldi dan Kiandra berlangsung pun sedang membawakan lagu salah satu Diva di Indonesia, Rossa dengan judul 'Jangan Hilangkan Dia'.


🎶


Reff..


Karna malam ini


Saat yang terindah bagi hidupku


Oh Tuhan jangan hilangkan dia


Dari hidupku selamanya


Sungguh ku tak ingin


Hatiku jadi milik yang lainnya


Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin

__ADS_1


Kutemukan lagi


🎶


Tepat saat Alexa Band menyanyikan penggalan reff lagu tersebut, saat itu pula Mika terhanyut dalam lamunan dan terus memandangi garis senyum yang terpancar di wajah sahabat tercintanya itu dari bawah panggung pelaminan.


Apakah aku bisa sebahagia itu, bisa menikahi orang yang aku cintai dan mencintai ku. Jika pun tidak, apakah aku akan sanggup melihat Mike yang aku cintai bersanding disana dengan wanita lain? Aku berharap aku bisa seberuntung kalian berdua.- Batin Mika.


Mika tidak menyadari bahwa ada tatapan pria yang sedang memperhatikannya, memperhatikan lamunannya seakan tahu apa yang sedang Mika pikirkan saat ini, siapa lagi jika bukan Mike, Mike Anderson. Pria yang begitu mendamba Mika sekaligus pria yang sudah menancapkan luka terdalam di hati Mika.



Mike sedikit tersadar dari pandangannya saat melihat Daniel dari kejauhan sedang berjalan ingin menghampiri Mika yang sedang berbaris menunggu giliran untuk menyalami sang mempelai yang tak lain adalah sahabatnya. Mike dengan cepatnya berjalan dengan langkah besar kakinya menghampiri Mika yang berdiri sendirian disana.


Entah keberanian apa yang meracuni pikiran Mike saat ini, yang jelas Mike sungguh tidak sanggup melihat Mika disentuh oleh pria lain selain dirinya. Mike menarik tangan Mika dan menyematkan jari jemarinya di jari jemari Mika lalu berjalan bersama menuju pelaminan Aldi dan Kiandra. Mika speachless dan hanya pasrah begitu saja melihat Mike menggenggam tangannya didepan semua orang saat itu.


Dita dan Kiandra bahkan Bayu dan Aldi pun ingin tertawa melihat tingkah Mike yang sudah mulai menunjukkan kejujuran dari perasaannya terhadap Mika.


"Tersenyumlah Darling, semua orang sedang menatap mu saat ini. Jangan pasang muka menyeramkan seperti itu, tersenyum saja seperti kau pun berbahagia melihat sahabat mu bahagia." bisik Mike di telinga Mika.


Mika akhirnya menyerah dan mencoba mengikuti saran yang Mike usulkan padanya.


"Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan ku, Mika?" tanya Kiandra meledek.


"Apa kau gila? Jelas aku sangat bahagia bahkan amat sangat bahagia, Kiandra. Selamat akhirnya semua berakhir disini, di pelaminan." ledek Mika.


"Selamat Boss, semoga pernikahan kalian selalu dalam lindungan Tuhan." ucap Mike sambil membungkukkan tubuhnya.


"Kau saudara ku Mike, bersikaplah layaknya seorang saudara walau kita tidak sedarah." ucap Aldi sambil menepuk pundak Mike. Mike hanya membalasnya dengan senyuman.


"Apa kalian berdua tidak ingin duduk disini berdua seperti kami hari ini, Mike?" sindir Aldi sambil jarinya menunjuk ke arah pelaminan.


Mika hanya melototi Aldi karena ucapan sarkasnya didepan Mike.


"Aku sedang memperjuangkannya kembali Boss." jawab Mike singkat tanpa melirik ke arah Mika sedikitpun. Mika yang mendengarnya hanya bisa menoleh ke arah Mike dan mendengus kesal karena ucapan Mike saat ini.

__ADS_1


Mika pun memilih untuk berlalu lebih dulu dan meninggalkan Mike dibelakang. Mika memilih pergi dari pelaminan tersebut, Mike tidak bisa menyusulnya saat ini karena ia harus turun dan bertugas kembali. Mika mengambil minuman yang tersedia di meja makan para tamu.


Dita dan Bayu pun tak kalah ikut datang dan mengucapkan selamat kepada sahabatnya itu.



"Ah.. Aku sungguh sangat senang melihatmu benar-benar menjadi Kakak Ipar ku saat ini, Kia. Semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan dalam suka dan duka." doa tulus Dita untuk sahabatnya.


"Makasih ya Ta, kau selalu support aku dengan caramu sendiri, aku sungguh berterima kasih." ucap Kiandra.


"Selamat Bro, Jodoh memang tidak akan kemana, bahkan aku tidak menyangka akan memiliki Kakak Ipar yang bar-bar seperti Kiandra, sungguh tidak pernah terbayangkan oleh ku sebelumnya." ucap Bayu sambil terkekeh jika mengingat bagaimana hubungan dirinya dan Kiandra terjalin selama ini di kampus.



"Thank you My little Bro.. " jawab singkat Aldi sambil menepuk pundak Bayu.


Para tamu dan kolega pun bergantian mengucapkan selamat kepada Sdan dan Richard bahkan Aldi. Hingga dua jam sudah tak terasa acara mengucap selamat kepada mempelai. Kini saatnya Aldi dan Kiandra melempar bucket bunga pernikahan yang mereka miliki. Kiandra dan Aldi sudah bersiap berdiri dan membelakangi para tamu teman-teman mereka berdua yang sedang menunggu bucket bunga yang akan dilemparkan oleh pasangan mempelai malam ini.


"Satu... Dua.. Tiga..." ucap Aldi dan Kiandra secara bersamaan.


Mika pun tak kalah antusias untuk berdiri dan menunggu bucket bunga tersebut menyambanginya. Tanpa Mika sadari Mike saat ini berdiri tepat dibelakang Mika, Mike khawatir Mika terdorong oleh orang lain saat menunggu bucket bunga.


Bunga pun terbang dan tepat jatuh kedalam genggaman tangan Mike. Mika yang tatapannya mengekori arah bunga tersebut terbang kearah belakang tubuhnya pun kaget saat melihat ternyata Mike yang mendapatkan bunga tersebut.


Tatapan mereka saling mengunci satu sama lain, salah satu tangan Mike masih berada diatas dengan seikat bunga ditangannya, tangan satunya berada di dalam saku celananya. Tatapannya tepat ia arahkan ke arah Mika yang berdiri tepat dihadapannya tanpa jeda seinci pun.


"Mike...." panggilnya pelan namun jelas terdengar di telinga Mike.



Entah mengapa ada getaran hangat menjalar disetiap sendi tubuhnya saat ini, lama ia tidak mendengar namanya terpanggil dan keluar dari bibir wanita yang amat sangat ia rindukan dan ia cintai, Mika.


Tanpa banyak pikir, Mike langsung memiringkan kepalanya dan mencium bibir Mika dihadapan ratusan para tamu undangan malam itu. Persetan dengan status Mika saat ini yang sebentar lagi akan menjadi tunangan keluarga Wilson. Bagi Mike Mika adalah wanitanya sampai kapanpun.


Bersambung...

__ADS_1


Nah kan.. Aku sudah mengabulkan permintaan kalian ya gengs para fans Mike dan Mika. Apakah mereka berakhir bahagia seperti para sahabatnya??? Tunggu kisah selanjutnya on next chapter ya..


Papay.... 🖤


__ADS_2