CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 40 - Sweet Trip


__ADS_3

"Dimana ank nakal itu?" tanya mamih Lita ke Mike.


"Boss sedang berada di kamar Nyonya." jawab Mike.


"Bagaimana bisa kalian kecolongan seperti ini? apa kau tidak pernah memberikannya makan?" tanya Lita.


"Kami sudah memberinya Nyonya, tapi Boss tidak mau makan, atau bahkan hanya makan satu kali dalam sehari, Boss bilang selesai lebih cepat lebih baik." ujar Mike.


"Mike kau bisa ke ruang kerja Aldi sebentar, saya ingin bicara." ucap Adam.


"Siap, Pak Boss."


Mereka berdua pun segera bertemu diruangan tersebut.


"Ada apa sebenarnya ini Mike? apa yang Aldi sedang pertaruhkan dengan Richard?" ucapnya.


"Maafkan saya Pak Boss, Tuan meminta saya untuk merahasiakannya dari Pak Boss." ucap Mike.


"Kalian berdua ini selalu saja begini, apa kau ingin aku memecatmu Mike?" tanya Adam.


Mike yang ditanya hanya diam sejenak.


"Pak Boss boleh memecat, memukul, atau membunuh saya, tapi saya akan bicara jika Tuan Boss memberikan izin." ucap Mike.


Cih anak dua ini kalau sudah berjanji satu sama lain sulit sekali untuk mencari informasi.


"Sudahlah, percuma!" ucap Adam.


"Baik Pak Boss." ucap Mike.


"Jelaskan padaku sudah berapa persen proyek di Jepang?" tanya Adam sambil menyalakan cerutunya.


"Sudah hampir selesai Pak Boss, hanya saja kemarin sempat ada kendala internal, TuanTadashi enggan menyetujui persentase pembagian saham atas proyek ini, Pak Boss. Namun sekarang entah kenapa Nona Naomi datang ke kantor dan tiba-tiba menyetujui persyaratan dan perhitungan pembagian saham hitam di atas putih." ucap Mike.


"Naomi?" Adam mencoba mengingat-ingat.


"Bagaimana dengan marganya?" Adam mencoba menerka kira-kira siapa Tadachi ini, karena namanya sedikit familiar terdengar.


"Nona Naomi Aozora, Pak Boss." ucap Mike.

__ADS_1


"Naomi Aozora? bukankah dia salah satu pemilik saham di perusahaan Richard?" tanyan Adam lagi.


"Benar Pak Boss, Nona Naomi Aozora adalah salah satu pewaris tunggal keluarga Aozora, beliau masih berumur delapan belas tahun, Tuan besar Aozora meninggal karena kecelakaan dan ia harus menggantikan posisi utama CEO setahun yang lalu, karena umur Nona masih di bawah dua puluh tahun maka perusahaan sementara di isi oleh Asisten Pribadi Tuan besar Aozora, yakni Tadashi Mamoru. Jabatannya akan resmi diberikan padanya ketika ia berumur dua puluh tahun. Begitulah wasiat dari Tuan Aozora." ucap Mike.


Naomi Aozora, ya aku mengingatnya sekarang, dia salah satu investor dan pemegang saham di perusahaan Richard yang terkenal misterius. Sepertinya Richard yang turun tangan membantumu Al.


"Pak Boss, sepertinya ini sudah masuk waktu jam makan siang, saya harus memeriksa keadaan Boss dan menyiapkan makan untuk Nyonya dan Pak Boss." ucap Mike.


"Ya pergilah dan siapkan apa yang harus disiapkan." ucap Adam.


Saat Mike mulai beranjak dari ruangan tersebut, Adam mencoba untuk menghubungi Bayu.


"Hallo Bay, Bagaimana? apa kalian jadi berangkat ke Jepang?" tanya Adam.


"Yah, Dita mau dan aku sedang menunggunya, sebentar lagi kita akan berangkat. Apa Om ada yang ingin diinfokan ke Dita? biar Bayu sampaikan." ucap Bayu.


"Tidak ada, hati-hati dijalan, kami akan menunggu kalian di sini, kabari jika terjadi sesuatu, kau sudah ku anggap sebagai anakku saat ini." ucap Adam.


"Terima kasih Om, aku akan menghubungi Om jika sudah sampai." ucap Bayu.


Obrolan mereka pun selesai.


🌼


Aldi memang memorsir tubuhnya untuk melakukan segala aktifitasnya di Jepang, ia benar-benar rindu dengan Kiandra. Bahkan jam tidurnya hanya tiga jam dalam sehari, namun usaha Aldi membuahkan hasil, proyek Aldi akan rampung dalam sepekan, jika tidak ada masalah serius, tapi Aldi tidak akan memberitahu Kiandra akan hal ini, ia ingin memberi surprise pada sang kekasih.


"Al, kenapa kamu harus berjuang sendiri, bahkan kamu tidak memberikan Mamih dan Papih kesempatan untuk bicara pada Richard akan hubunganmu dengan Kiandra." Isak tangis Lita membuat Aldi tersadar dari tidurnya.


Aldi sempat pingsan karena kurang istirahat dan kurang cairan, sebab itulah dokter meminta Aldi untuk bedrest selama tiga hari, dan perbanyak minum air putih, mengurangi konsumsi pil yang di konsuminya saat insomnia melanda.


"Mih.." panggil Aldi dengan suara seraknya.


"Ya Tuhan, kau sudah bangun Al? bagian mana yang sakit, Sayang?" tanya Mamih Lita dengan penuh kasih.


"Kenapa aku diinfus, Mih?" tanya Aldi heran.


"Kau pingsan karena kelelahan dan kurang cairan, Sayang." jelas Lita.


"Pingsan? sejak kapan aku lemah seperti ini? seumur-umur aku tidak pernah pingsan, Mih." ucap Aldi.

__ADS_1


"Ya Mamih tahu itu Al, kau terlalu memorsir dirimu keluar dari batas kemampuan tubuhmu, Sayang." Lita mengusap kepala anaknya itu.


"Ya, aku hanya sangat merindukan Kiandra, Mih." ucap Aldi.


Astaga aku lupa Mamih belum tahu hal ini.


"Hmm, maaf Mih aku dan Kiandra.." belum sempat menyelesaikan ucapannya Mamih Lita sudah memotongnya.


"Mamih sudah tahu!" ucap Mamih Lita kesal.


"Benarkah? Apa Dita yang memeberitahu Mamih?" tanga Aldi penasaran


"Apa kau lupa siapa Mamih? Apa kau lupa betapa hebatnya daya analisaku? dasar kau anak nakal! bisa-bisanya mencuri start dari Mamih lebih dulu." Mamih reflek mencubit lengan Aldi.


"Aw, sakit Mih. Ish Mamih nih Aldi masih sakit Mih." ucap Aldi.


"Habisnya Mamih gemes sama kamu, putus dengan pacar sakitnya bertahun-tahun, di jodohkan dengan banyak wanita tetap saja kembalinya ke Kiandra, kenapa tidak dari dulu saja?" tanya Lita.


"Mih, keadaan yang membuat Aldi tidak bisa memiliki Kiandra empat tahun lalu, bukan Aldi yang tidak ingin. Sekarang yang terpenting Aldi sudah bersama Kiandra, Mih. Hanya saja Aldi harus berusaha lebih keras lagi untuk dapatkan restu Om Richard. Tolong jangan tanya kenapa karena Aldi tidak akan menceritakannya Mih." Aldi tertunduk sedih jika diingatkan kepergian Kiandra dan ucapan kasar Aldi padanya saat itu.


"Baiklah, sekarang kau harus istirahat total, supaya bisa menyelesaikannya dengan cepat, bukankah kamu ingin sekali bertemu wanita tomboy mu itu? Cih.. kau bahkan sudah berani mencium gadis orang dirumah ya, dasar anak nakal!" cibir Mamih Lita.


"Hah? apa Mamih melihatnya?" tanya Aldi penasaran.


"Ya, Mamih melihatnya. Kau ini mencium Kiandra hingga bibirnya seperti itu, apa kau tidak takut di gantung Richard sudah mencium gadis tersayangnya itu?" sindir Lita.


"Aku yakin Om Richard tidak akan menggantungku, apalagi membuat anak perempuannya menangis karena kekasihnya di gantung." ucap Aldi sambil tersenyum.


"Cih! Adam memang menurunkan gen narsis padamu dan Dita." ucap Mamih yang ikut tersenyum.


"Mamih menurunkan gen galak ke Dita, dia sama galaknya dengan Mamih, apa Mamih tidak menyadarinya?"


"Ish kau ini, sudah berani meledek Mamih, kau dan Papihmu sama saja." ucap Lita.


"Sepertinya ada yang membicarakanku." Adam tiba-tiba muncul dari pintu kamar Aldi dan langsung memeluk Lita.


🍂


Bersambung..

__ADS_1


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.


__ADS_2