CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 60 - Double Boom


__ADS_3

"Apa yang kau tahan Mike?" bisik Mika dengan suara khas manjanya itu bermaksud untuk membalas dendam pada pria yang sudah menaikkan gairahnya di malam hari yang dingin ini lalu mencampakkannya.


"Stop Mika!" ucap Mike dengan suara seraknya sambil mennahan tangan Mika yang sedang bermain di dadanya.


"Yakin mau stop?" tanya Mika lagi.


"I sad enough, Mika! aku sedang berusaha untuk melindungimu." ucap Mike.


"Jika kau ingin melindungiku berhentilah menciumi ku." cibir Mika, sambil mengibaskan rambut cantiknya.


Mike mengacuhkan Mika, ia mencoba mengatur nafasnya kembali, memikirkan sesuatu yang buruk supaya bayangan Mika saat di hotel tersebut berhambur dari pikirannya.


Perlahan Mike mampu menguasai tubuhnya kembali, dilihatnya Mika sudah tertidur pulas disana.


Mike hanya mengelus kening Mika dan menyelimutinya.


Apa aku benar sudah mencintai wanita galak ini? hidupku tidak sesederhana itu Mika, aku takut membuat mu sedih, tapi aku juga tidak sanggup melihatmu dengan pria lain, mendengar kau memuji laki-laki lain saja aku sudah jengah.


***


"Arghh" Kiandra memegang tengkuk lehernya yang pegal.


Kenapa Aldi yang disini? perasaan tadi Mika.


"Kau sudah bangun Sayang" tanya Aldi.


"Hmm.." jawabnya singkat.


Ah aku lupa kalau wanita ku sedang marah.


"Maafkan aku Sayang. Aku.. aku tidak bermaksud membentak mu karena membelanya, aku hanya kesal setiap kali mengingatnya aku selalu terbayang kau meninggalkan ku saat itu, itu luka paling menyakitkan dari pada ditinggal olehnya. Namun sayangnya aku mengulangi lagi dengan membentak mu seperti dulu karena orang yang sama, aku minta maaf Sayang." ucap Aldi.


Kiandra hanya terdiam, Aldi tidak lagi memaksakan dirinya untuk mendapatkan maaf dari Kiandra. Aldi tahu itu akan percuma jadi Aldi diam saja.


Mereka saling terdiam hingga tiba di NY.


Perbedaan waktu Jepang dengan New York sekitar 13 jam lebih cepat, saat ini mereka kembali ke pukul 09.00 waktu New York.


Saat ini mereka sedang menuju penthouse milik Om Wiradmadja yang tak lain adalah papa kandung Mikela Wiradmadja di daerah 740 park avenue.


Setibanya mereka disana, mereka disambut oleh keluarga Mika.


"Hallo semuanya, bagaimana perjalanan kalian tadi?" sapa Om Michelle Wiradmadja.


"Hai Dad" sapa Mika sambil mencium pipi Daddy nya.

__ADS_1


"Kau hanya mencium Daddy-mu saja?" tanya wanuta dibelakang Mika yang tak lain adalah Mommy Mika.


"Hi Mommy" ucap Mika sambil mencium pipi Mommy-nya.


"Ah kau pasti Mike, lama tak jumpa kau semakin tampan Mike." ledek Haura Wiradmadja.


Mike yang di puji hanya tersenyum dan membungkuk sejenak untuk menghormati Haura.


"Cih tampan apanya, muka datar tak berekspresi seperti itu." cibir Mika.


"Apa kau sudah punya kekasih Mike?" tanya Haura penasaran tanpa menghiraukan ucapan Mika.


"Pasti banyak wanita yang menggilaimu, Mike. Benar bukan?" sambung Haura.


Termasuk putri ku tentunya..


"Sudah Nyonya." jaeab Mike enteng.


Semua menoleh ke arah Mike secara bersamaan, memberikan tatapan penuh tanya 'siapa kekasihnya' itu. Seperti itu lah kira-kira arti tatapan Aldi, Mika dan Kiandra saat ini.


Sialan kau Mike, kau sudah punya kekasih tapi kau selalu mencium ku setiap kali bertemu.



"Iya, bukankah kita akan berangkat bersama ke Djogja Om?" ucap Aldi.


"Tentu saja, aku tidak akan lupa akan wisuda putri ku satu-satunya." ucap Michelle sambil merangkul pundak Mika.


"Kiandra, bisa temani Tante ke dapur sebentar? Tabte baru saja membuat cheese cake kesukaan Mika dan kamu, ayo!" Haura menarik tangan Kiandra.


Saat Haura sudah mengalihkan Kiandra dari ruang tengah, kini saatnya Michelle memulai pembicaraannya.


"Ehem.. Al, seperti yang Aldi lihat, saat ini Om dan Tante sudah mulai menua dan rencananya pembangunan proyek kita akan aku limpahkan kepada putri ku, Mikaela. Tolong bimbing Mika agar mampu mengembang amanat besar dari ku." ucap Michelle.


"Dad, ini terlalu cepat untuk ku, ayolah masih banyak yang harus aku pelajari, Dad. Aku belum berani mengembannya." rengek Mika.


"Mika, Daddy harus melakukan ini, practice make perfect. Kau lupa?" tanya Michelle.


"Tapi aku belum mau Dad, tolong mengertilah." rengek Mika.


"Maka menikahlah secepatnya, limpahkan kursi ku untuk suami mu." ucap Michelle dengan lantangnya.


Seperti tersambar petir di siang bolong, Mike kaget dan langsung menatap Mika, ia berharap cemas apa yang akan Mika ucapkan.


"Bagaimana aku harus menikah Dad, kekasih saja aku tidak ada, Daddy ini sedang menghina putri mu atau memang membuat pilihan yang tidak akan ku pilih?" jawab Mika dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


Kenapa Daddy jadi semenyebalkan ini si padaku.


"Ya sudah, kau harus mengemban amanah ku untuk mu. Kau fikir Daddy bekerja selama ini untuk masa depan Daddy? tentu ini semua untuk mu, Mika. Siapa lagi yang akan bertanggung jawab selain dirimu?" tanya Michelle.


"Tidak ada pilihan lain kecuali... " Michelle menghentikan sejenak ucapannya.


"Kecuali apa Dad?" tanya Mika penasaran.


"Kecuali kau mau ikut kencan dengan pria yang Daddy pilih." jawab Michelle singkat dan lugas.


Degh!


Darah Mike seperti mulai mendidih, apa Mike akan benar-benar sanggup melihat Mika dengan pria lain? tapi Mike juga belum berani mengucapkan dan melakukan hal sesakral itu dalam hidupnya.


Aldi yang sedikit melirik ke arah Mike dan Mika menahan seringainya agar tidak terlihat oleh dua insan bodoh yang sedang di mabuk cinta.


"Jika kau mau Daddy akan mempertemukan mu dengan pria itu setelah kau kembali ke sini." ucap Michelle.


Mike menatap Mika dengan penuh tatapan membunuh, seperti tersirat akan makna bahwa Mika dilarang untuk mengiyakan ajakan Michelle.


Mika yang menyadari hal ini, dengan lantangnya mengiyakan tawaran Michelle.


Sepertinya semua semakin jelas diantara kita Mike. Kau yang membuat ku memilih ini.


"Baiklah, Daddy atur saja, aku pergi mandi dulu, kalian lanjutkan saja pembicaraan ini, aku akan kembali ke kamar ku dulu." Mika berdiri dari duduknya.


Mike langsung memejamkan matanya sejenak dan menghela nafasnya kasar. Aldi yang menyadari hal ini berpura-pura bertanya pada Mike.


"Ada apa Mike?" tanya Aldi.


"Oh tidak ada apa-apa Boss, hanya sedikit merasa lelah, maafkan saya." ucap Mike dengan groginya.


"Al, Om sungguh tidak main-main, Om dan Tante ingin menikmati masa tua kami, Om dan Tante akan pindah ke pedesaan, kami sudah membangun penthouse disana. Aku percaya pada kalian berdua." ucap Michelle.


"Om, terima kasih atas kepercayaannya padaku dan Mika, tapi aku akan melimpahkan di awal proyek ini kepada Mike, aku hanya memantau saja, karena aku dan Kiandra akan menikah segera, jadi aku ingin berbulan madu terlebih dahulu. Apa Om keberatan?" tanya Aldi.


Mike seperti dapat pukulan bertubi-tubi dalam satu waktu. Aldi belum pernah membahas ini padanya.


"No worry, Om tahu Mike seperti apa." ucap Michelle dengan penuh senyuman.


"Apa kau keberatan Mike?" selidik Aldi.


🖤


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2