CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 70 - Future Mrs


__ADS_3

Kiandra, Aldi dan Mika pun sudah sampai di rumah sewa. Aldi duduk dan merebahkan rubuhnya dan menyenderkan kepalanya. Hari ini sungguh sangat melelahkan.


"Aku tinggal kalian ke kamar ya, aku mau mandi dan ganti baju, rasanya lengket sekali. Kalian lanjutkan saja ngobrolnya ya, kalau ada apa-apa kau bisa panggil aku Kia." ucap Mika.


"Iyah.." jawab Kiandra singkat.


Kiandra membuat minuman dingin untuk Aldi.


"Minum dulu Al.." Kiandra menyodorkan minumannya ke Aldi.


"Taruh saja nanti aku minum." ucap Aldi datar.


"Al... " panggil Kiandra lirih.


"Aku minta maaf" ucap Kiandra.


Kiandra menundukkan kepalanya, sambil memainkan jari jemarinya acak, dan menggigit bibirnya seperti biasa jika ia sedang panik dan bingung.


Kiandra masih tidak berani mendongakkan kepalanya, matanya sudah mulai berair karena sejujurnya Kiandra paling tidak bisa melihat Aldi mendiamkannya.


"Al.. apa kau akan membatalkan pernikahan kita?" ucap Kiandra.


Aldi yang mendengar pertanyaan Kiandra sontak membetulkan duduknya, dan mengahadap ke sang penanya.


"Lihat aku Kiandra." ucap Aldi.


"Sayang.. " Aldi memegang dagu Kiandra dan membuatnya menatap Aldi.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? apa aku terlihat seperti ingin membatalkannya?" tanya Aldi ke Kiandra.


"Tapi Al.. Kau dari tadi tidak mau bicara apapun padaku. Aku tahu kau marah karena dia, tapi aku manusia biasa Al, aku tidak bisa menahan perasaannya untuk ku, yang terpenting aku sudah memilih mu dan keluarga ku juga memihak mu, jika tidak mana mungkin Ayah akan memperkenalkan mu sebagai calon menantunya di depan Sean, jadi ku mohon kalau kau marah, marah lah, utarakan saja apa yang menggangu fikiran dan hatimu, itu lebih baik dari pada aku menerka-nerka semuanya sendirian Al, atau kau ingin aku mengamini apapun yang aku fikirkan?" jelas Kiandra.


"Baiklah, aku minta maaf sudah seperti tadi didepan mu dan keluarga mu. Aku akan belajar untuk menjaga komunikasi yang baik diantara kita. Apa kau maish mau menikah dengan ku Kiandra? atau kau ingin bersamanya?" tanya Aldi memastikan.


Kiandra memukul kencang dada Aldi.


"Kau masih berani bertanya seperti itu? kalau aku mau dari dulu saja aku sudah menerimanya. Kenapa harus baru sekarang aku harus menerimanya?" tany Kiandra balik.

__ADS_1


"Aku justru ingin bertanya balik padamu, jika aku posisinya berbalik, apa kau bisa tetap menikahi ku alih-alih menikahi wanita yang mengejar mu? cih.. Tak perlu dijawab aku sudah yakin kau pasti memilih wanita itu dari pada aku, seperti yang kau lakukan dulu." cibir Kiandra.


"Aku sudah berubah Sayang, dulu aku terlalu pengecut untuk mengakui perasaan ku padamu. Sekarang tidak akan pernah lagi meninggalkan mu, sekalipun kau yang memintanya." ucap Aldi dengan penuh penekanan.


"Benarkah? mengapa aku meragu ya.. Kalau kau berani memilih wanita lain dari pada aku, aku akan pergi dari hidup mu dan kau jangan pernah mencariku lagi, ini berlaku sampai kita menikah, dan jika aku punya anak dari hubungan ku dengan mu aku akan membawanya pergi bersama ku." ancam Kiandra.


"Jangan bicara seperti itu Kiandra, aku tidak akan melakukan kebodohan yang sama untuk kedua kali. Kau dan anak-anak ku hanya boleh hidup bersama ku tidak boleh dengan pria lain apalagi kau berjuang sendirian, mau taruh dimana harga diriku sebagai seorang suami dan Ayah? percayalah, aku akan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk membahagiakan kalian." ucap Aldi mencoba meyakini Kiandra akan keraguannya pada Aldi.


"Aku pegang janji dan ucapanmu Al.." ucap Kiandra.


"Iya Sayang.. " Aldi mengelus puncak kepala Kiandra.


"Gantilah pakaianmu dengan yang lebih nyaman. Aku ingin beristirahat sejenak, kepala ku sedikit pusing." ucap Aldi.


"Baiklah aku ganti baju dulu" ucap Kiandra sambil mencium pipi kiri Aldi, dan pergi ke kamar.


Jika saja aku sedang tidak enak badan aku pasti akan membalas ciuman nakal mu Kiandra.


Aldi merebahkan badannya dan tertidur.


"Ah.. segar sekali.. " ucap Mika sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


Saat Mika berjalan ke arah meja rias nya, ada sepaket hadiah bertengger disana.


Perasaan aku tidak memesan paket apapun hari ini, dan lagi aku tidak punya fans seperti Bayu dan Kiandra. Ah sudahlah aku buka saja.


Mika memutuskan untuk membuka paket hadiah tersebut.



Tidak ada tulisan nama pengirim disana, hanya sebuah kotak yang berisikan kalung indah dan anting yang cantik.


"Ah.. Indah sekali, aku suka" ucap Mika kegirangan.


"Apa ini ulahnya? huft.. Tidak mungkin dia melakukan hal ini padaku, ini bukan tipe Mike sama sekali, dan lagi dia sudah punya kekasih jadi tidak mungkin dia yang memberikan ini padaku. Ya sudah lah aku simpan saja dulu." ucap Mika pada dirinya.


Mulut dan hati Mika tidak sesuai, ia tanpa sengaja memencet tanda oanggilan telepon untuk Mike.

__ADS_1


Mika? apa dia sudah tahu apa yang aku taruh?


Tak lama Mike mengangkat telepon Mika.


"Kau masih berani mengangkat telepon ku Hah?" ucap Mika di telepon.


Mike sedikit menjauhkan seluler itu dari telinganya.


"Kenapa diam? apa kau bisu sekarang? kau banyak melakukan kesalahan padaku Mike, pertama kau pergi tapi tidak memberitahu ku. Kedua kau tidak datang di hari wisuda ku, ketiga aku tidak butuh hadiah dari mu. Aku bukan simpanan mu Mike!" teriak Mika dengan penuh rasa kesal akan tingkah Mike akhir-akhir ini.


"Kenapa? kau takut jika bersuara kekasih mu akan tahu bahwa kau berbicara dengan simpanan mu? biarkan saja dia mendengarnya dan tahu kau memberikan hadiah untuk ku. Biar kalian putus!" teriak Mika lagi.


Si brengsek ini benar-benar tidak mau bicara rupanya. Sialan!


"Dasar brengsek kau Mike, jangan pernah lagi mengirimiku hadiah sialan mu itu, aku tidak membutuhkannya!" teriak Mika kesal karena Mike benar-benar diam tak bicara sedikit pun, dan langsung menyudahi teleponnya.


"Arghh!" Mika mengacak-acak rambutnya dan menghentakkan kakinya berulang kali karena kesal.


Sialan kau Mike, kau benar-benar pria brengsek! aku tidak butuh hadiah itu Mike aku hanya butuh kau disini.


Mika pun menangis tersedu-sedu, sedih kesal, marah, dan kecewanya saat ini sudah bercampur menjadi satu dan sudah diambang batas.


Dilain tempat Mike tersenyum, ternyata Mika tidak benar-benar menginginkan dirinya pergi dari hidupnya. Entah kenapa Mike justru sangat merindukan amarah Mika padanya. Mike saat ini merasa lebih bersemangat untuk segera mungkin menyelesaikannya dan berangkat ke NY.


Aku tidak perduli apapun resikonya, aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku, mau jadi wanita milik orang lain Darling? tidak akan pernah aku biarkan siapapun memilikimu, kau hanya milikku dan untukku Mika, tunggu aku, aku akan menyingkirkan rival ku untuk bisa dengan mu sekali pun itu anak keluarga Wilson, pria yang Daddy mu pilih.


Bersambung..


🖤


Makasih ya udah ngikutin sampai disini..


Jangan lupa ya like dan vote, klik love juga supaya bisa ikutin update kisah mereka setiap harinya.


Karena aku masih bekerja jadi mungkin aku akan up siang atau sore dan malam, sehari aku usahakan dua chapter untuk kalian, tapi weekend aku akan crazy up.


Thank you..

__ADS_1


__ADS_2