
"Mike.. " Mika menggedor kamar tersebut.
"Kenapa?" Mike keluar dari kamar menghampiri Mika.
"A, aku ingin mandi Mike, bisakah kau pinjamkan aku bajumu?" Mika memasang muka melasnya.
"Mandilah, Nona. Kau bisa buka lemari paling ujung, itu hanya berisikan baju-baju santai saya, Anda pilih saja yang mana yang ingin dipakai, tapi ingat untuk tidak mengacak-acak isi lemari." ucapnya.
Mika pun mengangguk paham, ia senang sekali bisa pinjam baju Mike, karena bajunya sudah tidak enak dipakai.
"Mike, bisakah aku minta satu permintaan?" Mike mengerutkan keningnya.
"Hm.." jawabnya singkat.
"Panggil aku Mika jika kita sedang berdua, jangan memanggilku Nona, atau Anda, gunakan kata kau dan aku, jika kau tidak mau aku akan bilang ke Aldi kau sudah membobolku malam ini, dan meminta Aldi untuk menikahkan kau dan aku, Mike. Permintaanku mutlak, aku tida terima penolakan, kau tahu bukan Aldi seperti apa padaku, jadi menurutlah." Mika mengalungkan tangannya ke leher Mike, tangan kanannya mulai membelai pipinya yang dipenuhi bulu halus membuat Mika tergoda.
Mike tercengang mendengar ucapan Mika, tangannya mengepal kesal, ia tidak mengucapkan sanggahan apapun, tidak bergeming dari tempatnya, dan lebih fatalnya lagi Mike tidak menolak sentuhan Mika kali ini.
Mika pun pergi untuk mandi, tidak butuh waktu lama karena Mike harus segera berangkat ke bandara mengantarkan Mike.
Selesai mandi, Mika mencoba mencari baju atau kaos untuk dipakai, hingga ia menemukan kaos putih milik Mike.
"Nah, aku pakai yang ini saja" Mika pun memakai baju tersebut dan merapikan tampilannya di cermin head to toe milik Mike, ia mencepol rambutnya.
"Lumayan lah" ucapnya.
Mika bergegas keluar dan ternyata sudah tidak ada orang.
"Mike.. Mike.." Mika terus saja memanggil Mike.
Mika kaget saat berbalik Mike sudah ada di belakangnya, pandangan mereka pun beradu. Mika mampu menghirup aroma tubuh pria dihadapannya itu, ia memejamkan matanya karena wanginya membuatnya tenang.
Mike yang melihat Mika sedang menikmati aroma tubuhnya seketika menelan salivanya, ekspresi Mika membuatnya berdesir hebat.
Gila! kenapa wanita ini memasang wajah seperti itu didepan pria? apa dia pikir semua pria akan menahannya seperti ku? dasar ceroboh.
Mike kemudian tersadar dari khayalannya, telunjuknya mendorong bahu Mika untuk menjauh darinya.
"Menjauhlah, jangan menguji kesabaranku."
"Dasar pria cupu!" Mika menjulurkan lidahnya meledek Mike.
"Ulangi!" Mike mulai tersulut emosi.
"Kau pria cupu! dan akan selalu cupu. Bisa-bisanya aku menyukai pria cupu sepertimu." Mika kesal karena dirinya selalu ditolak oleh Mike.
"Ulangi!" Mike semakin kesal.
"Kenapa? kau ingin memukulku? nih cari bagian mana wajahku yang ingin kau pukul, bukankah kau suka memukul orang?" Mika menyodorkan wajahnya ke Mike.
__ADS_1
Mike yang sudah emosi mendengar kata-kata Mika bahwa ia seorang tukang pukul mampu menyulutkan keberaniannya. Mike mencium bibir Mika, ********** kasar, menggigitnya pelan.
Mika syok, matanya seperti ingin keluar dari tempatnya, ia terdiam bingung atas tindakan Mike, ia berpikir akan ditampar karena sudah mengatai Mike tukang pukul.
Mike masih mencium Mika, tangannya mencengkram tangan Mika hingga membuat bekas disana. Mike seketika tersadar dan menyudahi ciumannya.
"Kenapa kau menciumku? kau bilang kau tidak akan pernah mencintaiku tapi kenapa kau menciumku?" Mika sedang menahan air matanya.
"Itu hukuman bagimu karena sudah berani mengataiku tadi bukan karena aku mencintaimu, Mika. Jika kau mengataiku didepan orang lain, aku akan menghukummu lebih dari ini dihadapan banyak orang. Jangan coba-coba, kau tahu bukan aku sangat mampu melakukan apapun." ancam Mike padanya.
Mike pergi keluar apartement sambil menarik kopernya.
"Turunlah, kita akan langsung ke bandara pagi ini, Boss dan Nona Kiandra sudah berangkat menuju bandara." Mike pergi begitu saja
Air mata Mika lolos tak terbendung, mengalir membasahi pipinya, ia menyekanya segera.
Awas kau Mike, jika karmamu sudah menyapa mungkin aku sudah tidak lagi disana mencintaimu, aku tidak akan pernah lupa sakit ini.
Mereka pun sudah masuk ke dalam mobil, Mika memalingkan wajahnya ke jendela, mencoba menahan bulir air matanya agar tidak terus mengalir indah di pipinya.
Hal itu pun tidak luput dari pandangan Mike, walaupun Mike hanya meliriknya.
Apa dia sedang menangis? Biarlah dia sedikit belajar untuk tidak memprovokasiku kedepannya.
Mereka sudah berada setengah perjalanan menuju bandara. Ketika di tengah perjalanan Mike tidak sengaja melihat tangan Mika yang memar karena cengkramannya.
Apa aku terlalu kasar padanya?
"Sayang.." Aldi meraba kasur disampingnya, ia mencari sosok wanita yang semalam mampu membuatnya tidur nyenyak.
Aldi terbangun saat tahu Kiandra tidak lagi ada di sekitarnya.
Jangan-jangan Kiandra sudah pulang.
Aldi bergegas bangun dan keluar dari kamar, ia mencoba mengedarkan pandangannya mencari kekasihnya, namun nihil. Aldi kecewa Kiandra pergi tanpa pamit apalagi tidak membangunkannya. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara wanita yang ia cari.
"Kau sudah bangun, Sayang? aku membuat sarapan untukmu, makanlah selagi hangat, setelah itu mandi dan bersiaplah, kau akan ketinggalan pesawat nanti." Kiandra terus bicara tanpa menoleh ke Aldi, karena ia sedang menata sarapan mereka berdua.
Aldi menghampiri Kiandra, memeluknya dari belakang, dan mencium ceruk leher jenjangnya.
"Aku pikir kau sudah pergi, aku sedikit kecewa bangun dari tidur tidak menemukanmu disana." Aldi bergelayut manja.
Kiandra merasakan junior Aldi mengeras dibawah sana.
"Al, itu.. juniormu.." Kiandra terbata-bata mengucapkan ucapannya.
"Abaikan saja, dia memang selalu bangun setiap pagi."
Karena Aldi tidak juga berpindah posisi, membuat juniornya terus bergesekan dengan bokongnya. Kiandra menggigit bibirnya menahan desahan yang ingin keluar dari bibir indahnya. Lama Aldi memeluknya lenguhan itu pun lolos dari bibir indahnya.
__ADS_1
"Sayang.." lenguh Kiandra.
"Kenapa sayang? kau mulai menyukainya?" Aldi masih menhujaninya dengan ciuman di leher jenjangnya.
"Bu, bukan begitu Al, ini makanannya sudah dingin, aku lapar Al, kita makan yuk." Kiandra mengelus tangan Aldi yang memeluknya.
"Baiklah, kau memang selalu tahu cara menyiksaku, Kiandra." Aldi melepas pelukannya dan mulai menikamti sarapan yang Kiandra buat, kini mereka duduk berdampingan, tidak lagi berhadapan seperti semalam.
Aldi memakan sarapan yang Kiandra buat denga sangat lahap, membuat Kiandra tersenyum dan mengelus punggung Aldi.
"Makanlah pelan-pelan, tidak akan ada yang merebut sarapanmu di sini." Kiandra memberikan air putih ke Aldi.
Aldi meminumnya sambil melirik ke arah Kiandra.
"Terima kasih Sayang. Sarapan yang kau buat sungguh enak. Aku akan mandi dan bersiap, habiskanlah sarapanmu." Aldi beranjak dari kursinya, mencium kening Kiandra dan mengacak rambut Kiandra dengan penuh kasih, lalu pergi ke kamarnya untuk mandi.
Arghh, bikin aku melted saja..
Seketika suara bell menghamburkan lamunannya, ternyata yang datang adalah pengantar bunga yang ia pesan untuk menghiasi apartement Aldi. Kiandra memberikan tip pada pengantar tersebut, ia mulai menatanya di depan kamar Aldi, di sudut kamar yang lain, serta dapur.
Ah, pencahayaan pas dan bunga yang cantik. saatnya mengabadikan moment.
Kiandra pun memotret dirinya berulang kali dan mengunggahnya di social media miliknya.
(Visual Kiandra Anastasya Darwin)
Aldi yang baru saja keluar dari kamar tersenyum melihat bunga di setiap sudut rumahnya.
"Apa kau menyukainya?" Kiandra tersenyum menghampiri Aldi.
"Aku sangat menyukainya, tapi 'Bungaku' lebih cantik. Aku akan meminta pelayan rumah untuk mengurusinya selama aku di Jepang."
"Terima kasih."
"Mandilah, kita harus segera berangkat, sepertinya Mike dan Mika sudah disana." ucap Aldi.
"Mika? kenapa dia bersama Mike? mereka sudah bersama?" Aldi hanya mengelus manja kepala Kiandra.
"Mandilah, akan aku menceritakannya nanti, aku tunggu diruang kerjaku." Aldi mencium kening Kiandra.
"Tapi aku tidak bawa baju ganti"
"Aku sudah meminta pengawalku mengambil kopermu dirumah Ka Reyhan, jadi mandilah. Sebentar lagi akan datang."
"Oke" Kiandra pun bergegas mandi, tak lama pengawal itu pun datang membawa koper miliknya.
Aldi menunggunya di ruang kerjanya, Kiandra bergegas memakai bajunya. Ia menghampiri Aldi lalu Mereka turun bersama ke loby apartement, mobil Aldi sudah menampakkan wujudnya, mereka pun bergegas masuk dan pergi ke bandara menyusul Mike.
__ADS_1
πΌπΌ
Bersambung.. π€