
"Bay, temui Papih diruang Aldi ya" begitulah isi pesan Adam ke Bayu.
Bayu yang baru saja selesai mandi langsung menuju tempat yang di pinta Adam.
'Tok tok' Bayu mengetuk pintu ruang kerja Aldi.
"Hallo Pih, Hallo Kak. Kakak bukankah masih harus bed rest total?" tanya Bayu penasaran.
"Ah aku sudadh membaik Bay, It's okay. Jadi bagaimana Pih, apa kita mulai saja pembicaraan ini?" tanya Aldi.
"Yah kita mulai saja, ini pembicaraan mengenai acara kalian lusa, karena Dita ingin acara lusa tidak dibuka untuk umum maka hanya acara keluarga inti saja, bersama seluruh pelayan dan pengawal saja. Resepsi kalian akan di adakan setelah Aldi menyelesaikan proyeknya saat ini. Apa kau tidak keberatan?" tanya Adam.
"Aku tidak keberatan, toh menikah itu menyatukan dua keluarga, bukan hanya menyatukan aku dan Dita saja." jawab Bayu enteng disertai senyumannya.
Aldi dan Adam lega mendengar jawaban yang Bayu berikan.
"Kau sungguh anak yang baik." Adam mengelus punggung calon menantunya itu.
"Apakah ada hal lain lagi yang harus aku ketahui Pih?" tanya Bayu penasaran.
"Kami semua sudah bantu mengurus dokumen numpang menikah di Jepang, apa kau sudha menyiapkan cincin pernikahan kalian? aku tidak melihat kau pergi ke toko perhiasan selama di sini." ucap Adam.
"Aku rencananya akan keluar malam ini Pih." ucap Bayu.
"Baiklah kau bisa pergi mencarinya sekarang, apa kau akan pergi dengan Dita?" tanya Aldi.
"Sepertinya aku sendirian saja Kak, karena Dita terlalu lelah hari ini, dan dia masih tertidur di kamarnya. Pih, bolehkah aku pinjam mobil Papih sebentar? Bayu ingin membawanya sendiri Pih." tanya bayu.
"Tidak boleh! akan tidak baik bagi calon pengantin pergi sendirian menjelang hari pernikahan, kau akan dikawal pengawalku, dan supirku." ucap Adam.
"Baiklah Pih, apapun yang terbaik aku ikut saja." ujar Bayu.
"Berangkatlah sebelum malam semakin larut." perintah Adam.
Bayu berdiri dan mulai pamit ke Aldi dan Adam. Mobil yang Bayu tumpangi sudah berlalu pergi menuju toko perhiasan yang cukup terkenal di Omotesando, Moon Jewelry.
"Bisakah kalian pergi cari barang-barang ini dan makanan untuk kita semua? jika sudah kalian bisa langsung kesini. Jika menungguku takutnya toko akan segera tutup." ucap Bayu yang memberikan kertas pesanannya sebucket bunga
Disaat para pengawal dan supir membeli, Bayu mulai memilah milih perhiasan tersebut, ia terpana dengan satu cincin mencerminkan kecantikan Dita, sang calon istri.
Selesai memilih Bayu keluar dari toko tersebut berharap para pengawal sudah berada di luar.
Tiba-tiba seorang gadis berparas cantik menabrak Bayu, ia terengah-engah karena sedang dikejar oleh salah satu geng jalanan di kota Tokyo.
__ADS_1
"Pls help me, Sir. Someone wants to kidnap me (tolong selamatkan aku, seseorang ingin menculikku.)" ucap gadis tersebut yang bersembunyi dibalik tubuh Bayu.
"Anata wa watashitachi no bijinesu ni kanshō suru hitsuyō wa arimasen, samonakereba anata wa sore o kōkai surudeshou (Anda tidak perlu mengganggu urusan kami, jika tidak, Anda akan menyesalinya)" ucap pria kekar pada Bayu.
"Watashi ga kowai to omoimasu ka? (Kalian pikir aku takut?)" balas Bayu.
"Hold on, my bodyguard will be arrive in a view minutes, once they came give this bag to them and call the police! (Pengawalku akan tiba sebentar lagi, jika mereka datang berikan ini pada mereka dan kau harus segera lapor polisi.)"
Pria itu tanpa aba-aba langsung membawa Bayu ke gang sempit nan gelap, menghujani pukulannya ke arah Bayu namun Bayu mampu menepisnya dengan lihai hingga semuanya terkapar di tanah, tiba-tiba salah satu teman pria bandit itu bangun dengan gontai, dan tersenyum jahat karena sudah berhasil melukai Bayu, menghujam perut bayu dengan pisau, pada saat itu pula tembakan terdengar dan mendarat di kepala pria tersebut.
Bandit itu jatuh namun Bayu masih berdiri gontay, mencoba melepaskan pisau tersebut yang bersarang di perutnya, lalu ikut jatuh menyusul sang Bandit.
Mah, apa aku akan bertemu Mama sekarang? Anindita maafkan aku.
Gadis itu dan dua bodyguard Bayu berlari ke arah Bayu. Gadis itu menangisi histeris melihat Bayu yang tak sadarkan diri.
"Naomi!!" teriak Tadashi dan berlari ke arahnya.
Ya, gadis cantik itu adalah Naomi Aozora, anak angkat Aurora dan Richard sejak Tuan Aozora meninggalkan Naomi dan ibunya terbaring koma di RS utama Tokyo.
"Tadashi, ku mohon selamatkan dia, ku mohon." Naomi menangis memohon ke Tadashi.
"Baiklah, bawa dia ke AZ Hospital, dan kau ikut bersamaku." perintah Tadashi.
"No, aku akan ikut ambulance menemaninya." ucap Naomi.
Naomi yang di ancam seperti itu pun hanya diam dan menuruti ucapan Tadashi. Tadashi dan beberapa orang kepercayaannya membawa bayu ke AZ Hospital menggunakan mobil yang Bayu pakai bersama beberapa pengawal.
Tuan bertahanlah, harusnya kami tidak meninggalkan Tuan sendirian. - ucap salah satu pengawal.
***
"Bayu?" Dita menyapa pria yang berdiri di pinggir pantai dan memegang seikat bunga.
Bayu memutar badannya lalu tersenyum menyambut Dita, tangan kanannya memberikan tulip kuning ke Dita. Dita tercengang kenapa Bayu membawa bunga ini untuknya, karena tulip kuning menunjukkan kepada sang penerima bahwa pemberi bunga tersebut mencintai seseorang tanpa logika meskipun perasaan itu mungkin tidak berbalas.
"Maafkan aku Anindita, berbahagialah." ucap Bayu lalu mengecup bibir Dita dan menghilang.
"Bay! Bayu!" Dita menutup mulutnya dan menangis, matanya menatap tulip kuning tersebut.
"Bayu!" Dita terbangun dengan nafas yang memburu, keringat mengucur deras membasahi tubuh dan keningnya.
Ya Tuhan, syukurlah cuma mimpi.
__ADS_1
Dita mengambil gelas yang berisi air putih, ia meminumnya untuk menenangkan dirinya.
Dita mulai beranjak dari kasurnya untuk memastikan apa yang ia lihat tadi hanyalah sebuah mimpi buruk akan Bayu.
Dita heran mengapa Papih dan Mamih seperti terburu-buru dan panik. Aldi keluar dari kamar pun membawa kunci mobilnya hendak pergi.
"Kau mau kemana Kak?" tanya Dita penasaran.
"Anindita, Bayu saat ini ada di AZ Hospital." ucap Bayu.
Dita syok dan menangis kembali mendengar ucapan Aldi.
"Enggak, ini enggak mungkin. Bilang kalau ini bohong Kak, ku mohon." ucap Dita.
Aldi sedih melihat sang adik merasa terpukul mendengar berita ini. Aldi mencoba memeluk sang adik untuk menenangkannya.
"Ini enggak mungkin beneran terjadi,aku pasti masih bermimpi." Dita menangis tersedu dalam pelukan Aldi.
"Bersabarlah, ini cobaan untuk kalian berdua agar bisa saling menguatkan satu sama lain. Lebih baik kau ikut bersama Kakak, tapi Kakak harap kau bisa mengontrol kesedihanmu di sana, oke?" ucap Aldi.
"Iyah Kak, bawa aku ke rumah sakit sekarang, aku ingin melihat keadaannya.
Tak butuh waktu lama karena jarak antara kediaman Nugroho dan rumah sakit tidak begitu jauh, hanya butuh waktu setengah jam saja jika jalanan Tokyo sedang lancar. Sesampainya di depan pintu kamar VVIP yang di diami Bayu saat ini, Dita mematung, mengumpulkan keberaniannya untuk melihat Bayu, dan akhirnya ia membuka pintu tersebut.
Disana sudah berdiri beberapa pengawal yang mengantar Bayu, Papih Adam, Mamih Lita, Naomi, dan Tadashi menoleh ke arahnya. Pandangan Dita hanya berfokus kepada bunga tulip kuninng yang dipegang oleh salah satu pengawal yang mendampingi Bayu.
Pengawal tersebut seperti paham maksud dari tatapan Nona Mudanya, ia menghampiri DIta dan memberikan bucket bunga terebut dan tas yang berisikan cincin yang akan dipakai untuk pernikahan mereka.
Tangan Dita bergetar menerimanya, Dita menangis tersedu-sedu melihat bunga tersebut yang sama persis dengan apa yang Dita terima dalam mimpinya.
Dita tertunduk dan menangis pilu, tangisannya membuat siapapun yang mendengarnya bisa merasakan kesedihan yang mendalam. Aldi memeluk adiknya, dan mendekapnya di dadanya.
"Sabarlah, semua hanya ujian untuk kita semua. Bayu pasti baik-baik saja."Aldi mengusap kepala sang adik.
Bersambung..
**
Thank you Good Readers atas supportnya selama ini, yuk vote lagi dan hujani Author dengan boom like kalian, klik Love agar bisa tahu waktu update novelku, tanpa support kalian apalah aku ini.
Jangan lupa ya vote, like dan tinggalkan jejak kalian disini,
Love you Guys..
__ADS_1
Bye bye.