CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 77 - Kau Ingin Pergi Bersamaku?


__ADS_3

"Dad, apa kau tidak lihat putrimu dan Mike? Mereka berciuman Dad, terus gimana ini jadinya." ucap Haura panik.


"Aku juga tidak tahu Sayang, aku tidak menyangka Mike akan senekat itu kepada Mika ditempat umum." jawab Michelle.


"Aku tidak mau tahu, selesai acara ini kau harus memanggil Mike, Mika, dan Daniel ke kamar kita. Aku akan mencubit anak nakal itu, sudah menyakiti putri ku satu-satunya sekarang baru mengejarnya. Kau panggil atau aku yang akan kembali ke NY tanpamu." ancam Haura yang tak lain adalah Mommy Mika.


Haura berjalan ke arah Aurora dan Lita. "Ra, Ta, aku minta maaf banget nih sepertinya Mika dan Mike sudah mengacaukan pesta kalian, aku so sorry banget loh ini." ucap Haura yang tidak enak hati dengan dua sahabatnya ini.


"Kenapa harus minta maaf sih Ra, Mike itu sudah ku anggap seperti anak ku sendiri, aku yang seharusnya minta maaf padamu Ra, aku tahu anak ku sudah mencintai Mika sejak lama, tapi anak nakal itu agak sedikit berbeda Ra, ia terbiasa hidup sendiri dan terbiasa hanya memikirkan Aldi saja, aku yakin sebenarnya anak ku tidak bermaksud menyakiti perasaan putrimu, aku minta maaf Ra, maafkan karena aku kurang bisa mendidiknya dengan baik, atau bahkan aku kurang memberikan cinta kasih yang cukup sebagai orang tua sambungnya, dan berimbas kepada putrimu, tapi naluri ku sebagai seorang ibu mengatakan anak ku tulus dan tidak bermaksud untuk menyakiti putri ku. Kau boleh memarahi ku tapi jangan salahkan Mike, dia hanya tidak terbiasa dengan orang luar Ra." jelas Lita yang tak lain adalah mama Aldi.


"Ta, tenang saja aku pernah muda, aku tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka, tapi aku harus membuat semuanya terlihat jelas untuk anak ku Ta. Aku pamit duluan ya ke kamar, aku minta maaf tidak bisa menemani kalian hingga akhir." ucap Haura sambil mengelus punggung Lita dan Aurora.


"Tidak masalah Ra, semoga semuanya cepat selesai ya, aku berdoa yang terbaik untuk putrimu Mika dan Mike." ucap Aurora.


"Thank you Ra, aku duluan ya, bye." kata Haura sambil melambaikan tangan dan bergegas kembali ke kamar hotelnya.


***


Mike tersadar dan dengan segera menyudahi aksi gilanya itu. Mike mengusap bibir Mika dengan ibu jarinya dan jari lainnya menyentuh pipi Mika.


"Sorry Boss, Tuan Michelle meminta Anda dan Nona Mika untuk datang ke kamar beliau Boss." ucap salah satu anak buah Mike.


Mike menghembuskan nafasnya kasar "Mika.. Kau ingin pergi bersamaku?" tanya Mike kepada Mika. Mika mengangguk pelan, Mike tersenyum lalu memberikan bucjet bunga di tangannya kepada Mika, lalu menggandeng tangan Mika yang lain dan bergegas pergi ke kamar hotel Michelle berada.


Tidak ada yang bersuara didalam lift, keduanya diam dalam sunyi. Tangan Mike tidak lepas dari tangan Mika. Saat pintu lift terbuka mereka berdua keluar dari sana.


Mika menghentikan langkahnya yang membuat Mike juga menghentikan langkahnya.


"Mike.. Aku takut Daddy akan marah padamu." ucap Mika sambil tertunduk lesu.


Mike menghampiri Mika dan menangkup pipi Mika, mencoba mendongakkan kepala Mika agar menatapnya lekat-lekat.


"Trust me, everything will be alright if i'm with you. Just stand behind me, oke? (Percayalah, semua akan baik-baik saja jika kau bersamaku, tetap berdiri dibelakang ku, oke?)" ucap Mike.

__ADS_1


Mike kembali menggandeng tangan Mika dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


Disana sudah duduk Michelle dan Haura, dan juga Daniel tentunya. Daniel langsung berdiri menghampiri Mike, tatapannya sama-sama seperti ingin membunuh satu sama lainnya.


"Mika, kemari sayang." ucap Haura. Seakan tahu, Mike menggenggam tangan Mika semakin erat.


"Mikaela Wiradmadja.." panggil Michelle dengan nada beratnya.


Mika yang paham akan maksud dari panggilan Michelle pun akhirnya mengalah dan melepaskan tangan Mike. Mika berdiri tepat dibelakang kursi Haura sambil pandangan matanya terus tertuju ke Mike.


"Apa kau sudah tahu Mike kenapa Om memanggilmu kesini?" tanya Michelle.


Mike menggeleng dengan polosnya, tatapan mata Mika dan Mike terus saling berpandangan.


"Kenapa kau mencium calon Tunangan ku, Tuan Mike?" tanya Daniel.


"Karena aku mencintainya." jawab Mike dengan lantangnya.


'Bugh', mendaratlah tinju Daniel ke pipi Mike, namun dengan gagahnya Mike tidak tersungkur sama sekali, ia benar-benar memiliki pertahanan tubuh yang baik.


"Astaga Mike.." teriak Mika sambil menutup mulutnya. Michelle dan Haura hanya terdiam menikmati suguhan yang saat ini tampil dihadapan mereka berdua.


"Apa kau takut bersaing dengan ku, Daniel?" tanya Mike.


"Untuk apa aku bersaing dengan pria lain untuk mendapatkan wanita ku?" cibir Daniel.


"Berhenti memanggil Mika wanita mu. Dia belum bertunangan dengan mu, berhentilah membual." ucap Mike.


"Hahaha, kau tahu Mike, kami akan melangsungkan pernikahan bulan depan, camkan itu!" ucap Daniel.


Ucapan Daniel mampu membuat semua yang ada disitu terbelalak.


"Apa maksudnya Dad? Kenapa Daddy tidak membicarakan ini terlebih dahulu padaku? Kalian sudah tidak menganggap ku anak kalian?" tanya Mika.

__ADS_1


Mike kesal dan mengepalkan tangannya, rasanya saat ini ingin ia jatuhi Daniel ratusan tinju darinya. Daniel mencoba berjalan mendekati Mike.


Saat ini mereka benar-benar saling berhadapan tanpa jeda. Daniel menatap lekat-lekat Mike. Daniel membisikkan sesuatu ditelinga Mike.


"Kau tahu Mike, hanya tinggal sebulan aku akan merengkuhnya dan membuatnya menjadi wanita seutuhnya, jika kau ingin tunggu saja dua hati setelahnya, aku akan menceraikannya untuk mu Mike." ucap Daniel lirih.


Mike marah dan meninju muka Daniel, bahkan hingga tiga kali pukulan.


"Bangun kau *******!" ucap Mike sambil tangannya mencengkram kerah kemeja Daniel.


"Hahaha... Semua sudah sesuai antrian Mike, nikmati saja." ucap Daniel tanpa ada rasa takut.


Lagi-lagi Mike menghujani Daniel dengan beberapa pukulan di wajah Daniel.


"Cukup!" Michelle pun akhirnya bersuara.


"Apa kalian lupa kami masih disini?" tanya Michelle lagi.


Mike bangun dan merapihkan jas nya, nafasnya terengah-engah karena habis memukuli Daniel.


"Kenapa kau memukulnya Mike? Apa kau bosan hidup?" tanya Michelle pelan namun menusuk.


"Mike akan mengikhlaskan Mika menikahi pria yang Om Michelle pilih asal bukan pria ini. Jujur Mike sangat mencintai putri Om satu-satunya, tapi Mike sadar Mike tidak punya apa-apa untuk menikahi putri Om satu-satunya bahkan calon CEO perusahaan Om. Mike dengan amat sangat berat hati akan melepaskan wanita yang ku cintai satu-satunya di dunia ini jika memang melepaskannya adalah kebahagiaan untuknya. Biarpun Mika sudah dimiliki oleh orang lain Mike akan memastikan Mika baik-baik saja dengan cara Mike sendiri Om, Mike harap Om bermurah hati untuk mengijinkannya. Sepertinya pembicaraan kita sudah selesai Om, Mike harus kembali bertugas. Mike pamit permisi Om, selamat malam." ucap Mike sambil menundukkan kepalanya.


Bersambung..


Nah lo.. Mika mau tunangan sama orang lain yekannnn..


Ada yang mau kasih pundak kalian ke Mike? Mike sedang patah hati lo..


Kalau tidak ada yang mau, sini sama Author aja Mike.. Hahaha.


See you gaes.. 🖤

__ADS_1


__ADS_2