CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 21 - Tergoda


__ADS_3

Aldi keluar dari kamar mandi, ia sudah lebih fresh dari sebelumnya. Aldi melihat Kiandra masih terjaga dari tidurnya, ia benar-benar tidak turun dari kasur Aldi.


"Kau belum tidur?" ucap Aldi seraya mengeringkan rambutnya yang basah, Kiandra hanya menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Aldi.


"Apa kau punya celana pendek, Sayang?" tanya Kiandra yang sudah tidak tahan ingin turun dari kasur.


"Sebentar, aku ambilkan yang sekiranya cukup untukmu." Aldi mencari celana berbahan cotton yang mungkin cukup dan nyaman untuk Kiandra pakai.


Setelah beberapa detik berlalu, akhirnya Aldi menemukan apa yang ia cari, ia berharap ini cukup untuk Kiandra pakai, walaupun sangat minim.


"Aku hanya punya ini, cobalah." Aldi memberikan celana pendek yang biasa ia pakai untuk tidur yang terlihat sudah kekecilan.


"Tolong berbaliklah, aku ingin memakainya disini, Al." pinta Kiandra.


"Kenapa harus berbalik, bahkan aku sudah pernah melihat semuanya, Sayang." ledek Aldi, ia memutarkan badannya sesuai instruksi Kiandra.


"Ishh kau ini, berhentilah meledekku."


Kiandra berdiri di atas kasur Aldi, setelah selesai memakainya, Kiandra berencana untuk menjahilinya.


"Sudah?" tanya Aldi yang masih berdiri di tempatnya.


"Belum!" Kiandra berbohong, ia berjalan memindik-mindik di atasa kasur agar Aldi tidak mengetahuinya.


"Kau hanya memakai celana, kenapa begitu lama?" keluh Aldi.


Kenapa tidak ada suara ya, apakah dia tertidur?


"Boooo!"


Tiba-tiba Kiandra mengagetkannya dengan bergelayut ria di punggung Aldi, tangannya merangkul leher Aldi, lalu menghujani Aldi dengan ciuman di pipi kanannya.


Aldi kaget, bukan karena kagetan yang diberikan Kiandra, namun tingkah Kiandra yang menghujani ciuman untuknya.


Kau benar-benar berubah menjadi wanita manja sekarang.


Aldi masih berdiri ditempatnya, ia menolehkan kepalanya menghadap Kiandra, seketika Kiandra mengecup manis bibirnya.


"Sayang kamu.." Kiandra tersenyum sangat manis.


"Aku lebih menyayangimu, Kiandra."


"Apa aku boleh membantumu mengeringkan rambutmu?" Kiandra mengelus rambut Aldi, kini ia sudah turun dari kasur.


"Lakukanlah sebanyak yang kau mau, Sayang." Aldi memberikan handuk kecil yang ia pakai untuk mengeringkan rambutnya ke Kiandra.


Aldi duduk di tepi kasur, Kiandra berdiri di hadapannya, jarak mereka sangat tipis, hingga mereka mampu menghirup aroma masing-masing.


"Aku sangat suka aromamu, Sayang." Aldi menengadahkan kepalanya.


"Memang? padahal aku kan belum mandi." jawab Kiandra.

__ADS_1


"Entahlah, aromamu mampu membangkitkan gairahku. Bisakah kau tidak usah memakai parfume ini didepan pria lain?"


"Mulai deh possesive." Kiandra mencubit hidung Aldi.


"Aku hanya tidak ingin orang lain merebut milikku." jawab Aldi tegas.


"Tidak ada yang akan berebut denganmu, Al." Kiandra membungkukkan badannya, ia tersenyum manis lalu mengusap manja kepala Aldi.


"Berdirilah dengan benar, aku bisa melihat si 'kembar' yang begitu menggairahkan." Kiandra menatap bagian tubuh yang Aldi maksud, lalu tangannya menyilang di dadanya.


"Dasar Kanebo Mesum!" Kiandra berteriak kencang didepan Aldi.


"Selamat tidur, Sayang." Aldi mengecup kening Kiandra, dan berlalu pergi.


Aldi sudah berbaring di kasur, ia menepuk-nepuk kasur agar Kiandra berbaring disampingnya. Kiandra menghampiri Aldi dan tidur bersamanya, namun Kiandra membelakangi Aldi.


Disaat Kiandra mencoba menutup matanya, Aldi sudah menariknya untuk tidur berbantalkan tangannya yang kekar, dan satunya lagi memeluk Kiandra. Kiandra mencoba keluar dari pelukan Aldi, namun Aldi menahannya.


"Diamlah, biarkan aku memelukmu seperti ini." Kiandra pun mengalah.


Hening pun datang, Aldi sudah tertidur, Kiandrapun menyusul Aldi ke pulau Mimpi.


- - -


Mike tidak bisa tidur, sesungguhnya ia tidak tega melihat wanita itu tidur di sofa sedangkan ia tidur di kasur. Mike mencoba untuk melihat sejenak ke ruang tengah.


Ternyata dia sudah tertidur, aku akan bertukar tempat dengannya.


"Mike.. jangan tinggalkan aku.. " lirih Mika, ia menggenggam tangan Mike agar menemaninya.


Mengapa kau begitu keras kepala masih mencintaiku, kau hanya membuang waktumu saja, Nona. Aku hanya akan mengabdikan diriku dan hidupku untuk menjaga Aldi, seperti janjiku dulu pada Tuan Besar Adam, kecuali Aldi memintaku untuk berhenti.


"Tidurlah dengan nyaman." Mike menarik selimut untuk Mika, lalu mencium keningnya.


Apa aku sudah gila menciumnya tadi? aku harus jauh-jauh dari wanita ini, bahaya.


Mike pun pergi dan menutup kamarnya, ia mulai merebahkan tubuhnya di sofa, dan tertidur disana hingga pagi menyapa.


Sang fajar pun muncul menggantikan Malam, Mike yang baru terlelap sudah terbangun dari tidurnya, ia mulai bersiap untuk berangkat ke Jepang bersama Aldi.


Ketika Mike ingin mandi, Mike lupa bahwa di dalam kamarnya sedang ada wanita.


"Pasti wanita itu masih tertidur, huh menyusahkan saja, harusnya aku sudah mandi dari tadi. Baiklah, aku akan ke dalam hanya untuk mengambil bajuku, aku akan mandi di kamar lain saja." Mike mencoba masuk perlahan dan mengambil pakaiannya. Mika masih terlelap di kasur.


"Huft, untung saja wanita galak itu tidak bangun, bisa jadi masalah jika ia melihatku ke dalam."


Mike pun membuat sarapan untuknya dan Mika, ia membuatkan scrumble egg dan susu hangat untuk mereka berdua.


Aroma masakan Mike membuat Mika terbangun dari tidur nyenyaknya. Mika bingung kenapa bisa ia ada didalam kamar, tapi sepertinya ini bukan kamar tamu yang sempat ia lihat tadi malam.


Jangan-Jangan...

__ADS_1


"Huft, aman. Pakaianku masih lengkap."


Mika keluar dari kamar Mike, ia mulai menghampiri Mike yang sedang duduk sarapan sendirian. Mike tercengang melihat Mika yang baru saja bangun dari tidurnya, sangat cantik dan natural, ia menelan salivanya.


Astaga, benarkah ini si wanita galak itu? kenapa dia bisa secantik ini.


Mike terpesona melihat leher jenjang Mika yang terekspos karena Mika mencepol rambutnya, melihat kaki jenjang Mika yang hanya memakai hot pant denim yang sangat minim.


Mike segera tersadar dari lamunannya.


"Ehem, Apa kau sudah cuci mukamu sebelum pergi sarapan, Nona?" tanya Mike mencoba melepaskan rasa canggungnya, ia tidak ingin Mika tahu jika dirinya baru saja memuja wanita tersebut.


"Hmm.. nanti saja, aku lapar Mike." Mika mulai duduk di hadapan Mike.


Mika mulai meminum susu yang dibuatkan Mike untuknya, lalu memakan sarapannya. Mike hanya menatapnya tanpa berkedip.


"Apa ada yang salah dengan wajahku, Mike? kau menatapku sejak tadi tanpa berkedip. Jangan bilang kau sudah mulai jatuh cinta padaku?" tanya Mika iseng.


"Uhuk.." Mike tersedak mendengar pertanyaan Mika padanya.


Mika langsung memberikan air putih miliknya pada Mike, dan mencoba mengelus pelan tangan Mike, dengan maksud agar Mike bisa lebih tenang tidak lagi tersedak.


Lain hal dengan Mike, ia merasa ada desiran aneh menjalar di tubuhnya saat Mika mengelus tangannya, Mike reflek menarik tangannya dari Mika.


"Silahkan lanjutkan sarapan Anda, Nona. Saya akan pergi bersiap-siap, permisi." ucap Mike dan pergi meninggalkan Mika sarapan sendirian di dapur.


"Mike.." panggil Mika dengan manjanya.


"Iya, Nona." Mike berbalik ke arah Mika.


"Terima kasih atas sarapanya." entah mengapa senyuman Mika membuat Mike salah tingkah, ia hanya membalasnya dengan sedikit membungkuk hormat padanya, lalu pergi ke kamar.


Ish.. Boss dan anak buah sama saja, Kaku.


Mika melanjutkan sarapannya seorang diri, Mike menutup pintu kamarnya, ia merasa aneh dengan jantungnya.


"Sadarlah Mike, kau tidak boleh seperti ini.." Mike memegang jantungnya yang masih berirama tak menentu.


🌼


🌼


Bersambung..


Hallo Good readers, terima kasih atas supportnya yang selalu stand by ikutin kisah mereka.


Aku serahkan rating mereka pada kalian, dengan cara vote, vote, vote, vote and vote their love story, hujani mereka dengan boom like, dan comment, jangan lupa untuk berikan 5 bintang dan klik love agar bisa ikut terus perjuangan kisah cinta mereka.


stay safe, stay health, stay productive ya Good Readers..


See you next chapter 🖤

__ADS_1


Bye Bye..


__ADS_2