
"Bisa kau jelaskan sekarang apa yang kau lakukan di restaurant JX?" tanya Aldi yang berdiri menghadap Mike sambil melempar beberapa foto yang ia dapat dari seseorang.
Mike hanya diam tidak mau membuka suara apapun, Aldi yang geram melihatnya hanya bisa berkacak pinggang dan mengusap wajahnya kasar.
"Kau lupa Mike? Keluarga Wilson adalah klien utama kita di proyek ini. Bagaimana bisa kau memukuli Daniel seperti itu di tempat umum? Apa kau sudah tidak waras?" teriak Aldi.
"Maaf Boss." jawab Mike sambil sedikit menundukkan mukanya.
"Sudah berapa kali ku katakan, panggil aku Aldi. Aku tidak perduli dengan proyeknya, yang aku khawatirkan adalah kau akan berurusan dengan Om Michelle jika hal ini sampai padanya." jelas Aldi.
"Jangan diam saja Mike, kau harus jelaskan kepada ku. Kau Adik ku, sudah seharusnya aku menghukum mu karena sudah berulah. Ini bukan negara kita Mike, kau harus bisa mengatur emosi mu di negara orang." jelas Aldi lagi.
"Jawab pertanyaan ku, kau melakukan hal itu karena urusan pribadi?" selidik Aldi. Mike masih terdiam membisu. "Aku bertanya Mike!" ucap Aldi yang semakin kesal melihat Mike masih betah dengan diamnya.
"Maaf Al, apapun yang berhubungan dengan Mika aku tidak bisa mentolerirnya." jawab Mike singkat.
"Kalian sudah bersama?" selidik Aldi lagi.
"Maaf.." ucap Mike lirih.
"Kau gila Mike? Dia sudah dijodohkan dengan orang lain, apa kau lupa? Sejak kapan kau menyukai wanita milik orang lain?" tanya Aldi dengan sinisnya.
Tiba-tiba saja amarah Mike memuncak saat mendengar Aldi mengucapkan bahwa Mika milik orang lain. Mike berjalan maju mendekati Aldi, tangannya mengepal hebat seperti ingin melayangkan tinju ke muka pria yang saat ini berdiri dihadapannya.
"Kenapa? Kau ingin memukul ku? Pukul saja, tapi itu tidak akan merubah posisi mu dengannya. Dia tunangan orang lain Mike, kau harus bisa melepasnya." ucap Aldi. Aldi menatap sendu wajah Mike yang terbelenggu cintanya kepada Mika. Mike menarik kerah kemeja Aldi dan menumpahkan segala emosi yang ia tahan.
"Dia wanita ku, dan akan selalu menjadi milik ku. Jangan pernah bicara agar aku melepasnya, sampai kapan pun dan dalam keadaan apapun aku tidak akan pernah melepasnya." ucap Mike sambil menahan geraman gigi-giginya, dan melototi Aldi, matanya memerah karena menahan amarah.
"Hahaha, kau berani bersikap diluar batas padaku hanya karena seorang wanita, apalagi dia wanita milik orang lain." cibir Aldi. Aldi sengaja memprovokasi Mike agar Mike meluapkan segala emosinya yang terpendam.
"Sialan!" teriak Mike. Bugh... Mike menghujani Aldi dengan satu tinju terbaiknya, ia mendaratkan tinju tersebut tepat di pipinya, ada bercakan darah dari sudut bibir Aldi.
Ah.. Ternyata Mika adalah kelemahan mu Mike. pikir Aldi.
__ADS_1
"Satu lagi ku ingatkan padamu, dia bukan milik orang lain, dia milikku Al, wanita ku, apa kau tidak mengerti?" teriak Mike.
"Cih sudah lama aku tidak merasakan tinju mu, semakin tua tenaga mu semakin melemah, bagaimana bisa kau menjaga wanita mu kelak?" tanya Aldi.
Mike yang tersadar pun akhirnya mundur menjauh dari Aldi yang sedang menyeka darah di sudut bibirnya. Mike kalap memukul Aldi yang bahkan selama ini ia segani, yang tidak pernah ia bantah walau sepatah kata pun, yang selalu mengikuti instruksinya apapun resiko terburuk yang harus ia hadapi. Tapi kini, ia bahkan berani memukul, menentang dan mengabaikan perintah Aldi hanya untuk melindungi apa yang ia rasa sebagai miliknya.
"Kau mencintainya Mike?" tanya Aldi. Aldi menatap tajam Mike yang berdiri menjauh darinya.
"Ya aku mencintainya bahkan jauh lebih dulu mencintainya sebelum Mika mengungkapkannya padaku. Jauh sebelum pria sialan itu hadir diantara aku dan Mika. Aku sudah mendambanya sedari dulu. Apa kau puas?" jelas Mike. Mike sudah tidak bisa lagi memendam dan merahasiakannya dari Aldi.
Sejak kepergian sang ibunda Mike memang berubah menjadi anak yang introvert yang susah menerima orang baru, dan terbuka akan hal-hal pribadi tentangnya. Aldi merasa menang karena bisa membuat Mike mengekspresikan apa yang ia rasa, mengungkapkan apa yang ia jaga, dan kembali menjadi Mike yang dulu kala.
"Kau tahu Mike, aku lebih menyukai dirimu saat ini, dirimu yang terbuka akan segala hal yang bersifat rahasia kepada ku. Aku menyukai sifat dirimu yang mengekspresikan apa yang semestinya terjadi bukan mencoba menutupinya dengan sikap tenang mu." ujar Aldi.
"Aku tidak menyalahkan mu karena tidak bisa melepas Mika, tapi aku ingin lihat keyakinan mu. Apa kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa kali ini Mike?" tanya Aldi.
"Ya aku sadari itu." jawab Mike.
"Lalu apa langkah mu untuk memperjuangkannya?" tanya Aldi lagi.
"Hahaha, sejak kapan kau jadi pria bodoh hanya karena wanita Mike? Aku tidak mengerti bagaimana bisa kau jatuh hati dengan wanita galak sepertinya? Kalian memang pasang yang serasi." ujar Aldi yang mulai menyangga tubuhnya dengan sedikit duduk di mej kerja miliknya sambil bersedekap.
"Apa yang akan kau lakukan jika Om Michelle tahu bahwa kau sudah memukuli calon menantunya?" selidik Aldi.
"Tidak ada pria manapun yang boleh merebut wanita ku dariku. Aku akan memperjuangkannya dan mengungkapkan semuanya kepada Om Michelle, aku tidak perduli dengan resiko yang ada, yang terpenting Mika tidak menikah dengan pria lain selain diriku." ujar Mike.
"Cih.. Berdoa saja agar Om Michelle dan Tante Haura mau menerima menantu kaku dan bodoh seperti mu Mike." ledek Aldi sambil sedikit tertawa melihat keadaan Mike yang saat ini seperti pemuja Mika.
Tak lama suara hp Aldi membuyarkan fikiran kedua pria ini. Betapa kaget nya Aldi melihat bahwa pria tua yang mereka bicarakan saat ini sedang meneleponnya.
"Panjang umur sekali, Calon mertua galak mu menghubungi ku, Mike." ujar Aldi sambil memperlihatkan layar ponsel miliknya ke arah Mike dari tempatnya.
Mike membulatkan matanya karena kaget. "Kenapa bisa pas sekali?" tanya Mike dengan polosnya. Aldi hanya mengangkat kedua bahunya acuh "Entah... Mungkin ingin menghukum seseorang yang sudah memukuli wajah calon menantunya?" ucap Aldi yang terus meledek Mike.
__ADS_1
Aldi dengan segera menjawab telepon Om Michelle dihadapan Mike.
"Hallo Om.." ucap Aldi.
"Hallo Al. Kalian sudah di New York?" tanya Om Michelle.
"Ya kami sudah di New York. Ada apa Om?" tanya Aldi to the point.
"Aku mencoba menghubungi Mika dan Mike tapi tak ada satupun yang menjawab telepon ku, apa mereka sedang bersama mu dan Kiandra Al?" tanya Om Michelle lagi.
Aldi menutup speaker ponselnya sambil mulutnya mengucapkan kata-kata kepada Mike "Om Michelle mencari mu." bisik Aldi kepada Mike.
Mike kaget ternyata prediksi Aldi benar bahwa Om Michelle menghubunginya karena mencari dirinya.
"Oh ada Om" jawab Aldi singkat sambil kakinya ke nendang bne dan g kearah kaki Mike, ia kesal karena Mike sudah menyenggol orang-orang Om Michelle.
"Baik Om nanti Aldi sampaikan." ucap Aldi setelah Om Michelle meminta tolong kepada Aldi. Telepon pun terputus.
"Kau lihat? This is New York Mike, New York adalah area nya, apa yang terjadi tidak akan luput dari pandangan Om Michelle apalagi berhubungan dengan putri satu-satunya itu. Selamat berjuang Mike aku akan mengantar kalian ke arena perang, hahaha." ucap Aldi sambil menepuk bahu Mike dan berlalu pergi keluar untuk menemui sang istri tercinta untuk makan.
"Sial, dia malah senang diatas ketakutan ku. Dasar Kakak yang payah." cibir Mike pelan.
"Aku mendengarnya Mike.." teriak Aldi sambil terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Bersambung...
Double kill dah lu Mike, mamam deh.
Kira-kira apa yang bakal dilakuin sama Om Michelle ya. Hm...
Ada yang mau lihat Mike di omelin Om Michelle ga nih readers.. Yuk komen di kolom komentar.. dan kasih tahu ke Otor kira-kira Mike akan diapain ya sama Om Michelle.
Have a great lunch..
__ADS_1
See you.. 🖤