CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 41 - Hot Grandpa


__ADS_3

"Hallo Bunda, apa Bunda merindukanku?" tanya gadis dari telepon selulernya.


"Hallo cantik, tentu Bunda merindukanmu, kapan kau akan kesini? Kakak Kiandra akan wisuda loh sebentar lagi, apa kau tidak ingin memberinya selamat?" tanya Bunda Aurora.


"Benarkah? aku akan sampaikan ini ke Tadashi-sama (Tuan Tadashi) supaya dia bisa mengatur perjalananku kesana. Apakah Bunda ingin aku bawakan sesuatu dari sini?"


"Bunda hanya ingin anak gadis Bunda pulang kesini." ucap Bunda.


Ketika ditengah perbincangan Naomi menceritakan bahwa Tadashi sedang bingung untuk mengiyakan atau tidaknya proyek baru mereka berdua dengan salah satu pengusaha asal Indonesia. Tadashi memang sangat memperhitungkan detail apapun dari setiap proyek, ia memang sudah memutuskan untuk menyetujui perhitungan persentase keuntungan serta saham dengan pihak tersebut, namun Tadashi ragu apakah keputusannya ini benar, karena biaya yang di keluarkan tidak lah sedikit.


"Aku kesal sekali dengan pria itu Bunda, ada proyek sebesar itu tapi dia masih ragu untuk menandatanganinya, padahal dia sendiri yang berkata proyek itu akan berhasil, tapi sampai sekarang belum juga menandatangani surat perjanjian tersebut. Andai aku sekarang sudah dewasa aku akan menandatanganinya tanpa pikir panjang." ujar Naomi.


Orang Indonesia? apakah yang dimaksud adalah calon menantuku?


"Benarkah? apa jika Bunda bertanya tentang siapa klien itu kau mau memberitahu Bunda? jika tidak pun Bunda tidak apa." jawab Aurora.


"Boleh Bunda tidak ada rahasia diantara kita. Dia adalah anak dari pengusaha terkenal di Jepang dari Indonesia, keluarga Nugroho Bunda, jika aku tidak salah." jawab Naomi.


Ah.., Tuhan merestui kalian ternyata.


"Naomi, dia adalah calon Kakak Ipar mu." ucap Aurora.


"Benarkah? wah suatu kebetulan yang indah ya, apa Kak Kiandra akan segera menikah? apa Bunda sudah merestui mereka?" tanya Naomi penasaran.


"Yah Bunda sudah merestuinya, tapi ayahmu yang bodoh itu malah menyuruh Aldi menyelesaikan tantangan untuk merampungkan proyek keluarga Nugroho di Jepang. Naomi, janganlah kau menerimanya karena kau tahu itu adalah calon Kakak Iparmu, bersikaplah profesional, jika memang tak layak kau tidak perlu melanjutkan kerja sama, namun jika menurutmu dia mampu maka tolonglah bicara agar Tadashi percaya bahwa itu akan menjadi investasi terbesar di Jepang." pinta Bunda.


"Baiklah Bunda, sepertinya aku tahu aku harus apa agar 'si penggila kerja' itu mengerti maksudku." ucap Naomi.


"Terima kasih, Bunda yakin kau semakin dewasa." ucap Aurora.


"Sama-sama Bunda." balas Naomi.


"Bagaimana keadaan Mommy mu di Jepang?" tanya Aurora.


"Masih sama seperti yang Bunda tahu terakhir kali, beliau masih nyaman dengan alam bawah sadarnya, aku optimis Mommy akan bangun secepatnya. Bunda, bagaimana jika Mommy tahu Dady sudah pergi? membayangkan muka sedih Mommy saja aku tidak sanggup." ucap Naomi begitu sedih.


"Berdoalah supaya Mommy baik-baik saja, Bunda hanya bisa bantu doa dan suport dari sini. Hmmm, Naomi sepertinya Bunda harus segera turun karena Ayah Richard sudah menunggu Bunda di bawah, nanti kita sambung lagi ya." ucap Aurora.


"Baik Bunda, hati-hati dan salamkan salam ku pada Ayah, aku rindu Ayah." Naomi pun pamit dan menyudahi obrolan itu.


Ahh Dady aku rindu.


"Baiklah sepertinya aku sendiri yang harus menyelesaikannya. Aku akan menemui si Penggila kerja itu." ucap Naomi.

__ADS_1


Tok tok,


Naomi mengetuk pintu kerja Tadashi, sejujurnya ia gugup tapi demi Bunda ia akan berusaha untuk menepisnya.


"Masuk lah." ucap Tadashi.


Naomi berdiri di samping Tadashi yang sedang mengecek dokumen di meja kerjanya. Tadashi benar-benar tidak melirik sama sekali ke arah Naomi.


Sial, apa dia sedang mengabaikanku? awas saja.


"Apa yang ingin kau ucapkan Naomi-chan?" tanya Tadashi.


Naomi-Chan adalah panggilan sehari-hari Tadashi kepada Naomi. Biasanya kata 'Chan' di Jepang dipakai untuk memanggil gadis remaja, orang terdekat, maupun pacar, namun tidak selamanya akan di pakai untuk kalangan perempuan saja.


"Aku ingin kau menandatangani perjanjian dengan keluarga Nugroho sekarang juga, aku yang memintanya. Aku sebagai Naomi Aozora yang memintanya, dan aku yang akan bertanggung jawab atas segala resikonya." ucap naomi lantang.


Tadashi tidak boleh tahu kalau itu karena Kakak Iparku.


Tadashi menghentikan menulisnya, dan memandang Naomi.


"Beri aku alasannya." pinta Tadashi.


"Aku lah alasan kau harus menyetujuinya, aku tidak pernah meminta apapun, aku baru ini meminta sesuatu padamu bukan?" ucap Naomi.


Naomi mulai melanjutkan ucapannya.


Ayolah Tadashi jangan mengecewakanku, hanya ini balas budi ku pada keluarga Bunda Aurora dan Ayah Richard.


"Aku pegang janji mu Naomi-chan." ucap Tadashi datar.


"Benarkah? arghhhh..,kau memang terbaik Tadashi-sama." Naomi reflek memeluk Tadashi yang sedang duduk di kursi kerjanya.


Cih, anak ini apa dia tidak tahu apa yang sudah dia pertaruhkan? tapi apapun itu aku akan selalu mencoba sebaik yang aku bisa demi Aozora-sama.


"Ehem.." Tadashi berdeham karena Naomi tak kunjung melepaskan pelukannya.


"Arigatogozaimashita (Terima kasih)" Naomi mengecup bibir Tadashi.


Tadashi terkejut Naomi mengecup bibirnya, Naomi tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, muka Tadashi merah seperti udang rebus. Naomi hanya terkekeh melihat ekspresi Tadashi.


"Oyasuminasai (Selamat malam, Sayang.)" Naomi mengedipkan sebelah matanya sebelum melenggang pergi ke kamarnya.


Hahaha, kena kau Tadashi, betapa lucunya muka si penggila kerja itu, apa dia tidak pernah berpacaran sebelumnya? ahh aku semakin jatuh hati padanya.

__ADS_1


🌼


"Papih.." Dita teriak dan berlari memeluk Adam sang Papa.


"Ish kau ini, apa kau tidak malu dengan calon suamimu?" ledek Adam.


"Papih kenapa aku harus di jodohkan dengan pria aneh sepertinya? belum menikah saja sudah posessive padaku bagaimana jika sudah menikah, mengerikan!" cibir Dita sambil memicingkan matanya ke arah Bayu.


"Sore Om." sapa Bayu tanpa menghiraukan ucapan Dita.


"Lihat kan Pih, di depan Papih begini tapi denganku lain lagi." keluh Dita.


"Sudahlah kau ini bukan lagi anak kecil lagi, biar bagaimanapun dia akan jadi suamimu nanti, dan kau harus menghargai dan menghormatinya. Hmm, Bayu kau tidak perlu memanggilku Om lagi, panggil saja Papih, seperti Dita memanggilku." ucao Adam.


"Baiklah Pih" ucap Bayu.


"Wah lihat! lancar sekali kau memanggil Papih ku seperti itu, aku curiga kalian berdua sudah bersekongkol untuk ini. Cih! dasar para pria menyebalkan!" Dita mengibaskan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Adam dan Bayu.


"Maafkan anak itu Bayu. Dia terlalu dimanja oleh Mamihnya dan Papih tentunya. Kau punya PR besar agar dia lebih dewasa lagi nantinya." ucap Adam.


"Iya Pih, mohon bimbingannya." Bayu menganggukan kepalanya pelan.


"Pilihanku memang tidak pernah salah, calon menantuku memang harus seperti itu." ucap Adam sambil menepuk punggung Bayu dan memintanya untuk ikut masuk ke dalam.


Adam menaiki tangga dan membuka pintu kamar Aldi. Terdengar Lita sedang menyebut namanya tanda bahwa mereka sedang membicarakannya.


"Sepertinya ada yang membicarakanku." Adam tiba-tiba muncul dari pintu kamar Aldi dan langsung memeluk Lita.


"Jadi Istriku sedang membicarakanku dengan anak kita? hm" Adam memeluk Lita dan mencium pipinya di hadapan Aldi, Aldi geram melihat orang tuanya seperti sedang menggodanya.


"Jangan bermesraan di hadapanku. Membuatku ingin memeluk Kiandra saja." Aldi membuang tatapannya ke arah lain.


"Maka cepatlah sembuh dan selesaikan proyekmu, menikahlah dan berikan aku cucu yang banyak, aku akan jadi Hot Grandpa untuk para cucuku yang manis. Ketika kalian semua menikah aku bisa hidup berduaan lagi dengan Mamih kalian, arghhh aku tidak sabar menunggu hari itu. Hahaha" Adam tertawa senang akan apa yang sedang ia pikirkan.


"Dasar tua bangka genit!" Lita berdiri dan memukul Adam karena malu.


"Kau mau kemana Sayang, tunggu aku." Adam berlari mengejar Lita yang sudah keluar dari kamar Aldi."


Arghh bisa gila aku kalau melihat mereka seperti itu dan aku tidak ada Kiandra di dekatku. Kamu sedang apa Sayang aku sungguh merindukanmu.


🍂


Bersambung..

__ADS_1


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.


__ADS_2