CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 78 - New York??


__ADS_3

"Arghh.. Pegal sekali rasanya kaki ku." ucap Kiandra.


Kiandra meluruskan kakinya sambil mendongakkan kepalanya untuk menghilangkan pegal yang terasa.


"Kau lelah Sayang?" Aldi mendekatkan dirinya dan duduk disamping Kiandra di sofa kamar hotel mereka.


"Hmm.. Hanya beberapa menit saja tapi rasanya seperti berdiri berhari-hari Al.." ucap Kiandra sambil memijit-mijit tengkuk lehernya.


"Mandilah, setelah ini kita pulang ke apartemen. Aku tidak ingin menghabiskan malam pertama ku di hotel. Aku ingin membuat kenangan di apartement kita." ucap Aldi.


"Kita? Apartement mana yang kau maksud Al?" tanya Kiandra dengan penuh tanda tanya.


"Yang mana lagi kalau bukan apartement mu sayang." jawab Aldi sambil mengelus pucuk kepala Kiandra.


"Aku tidak punya apartement disini Al.." jawab Kiandra.


"Tidak disini tapi di New York." jawab Aldi.


"New.... New York? Hari ini juga?" tanya Kiandra.


"Iya Sayang, apa kau tidak ingin honeymoon bersama ku?" tanya Aldi. Aldi memicingkan matanya.


"Ish kau ini, kemana pun kau pergi mulai saat ini aku akan bersama mu." ucap Kiandra sambil mengecup bibir Aldi.


"Kau sedang menggoda ku Sayang?" tanya Aldi.


"Sedikit..." Kiandra menjawab dengan senyuman di wajahnya dan berlalu pergi ke kamar mandi.


"Bersyukurlah karena aku lelah hari ini, tapi tidak saat nanti di New York Sayang." teriak Aldi agar Kiandra mampu mendengarnya.


Kiandra menutup pintu kamar mandi dan bersandar di pintu tersebut.


Ya Tuhan, Aldi pasti akan memintanya disana. aku sungguh belum siap, jantung ku berdegub begitu cepat, ini saja belum memulainya apalagi nanti.


Kiandra pun melanjutkan aktivitas mandinya, ia berendam di bathup untuk menghilangkan penat akan kegiatannya menjadi raja dan ratu sehari.


Ah hari ini sungguh sangat melelahkan, untunglah semuanya berjalan lancar, tak ada hambatan dari orang ketiga, atau dari lingkungan dan keadaan. Kenapa Kak Sean tidak hadir ya, seingat ku aku sudah mengundangnya untuk datang ke pernikahan ku hari ini. Apa Ayah lupa dengan titipan ku ya.


Kiandra masih memikirkan alasan mengapa Sean tidak hadir saat ini, biar bagaimana pun Kiandra masih menghargai Sean sebagai kakak seniornya di kampus, ya walaupun dulu sempat tersirat rasa yang berbeda pada Sean.

__ADS_1


***


"Rey, coba telepon Adik Ipar mu agar turun untuk makan bersama terlebih dahulu sebelum berangkat ke New York." ucap Aurora.


"Iya Bunda."


Tak lama Reyhan menelepon Aldi.


"Hallo Al.. Bunda ingin kita makan bersama sebelum kau pergi ke New York." ucap Reyhan di telepon.


"Baiklah kami akan turun untuk makan, setelah itu langsung berangkat sepertinya." jawab Aldi.


"Ya sudah, Kita tunggu ya." jawab Reyhan.


"Iya Ka" jawab Aldi singkat lalu menyudahi pembicaraan mereka.


"Siapa yang menelepon Sayang?" tanya Kiandra.


"Ah ini ada telepon dari Kak Reyhan. Bunda meminta kita untuk segera turun makan bersama, kau sudah selesai Sayang?" tanya Aldi.


"Hm.. Ayo." ucap Kiandra. Kiandra mengambil tas dan menarik koper miliknya.


"Ah... Kau manis sekali Al." Kiandra mengelus pipi Aldi sambil tersenyum.


Ya Tuhan, Kiandra semakin hari semakin menggemaskan, aku harus bisa menahan gejolak ini hingga New York.


"Al? Ayo... " Kiandra mencoba menyadarkan Aldi dari lamunannya dengan menarik tangannya.


Aldi menggandeng tangan Kiandra sepanjang perjalanan menuju restoran. Kiandra yang diperlakukan seperti itu hanya bisa terkekeh pelan. Hingga saatnya lift tiba di lantai tempat restoran itu berada, Aldi dan Kiandra menghampiri keluarga Darwin dan Nugroho yang sudah berkumpul terlebih dahulu disana.


"Wah.. Wah.. Aura pengantin baru memang beda ya." ledek Reyhan.


"Apaan si Kak, kebiasaan deh meledek aku terus." cibir Kiandra.


"Apa kalian sudah...." Reyhan menahan ucapannya karena Maudy mencubit lengan Reyhan.


"Aw! Kenapa kau mencubit ku?" tanya Reyhan. Tangannya mengusap-usap lengannya yang sakit karena cubitan sang istri.


Maudy tidak menjawab, hanya melototi kelakuan Reyhan yang tidak pernah tidak menggoda adiknya setiap kali bertemu.

__ADS_1


"Sudah.. Sudah.., Aldi dan Kiandra silahkan duduk Nak." ajak Bunda.


Sang pengantin baru pun duduk di pinggir, karena mereka datang terakhir.


Mereka pun mulai memakan makanan mereka. Beberapa ada yang menggoda dan tertawa, beberapa dari mereka ada yang hanya menyimak saja sambil melahap makanan.


***


"Bagaimana Dok?" tanya sang Mama.


"Syukurlah pasien mampu bertahan dan melawan segala resiko terburuk kematiannya. Saya melihat seperti ada tekad kuat dalam dirinya untuk melawan segala hal buruk ketika operasi berjalan. Untuk sementara pasien akan kami pindahkan ke rawat inap, dan usahakan agar ketika pasien terbangun tidak ada hal yang membuatnya drop, ini semua demi kepulihan sang pasien." jelas dokter rumah sakit tersebut.


"Terima kasih Tuhan.." ucap ibunda Sean yang terkulai lemah hingga kakinya tak mampu menopang tubuhnya. Untungnya Sasa tanggap dan langsung menopang tubuh sang calon mertuanya itu.


"Bertahanlah Tante, semuanya sudah terlewati dengan baik, lebih baik kita berdoa lebih keras lagi agar Sean segera siuman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak enak." ucap Sasa.


"Kamu benar Nak." jawab sanga mama sambil menyeka air mata harunya.


"Tante lebih baik Tante dan Om makan dulu, nanti Sasa yang akan menjaga Sean disini. Kalau Sean sudah bangun Sasa akan hubungi Tante dan Om saat itu juga." ucap Sasa sambil mengelus tangan ibunda Sean.


"Baiklah Nak, terima kasih atas kebaikan mu, dan maafkan Sean yang masih bersikap tidak menyenangkan padamu. Kalau kau tidak sanggup Tante dan Om tidak akan memaksakan untuk melanjutkan perjodohan ini. Kami minta maaf ya Nak." ucap Mama Sean sambil menitipkan air matanya.


"Tidak masalah Tante, Sasa mungkin kurang berusaha lebih keras lagi untuk meluluhkan hati Sean. Tante dan Om cukup bantu Sasa dengan doa saja agar Sean mau membuka hatinya untuk ku. Karen mau bagaimana pun doa kalian sebagai orang tua lebih hebat dari usaha apapun." jawab Sasa sambil tersenyum.


"Kamu memang anak yang baik Sa. Om beruntung Papa mu mengizinkan Sean kami dengan keadaan seperti itu melakukan perjodohan dengan putrinya yang sangat baik hati." ucap Papa Sean.


"Sasa masih belum begitu baik Om. Ya sudah kalian pergi makan dulu." ucap Sasa lagi.


"Baiklah, kami titip Sean ya Nak. Kamu hati-hati disini, ada apa-apa bisa berkabar ke kami langsung. Kamu juga jangan lupa makan ya, makan saja makanan yang ada di kamar inap Sean jika lama menunggu kami." ucap Mama Sean.


Sasa hanya tersenyum membalas ucapan mama Sean.


Saat Mama dan Papa Sean pergi, Sasa pun masuk ke ruang inap Sean, Sean yang masih tidur diatas kasur miliknya pun membuat Sasa kembali merasakan sedih yang amat sangat, karena sosok pria ini yang sudah menutup rapat hatinya, dan tidak mau membuka lagi untuk cinta Sasa yang begitu dalam.


Bersambung...


Kira-kira bagaimana ya respon si Sean tahu kalau Kiandra dan Aldi sudah menikah, padahal dia berjuang untuk Kiandra. Haishhhhh cinta memang rumit, serumit main lego.. 😂


See you all 😘

__ADS_1


__ADS_2