
"Cepetan dong Ayah, nanti kita telat Kiandra marahnya pasti ke aku." teriak Aurora.
"Iyah Sayang." ucap Richard sambil terburu-buru mengancingkan kemejanya, dengan sigap Aurora memakaikan dasi Richard, rutinitas ini adalah wajib bagi Aurora.
"Hal paling menyenangkan setiap hari adalah melihatmu memakaikan dasi untukku Aurora, aku bisa melihat wajah indahmu dari sini. Kau sangat cantik hari ini, sungguh sangat cantik." ucap Richard.
"Kau juga semakin tua semakin genit." ledek Aurora.
"Benarkah? tapi aku merasa semakin tua semakin gagah." balas Richard tak kalah narsis.
Obrolan dua insan yang tak lagi muda ini mampu membuat gelak tawa Reyhan dan Maudy.
"Ish kau ini, bisakah kurangi sedikit saja narsis mu itu, aku tidak mau cucu ku 'alay' seperti dirimu." Aurora sedikit memundurkan kepalanya sambil memicingkan matanya.
"Tidak apa Bunda.. Semoga anak ku tampan seperti Reyhan dan Ayah Richard tentunya." ucap Maudy sambil mengelus perutnya yang semakin buncit.
"Nah.. ini baru menantu ku yang pintar. Ayah jamin anak mu akan lebih tampan jika mirip dengan Grandpa-nya." ucap Richard sambil mengelus perut Maudy.
"Cih.. Semakin tua semakin jadi tingkahnya." ledek Aurora.
"Sudah.. Sudah.. Ayo berangkat! Kiandra pasti sudah menunggu." ajak Reyhan sambil merangkul Maudy.
Mereka pun turun menggunakan lift menuju hall convention center di hotel tersebut. Richard dan sekeluarga sengaja menginap di hotel yang sama dengan hotel tempat wisuda putrinya supaya Maudy bisa berisitirahat jika merasa lelah.
Richard dan Aurora lebih dulu tiba di Djogja, di susul Reyhan dan Maudy. Mika dan Kiandra tiba sore hari di Jakarta. Rombongan Kiandra dan Aldi melanjutkan perjalanan ke Djogja menggunakan pesawat commercil. Mereka tiba di Djogja malam hari.
Sesampainya di rumah sewa mereka, Aldi ikut menginap dirumah Mika dan Kiandra, Kiandra tidur di kamar bersama Mika, dan Aldi tidur di kamar Kiandra.
***
"Kau sudah siap, Sayang?" tanya Aldi.
"Hm.." jawab Kiandra dengan anggukan.
"Sayang, kenapa Mike tidak bersamamu disini? aku melihat Mika sedikit lebih pendiam dari kemarin. Apa ini ulah mu?" selidik Kiandra.
"Ya ampun Sayang, untuk apa aku melakukan itu, Mike sudah kembali lebih dulu ke Jakarta malam hari karena ada masalah di kantor pusat, ada yang mencoba mengambil uang perusahaan melalui tender besar antara perusahaan ku dengan kolega ku di Malaysia. Mike harus kembali karena Mike adalah CFO di perusahaan. Segala urusan keuangan perusahaan harus dalam pengawasan Mike, jadi berhentilah menyalahi ku, Kiandra." jelas Aldi.
"Maafkan aku Al, aku fikir kamu yang membuat distance diantara mereka, karena setauku kalian selalu saja ribut jika bertemu." jelas Kiandra.
"Tidak apa aku mengerti maksudmu." Aldi mengelus rambut indah Kiandra.
"Sejak kapan Mike menduduki posisi itu? aku tidak pernah menyangka kalau Mike punya posisi tinggi disana. Aku hanya tahu dia adalah sekretarismu." ucap Kiandra.
"Panjang ceritanya, aku akan menceritakannya padamu jika kau sudah menjadi Nyonya Muda Nugroho, istri ku satu-satunya." gombal Aldi.
"Baiklah.. terserah padamu saja, Ayo kita berangkat nanti aku dan Mika akan terlambat, aku akan memanggil Mika terlebih dahulu." ucap Kiandra.
Tok.. Tok..
__ADS_1
Kiandra mengetuk pintu kamar Mika, sang empunya kamar pun membuka pintunya. Mika sudah siap dengan dandanannya. Rambut Mika lebih memilih untuk digerai begitu saja, sedangkan Kiandra menguncir rambutnya.
"Ayo Ka, sudah waktunya berangkat." ajak Kiandra.
"Iyah, kalian tunggu di mobil. Aku akan mengunci pintu terlebih dahulu." ucap Mika.
"Ya sudah aku tunggu ya." ucap Kiandra.
Mobil Aldi yang dibawa oleh pengawalnya pun sudah tiba.
"Maaf Boss jika kami telat, kami kejebak macet disekitaran tugu Djogja." kata pria berjas hitam itu.
"Tidak apa, kami baru saja menunggu." ucap Aldi sambil menepuk punggung pengawal tersebut.
"Dimana kuncinya? aku akan menjadi supir untuk mereka, kalian ikuti saja mobil ini dari belakang." ucap Aldi.
"Siap Boss." kata pria tersebut.
"Apa sudah siap Sayang?" tanya Kiandra.
"Ayo, aku akan menjadi supir kalian hari ini." ucap Aldi sambil membukakan Kiandra pintu untuk masuk.
"Terima kasih" ucap nya.
"My pleasure.. " jawab Aldi.
Kiandra dan Aldi menunggu Mika di dalam mobil, tak lama Mika datang.
"Siap Nyonya besar." ledek Aldi.
"Sial!" jawab Mika sambil menepuk pundak Aldi.
"Sayang... lihat lah Mika memukul lengan ku, sakit sekali loh.. Jika kau mengelusnya pasti akan sembuh." rengek Aldi sambil mengendarai mobil.
"Uh... tayang.." ucap Kiandra sambil mengelus lengan Aldi.
"Love you Sayang.. " ucap Aldi sambil menyeringai lebar.
Aldi meledek Mika dengan menjulurkan lidahnya dari kaca spion depan. Mika hanya melototi Aldi yang meledeknya.
Sialan kalian berdua, mengumbar kemesraan didepan 'jomblo ngenes' seperti ku.
"Dasar norak!" ucap Mika dan langsung membuang mukanya ke arah kaca.
Kau dimana Mike, apa kau akan datang hari ini, ku mohon datang lah Mike.
Mika mendongakkan kepalanya agar air matanya tidak lolos dari tempatnya.
Sesampainya di tempat wisuda mereka, keluarga darwin dan keluarga Wiradmadja sudah duduk di kursi mereka, untungnya nomor Mika dan Kiandra berhadapan, Mika didepan dan Kiandra dibelakangnya jadi posisi orang tua atau keluarga pun menempati posisi yang sama dengan sang anak.
__ADS_1
Mika dan Kiandra sedikit telat datang, mereka beedua berjalan memecah sekumpulan para tamu undangan dan mulai duduk di nomor kursi masing-masing. Aldi menyusul ke tempat Reyhan dan Maudy di kursi tambahan paling belakang.
"Al.. " Reyhan memanggil Aldi sambil melambaikan tangannya.
Aldi yang melihatnya langsung menghampiri Reyhan dan Maudy.
"Hai Kak, maafkan aku terlambat, jalanan macet tadi." ucap Aldi.
"Tak apa Al, sini duduk." ucap Maudy.
Tak lama Bayu dan Dita pun tiba, karena Aldi masih berdiri mudah bagi Dita untuk menemukan Aldi.
"Ah.. itu Kak Aldi, ayo kita kesana." ajak Dita.
Dita dan Bayu pun menghampiri Aldi dan Reyhan. Mereka saling menyapa satu sama lain. Dita dan Bayu pun duduk di belakang Aldi dan Reyhan.
"Kakak sendirian? dimana Mike?" tanya Dita berbisik ke Aldi.
"Di kantor pusat, ada masalah sejak kemarin, aku sudah mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban, mungkin masih sibuk." jawab Aldi yang ikut berbisik ke telinga adiknya.
Dita pun hanya mengangguk mengerti.
Apa Mika akan baik-baik saja ya, aku jadi prihatin padanya. Semoga kau baik-baik saja Mika. - Batin Dita.
Untungnya acara wisuda pertama ini tidak begitu banyak kuota wisudawan dan wisudawati yang bisa lolos, karena untuk bisa lulus dan mendapatkan kursi gelombang pertama sangatlah sulit, untungnya Mika dan Kiandra mampu mendapatkannya.
Empat jam sudah acara sambutan dan pembacaan yudisium dilakukan, Reyhan yang masih setia duduk dan perhatian pada Maudy sontak membuat para mahasiswi yang berdiri tak jauh dari mereka dibuat melted dengan pasangan ini.
"Lihatlah, bukankah itu Maudy Darwin? model terkenal yang sedang hamil anak pertama mereka, ah.. suaminya sungguh sangat romantis sekali, membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta." ucap salah satu adik junior satu organisasi dengan Kiandra, mereka datang bersama untuk memberikan bunga dan mengucapkan selamat kepada Kiandra sebagai Senior idaman mereka karena sudah lulus dengan nilai terbaik atau cumlaude.
"Ah Kakak Kiandra sungguh panutan ku sekali, dia mampu membuktikan ke pihak kampus dan semua mahasiswa yang ikut organisasi bahwa berorganisasi masih bisa mendapatkan prestasi, gila sih dia lulus terbaik, cantik, pintar, humble, cumlaude pula IPK 3.79, ah andai aku sepintar dirinya, orang tua ku pasti bangga." ucap salah satu mahasiswi yang bergosip di area dekat pintu masuk tamu undangan.
"Pantas saja Kak Sean tergila-gila sama Kak Kiandra ya." ucap salah satunya lagi.
"Iyah, bahkan yang aku dengar Kak Kiandra menolak Kak Sean berulang kali loh.. Sayang banget ya, aku kalau jadi Kak Kiandra enggak perlu banyak mikir cus.. langsung aku terima, wong ganteng banget, pinter musik, pinter segala-gala." balas lagi mahasiswi lainnya.
"Tapi ku dengar Kak Sean masuk rumah sakit sudah hampir sebulan ini, kira-kira Kak Sean akan hadir tidak ya hari ini? Secara kan Kak Kiandra wisuda hari ini." ucap gadis lainnya.
"Kita lihat saja apa Kak Sean akan hadir atau tidak-nya. Aku harap dia hadir disini, entah kenapa aku suka sekali melihat kebucinan Kak Sean ke Kak Kiandra. Berasa aku yang dibucinin sama Kak Sean, hahaha." ucap salah satu gerombolan gadis kampus yang sedang bergosip ria.
"Huuu.. " sorak para gadis yang lain kepada temannya yang sedang berhalu ria tadi.
Bersambung..
🖤
Thank you ya sudah tetep setia menunggu dan membaca karya ku, jangan lupa ya klik love buat bisa tahu terus saat aku up next chapter selanjutnya. Klik like untuk mensupport karya ku, semuanya secara gratis gaes.. tapi itu mood booster banget loh buat aku up lagi dan lagi.
__ADS_1
Love u all.. Bye bye..