
"Kau belum bangun singa betina ku?" tanya Aldi sambil mengusap lembut pipi Kiandra.
"Hm... Tunggu Al.. Aku masih ingin di kasur, badan ku sakit semua rasanya." ucap Kiandra.
"Tapi ini sudah jam satu siang Kiandra, kau harus bangun dan bersiap mandi." ucap Aldi.
"Hah? Benarkah?" Kiandra mencoba untuk mengubah posisinya menjadi duduk.
"Arghhhh..." Kiandra merintih kesakitan, selangkangannya terasa begitu perih. Aldi langsung menghampiri Kiandra saat ia mendengar Kiandra merintih.
"Aku akan menggendong mu ke kamar mandi." ucap Aldi.
"Ini sakit sekali Al.." rintih Kiandra.
"Iyah, maafkan ya Sayang." ucap Aldi. Kiandra hanya memeluk Aldi, ia mengaitkan lengannya ke leher sang suami tercinta. Sesampainya di kamar mandi, Aldi menurunkan tubuh Kiandra ke bathup untuk berendam.
"Kau kenapa masih disini Al.." tanya Kiandra.
"Tentu untuk membantu istri ku mandi, untuk apa lagi?" jawab Aldi asal sambil meraih botol sabun mandi dan menuangkannya ke telapak tangannya.
"A.. Aku bisa mandi sendiri Al.." ucap Kiandra malu.
"Diam dan menurut lah." ucap Aldi.
Aldi mulai menyabuni tangan dan kaki sang istri tercinta, ia mencoba menepis pikiran mesumnya agar bisa berpikir lebih jernih. Namun berbeda dengan Kiandra, saat Aldi menyabuni dan mengelus setiap lekukan kakinya entah mengapa sentuhan itu mampu membuatnya mabuk kepayang. Apalagi saat jari jemari Aldi tak sengaja menyentuh miliknya saat menyabuni kaki dan pangkal pahanya.
Sikap dan respon Kiandra berhasil membuat gairah Aldi naik dan ingin merengkuh Kiandra kembali.
Ayolah Al.. Jangan terpancing, dia sedang kesakitan saat ini. - Pikir Aldi.
Aldi memencet kembali botol sabun tersebut untuk menyabuni tubuh dang istri. Kiandra yang diperlakukan seperti itu pun hanya pasrah, dan memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya tanda bahwa ia sedang menikmati sentuhan Aldi.
Sial! Aku tidak kuat menahannya. - Batin Aldi.
Aldi pun menanggalkan seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam bathup bersama sang istri. Kiandra kaget dan membuka matanya saat Aldi duduk dibelakangnya, dan mulai memijat lembut aset kembar Kiandra dengan sabun dan mencium tengkuk sang istri dengan penuh gairah.
__ADS_1
"Hey, kenapa kau ikut masuk? Katanya hanya membantu ku mandi. Shhh.." ucap Kiandra sambil sesekali mengeluarkan erangan manjanya.
Kiandra merasakan ada sesuatu yang bergerak dan menyentuh bokong indahnya, ia menyadari bahwa ternyata Aldi sedang dalam gairah asmara.
Kiandra mencoba menyentuhnya dengan tangan kirinya, betapa kagetnya dia saat tahu jari jemarinya tak mampu melingkar sempurna disana.
Pantas saja sakit sekali, ternyata sebesar ini yang masuk kedalam rumah ku. - ucap Kiandra dalam hati.
Aldi meringis dan semakin menjadi, ia terus mencumbu sang istri dan 'bermain air' bersama sang istri. Hingga mereka tak menyadari bahwa mereka sudah menghabiskan dua jam lebih di dalam kamar mandi.
Bak dunia milik mereka berdua, saat mereka bercumbu mesra didalam, Mike gelisah tak menentu menunggu Aldi keluar dari kamar apartement mereka.
"Apa Boss tidak keluar sejak tiba tadi?" tanya Mike penasaran kepada anak buahnya.
"Iyah Tuan." jawab singkat anak buah Mike.
"Astaga jangan bilang mereka sedang melakukan apa yang semestinya mereka lakukan sebagai pengantin baru." ucap Mike pelan sambil memijat-mijat keningnya.
"Ya sudah, kabari jika Boss sudah keluar dari kamar. Aku akan pergi sebentar." ucap Mike sambil memukul pundak salah satu anak buahnya itu.
Mike pergi dari gedung 432 Park Avenue Condominium milik Boss-nya. Mike mengendarai mobilnya memecah keramaian kota New York menuju 56 Leonard Street. Salah satu penthouse di New York yang tak kalah terkenalnya dengan condominium milik Aldi. Sesampainya disana Mike memarkirkan kendaraannya dan mulai masuk ke dalam lift.
Lift akhirnya tiba di lantai yang Mike tuju, Mike berjalan dengan begitu sempurna dan menempelkam access cardnya guna membuka pintu penthouse miliknya.
Mike menghembuskan nafasnya kasar. Mike berdiri menghadap kaca yang menyuguhkan pemandangan indah kota New York sore itu, ia bersedekap menatap riuh kota, dari begitu bising nya riuh suara kendaraan dibawah sana tidak mampu meramaikan hatinya yang sepi karena Mika.
Aku merindukanmu Mika. Aku akan bersabar untuk memberikan ini semua, sebagai tebusan rasa bersalahku padamu karena tidak hadir saat itu. You Always be My future Mrs.
Mike memejamkan matanya, mendongakkan kepalanya, mencoba mengusir bayang-bayang Mika yang selalu menari indah di pikirannya. Semakin ia mencoba semakin ia merasa sesak di dada. Amarah kembali hadir saat ia mengingat ucapan Daniel di telinganya akan niatnya yang hanya menginginkan tubuh wanitanya, tanpa cinta untuknya. Tangannya mengepal di dalam saku celananya. Mike mencoba mengatur emosinya setiap kali mengingat ucapan Daniel.
Tiba-tiba suara deringan telepon dari ponselnya memecahkan pikiran dan lamunannya saat ini. Tertera disana nama Mika.
Ya Tuhan, baru saja ku pikirkan dia sudah menelepon ku, kau memang tahu pasti cara membunuh ku dengan rindu, Mika. - ucap Mike sambil mengelus wajah Mika dari ponselnya.
Mike memutuskan untuk tidak menjawab panggilan Mika. Namun Mika lagi-lagi menghubungi dirinya untuk kedua kalinya. Mike menarik nafasnya dan membuangnya kasar, mencoba menenangkan pikiran dan emosinya, ia memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.
__ADS_1
"Mike, help!" Mika berteriak minta tolong dengan isak tangisnya.
Dalam hitungan sepersekian detik Mike membulatkan matanya, ia kaget bukan amarah yang Mika lontar kan namun justru tangisan wanita pujaan nya yang terdengar begitu menyayat hatinya.
"Hey, kau dimana sekarang? Bicara padaku yang jelas, Dear." ucap Mike dengan begitu lembutnya.
"Aku.. Aku di restoran JX di sekitaran gedung Leonard street, aku melihat Daniel di restorant ini bersama wanita lain. Aku melihat pria yang akan dinikahkan padaku sedang kissing di restoran ini Mike. Aku mau pulang... hiks hiks.." ujar Mika dengan isak tangisnya, ia sudah tidak lagi memikirkan harga dirinya didepan Mike berbicara dengan nada yang begitu manja tidak seperti biasanya.
"Pas sekali!" ucap Mike pelan.
"Apa? Mike kau bicara apa, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Mike?" Mika terus mencoba untuk bisa mendengar suara Mike.
"Tunggu aku disana, jangan melangkah satu langkah pun. Kau mengerti?" ucap Mike sambil bergegas turun dari penthousenya menuju lift untuk menyusul Mika.
"Hm.." jawab Mika sekenanya.
Tak butuh waktu lama bagi Mike untuk sampai di restorant yang Mika maksud dan bertemu dengan belahan jiwanya yang sedang gelisah menunggu didepan restorant tersebut, karena restorant tersebut tepat berada di dekat penthouse miliknya.
"Are you okay?" tanya Mike dengan nafasnya yang tersengal.
Tanpa basa-basi Mika menghamburkan tubuhnya ke tubuh Mike, memeluknya erat dan menumpahkan tangisan nya.
"Sudahlah jangan menangis. I'm here with you." ucap Mike dengan membalas pelukan Mika.
"Bagaimana jadinya hidup ku Mike, jika aku harus menikah dengan pria seperti itu. Huhuhu" Mika menangis menjadi-jadi.
"Sssst.. Tenanglah." ucap Mike sambil matanya mengedar mencari sosok Daniel. Tanpa menunggu waktu lama Mike mampu menemukan Daniel didalam restorant tersebut.
Mike melepas pelukan Mika, dan bergegas pergi menuju tempat duduk Daniel dan sang kekasih disana.
Bersambung..
Nah loh.. Si Mike mau ngapain nih?
Mika kan bar-bar kenapa gak langsung jotos aja tuh si Daniel yekaaaaan, dasar duo bucin. Hahahha 😂
__ADS_1
Selamat melanjutkan aktifitas kalian gengs.. 🖤