CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 89 - Apa Aku Terlambat?


__ADS_3

"Kita akan kemana Sayang?" tanya Kiandra, mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju penthouse Om Michelle.


Aldi menggenggam tangan sang istri dan mengelusnya, tangan yang lain memegang kendali stir mobil. "Maafkan aku Sayang, Om Michelle meminta kita untuk berkunjung, kalau masih belum bisa berjalan aku akan menggendong mu." ucap Aldi yang tak henti-hentinya mencium mesra tangan sang istri yang ada di genggamannya.


"Tak perlu digendong, cukup kau papah aku saja ya, aku akan tetap mencoba untuk berjalan." jawab Kiandra sambil tersenyum.


"Ah.. Kau sedang menggoda ku?" tanya Aldi yang gusar melihat senyuman Kiandra.


"Aku? Enggak." ucap Kiandra, ia bingung dengan ucapan Aldi.


"Tadi kau tersenyum menggoda ku." jawab Aldi.


"Oh God, aku hanya tersenyum biasa Al" jawab Kiandra jengah.


"Benarkah? tapi aku merasa senyuman mu memiliki maksud lain." ucap Aldi.


"Kurang-kurangi fikiran mesum mu itu." umpat Kiandra.


"Siap Nyonya Nugroho." ledek Aldi dengan tersenyum penuh kebahagiaan. Mereka pun tertawa bersama, saling membalas kalimat-kalimat mesra untuk mengalihkan rasa sakit Kiandra.


Berbeda jauh dengan keadaan didalam mobil Mike, penuh dengan keheningan, Mike dan Mika sama-sama asyik dalam fikiran dan lamunan mereka sendiri. Hingga akhirnya Mike membuka obrolan terlebih dahulu.


"Kau ingin mundur, Dear?" tanya Mike. Pertanyaan yang sedari tadi terlintas selalu di fikiran Mike akhirnya Mike ungkapkan guna menuntaskan rasa penasarannya.


Pertanyaan Mike sontak membuat Mika menoleh ke arahnya. "Kau meragukan ku Mike?" tanya Mika dengan sinisnya. "Ah, bukan begitu maksud ku, aku hanya tidak ingin kau sedih." balas Mike dengan tatapan sendunya dan beralih lagi menatap jalan. "Maka berjuanglah, karena aku akan selalu mendukung mu. Bukankah seharusnya begitu, my handsome man?" tanya Mika sambil menatap Mike dan mengelus pipi Mike mesra.


Mike langsung menyambar tangan Mika dan menciumnya dengan penuh semangat, ia mencium tangan Mika berulang kali, seperti ada ungkapan rasa syukur karena Mika menyemangatinya.


"Thank you, Dear." ucap Mike sambil terus mengecup tangan Mika. Mika hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa.

__ADS_1


"Hubungan itu dijalani oleh dua orang Mike, bukan hanya aku atau kau, seperti kaki, kau kanan dan aku kiri, tidak ada yang saling mendahului tapi saling mengikuti. Kau tahu, kenapa aku mengibaratkan mu sebagai kaki kanan? Karena bagi sebagian orang mengawali langkah mereka dari kanan adalah suatu kebaikan, langkah apapun yang diambil oleh si kanan kaki kiri selalu mengikutinya, supaya seimbang. Begitulah hubungan Mike, saat kaki sudah tidak selaras maka terlihat seperti orang pincang. Jadi kedepannya kau tidak boleh menanggung beban sendirian selama itu menyangkut tentang kita, aku tidak ingin hubungan kita terlihat seperti itu Mike." jelas Mika.


"Iyah.." jawabnya lembut sambil mengusap kepala sang kekasih.


"Kau masih takut bertemu Daddy?" tanya Mika. Sejujurnya bukan Daddy nya yang Mika takuti, tapi kekhawatiran yang lebih ia rasakan.


"Tidak.. Aku hanya takut melihat mu bersedih Dear. Aku tidak bisa mengontrol emosi ku jika melihat mu bersedih." jawab Mike.


"I'm fine.." jawab Mika dengan senyuman.


Mereka pun akhirnya sampai di penthouse milik Om Michelle. Aldi dan Kiandra sudah lebih dulu sampai di kediaman Wiradmadja. Aldi dan Kiandra dipersilahkan untuk masuk dan duduk di sofa ruang baca milik Michelle yang tak lain adalah ruang bacanya.


"Hai pengantin baru, thank you for coming.." ucap Mommy Haura, yang tak lain adalah ibu kandung Mika.


Aldi dan kiandra yang sedang duduk pun mau tak mau berdiri untuk memberikan salam, namun baru saja ingin berdiri, Kiandra lagi-lagi merasakan perih di antara ************ nya. Aldi dengan sigapnya menangkap tubuh sang istri yang sedikit lunglai.


"Benarkah?" tanya Aldi yang meragu.


"Ya itu benar Al.." jawab om Michelle. "Wah.. Apa ayah kejam menyakiti Mamih?" geram Aldi.


"Kenapa marah? Bukankah kau sendiri sama?" ledek Haura. Aldi yang di ledek pun hanya tersipu malu dan mengusap tengkuknya.


Disaat mereka mencoba mengobrol bersama, yang ditunggu pun akhirnya datang. Mike dan Mika mulai memasuki ruangan Michelle sambil bergandeng tangan. Sontak pemandangan ini pun membuat Haura membulatkan matanya dan tak berkedip, mencoba meyakinkan dirinya akan apa yang ia lihat.


Cih.. Anak ini belum apa-apa sudah gencatan senjata. pikir Aldi.


"Hallo Om, Tante." sapa Mike dengan sedikit membungkukkan kepalanya.


"Kau tahu apa kesalahan mu Mike?" tanya Michelle, ia menatap sepasangan pasangan kekasih yang sedang di mabuk asmara dihadapannya.

__ADS_1


"Maaf Om, Mike hanya melakukan apa yang seharusnya Mike lakukan Om." jawab Mike dengan lancarnya.


"Aku adalah orang satu-satunya yang paling berhak menghukum pria yang menyakiti putri ku tak terkecuali jika itu kau Mike." ucap Michelle.


"Mike akan terima segala konsekwensi atas apa yang Mike lakukan Om, kecuali meminta maaf pada pria yang sudah membuat Mika bersedih." ucap Mike dengan penuh keyakinan.


"Mika, kenapa kau tidak memeluk Mommy?" tanya Haura yang sedang berdiri di dekat Michelle, betapa kaget Haura melihat reaksi Mika yang memilih mundur dan berdiri dibelakang Mike sambil menundukkan kepalanya daripada memeluknya, tangan keduanya tak lepas dari genggaman satu sama lain.


"Daddy akan tanya padamu sekali lagi Mika, kau ingin melanjutkan kepemimpinan Daddy atau kau akan menikah dan suami mu yang akan menggantikan posisi itu?" tanya Michelle yang duduk di kursi kebesarannya.


Mika pun mulai berdiri menghadap Michelle dan Haura namun masih berdiri dibelakang Mike. "A.. Aku.." Mika bingung harus menjawab apa, dengan cepatnya Mike mengucapkan kalimat yang membuat seisi ruangan tersebut terkejut dibuatnya. "Aku akan menikahi Mika." ucap Mike lantang.


Haura yang mendengarnya pun sedikit menunduk dan menyunggingkan seutas senyuman singkat, lalu mengangkat kembali kepalanya.


"Apa kau sedang menantang ku Mike?" tanya Michelle dengan senyum yang sulit artikan. "Tentu saja tidak. Aku dan Mika sudah selamat untuk bersama. Kami hanya mencoba membuat semuanya jelas." ujar Mike.


"Lalu kemana saja kau selama ini? Kalian fikir Om tidak tahu apa yang selama ini terjadi di antara kalian berdua? Apa kalian berdua fikir aku tidak tahu bahwa putri ku sudah menunggu kau begitu lama? Om hanya membuat jelas diantara kalian berdua tidak ada hubungan satu sama lain." ujar Michelle.


"Mike hanya sedang memantaskan diri untuk Mika, karena suatu hari nanti akan ada masa aku akan datang untuk meminta restu Om Michelle dan Tante Haura." ujar Mike.


"Apa aku terlambat?" ucap seseorang, semua pun pandangannya menuju ke sumber suara.


"Kau..?."umpat Mika.


Bersambung...


Maaf ya baru up Othor lagi di real life jadi kita jarang ngobrol deh..


see you on next chapter..

__ADS_1


__ADS_2