
Hari sudah berganti, semua orang sudah berkumpul untuk sarapan kecuali Aldi. Aldi sudah sarapan lebih dulu dari mereka semua. Menurut dokter Aldi sedikit lebih baik keadaannya dari pada sebelumnya.
Namun Aldi dilarang untuk terlalu stress.
Mereka mulai duduk satu persatu, Bayu dan Dita sarapan berdampingan, Dita tanpa di sengaja mengambil piring Bayu dan mengambil sarapan yang sudah disuguhkan oleh para pelayan.
"Selamat makan semuanya." ucap Dita yang memecah kesunyian karena semua orang kaget melihat tingkah Dita pada Bayu, bahkan itu hanya dia lakukan hanya pada sang Kakak.
"Hm, ya selamat makan." balas Adam.
"Hari ini kalian akan pergi kemana?" tanya Mamih Lita.
"Kita mau.. " Dita belum juga selesai bicara sudah di potong Bayu.
"Kita akan ke Hitachi Seaside Park untuk Prewed Mih." jawab Bayu dengan lantangnya.
"Uhuk uhuk" Adam tersedak makanannya tatkala mendengar ucapan Bayu.
"Pih, pelan-pelan dong makannya." ucap Mamih Lita sambil menepuk pelan punggung Adam.
Dita langsung menengok ke arah Bayu sambil melotot, ia memang tahu tujuan kesini untuk itu tapi tidak secepat ini juga.
"Oh Maafkan, aku kaget, kalian akan prewed hari ini, itu artinya kalian akan menikah dalam waktu dekat ini?" tanya Adam yang penasaran dengan tingkah anak-anaknya.
"Ya, kami akan menikah tiga hari kedepan." jawab Bayu tanpa rasa ragu sedikitpun.
"Ti, tiga hari Bay? bukannya kamu bilang pekan depan? kau ini selalu berubah-ubah." Dita masih mengerutkan keningnya, ia tak habis pikir dirinya akan menjadi istri orang lain dalam waktu tiga hari.
"Aku tidak sanggup jika ada pria lain merebutmu dari ku Dita, apa kau mengulur waktu karena ingin menunggu kepulangan Indra?" tanya Bayu dengan datarnya.
"Hey, aku dan Indra tidak ada rasa apapun, dia sendiri yang memutuskan untuk meminangku setelah selesai study di Inggris, aku tidak pernah mengiyakan, ingat itu." ucap Dita.
"Tapi kau mengharapkan hal itu terjadi, benar?" Bayu dan Dita saling bertatap muka.
"Jika aku ingin menikah denganmu untuk apa aku menunggunya? mengharapkannya? kau ini! sudahlah percuma saja bicara padamu." Dita mengibaskan tangannya.
Karena kita menikah dipaksa keadaan bukan karena kau yang menginginkannya, Anindita. - Bayu.
"Sudahlah, kenapa kalian seperti ini, Bayu hanya mencoba memperjuangkan mu Dita. Lanjutkan lagi sarapannya setelah itu kalian lanjutkan aktifitas kalian, jangan membuang makanan, itu tidak baik." ucap Lita.
Bukan memperjuangkan ku Mih, tapi Cafe miliknya.
Serendah itu kah aku di matamu, Bay. Kau menukarkan hidup dan kebebasanku untuk benda mati yang lebih berharga untukmu. Miris sekali hidupku. Andai Papih tahu apa Papih akan tetap menganggapnya menantu kesayangan Papih?
__ADS_1
🌼
Mereka pun mulai pergi Hitachi Seaside Park tempat indah pilihan Bayu untuk prewed mereka. Ini adalah salah satu taman bunga terindah di Jepang.
Cukup hanya dua jam saja untuk dapat mengakses tempat ini dari Tokyo, Hitachi Seaside Park adalah Taman bunga yang memiliki luas hingga 200 hektar dan dibuka untuk umum. Jutaan bunga bermekaran di taman ini, Bayu memilih tempat ini karena Aldi memberitahunya jika Dita sangat menyukai tempat ini jika berkunjung ke Jepang.
Betapa senangnya Dita bisa kembali ke tempat ini dan melakukan prewed disini. Setelah turun dari mobil team studio yang akan menangani jadwal foto mereka sudah mempersiapkannya jauh sebelum klien mereka tiba, Bayu hanya bertegur sapa ringan dengan crew studio tersebut.
Dua jam sudah mereka melakukan photoshoot untuk prewed mereka, Dita tidak merasa lelah sedikitpun, lelahnya terbayar ketika melihat begitu cantiknya bunga yang ada disini. Sesekali dia meminta salah satu team studio tersebut untuk take beberapa foto dirinya di taman itu.
Bayu hanya menatapnya dari jauh, memandangi setiap gerak gerik yang Dita lakukan selama di Hitachi Seaside Park. Dia mengakui bahwa Dita memanglah gadis cantik.
Mama sudah memikirkan masa depanku sampai sejauh ini, bahkan kau memilihnya untukku, aku minta maaf masih belum bisa mencintainya dan menerima semua perjodohan yang kalian lakukan, karena dia yang engkau pilih aku hanya bisa menjamin untuk tidak akan melepaskannya biarpun aku tidak mencintainya. Terima kasih atas cinta dan wanita ini untuk hidupku.
"Arigato" ucap Dita yang menerima hp nya sudah dikembalikkan padanya.
"Sudah narsisnya? katanya sering ke Jepang tapi seperti tidak pernah ke Jepang saja." cibir Bayu.
"Diantara berjuta bunga indah yang tumbuh disini hanya satu yang membuatnya berkurang sedikit keindahannya, kehadiranmu adalah jawabannya." Dita berbicara lalu pergi meninggalkan Bayu di belakang.
"Kau ingin kemana setelah ini?" tanya Bayu yang sudah selesai berganti pakaian dengan pakaian miliknya.
"Bisakah kita makan aku sungguh lapar karena ini." ucap Dita yang sedang membenahi rambutnya di cermin.
Bayu menghampiri Dita yang sedang berdiri di depan cermin, membantu Dita membenarkan rambutnya. Dita yang diperlakukan seperti itu jantungnya seperti ingin loncat keluar, ada degupan yang tidak permah ia rasakan sebelumnya, mencium aroma tubuh Bayu membuatnya menggila.
"Ka, kau sedang apa Bay?" tanya Dita dengan gugup.
"Mari berkencan." ucap Bayu dengan santainya.
"What?" Dita menoleh ke arah Bayu tanpa memutar balik tubuhnya.
Cup..
Bayu mengecup bibir Dita.
"Berkencanlah denganku Anindita." ucapan dan tatapannya itu sangat lembut terdengar, membuat wanita manapun mungkin akan langsung mengiyakan ajakan pria ini seperti Dita saat ini yang tidak mampu menolak pria yang akan menjadi suaminya sebentar lagi.
Bayu hanya tersenyum melihat Dita yang mengiyakan ajakan kencannya tanpa penolakn sedikitpun.
__ADS_1
Bayu berbisik lirih ditelinga Dita "Wajahmu merah sekali, membuatku tak tahan melihatnya, aku tunggu dibawah, Honey."
Tubuh Dita seperti tersengat listrik, mukanya memerah tersipu malu karena bisikan Bayu di telinganya tadi.
Ada apa denganku, jangan gila kau Anindita. Jangan mencintainya, kau yang akan tersakiti nanti.
Bayu senang sekali entah mengapa ada kehangatan yang lama ia lupakan selama ini, ia mengusap lembut bibirnya, masih mencoba merasakan kelembutan bibir wanita yang sebentar lagi akan jadi Nyonya Wicaksono.
Dita mencoba mengubah ekspresinya stay cool di mobil agar Bayu tidak salah paham atas apa yang terjadi barusan di ruang fitting room.
Bayu iseng menarik jari jemari Dita dan menyesapkan jari jemarinya disana. Dita hanya menganga melihat tingkah Bayu yang aneh belakangan ini. Pertama di fitting room, kedua disini, bahkan Bayu sering sekali tersenyum sepanjang perjalanan.
Ya Tuhan si brengsek ini tersenyum seperti ini apa tidak bisa ia simpan saja senyumannya itu. Membuatku bergidik ngeri saja.
"Bisa tolong lepaskan tangan ku? aku tidak bisa membalas pesan hanya dengan satu tangan." pinta Dita.
"Diamlah, aku sangat menyukai tanganmu, bagaimana ya rasanya jika jari indah ini menyentuh milikku?" Bayu terus saja meledek Dita, ia sangat menyukai ekspresi Dita saat malu-malu, sangat menggemaskan sekali.
"Dasar brengsek mesum kau!" Dita memukul dada bidang Bayu.
"Ahh, aku sangat menunggu malam itu, malam dimana kau seutuhnya menjadi wanita satu-satunya Bayu Adi Wicaksono." ledeknya lagi.
"BAYU!!!!" teriak Dita sambil memukul terus menerus dada Bayu.
Bayu hanya tertawa menanggapinya.
"Diam atau aku akan menciummu lagi disini, didepan supir Papihmu." ancam Bayu sambil tersenyum.
Dita yang tak punya pilihan hanya diam dan menyerah tangannya di genggam Bayu selama di mobil.
Bersambung..
🖤
Hallo Good Readers,
aku gak akan bosan-bosan untuk minta dukungan kalian untuk Author secara gratis dengan like, vote dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
Supaya tidak ketinggalan jadwal up cerita selanjutnya, yuk klik tanda love ❤ untuk cerita ini, dukungan kalian membuatku semakin semangat loh..
See you on next chapter yess..
__ADS_1
Love you my readers.