CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 90 - Hutang Budi


__ADS_3

"Apa aku terlambat?" ucap seseorang, seketika semua pun pandangannya menuju ke sumber suara.


"Kau..?" umpat Mika, kehadiran Daniel sontak membuat seisi ruangan tersebut kaget dibuatnya, bukan sosok Daniel yang membuat mereka terkejut, namun sosok wanita yang kini berdiri disamping Daniel.


"Ya, ini aku. Jika ingin bersenang-senang kalian harus menunggu ku." ucap Daniel, ia melewati Mika dan Mike yang terpaku berdiri, tangannya tak lepas dari genggaman sang kekasih.


Seketika ruangan hening, emosi Mike memuncak melihat apa yang Daniel lakukan didepan Om Michelle dan Mika. "Kau tidak ingin menjelaskan sikap mu padaku hari ini didepan Om Michelle Mike?" tanya Daniel dengan santainya. Kini Daniel dan sang kekasih berdiri diantara Mike dan Om Michelle.


"Apa yang aku lakukan? Aku hanya melakukan apa yang seharusnya ku lakukan." jawab Mike yang tak kalah santainya. "Fine, sepertinya bisnis kita kali ini tidak bisa kita lanjutkan Om Michelle, dengan berat hati." ujar Daniel sambil mengangkat bahunya, sambil melirik ke arah Mike.


"Tapi aku akan tetap melanjutkan perjodohan diantara Om dan Daddy." ucap Daniel lagi. Mike yang sudah menahan emosinya sedari tadi pun akhirnya memuncak ia berjalan ke arah Daniel dan melayangkan tinjunya tepat di pipinya.


Sang kekasih pun teriak histeris melihat Daniel tersungkur, "Are you crazy?" teriak sang wanita, ia mencoba menolong Daniel untuk berdiri. "Ah.. Nyali mu besar juga ya." ucap Daniel yang berdiri sambil menyeka ujung darah di ujung bibirnya. Kini Daniel membalas meninju Mike yang tak kalah kerasnya. Kiandra geram melihat Daniel yang tidak mau melepas Mika, tangannya mengepal hebat, rasanya ia ingin meninju balik Daniel yang sudah menghina sahabatnya, namun Aldi menahan Kiandra. "Jangan ikut campur urusan mereka Sayang." bisik Aldi.


"Dia sudah menghina sahabat ku, bagaimana aku bisa diam?" ucap Kiandra pelan sambil melotot ke arah Aldi.


"Belum saatnya Sayang, oke?" ucap Aldi sambil mencoba mengelus pundak Kiandra. "Jangan menyentuh ku!" ujar Kiandra kesal, tangannya menepis tangan Aldi dari pundaknya.


Ya Tuhan, mereka yang ribut tapi aku yang disuruh puasa. Sial kau Mike. ucap Aldi dalam hati, ia menatap kesal ke arah Mike.


"Cukup!" teriak Mika kencang, namun keduanya masih saja saling meninju satu sama lain. "Ku bilang cukup!" teriak Mika lagi. Mereka berdua akhirnya berhenti dan berdiri menatap Mika.


"Daddy, aku punya jalan hidup ku sendiri, aku sudah dewasa, aku akan mengiyakan tawaran Daddy untuk mengemban posisi CEO, tapi dengan syarat Daddy dan Mommy tidak boleh mencampuri urusan masa depan ku, dengan siapa aku berteman, dengan siapa aku akan menikah, dan dimana aku harus tinggal." ucap Mika dengan lantangnya. Seketika seutas senyuman terpancar dari wajah Michelle.


Sang Daddy pun tertawa dan menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya. Respon Michelle sontak membuat semua menatap ke arahnya dengan tatapan penuh tanya. "Kenapa Daddy tertawa? Bahkan aku sedang tidak bercanda. Mika serius Dad." ujar Mika epnuh penekanan.

__ADS_1


"Wah.." ucap Michelle sambil mendongakkan kepalanya sejenak, Haura hanya mengusap pelan tangan sang suami.


"Saat ini aku benar-benar ingin memukul mu Mike." ujar Michelle sambil melototi Mike. Mike yang masih mencoba mengatur nafasnya pun menoleh ke arah Michelle.


"Kenapa kalian berdua melihat ku seperti itu?" selidik Michelle, Mika dan Mike benar-benar bingung dibuatnya.


"Kau juga, sudah Om katakan cukup nikmati saja kenapa kau malah ribut dengan kekasih putri ku?" ujar Michelle ke Daniel. Ucapan Michelle membuat Mika dan Mike terkejut. "Dad.. Apa aku tidak salah dengar?" tanya Mika mencoba menyakinkan dirinya. Mike masih menatap Michelle dengan tatapan penuh tanya.


"Huft.. Mika, perkenalkan ini Ross, tunangan Daniel. Daniel sebenarnya adalah teman masa kecil mu dulu saat di Milan. Apa kau tidak ingat?" tanya Michelle, Mika mencoba memutar memorinya kembali saat dirinya dan keluarga sempat tinggal di Milan. "Aku tidak pernah punya teman bernama Daniel saat di Milan." ujar Mika, otaknya masih terus mencoba memutar memorinya. "Ah, aku hanya punya seorang teman yang gempal dan lucu tapi namanya John bukan Daniel." ucap Mika sambil memandangi Daniel lekat-lekat.


"Wah aku tidak menyangka kau akan mengingat ku, Mikaela." ucap Daniel sambil berkacak pinggang.


"What?" tanya Mika reflek. Michelle mencoba menjelaskan kembali kepada putrinya "Daniel perkenalkan nama mu kepadanya dengan benar." perintah Michelle. "Baiklah. Perkenalkan aku Daniel John Wilson, aku adalah pewaris tunggal keluarga Wilson, aku adalah anak laki-laki gempal yang dulu sempat di tolong Daddy mu saat aku tersesat, ini foto ku saat kecil. Apa kau masih tidak percaya ini aku?" tanya John, ia menyodorkan selembar foto dari dompet miliknya, foto dirinya dengan Michelle, Haura dan Mika.


Mika mencoba melihat ke arah foto tersebut dan sesekali mencoba melirik ke arah Michelle. "Daddy mu meminta ku untuk berpura-pura melakukan perjodohan dengan mu, untuk menguji si culun ini. Sejujurnya aku sudah pernah mencoba melamar mu dua tahun lalu, namun Om Michelle dan Tante Haura menolaknya karena mereka tahu kau begitu mencintai Mike, aku kembali ke Milan dan bertunangan dengan Ross." ucap Daniel sambil melemparkan seutas senyuman ke arah Ross dan memeluk pinggangnya.


"Aku percaya Daniel tidak akan mengkhianati ku sekalipun aku tahu ia pernah menyukaimu, Mika." jawab Ross.


"Aku berhutang budi dengan Om Michelle, aku hanya ingin melihat kau bahagia dengan pilihan mu, Mika. Semua ini kami lakukan agar pria bodoh mu itu bergerak lebih cepat, terkadang pria akan lebih merasa kehilangan saat apa yang mereka miliki terancam menjadi milik orang lain." jelas Daniel. Daniel merangkul Ross dan menatap Mika secara bersamaan.


"Apa kalian fikir ini lucu?" teriak Mika, Mika pergi dari ruangan Michelle dan berlari menuju kamarnya. "Maafkan Mika Om, Mike akan mencoba menenangkannya." ucap Mike sambil pergi keluar menyusul Mika. Untungnya Mika tidak menutup pintunya rapat sehingga Mike bisa masuk ke dalam kamarnya. Mike duduk di pinggir kasur tempat Mika berbaring, Mika sedang menangis karena kesal dibuatnya.


Mike mengelus rambut Mika yang terurai indah, "Kau menangis karena kesal tidak jadi menikah dengan Daniel?" tanya Mike, sontak Mika langsung berbalik badan dan mencoba duduk, ia menyeka air matanya dan mengerutkan keningnya "Apa otak mu sudah tidak sehat Mike?" tanya Mika, ia tidak habis fikir Mike bsia berfikiran seperti itu.


"Jangan menangis, aku pun kesal, tapi aku bersyukur, jika bukan karena kehadiran Daniel, mungkin aku akan terus menjadi pengecut yang tidak mau mengakui dan memperjuangkan mu dengan benar. Jika aku jadi Daddy mu mungkin aku akan melakukan hal yang sama, bahkan lebih mungkin untuk benar-benar menikahkan putri ku satu-satunya dengan pria pilihan ku, tidak ada satu pun pria yang sanggup melihat anaknya bersedih, Mika." jelas Mike sambil menyeka air mata sang kekasih.

__ADS_1


"Tapi Mike.." ucapan Mika terhenti karena jari telunjuk Mike menyentuh bibirnya, mengisyaratkan Mika untuk diam.


"Bukankah sekarang tidak ada lagi yang menghalangi kita untuk menikah?" tanya Mike dengan senyuman di bibirnya.


Mike mencoba menagkup kedua pipi Mika "Apa kau masih mau menikah dengan ku, Mikaela?" tanya Mike. Mika hanya mengangguk pelan sambil menangis terharu. Tanpa malu-malu Mike langsung mencium Mika mesra, Mika melingkarkan kedua tangannya di leher Mike. Lama mereka berciuman hingga kini ciuman itu menjadi ciuman yang saling menggugah hasrat keduanya. Mike mencoba menyudahi ciumannya, kening mereka saling bertemu, saling memejamkan mata, nafas mereka saling bersautan.


Mika berhambur memeluk Mike, Mika malu karena dirinya lebih agresif saat tadi mereka berciuman, Mike membalas pelukan Mika dan tersenyum senang, tangannya menepuk pelan punggung Mika. "Bisakah kita kembali menemui mereka, Dear?" tanya Mike, namun sayangnya Mika menggeleng kepalanya enggan bertemu dengan daddy dan mommy-nya.


"Cobalah untuk memakluminya, Dear. Bersyukurlah karena masih bisa merasakan rasanya diperhatikan oleh orang tua." ucap Mike, Mike tiba-tiba teringat dengan sang bunda yang sudah tiada. Ucapan Mike sontak membuat Mika tersadar bahwa Mike sedang menegurnya. Mika semakin erat memeluk Mike. "Maafkan aku Mike, aku mau menemui mereka." ucap Mika, Mike pun tersenyum senang.


"Ayo, mereka sudah menunggu mu pastinya." ajak Mike sambil berdiri, dan mengulurkan tangan ke Mika. Mika meraih tangan Mike dan mereka pun berjalan keluar dari kamar Mika saling bergandeng tangan


End..


CLOSING BY AUTHOR..


Wah.. Tak terasa 90 Chapter sudah CEO Love Story menemani kalian dan kalian menemani mereka, thank you so much buat para readers, para member GC, terima kasih juga untuk Author Nita yang menuntun ku dari nol sampai aku bisa menamatkan kisah ini. Masih terlalu banyak hal yang harus di improve lagi. Makasih juga yang udah comment, support like, subscribe bahkan vote gila-gilaan, aku appreciate it, aku benar-benar bersyukur banget kalian sudah menjadi netizen yang bijak.


Terima kasih juga buat keluarga ROG, yang selalu support aku buat semangat untuk menulis, banyak kasih masukan berharga buat Author newbie macem eike yekan. Dijambak mesra biar otak eike bisa berfikir dan menulis lagi dan lagi hahaha. Pokoknya makasih banyak semuanya, love you all.


Apakah ada season 2?


May be yes may be no, tapi kemungkinan besar iya, untuk bocorannya sepertinya akan rilis in the end of December.


 Pada intinya, aku lagi fokus nulis untuk novel ku selanjutnya genre horor comedy, dan untuk My addiction aku tidak bisa melanjutkan disini karena sudah ku pindahkan ke platform tetangga yang warnanya kuning. Silahkan baca disana, nama pena ku masih sama yaitu Ratu Arin. Sekali lagi thank you so much, aku akan up EXTRA CHAPTER dari kisah ini.

__ADS_1


See you and bye bye ...


__ADS_2