CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 20 - Satu Sama!


__ADS_3

Aldi tidak bisa berpikir jernih, gejolaknya benar-benar dibuat membara oleh wanita yang sedang tidur disampingnya.


Aldi merubah posisi tidur Kiandra, mulai membelai rambutnya, kini Aldi sudah berada di atas badan Kiandra, Aldi mulai mencium dahi, turun ke hidung, lalu ke mulut Kiandra.


Kiandra menggeliat kegelian dan mengeluarkan suara erangan manja. Kiandra membuat juniornya semakin menegang, Aldi melanjutkannya, ia menurunkan ciumannya ke dagu, lalu ke leher, ke kedua dadanya yang sedikit menyembul keluar dari balik tank topnya, ia membuat kiss mark disana, Kiandra mengerang nikmat, ketika Aldi mencium perut ratanya, sang empunya tubuh pun bangun.


"Sayang, hmmpth." Kiandra menggigit bibirnya menahan untuk tidak mengerang, Aldi menatap wajah Kiandra lalu mencium bibirnya.


"Kau kemanakan pakaianku, Al?" Kiandra memukul dada Aldi yang masih berada diatas badannya.


Aldi pun menghempaskan badannya ke samping Kiandra, dengan posisi telentangnya Kiandra bisa melihat betapa besarnya junior Aldi.


"Bukan aku yang membukanya, kau sendiri yang membukannya, kau bilang kamar ini panas. Sudahlah tidur, besok kita harus berangkat pagi, aku tidak ingin kau sakit karena kurang tidur." tangan Aldi mengelus tangan Kiandra yang ia genggam, tangan satunya lagi menutup matanya.


Arghh, kenapa gairahku muncul disaat seperti ini si.


"Al.. "


"Hmmm"


"Sayang.. " Kiandra mencoba duduk.


"A, aku akan tidur di sofa saja, maafkan sikapku Al, aku tidak bermaksud menggodamu, itu diluar kesadaranku. Kau pasti berpikir aku seperti wanita penggoda ya Al, sepertinya aku akan tidur di sofa saja Al." Aldi menahan tangan Kiandra.


"Aku tidak seburuk yang kau pikirkan, tidurlah disini. Aku akan mandi sebentar, lanjutkan tidurmu, jangan turun dari kasur ini tanpa seizinku, kau mengerti, Sayang?" Kiandrapun menganggukkan kepala tanda mengerti.


"Good.."


Aldi bergegas mandi dan mengguyurkan badannya, ia mencoba untuk menyelesaikan hasratnya itu sendirian, wajah dan tubuh kekasihnya masih bersemayam indah di pikirannya, setiap kali terlintas juniornya mengeras, hingga akhirnya Aldi mengerang nikmat dan menyudahinya dengan cepat.


Gila!! aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, kenapa aku tidak bisa menahan semua ini ketika bersamanya, aku bahkan sanggup tidak merespon semua wanita-wanita yang dijodohkan untukku, menggodaku dengan tubuh mereka, tapi Kiandra tidak melakukan apapun saja sudah mampu membuat tubuhku merespon dengan hebatnya.


- - -


Mika membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia memecah kesunyian malam, dan mencoba secepat mungkin sampai di apartement Aldi.


Semoga tidak terjadi apa-apa dengan anak itu.


Sesampainya di apartement Aldi, baru saja ia hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift, tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dan memaksanya untuk mengikutinya keluar, siapa lagi kalau bukan Mike.


"Hei lepaskan tanganku! aku sedang terburu-buru." Mika terus berusaha untuk terlepas dari genggaman Aldi.


"Bisakah kau diam, Nona. Saya tahu maksud Anda kesini untuk apa." jelas Mike tanpa melepaskan lengan Mika.


"Kalau kau sudah tahu lepaskan aku, Boss mu menculik temanku, aku akan melaporkan kalian ke polisi karena sudah menculik anak gadis orang." Mika menatap marah, Aldi dan Mike sudah menguji kesabarannya kali ini.


"Menculik?" Mike maju dan mendekatkan diri ke Mika.

__ADS_1


"Jika Anda tidak tahu apa-apa lebih baik diam dan jangan menunjukkan kebodohan Anda dihadapan orang lain, menurutlah jika Anda ingin keluar dari sini dengan selamat, saya tidak segan-segan padamu, Nona. Saya akan melindungi Boss dari siapapun yang mengganggunya tidak perduli itu adalah teman adiknya sendiri, jadi diamlah dan ikut saya." Mike menarik paksa Mika masuk ke dalam mobil miliknya.


Kau membuatku susah, Nona.


"Hei, keluarkan aku dari sini, kau ingin membawaku kemana?" Mika menarik tangan Mike yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Diam atau saya akan menciummu disini, Nona!"


Mike terpaksa mengeluarkan ultimatum itu agar Mika terdiam, dan memang benar, Mika benar-benar diam dan membuang mukanya dari hadapannya.


Cih, kalau saja aku sedang tidak megkhawatirkan keadaan Kiandra, mungkin perkataanmu itu sudah membuatku senang, sayangnya aku sedang tidak menginginkannya.


Mereka berdua melewati jalanan kota, hingga tak lama kemudian mobil mereka sudah sampai di apartement Mike.


"Kita mau kemana, Mike?" Mika benar-benar tidak tahu kemana Mike akan membawanya malam ini.


Mike membuka pintu mobil untuk Mika,


"Turun"


"Huh, kau memang tidak pernah tahu cara bersikap baik terhadap seorang wanita, pantas saja sudah tua tapi belum juga menikah." Mika pun turun dan berdiri menghadap Mike.


Mike menutup pintu mobilnya kasar, ia kembali menarik tangan Mika.


"Mike! apa kau sudah gila?! lepaskan aku!"


Mika benar-benar terdiam mendengar ucapan Mike, ia sudah tidak melawan seperti sebelumnya, tidak lagi berteriak dan bertanya apapun pada Mike.


"Silahkan masuk" Mike mempersilahkan Mika masuk ke dalam apartementnya.


Mika masuk dan hanya berdiam mematung didepan pintu, ia membelakangi Mike yang sudah berada di dalam apartementnya.


"Tenanglah, Boss tidak akan melukai Wanitanya sendiri." Mike mencoba membaca kegelisahan hati dan pikiran wanita dihadapannya.


"Apa maksudmu dengan 'Wanitanya', dia bukan kekasih Kiandra." Mika menjawabnya dengan penuh ketegasan.


"Itu dulu, tapi sekarang sudah bersama, saya tidak mengerti bagaimana bisa Anda tidak tahu tentang sahabat Anda sendiri, Nona Mika?" Mike menyindirnya, emosi Mika kembali memuncak mendengar sindiran yang Mike ucapkan padanya.


Mika menarik kerah kemeja Mike, menatapnya penuh amarah.


"Jaga ucapanmu! keluarkan aku dari sini sekarang atau kau akan menyesal Mike." Mika mencoba untuk mengancam Mike namun sayangnya itu tidak membuat Mike bergeming sedikitpun.


"Tidak ada yang bisa memerintahku Nona, kecuali Boss Aldi." Mike melepaskan cengkraman tangan Mika dan menariknya menuju kamar yang berada di sebelah kamarnya.


"Besok pagi kami semua akan ke bandara, tidurlah jika Anda tidak ingin saya kunci di apartement ini selama 3 minggu." Mike beranjak pergi dari kamar tersebut.


"Tunggu! aku akan tidur di sofa saja." ucap Mika.

__ADS_1


"Terserah!" Mike pergi ke dapur untuk minum.


"Kamar saya disana, jika Anda membutuhkan sesuatu Anda bisa mengetuk pintu kamar itu, jika Anda lapar atau haus Anda tahu dimana dapurnya bukan?"


"Kalian tidak akan membawa Kiandra kan?"


"Hmm"


"Kalian akan ke Jepang lagi?"


"Hmm"


Mike terus saja berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh ke Mika.


"Apa kau sudah bisa mencintaiku, Mike?"


Mike berhenti dan menoleh kearahnya.


"Cih, ku pikir kau akan jawab dengan 'hmm' juga" Mika mencibirkan bibirnya dan membuang tatapannya dari Mike.


"Lupakan Nona! saya tidak akan pernah mencintai Anda."


"Hahaha, apa aku sedang ditolak lagi?" Mika menghampiri Mike.


"Kau tahu Mike, kau sudah membuat luka yang sama dua kali." tangannya memegang pipi Mike.


"Jaga tangan Anda Nona, jika Anda masih ingin tangan Anda utuh." Mike mencoba tetap tenang


"Bagaimana jika begini?" Mika langsung mencium bibir Mike dan menggigitnya.


Mike kaget atas tindakan nekat Mika yang menciumnya.


"Apa yang kau lakukan Nona?" Mike melototi Mika.


"Kenapa? kau ingin membuat bibirku tidak utuh juga? jangan lupa Mike, bibirmu juga menyentuh bibirku, pastikan bibirmu juga tidak utuh, bye!" Mika pergi dari hadapan Mike dan mulai merebahkan tubuhnya di sofa.


"Arghh.. enak sekali, sepertinya aku akan mimpi indah" sindir Mika sambil tertawa meledek.


Brak!!! -- suara pintu yang dibanting Mike


"Hahaha, rasakan! enak saja sudah menolakku dua kali, setidaknya kita pernah berciuman Mike, kau sudah membuatku malu, aku juga sudah membuatmu malu, kita satu sama! hahaha." mulutnya tertawa tapi hatinya menangis.


🖤


🖤


🖤

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2