CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 82 - I Love You More


__ADS_3

"Argh... Senangnya bisa sampai disini dengan selamat." ucap Aldi. Aldi menghempaskan tubuhnya ke kasur milik mereka berdua.


"Kau ini jorok sekali, mandi dulu baru rebahan." ucap Kiandra.


"Iyah, Nyonya Nugroho." ledek Aldi.


Kiandra pun tersipu malu mendengar ucapan Aldi tadi. Pipinya memerah, ia membuang tatapannya ke lain arah.


"Ekhem.. Aku.. Aku akan mandi lebih dulu." ucap Kiandra kikuk, ia mengambil kimono handuk miliknya dan membuka pintu kamar mandi.


Ah.. Dia lucu sekali, masih bisa tersipu malu seperti itu padahal ucapan ku memang benar adanya, bukan sedang menggombalinya.


Hampir setengah jam Kiandra ada didalam kamar mandi. Aldi sudah gelisah menunggu Kiandra keluar dari kamar mandi, Aldi khawatir terjadi sesuatu dengan Kiandra saat ini, karena sudah tidak terdengar suara dari dalam kamar mandi.


"Apa aku masuk saja ya?" Aldi bimbang dan terus bertanya pada dirinya sendiri. Aldi berjalan kesana kemari tidak jelas. Akhirnya ia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.


Baru saja ingin mengetuk, saat itu pula Kiandra pun keluar dari kamar mandi.


"Ka.. Kau sedang apa Al?" tanya Kiandra terbata.


"Kau lama sekali mandinya? Aku pikir sudah terjadi sesuatu didalam, jadi aku ingin memastikan dengan.." belum juga Aldi selesai menjawab, Kiandra sudah membuatnya skakmat.


"Dengan masuk ke dalam?" selidik Kiandra sambil menatap wajah Aldi dalam-dalam.


"Si.. Siapa yang akan bilang seperti itu. Aku hanya ingin mengetuk pintu kamar mandi untuk meyakinkan bahwa kau baik-baik saja." jelas Aldi.


"Benarkah? Aku sedikit curiga.. " ucap Kiandra.


"Oh ayolah Sayang.. Kenapa kau jadi begitu negative thingking padaku?" tanya Aldi.


"Aku tidak berburuk sangka, jika pun kau masuk, aku tidak akan mengusirmu, bukankah kita sudah sah?" tanya balik Kiandra sambil tersenyum meledek ke Aldi dan berlalu melewatinya.


"Apa aku tidak salah dengar Sayang?" tanya Aldi.

__ADS_1


"Hm.." jawab Kiandra asal. Kiandra berjalan ke arah walking closet miliknya yang sudah Aldi siapkan untuknya, betapa kagetnya Kiandra melihat isi pakaian dalamnya penuh dengan model mini dan begitu sexy terlihat, membayangkan ia yang memakainya saja membuat Kiandra bergidik ngeri. Di lemari lain sudah tersusun macam lingerie cantik untuknya.


Pasti ini ulah si kanebo kering ku itu. Sial, aku lupa malam ini akan jadi malam pertama ku dengannya. Argh.. Kenapa aku bisa sebodoh ini si!


"Kau sedang apa Sayang?" tanya Aldi yang menerobos masuk ke dalam walking closet milik Kiandra.


"Apa kau yang mengisi semuanya dengan ini?" tanya Kiandra sambil berkacak pinggang.


Aldi hanya mengangkat bahunya acuh, matanya tertuju pada segala bentuk aneh pakaian dalam dan lingerie Kiandra saat ini.


"Aku tidak butuh semua itu Sayang." ucap Aldi dengan suara beratnya.


Aldi sejujurnya sudah menahan gejolaknya yang sudah meronta meminta jatah untuk dipuasi. Aldi menarik tangan Kiandra untuk mengikuti langkahnya, menuntunnya dan menghempaskannya ke kasur.


"Sayang... Bolehkah aku memintanya sekarang?" tanya Aldi dengan penuh harap.


Kiandra tidak menjawab namun langsung mencium bibir Aldi mesra, menutup matanya manja, dan melingkarkan kedua tangannya tepat di leher pria yang begitu ia puja.


Aldi kaget sekilas namun langsung mengikuti alur ciuman sang istri. Aldi bermain di bibir indah Kiandra. Tangannya tak lepas dari gunung kembar Kiandra yang begitu menggugah hasratnya.


Aldi menyudahi sejenak ciumannya dan membuka celana panjangnya, hanya menampakkan boxer celana tidurnya, Kiandra menelan ludahnya saat tahu ukuran dan betapa sombongnya 'pusaka' Aldi berdiri menantangnya.


"Apa akan sakit Al? Aku takut punyaku akan amat sakit dibuatnya." lirih Kiandra sambil memelas.


"Aku jamin kau akan menyukainya Sayang, percayalah. Apa kau tidak ingin memiliki Aldi junior sesegera mungkin?" tanya Aldi dengan nafasnya yang memburu.


Kiandra memalingkan mukanya dan menggigit bibir bawahnya seperti biasa jika ia panik.


Sial! Ekspresinya sungguh sangat menggoda ku. - keluh Aldi.


Tanpa basa-basi Aldi menyibakkan kimono handuk milik sang istri. Kini ia sudah menghujamkan pusakanya dna menyatukannya dengan milik sang istri. Awalnya Aldi benar-benar kewalahan untuk membobol pagar suci milik Kiandra. Namun di hentakan ketiga, dengan sekuat tenaga Aldi mendorongnya paksa dan akhirnya ia berhasil menyatukan milik mereka berdua.


"Argh..." Kiandra memekik hebat karena rasa sakit yang menyalurkan getaran-getaran hebat ke sekujur tubuhnya, seperti sengatan listrik yang membuatnya ingin mendapatkannya lebih dari ini.

__ADS_1


Aldi menghentakkan miliknya terus menerus, apalagi suara Kiandra yang terus merintih manja, terdengar sexy di telinganya. Membuatnya semakin menggila dan sudah tidak lagi bermain dengan pelan. Aldi melakukannya lagi dan lagi dalan semalam hingga membuat Kiandra benar-benar seperti melayang.


Kiandra setuju dengan ucapan Aldi, bahwa apa yang Aldi lakukan akan membuatnya ketagihan, bahkan Kiandra lebih menyukai ritme cepat Aldi daripasa ritme pelan seperti saat di awal. Walaupun ia tidak bisa menapik bahwa rasa sakitnya semakin lama semakin terasa amat sakit, namun nikmatnya membuat Kiandra lupa akan rasa sakitnya.


Tanpa mereka sadari mereka melakukan hal tersebut hingga sang fajar menyapa. Aldi merebahkan tubuhnya disamping Kiandra. Kiandra memeluk Aldi dan tanpa sadar tertidur.


"Kau begitu penurut saat diatas kasur namun sangat bersemangat, aku hampir tidak bisa mengimbangi semangat mu Sayang, kau benar-benar singa betina ku yang menggoda." bisik Aldi sambil menyelipkan rambut Kiandra ke kebalakang daun telinganya, dn mencium kening sang istri.


"Terima kasih sudah menjaganya untuk ku. I love you more than i love myself, Kiandra." ucap Aldi. Mereka tertidur bersama hingga siang menyapa.


***


"Aldi seharusnya sudah sampai Pih, tapi kenapa anak nakal itu tidak mengabari kita ya?" tanya Lita gelisah.


"Mih, Aldi sudah besar loh, dia sudah menjadi pemimpin keluarga, berhentilah bertingkah dia masih Aldi mungil kita." ucap Adam sambil memeluk Lita dari belakang.


"Ish.. Kau ini, sampai kapanpun dia tetap Aldi mungilku, dan akan selalu menjadi anak ku." ucap Lita.


"Anak kita Honey, jangan lupakan jasa ku Aldi bisa hadir di dunia ini." ucap Adam sambil mencebikkan bibirnya.


"Ya, ya, ya dia adalah bibit unggul mu." ucap Lita. Adam hanya tersenyum senang mendengar ucapan sang istri.


"Anak itu pasti sedang menuntaskan malam pertamanya. Aku yakin dia tidak lebih hebat dari Papihnya." ucap Adam dengan sombongnya.


"Hey, kau ini sudah tua, Aldi masih muda, aku yakin anak mu lebih gagah dari mu." cibir Lita.


"Ya kita coba saja supaya membuktikan ucapan siapa yang lebih tepat, ucapanmu atau ucapan ku." Adam menggendong Lita ala bridal dan mengehmpaskannya ke kasur empuk milik mereka berdua.


Pasangan yang tak lagi muda ini ikut menghabiskan pagi mereka dengan 'sarapan' yang menggiurkan. Mereka menuntaskan gejolak yang tak lagi muda namun masih membara dengan mencumbu satu sama lain. Hingga Lita berani mengakui bahwa Adam memang sungguh perkasa di usianya yang tak lagi muda.


Bersambung...


Helehhh bapak ma anak sama-sama nak enak, kita mah nonton wae, hahaha. Maaf ya aku tidak bisa menjabarkan sedetail itu, sisanya kalian renungkan sendiri wkwkwk 🙈.

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2