CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 6 - Memastikan


__ADS_3

"Langsung ke apartement, dan segera siapkan jet pribadi untuk kita berangkat malam ini juga ke Jepang, aku ingin lihat sudah sejauh mana proyek ini berjalan, berikan aku laporannya malam ini, Mike." pinta Aldi dan langsung masuk kedalam mobil, ia pun duduk di kursi belakang penumpang.


"Baik Boss" Mike menutup pintu mobil Bossnya, lalu ia segera masuk dan menyalakan mobil, mereka memecah keramaian jalanan kota Jakarta malam itu.


Aldi mengusap kembali bibirnya sambil melihat keluar jendela mobil, mengulang kembali reka adegan kecupan dan ciumannya hari ini dengan Kiandra, ia tersenyum sendiri mengingat ekspresi kesal Kiandra karena ulahnya.


Bibirmu membuatku gila Kiandra, aku akan sesegera mungkin menyelesaikan urusanku di Jepang untukmu.


"Mike, menurutmu seberapa lama urusan kita di Jepang selesai kali ini? Aku sungguh ingin menyegerakannya Mike." Aldi diam sejenak lalu meneruskan ucapannya.


"Oia Mike, kau cari tahu semua hal yang berhubungan dengan Kiandra, aku ingin semua detail informasinya besok pagi, tanpa ada yang tertinggal secuilpun, dan cari orang juga untuk mengikutinya kemanapun Kiandra pergi, aku tahu betul dia suka sekali pergi tanpa sepengetahuan ku, aku tidak mau kecolongan lagi, Mike."


"Ba, Baik Boss." Mike mengangguk dan melirik Aldi dari spion mobil.


Apa aku tidak salah dengar? Tadi menyuruhku mencari info Sean, sekarang Nona Kiandra, bahkan ini pertama kalinya Boss menyuruhku untuk mencari pengawal untuk wanita selain Nona Dita. Ah, Nona Kiandea kesalahan apa yang sudah kau lakukan pada Boss, semoga hidupmu tetap tenang seperti sedia kala.


Senyum Aldi seketika memudar mengingat akan cerita Mika dan adiknya siang tadi tentang Sean, apalagi mengingat Kiandra begitu tersipu di balkon kamar Dita.


Cih, sudah ku pastikan yang meneleponnya tadi pasti si Bocah Tengik itu, kita lihat Kiandra aku atau dia yang lebih baik.


Tangan Aldi mengepal, ia memejamkan matanya dan menghela nafasnya kasar, mengingat senyuman manis Kiandra tadi bukan untuknya dan karenanya, tapi Sean.


****


Kediaman Nugroho.


Kiandra kembali keruang tengah, pandangannya menyusuri setiap inchi ruangan itu, ia tidak menemukan kedua orangtuanya bahkan sahabat-sahabatnya, hingga salah satu pelayan rumah utama keluar dari dapur.


"Hmm, maaf bi, ko sepi ya? Apakah bibi tahu dimana orang-orang yang ada disini tadi?" tanya Kiandra dengan penuh sopan santun.


"Maaf Non, sepertinya Tuan dan Nyonya Besar serta keluarga Non Kiandra ada di taman belakang rumah, tadi baru saja saya mengantarkan teh pesanan Tuan Besar kesana." tangan pelayan itu menujuk ke arah taman belakang.


What? Mereka di taman belakang? Ya ampun!Apa mereka melihat aku dan Aldi ciuman disana tadi? Arghhhh bodoh kau Kiandra! Harus jawab apa aku kalau mereka tahu dan menanyakan itu, tapi kenapa aku tidak melihat siapapun disana tadi.


"Kalau Non Mika sudah pulang, Nona. Baru saja, saya permisi dulu Nona." ucapan pelayan itu membuyarkan lamunan Kiandra


"Iya, terima kasih ya Bi." balas Kiandra singkat


"Aku samperin mereka tidak ya, tapi taman yang mana? taman tante Lita ini sangat luas, masa iya aku harus mencari di setiap sudut?" gumam Kiandra kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Hmm, sepertinya aku akan cari mulai dari tempat kejadian tadi deh, sekalian memastikan apakah mereka melihatnya atau tidak." Kiandra masih berbicara pada dirinya sendiri sambil memijat pelipisnya yang tidak sakit itu.


Baiklah aku akan menghampiri mereka.


Kiandra kembali ke tempat dimana dia dan Aldi berciuman mesra tadi. Ada sebuah pintu penghubung antara ruang tersebut dan taman luas tante Lita.


Kiandra mencoba membuka pintu keluar menuju taman bunga sekitaran tempat kejadian, dia masih belum menemukan mereka, Kiandra terus berjalan hingga sampai di taman samping kolam renang.


Kiandra menatap bolak balik antara tempat perkara kejadian dan tempat dimana bunda dan ayah nya berada.


Hufft, aman! Aku yakin tidak akan terlihat dari sini, semoga saja.


"Malam Bunda, Ayah, Om dan Tante. Maaf, apa Kiandra mengganggu?" Kiandra perlahan mendekat ke ayah dan bundanya.


"Loh Kiandra kemana saja, dari tadi Bunda nyariin kamu loh Nak." Aurora menarik tangan Kiandra untuk lebih mendekat, dan mulai menjelaskan apa yang sedang mereka bahas.


"Ini loh Nak, Bunda sama Tante Lita lagi nostalgia tentang kalian bertiga, bunda lagi kasih tahu kalau bulan depan kamu dan Mika akan lebih dulu wisuda, jadi keluarga Tante Lita mau datang juga katanya." Bunda begitu bahagia menceritakannya.


"Owh .... boleh ko Tante, toh Tante dan Bunda juga memang suda lama berteman baik, jadi tak masalah jika Tante dan Om datang." senyum Kiandra membuat tante Lita tersentuh.


Ah, manisnya anak ini, memang penilaian mamih tidak pernah salah Al. Mamih harus cari cara agar kalian bersama.


"Sama-sama Tante" lalu menunduk dan mengelus tangan tante Lita sambil memberikan senyuman indah nya.


Anehnya Lita sejenak melihat ada yang tidak beres dengan wajah Kiandra.


"Kiandra, kenapa bibirmu sepertinya sedikit berdarah dan bengkak?" reflek tangan Lita memegang bibir bawah Kiandra.


Damn! Kenapa aku tidak memeriksa terlebih dahulu mukaku sebelum kesini sih! Sungguh memalukan!


"Hmm, ini, ini karena di gigit nyamuk Tante, tadi Kiandra lihat-lihat pekarangan bunga Tante disana." jawab Kiandra terbata-bata sambil menunjuk ke arah tempat dia dan Aldi bertemu sore tadi.


Aku harus memeriksanya sendiri, pasti kelakuan anak nakalku itu, apa yang kamu lakukan sama anak gadis orang Al? Awas ya anak nakal.


Lita benar-benar menaruh curiga, dirinya yakin ada kejadian yang tidak diketahui siapapun tentang Kiandra dan Aldi di rumah utama ini, termasuk dirinya.


"Nanti diobatin ya, Sayang." ucap Lita dan mencoba mengelua punggung Kiandra dengan lembut.


"Iya, Tante. Terima kasih sudah kasih tahu Kia."

__ADS_1


Bunda melirik jam di tangannya, ia kaget ternyata hampir pukul 8 malam, yang artinya mereka harus segera pulang.


"Ta, aku dan keluarga sepertinya pamit pulang dulu ya, nanti kamu main kerumah ya, Ta" pinta sang bunda.


"Baiklah Ra, nanti berkabar jika sudah sampai di rumah ya, aku akan antar kalian sampai ke mobil."


"Pasti, ya sudah kita langsung pulang ya, tapi terimakasih atas tawaran mu, kau tidak perlu mengantar kami Ta, kamu bisa lanjutkan acaramu dengan Adam, tidak perlu sesungkan itu denganku." ujar Aurora sambil mengedipkan mata kanan nya.


"Cih kau ini! Baiklah jika itu maumu, hati-hati dijalan ya, Ra. Nanti aku akan berkabar jika ingin berkunjung, terimakasih sudah mampir ya, Ra."


"Sama-sama, Ta."


"Kami permisi pulang ya, Dam. Salam untuk anak-anakmu." Richard berdiri dan bersalaman dengan Adam dan Lita bergantian, begitupun Aurora dan Kiandra. Mereka berlalu perlahan meninggalkan Adam dan Lita disana.


Setelah memastikan keluarga Darwin sudah tidak ada, Lita dan Adam melanjutkan kembali obrolan mereka.


"Pih, kenapa Anak Nakal itu tidak ikut mengantar keluarga Darwin? Anak itu benar-benar menguji kesabaranku. Aku akan menghukum dia jika terus bertingkah nakal seperti ini, membuatku malu saja!" geram Lita karena Aldi pergi tanpa permisi.


"Aldi sudah pulang sayang, mungkin ke apartement dengan Mike, ku dengar dari laporan salah satu karyawan, dia akan menyegerakan keberangkatannya ke Jepang malam ini, and will be stay around may be three days or more." jawab Adam.


"Tetap saja, apapun keadaannya dia harus tetap menjaga sopan santun apalagi ada tamu, calon besan lagi, mau ditaruh mana muka ku Pih? Hufft."


"Hahaha, sebegitu antusiasnya kah dirimu ingin menjodohkan Aldi dengan Kiandra, Sayang? Papih saja sudah hand's up Mih, sekeras apapun usaha kita menjodohkan dia dengan wanita pilihan kita, dia selalu punya segala cara untuk membuat wanita itu sendiri yang menyerah, apa mamih lupa?? Come on Mih, biarkan kali ini Aldi yang berusaha dengan caranya sendiri, Papih yakin Aldi mampu bangun dari masa lalunya" Adam menepuk punggung tangan istrinya penuh kasih dan meyakinkan.


"Kali ini Mamih yakin Mamih bisa, Mamih tidak mau anak itu tidak bisa move on dari mantannya yang licik itu. Huh, mengingatnya saja aku ingin menampar perempuan itu Pih, pokoknya Mamih mau Aldi sama Kiandra! Banyangkan saja Pih, sudah empat tahun Aldi seperti itu, kalau Mamih gagal kali ini Mamih akan berhenti, kalau Papih tidak mau mendukungku ya sudah, aku akan berusaha sendiri." Lita beranjak dari kursinya.


"Wait Mih .... oke oke I'll support you, Honey. dengan syarat Mamih janji ya jika ini gagal maka kita harus percayakan Aldi berusaha dengan caranya sendiri, hmm?" Adam segera merangkul istrinya, Adam paling tidak bisa melihat Lita mendiaminya jika sudah merajuk.


"Ya" jawab Lita singkat.


"Jangan cemberut dong sayang, kalau kau masih cemberut aku akan memintamu melayaniku disini, di taman ini." ledek Adam.


"Cih, sudah tua masih saja mesum." Lita melepaskan rangkulan Adam dan pergi meninggalkan Adam di taman belakang.


"Hahaha, aku mesum hanya padamu, Sayang." teriak Adam lalu mengejar Lita masuk ke dalam rumah utama.


****


Bersambung 🖤

__ADS_1


See you on next chapter Good readers 🖤


__ADS_2