CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 16 - Terungkap 2


__ADS_3

Richard berdiri dan menghampiri Aldi, menarik kerah jas yang Aldi pakai saat itu.


"Apa kau pikir hidup putriku bisa kau mainkan sesukamu? Mengatakan kau pergi maka ia harus pergi, dan mengatakan kau ingin menikahinya maka ia harus menikah denganmu, hah?" Richard melepaskan cengkramannya.


"Bisakah kau jauhi anakku mulai sekarang? Aku yang akan membantumu memberi jalan untuk membuat putriku pergi jauh dari hidupmu, bukankah itu yang kau harapkan, Aldi Nugroho."


Richard dalam mode emosi tingkat tinggi, bagaimana tidak, ia dan putrinya harus berjauhan karena seorang pria yang dicintai, dan menyakiti anaknya secara bersamaan.


Aldi seketika menjatuhkan lututnya ke lantai, matanya memerah, hatinya menahan gemuruh, hidupnya seperti hancur untuk kedua kalinya, mendengar permintaan Richard untuk menjauhi putrinya.


"Aldi minta maaf, Om. Aldi menyesali perkataan Aldi ke Kiandra saat itu, Om boleh minta apapun ke Aldi asal jangan meminta Kiandra pergi dari hidup Aldi atau Aldi pergi menjauhi Kiandra, Aldi tidak bisa Om, Aldi minta maaf." Aldi tertunduk tangannya berada di kedua pahanya, Aldi sungguh menyesali sikapnya dulu yang menyakiti putri tercinta Richard.


Richard terdiam sejenak, dan mengusap gusar wajahnya.


"Selesaikan proyekmu di Jepang, aku kasih waktu untukmu menyelesaikannya sampai H-2 sebelum hari wisuda anakku, jangan berhubungan dalam bentuk apapun, jika dalam batas waktu tersebut kau tidak bisa menyelesaikannya, dan aku tahu kau menghubunginya, jangan harap kau bisa bertemu dengan anakku lagi dikemudian hari, hanya ini kemurahan hati yang bisa ku berikan padamu setelah kau melukai anakku, anggap saja ini hukuman dariku sekaligus tawaran untuk mendapati restuku, jika kau tidak sanggup, kau tahu dimana pintu keluar berada, Tuan Aldi Nugroho." tegas ayah Kiandra.


Maafkan ayah Kiandra, ini untuk kebaikan kalian berdua.


Aldi mengepalkan tangannya. Sebulan, ya dia harus berpuasa sebulan untuk tidak berhubungan dalam bentuk apapun dengan Kiandra, Aldi sudah tidak punya pilihan lagi selain menyetujuinya.


"Baiklah, Aldi terima tawaran Om, lebih baik Aldi tidak bisa menemui Kiandra sekarang agar bisa bersamanya dikemudian hari, daripada harus menjauhi Kiandra selamanya, terima kasih atas kemurahan hati Om sudah membuka pintu maaf untukku yang sudah menyakiti anak Om, tapi tolong kasih kesempatan untuk Aldi berbicara dengan Kiandra malam ini, Aldi ingin mengajak Kiandra jalan, sebelum Aldi berangkat ke jepang, Om. Aldi mohon." lirih Aldi.


"Silahkan, tapi ingat Al, Om tidak main-main dengan ucapan Om, dan ingat juga ini semua pilihanmu, bukan Om yang memaksanya, dan satu hal lagi, harga diri seorang pria dilihat dari cara bagaimana ia memegang janjinya." tegas Richard.


"Terima kasih Om." hanya itu yang bisa Aldi ucapkan.


"Berdirilah, jangan bersikap seperti aku adalah seorang Ayah yang kejam." Aldi segera bangun dari tempatnya.


"Kau bisa keluar sekarang, katakan pada istri dan anakku jangan menggangguku dulu, Om sedang tidak ingin di ganggu." Aldi membungkuk hormat lalu permisi keluar.


Selepas Aldi keluar dari ruangannya, Richard duduk di kursi kerjanya dan memijat pelan keningnya.


Apa aku harus menyerahkan putriku secepatnya ini, rasanya dia masih putri kecilku yang manis.


***

__ADS_1


Kiandra menunggu Aldi di sofa keluarga dengan resah, tiba-tiba tak lama yang ditunggu pun datang, Kiandra menghampiri Aldi, tapi Kiandra tidak bisa membaca ekspresi muka kekasihnya, ia memeriksa tubuh Aldi depan dan belakang, mencari apakah Aldi terluka atau tidak.


"Sayang, kau sedang apa?" Aldi bingung melihat tingkah Kiandra.


"Apa kau baik-baik saja, Al?" cemas Kiandra.


"I'm fine, don't worry." Aldi mengelus pucuk kepala Kiandra.


"Kalian lama sekali, apa yang kalian bicarakan?" Aldi terdiam menatap Kiandra.


"Bisakah kau temani aku ke kantor sekarang? Ada hal penting yang ingin aku selesaikan, nanti aku akan mengantarkanmu kembali kerumah." pinta Aldi.


"Baiklah, aku akan izin dengan bunda dan ayah."


"Aku sudah meminta izin ke ayahmu, ayo kita pamit ke bunda." ajak Aldi. Bunda yang sedang di dapur dikagetkan oleh suara Aldi.


"Bunda, Aldi mau minta izin ajak Kiandra keluar, Aldi akan antar Kiandra pulang kembali kerumah jika sudah selesai, dan Om Richard bilang, Om sedang sibuk jadi sementara ini sedang tidak ingin diganggu dulu, Bunda." ucap Aldi.


"Baiklah, dan hati-hati untuk kalian berdua, Bunda akan kekamar, kabari Bunda jika nanti kamu sudah dirumah, Sayang." Bunda menatap sang anak.


"Kita akan kemana Boss?" tanya Mike reflek.


"Apartement" jawab Aldi singkat, Kiandra langsung menoleh ke Aldi, menatapnya bingung, Aldi seolah tahu apa yang ada di fikiran Kiandra.


"Duduklah dengan tenang, aku tidak akan berbuat apa-apa disana, hanya ingin bersamamu saja malam ini." Aldi sedang kalut hari ini, hanya ingin memeluk Kiandra sebelum ia pergi ke Jepang. Kiandra tidak mengucapkan apapun pada Aldi, hanya mematung selama perjalanan dan menatap keluar jendela, selama perjalanan Aldi hanya menggenggam tangan Kiandra sambil mengelus punggung tangannya.


Maafkan aku sayang, aku terpaksa memilih untuk pergi sejenak demi bisa bersamamu selamanya.


Merekapun sampai di apartement Aldi, Aldi membuka pintu apartementnya dan menarik tangan Kiandra untuk mengikutinya masuk kedalam, Aldi membuka jas nya, menggantungkan nya di stand hanger, lalu pergi ke dapur.


"Kau ingin minum apa, Sayang?" Aldi mengambil minuman soda dari kulkas dan meminumnya.


"Aku ingin minum apa yang kamu minum." jawab Kiandra menatap Aldi dengan tatapan dingin.


Apa yang sedang kamu tutupi dariku Al?

__ADS_1


Belum sempat Aldi menjawab hp Kiandra berbunyi, Kiandra kaget melihat nama Sean terpampang nyata.


Kiandra beralih melihat ke Aldi, ia bingung harua mengangkatnya atau mengabaikannya.


Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan?


Kiandra akhirnya memilih untuk menerima telpon tersebut, Kiandra menyapa Sean dan matanya masih menatap Aldi.


Sean menanyakan kembali tentang rencana mereka ke Bromo, Kiandra meminta maaf karena tidak bisa ikut kali ini, ia memalingkan tatapannya pada Aldi, tanpa sengaja membelakanginya dan lanjut berbicara dengan Sean.


Aldi menahan kesal, ia menghampiri Kiandra. Tanpa ia sadari Aldi sudah berada didekatnya, menarik bahu Kiandra untuk menghadapnya, Aldi langsung mencium bibir Kiandra, Kiandra pun kaget dibuatnya.


Aldi yang sedang mencium Kiandra, tangannya dengan cepat meraih ponsel yang sedang Kiandra pegang, dan seketika mematikan sambungan telepon tersebut. Aldi menaruh hp tersebut di meja dapur, tanpa menyudahi ciumannya.


Tangannya beralih memeluk pinggang Kiandra, memeluknya erat-erat, sedangkan Kiandra melingkarkan tangannya dileher Aldi.


Lama mereka melakukannya, dan tak lama Aldi menyudahi ciumannya, menempelkan keningnya tepat dikening Kiandra, matanya terpejam menahan kecemburuan, jarinya mengusap lembut bibir Kiandra.


"Jangan dekat-dekat dengannya lagi, Kiandra." Aldi masih menahan gemuruh kecemburuan di dadanya, ia memejamkan matanya sejenak guna menetralisir amarahnya saat ini.


"Aku hanya milikmu Al, apa kau sekarang sudah tidak percaya padaku?" Kiandra memundurkan kepalanya dari Aldi, dan menurunkan tangannya dari pundak Aldi, Aldi pun membuka matanya.


"Aku cemburu melihatmu dekat dengannya." Aldi menatap tajam Kiandra dan melepaskan tangannya dari pinggang Kiandra.


Kiandra tersenyum dan mengecup pipi Aldi lalu berbisik "Aku tahu."


"Percayalah, sekarang ataupun nanti aku hanya milikmu, Al." Kiandra merebut minuman Aldi dan berlalu keruang TV, ia duduk di sofa dan menyalakan TV. Aldi hanya menatap Kiandra tanpa bergeming dari tempatnya.


"Apa kau hanya ingin melihatku dari sana? kemarilah Al, temani aku menonton." Kiandra menepuk sofa agar Aldi duduk disampingnya.


Aldi menghampiri Kiandra lalu duduk berdampingan.


"Bukankah kau mengajakku kesini untuk membicarakan sesuatu? Kenapa kau hanya memandang mukaku terus menerus tanpa bicara, apa ada yang salah dengan mukaku? apa kau baru sadar aku jelek dan tidak secantik mantanmu itu?" Kiandra bertanya terus menerus tanpa jeda.


****

__ADS_1


Bersambung...🖤


__ADS_2