
Ikrar Janji telah mereka ucapkan, sekarang pukul 19.00 waktu Jepang, Dita dan Bayu sudah tidak lagi berpisah kamar ganti, Dita saat ini menggunakan dress merah super sexy, Bayu lah yang memilih warna ini untuk Dita, entah kenapa melihat Dita malam ini membuat hasratnya bergejolak.
"Arghh..." Bayu merintih dan membungkukkan badannya menahan sakit sambil tangannya memegang luka bekas tusukan.
Dita yang sedang membenarkan tampilannya di cermin langsung bergegas bangun dan menghampiri Bayu.
"Are you okay? (Kamu baik-baik saja?)" tanya Dita dengan muka paniknya yang juga ikut sedikit membungkukkan mukanya, ingin memastikan bahwa Bayu baik-baik saja.
Cup.....
Seketika kecupan Bayu mendarat di bibir Dita, dan tersenyum manis melihat ekspresi muka Dita yang syok akan tingkah laku Bayu padanya.
"Kamu..!! jadi kamu bohong?" Dita melototi Bayu karena merasa kesal sudah di bohongi, lebih tepatnya di jahili.
Bayu hanya tersenyum membalas pertanyaan Dita. Dita hanya memonyongkan bibirnya saja, lalu berbalik membelakangi Bayu karena kesal, ia kembali merapihkan lipstiknya yang sempat rusak karena ulah sang suami.
Dita melihat Bayu dari cermin yang sedang menatapnya seperti menginginkan Dita seutuhnya. Bayu mulai menghampiri Dita dan merangkulnya dari belakang. Bayu sangat menyukai aroma Dita jika ia sedang menciumi leher sang istri.
"Bay.., bagaimana nanti jika ada orang yang masuk? aku malu." ucap Dita.
"Kenapa harus malu bahkan di acara pesta pernikahan kita sendiri? Masa bodo dengan pandangan orang lain. Aku hanya ingin dirimu Anindita." ucap Bayu.
Benar saja apa yang baru saja Dita ucapkan, Mika dan Kiandra tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu, mereka tidak tahu jika Bayu pun ada di kamar Dita.
"Upss.. Sorry.." ucap Mika sambil menutup mulutnya meledek.
"Masuklah, kalian sudah mengganggu jadi untuk apa kabur." ucap Bayu kesal.
"Ish, ish... pengantin baru, easy man. Aku pikir hanya ada Dita disini." ucap Mika sambil mengangkat bahunya.
Bayu kembali memeluk Dita seperti saat dua sahabatnya ini belum tiba, hanya saja Bayu duduk di meja rias, Dita berdiri di depannya menghadap kedua sahabatnya. Pemandangan itu membuat Mika geli melihatnya.
"Kau ini seperti bayi koala saja." sindir Mika.
"I don't care." ucap Bayu namun tatapan tak berpindah sedikitpun dari Dita.
"Sejak kapan Bayu si playboy cap kapak ini menjadi budak cinta seorang wanita?" Kiandra terkekeh melihat tingkah Bayu yang sama sekali jauh dari perkiraannya.
"Sejak aku bertemu Anindita." jawab Bayu sambil tersenyum.
"Astaga Kia, lihat muka Dita memerah hanya karena Bayu bicara seperti itu? Oh God.. fix aku tunggu kalian di tempat pesta saja, melihatnya membuat ku merinding." Mika bergidik ngeri melihat kemesraan Bayu dan Dita, akhirnya Mika menyeret tangan Kiandra untuk ikut pergi dari kamar Dita.
"Ah.. akhirnya.." Bayu menghela nafasnya.
__ADS_1
"Kamu ini jail sekali." ucap Dita.
"Anindita sayang.., setelah acara ini selesai aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Aku jamin kau akan menyukainya." ucap Bayu.
"Kemana?" tanya Dita.
"Rahasia.., ayo kita keluar sepertinya tamu sudah menunggu sang 'Ratu' keluar." ucap Bayu. Mereka pun menyambut para tamu yang datang.
Dita dan Bayu menghampiri Adam dan Lita yang sedang bercengkerama dengan calon besan yakni keluarga Darwin, termasuk Reyhan dan Maudy.
(Visual Reyhan Darwin, Kakak Kandung Kiandra saat menghadiri pernikahan Bayu & Anindita)
(Visual Maudy Darwin, Istri Reyhan. OOTD menghadiri pernikahan Bayu dan Anindita)
"Hallo Om, Tante, Kak Reyhan dan Kak Maudy, terimakasih sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk menghadiri acara kami. Maaf bila jamuannya ada yang kurang berkenan." ucap Bayu.
"Oh, tidak perlu sesungkan itu, kita sebentar lagi akan menjadi keluarga." ucap Richard sambil menepuk pundak sang mempelai pria.
"Richard, sepertinya aku ingin membicarakan suatu hal tentang Kiandra dan Aldi, ajaklah istrimu untuk ikut, sepertinya Kiandra dan Aldi juga akan ikut dalam pertemuan ini. Ini tentang pernikahan mereka berdua." ucap Adam.
"Mih, Pih, Om Tante, Kak Reyhan, Kak Maudy sepertinya kita lanjut dulu. Jika Kak Maudy lelah beristirahat saja di kamar tamu yang sudah disiapkan." ucap Dita sambil mengelus perut Maudy yang sudah sedikit membesar.
"Baiklah, kalian lanjutkan saja." ucap Richard dengan senyuman.
***
Dita sengaja menyapa sang mertua yang tak lain adalah Papa Adi wicaksono dan sang istri mudanya Hanum Wicaksono.
"Hallo Pa, Bu. Maafkan Dita baru menyapa." ucap Dita beramah tamah.
"Tidak apa, Nak. Ibu harap kau berbahagia dengan pernikahan kalian, dan sesegera mungkin kami semua bisa menimang cucu." ucap Hanum sambil merangkul pundak Dita.
Dita hanya meresponnya dengan senyuman, sejujurnya ia bingung dengan obrolan 'cucu' atau momongan, Dita sendiri saja bergidik ngeri membayangkan bagaimana malam pertamanya nanti, belum terpikirkan olehnya tentang momongan.
Kenapa Bayu diam saja ya, sepertinya ada yang tidak beres antara Ibu dan Bayu.
"Papa dan Ibu menginap saja ya, pasti melelahkan jika harus pergi lagi malam ini, benarkan Sayang?" ucap Dita sambil merangkul lengan Bayu.
"Hemmmm..." balas Bayu datar.
"Sayang..." lirih Dita.
__ADS_1
Seperti tahu apa yang dimaksud sang Istri, Bayu pun melanjutkan jawabannya.
"Ya, kalian bisa menginap disini dan kembali lusa, itu pun jika kalian mau." ucap Bayu datar dan ketus.
"Ish kau ini, apa kau ingin anak mu nanti bersikap seperti ini padamu?" Dita memukul pelan lengan Bayu karena gemas.
"Baiklah. Papa dan Ibu menginaplah sejenak disini, Bayu akan senang jika kalian berkenan." ucap Bayu ramah, demi calon anak yang Dita ucapkan. Bayu rela menurunkan ego nya sejenak, senyuman pun tak luput dari wajahnya.
Adi dan Hanum terperangah melihat Dita mampu menjinakkan putra mereka yang tidak pernah tersenyum saat bersama orang tuanya. Hal tersebut membuat Adi Wicaksono terharu dan meneteskan air matanya. Akhirnya, sekian tahun penantian sang Papa akan senyuman anaknya terbayar sudah.
"Pa, apa Papa tidak enak badan? bagaimana jika Papa istirahat saja di kamar, nanti maid akan kaish unjuk kamarnya." ucap Dita yang khawatir dengan wajah pucat sang Papa mertuanya.
"Tidak apa-apa Anindita, kalian lanjutkan saja, Papa dan Ibu akan rehat sejenak." ucap Hanum.
Semenyedihkan apa sebenarnya keluarga Bayu ini, melihat anaknya tersenyum dusta saja sudah begitu terharu, apalagi tersenyum tulus pada mereka berdua. Ah, si brengsek ini pasti sudah menyakiti hati orang tuanya, akan aku hukum dia nanti. Aku tidak mau di masa tua ku hidup semenyedihkan itu, ada tapi tak bisa saling menyapa, karma is *****!
"Baiklah, Papa dan Ibu istirahatlah, Dita dan Bayu lanjut dulu ya." ucap Dita.
Bayu hanya diam dan membuang mukanya ke arah lain, menyembunyikan ketidak sukaannya akan kehadiran Hanum sang istri muda papanya disini.
"Kau baik-baik saja" tanya Hanum.
"Ya aku baik-baik saja, hanya saja aku sedikit kaget melihat anak itu tersenyum. Sudah lama sekali aku merindukan senyuman dan tawa anak nakal itu. uhuk uhuk." jelas Adi disertai batuknya.
"Lebih baik kita istirahat saja, kau sedang tidak sehat, Sayang." ucap Hanum.
"Tidak masalah, aku masih sanggup menahannya sebentar lagi. Kita cukup duduk saja." ucap Adi.
Adi mulai mengatur nafasnya kembali dan sedikit merasa lebih tenang.
Maharani, terima kasih sudah memberikan menantu yang hebat untukku dan anak nakal kita. Aku merindukanmu Maharani, sangat merindukanmu.
🌼
Bersambung..
See you on next chapter semuanya,
buat para silent reader ayo dong boom like nya, gratis loh tapi itu sungguh menjadi mood booster untukku menulis loh.. Jadi jangan lupa like ya, dan tinggalkan jejak.
Jangan lupa ya mampir ke My Addiction.
See you on next chapter everyone 🖤
Bye bye..
__ADS_1