CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 35 - Modus


__ADS_3

"Hey, jelaskan dulu padaku kenapa kau menciumku di depan orang tua ku? kau ingin mempermalukanku, Bay? jawab!" Dita kesal karena itu adalah pertama kalinya ia di cium oleh pria.


"Kenapa? ya jelas jawabannya karena kita harus memerankan ini dengan baik, aku tahu tidak ada perasaan apapun antara kau dan aku. Orang tuamu terlalu pintar untuk kau bodohi. Apa kau ingin mereka tahu bahwa kita akan menikah hanya sebatas saling menguntungkan?" tanya Bayu.


"Apa harus dengan menciumku? itu tidak adil!" ucap Dita kesal.


"Jadi, Nona Anindita ingin menciumku kembali supaya impas? kau ingin mencium wajah ku bagian mana? kau bisa memilihnya sendiri." Bayu terus saja maju ke arah Dita dan menyodorkan mukanya ke muka Dita.


"Kau menantangku?" Dita tersenyum licik.


"Bukannya kau sendiri yang bilang itu tidak adil?" Bayu terus saja berjalan maju ke arah Dita hingga jarak dirinya dan Dita hanya lima centi.


"Jadi maksudmu aku harus membalasmu seperti ini?" Dita mulai memegang pipi Bayu, ia mencoba memiringkan kepalanya seperti adegan Ingin mencium bibir seseorang. Dita memejamkan matanya mencoba menikmati suasana tersebut. Bayu pun mencoba ikut memejamkan matanya.


Dita membuka matanya dan berbisik.


"Ah maaf sepertinya aku sedang tidak berselera." Dita menepuk pelan pipi Bayu, ia tertawa senang karena sudah membuat Bayu terhanyut akan tingkahnya. Dita pun pergi keluar dengan gelak tawanya.


Sial! kenapa aku bisa sebodoh ini sih bisa dibohongi wanita itu, akan ku balas dia.


 🌼


"Cepetan dong Kia! nanti Dita keburu datang!" teriak Mika.


Mika berteriak karena Kiandra masih juga belum keluar dari kamarnya.


"Aku sudah siap, kenapa kau harus berteriak seperti itu? disini hanya kita berdua tapi seperti ada puluhan orang saja." Kiandra keluar dari kamarnya menuju ruang tengah.


Tak lama mobil Bayu dan Dita sudah tiba di depan rumah Mika dan Kiandra.


Bayu turun dan berjalan memutar ke arah pintu mobil Dita lalu membukanya.


"Terima kasih, Tuan Muda." Dita masih saja meledek Bayu karena kejadian semalam.


"Hmm.." balas Bayu.


Ishhh, apa dia akan selalu kaku begini di depan ku? tidak seru.


Mereka berdua sudah masuk ke halaman utama rumah Mika dan Kiandra.


"Kalian sudah siap?" tanya Dita.


"Tentu dong" jawab Mika.


"Apa kau masih selalu membawa boneka itu kemanapun?" tanya Kiandra.



(Ekspresi Dita dihadapan Kiandra & OOTD Dita hari ini)


"Tentu, ini hadiah dari Kak Aldi, ini terlalu berharga bagiku, karena dia membelinya dengan uang jajannya sendiri, ah aku merindukan Kakak ku." ucap Dita yang tidak sadar membuat Kiandra sedih karena teringat akan Aldi.


Aku juga merindukanmu, Al.


Mika menyikut tangan Dita, mengisyaratkan untuk tidak membahas Aldi saat ini di depan Kiandra.

__ADS_1


"Ma, maaf Ki, aku tidak bermaksud." ucap Dita.


"Sudahlah, bukankah kita akan pergi bersenang-senang?" Kiandra mencoba menggandeng tangan kedua sahabatnya itu.


Mereka bertiga bernyanyi bersama sepanjang perjalanan, mengikuti setiap musik yang diputar di acara radio terkenal di Indonesia. Saat itu penyiar mengatakan akan memutarkan lagu era tahun 90'an yang hits hingga kini. Dita, Kiandra, dan Mika bersorak gembira, mereka bertiga bernyanyi bersama. Bayu hanya melirik ke arah Dita yang duduk disampingnya.


🎵Reza Artamevia - Berharap tak berpisah


Ingatkah 'kan dirimu


Yang pernah menyakiti aku


Kau kecewakan aku


Tapi kumaafkan salahmu


Mmmhh ...


Kini berganti kisah


'Ku menyakiti dirimu


Tapi apa yang terjadi


Kau meninggalkanku


Izinkan aku


Untuk terakhir kalinya


Semalam saja bersamamu


Dan aku pun berharap


Semoga kita tak berpisah


Dan kau maafkan kesalahan


Yang pernah kubuat


🎵


Musik masih berputar, mereka bertiga malah tertawa.


"Apa kau ingat dulu kita pernah karaoke sepulang sekolah, dan Kiandra dijemput paksa ka Reyhan karena kabur dari sekolah, ha ha ha." Mika tertawa terbahak-bahak.


"Tapi ada kisah manis setelah itu Ki, Dita dijemput pangeran berkudanya ke tempat karaoke itu dan Dita diantar pulang olehnya." ucap Mika.


"Pangerang berkuda? siapa?" tanya Kiandra penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan Indra, anak paling keren di sekolah kita ternyata menyukai Dita, bahkan pernah mengatakan cinta ke Dita saat kita lagi nonton konser Sheila on 7 yang waktu itu diantar olehnya, kau ingat?." Mika menjelaskan dengan sangat antusias.


"Serius? terus kenapa tidak ada gosip kalau kalian berpacaran?" tanya Kiandra.


"Karena mereka hanya berteman saja, Dita takut Papih Adam akan menggantungnya jika tahu dirinya berpacaran, seperti yang kamu tahu Ki. Sebab itu Indra pergi ke Ingrris buat kuliah disana, dan berjanji akan menemui Dita kembali selepas lulus dari sana, dan akan menemui Om Adam langsung, ah so sweet banget si Indra. Sudah tampan, kaya, mapan, pintar, ah gila sih kamu Dita di tunggu pria seperti itu." Mika terus saja bicara tanpa henti.

__ADS_1


"Yah Let we see, dia datang atau tidak." ujar Dita.


Mika tidak sadar cerita yang ia lontarkan membuat Bayu mengeraskan tangannya yang saat ini tengah memegang stir mobil. Muka Bayu berubah jadi masam.


"Are you okay, Bay? kenapa mukamu tegang seperti itu?" tanya Kiandra yang tidak sengaja melihat Bayu terus mengerutkan kedua alisnya.


"Hm? ah aku tidak apa-apa Ki, hanya sedang menahan kantuk." ucap Bayu.


"Menahan kantuk atau menahan cemburu?" sindir Mika.


"Bagaimana jika kita berhenti sejenak di warung saja dulu, nanti kita lanjut lagi." tawar Kiandra.


"Baiklah ide bagus." ucap Bayu.


Mereka mulai turun satu per satu dari mobil, dan mulai rehat sejenak.


"Mika…" panggil Dita, ia sedang mengarahkan kameranya ke arah Mika yang sedang fokus dengan ponselnya.



(Hasil bidikan kamera Dita ke arah Mika)


"Kau selalu bisa cantik walaupun candid, menyebalkan sekali." ucap Dita.


Dita iseng mengirimkan foto Mika ke nomor Mike.


Aku akan membuat kau menyesal sudah menolak sahabatku Mike.


Mereka melanjutkan perjalan mereka ke salah satu pantai terkenal di area Djogja. Satu jam sudah dan akhirnya mereka tiba di pantai tersebut.


"Arghh ini indah sekali, I love beach." teriak Dita.


"Cih, Norak!" cibir Bayu.


"Biarkan, wee" Dita menjulurkan lidahnya meledek Bayu, dan pergi meninggalkannya dibelakang. Saat Dita ingin menyusul Mika di depan, angin bertiup kencang hingga membuat Dita merasakan sakit di area matanya.


Dita menghentikan langkahnya karena matanya begitu sakit, sepertinya angin kencang tadi membuat matanya kelilipan debu.


"Astaga perih sekali" keluh Dita.


Bayu menarik tangan Dita yang ia pakai untuk mengucek matanya.


"Jangan di kucek nanti iritasi." ucap Bayu. Bayu memegang dagu Dita agar Dita menatapnya. Bayu meniup pelan mata Dita yang perih.


"Masih perih?" tanya Bayu.


"Ah ini sedikit lebih baik." ujar Dita.


Dita menahan detakan jantungnya yang tidak beraturan saat Bayu meniupi matanya tadi.


Dasar Modus! - Maki Dita dalam hati.


🍂


Bersambung..

__ADS_1


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.


__ADS_2