CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 64 - Queens Night Market


__ADS_3

"Mika setelah makan malam, datanglah ke ruang kerja Daddy, setelah itu baru kau bersiap untuk kembali ke Indonesia." ucap Michelle.


"Baik Dad." jawab Mika.


Ada apa ya, ko rasanya perasaan ku tidak enak begini, semoga hanya firasat ku saja.


Mike memandangi Mika yang sedang melamunkan sesuatu.


Tante Haura yang melihat Mike dan Mika hanya tersenyum geli, seperti melihat pemuda yang sedang dimabuk cinta.


Gemas sekali aku melihatnya, putri ku memang terlalu keras kepala, aku akan membuat Mike yang mengejar mu, Sweety. Sudah cukup penantian mu padanya. - ucap Haura dalam hati.


"Mika, setelah wisuda langsung ikut kembali ke NY bersama Daddy dan Mommy, karena keluarga Wilson memajukan pertemuan kalian." ucap Haura.


Uhuk... - Mika tersedak makanannya.


Mike yang duduk di depan Mika reflek bangun dan memberi segelas air putih untuk Mika, Mika yang sedang merasa kesakitan di tenggorokannya tidak menghiraukan siapa yang memberinya gelas itu.


"Ah thank you Mike." ucap Mika.


"Its okay.." ucap Mike sambil memberikan senyuman manisnya untuk Mika.


Mike duduk kembali namun tatapan Mike dan Mika mengunci satu sama lain.


Tingkah konyol mereka tertangkap oleh Haura dan Michelle. Suasana di meja makan itu pun hening seketika. Aldi yang merasa sedikit canggung pun mencoba mengalihkan pandangan Om dan Tante Wiradmadja.


"Ehem.. Tan apa tante masih berhubungan intens dengan Mamih? karena Mamih sudah jarang menceritakan Tante lagi akhir-akhir ini." ucap Aldi.


Sejujurnya Aldi hanya mengarang cerita untuk mengalihkan tatapan mereka berdua dari dua insan dimabuk asmara.


"Ah.. ya Tante sudah jarang sekali menghubungi Mamih mu lagi Al, karena Om dan Tante sering bolak-balik NY Italia. Salamkan maaf Tante dan Om untuk keluarga mu ya, saat adikmu menikah kami tidak sempat datang, tapi kami akan usahakan datang saat kalian berdua menikah." ucap Haura pada Aldi.


Ah sepertinya aku salah memilih topik pembicaraan. - rutuk Aldi dalam hati.


"Ah iya Tante, kami memakluminya, tidak apa." ucap Aldi sambil tersenyum sungkan.


"Mika jangan lupa ucapan Mommy tadi, setelah wisuda kau tidak boleh pergi kemanapun, kau harus bertemu dengan anak tunggal dari keluarga Wilson." ucap Haura sambil melirik ke arah Mike yang menatap tajam putrinya dan mencengkram sendok yang ada di tangannya. Mika yang hanya tertunduk menahan gemuruh di hatinya tidak menyadari bahwa Mike menatapnya kali ini.


Kena kalian berdua..


Haura terus menyembunyikan senyumannya agar tidak diketahui orang lain di meja makan ini.


Ya Tuhan, kenapa jadi secepat ini si, aku bisa gila jika semuanya serba mendadak, menjadikan ku CEO di kantor Daddy dan sekarang tentang kencan ku dengan anak dari keluarga Wilson. Oh God.. - keluh Mika.


***


"Duduklah Sweety." ucap Michelle.

__ADS_1


"Daddy ingin memberitahumu bahwa Daddy dan Mommy akan pindah ke LA menghabiskan masa tua kami disaana, kami sudah selesai membuat penthouse disana. Kami ingin mengajakmu untuk ikut tapi sepertinya selama proyek berlangsung kau harus tinggal di penthouse ini sementara bersama Aldi, Kiandra dan Mike." ucap Michelle.


"Mike?" tanya Mika kaget.


"Iyah Mike. Memangnya kenapa jika Mike ikut tinggal disini? apa kamu keberatan Sweety?" selidik Michelle.


"Ah tidak apa-apa aku hanya reflek bertanya saja, tidak ada maksud lain dari ucapan ku, Dad." ucap Mika.


"Baguslah, jika begitu Daddy tenang kau tidak akan sendirian disini. Jika proyek itu sudah selesai, kau harus ke LA, tinggal bersama disana." pinta Michelle.


"Iya Dad." jawab Mika asal.


Ya ampun disaat aku sedang berusaha melupakannya, Daddy malah membuat ku semakin dekat dengannya, satu rumah pula. Bagaimana aku bisa menjalani hari-hari ku, jika seperti ini terus yang ada perasaan ku semakin besar untuknya, dan akan semakin sakit terasa jika Mike menyakiti ku dengan atau tanpa sengaja.


"Kau melamun Sweety?" tanya Michelle kepada putrinya.


"Ah tidak Dad, aku hanya sedang berfikir." ucap Mika.


"Apa yang kau fikirkan?" tanya Michelle.


Sial aku salah berucap.. Aku harus jawab apa ni, hadehhh.. - Mika.


"Dad, apa aku sudah bisa kembali ke kamar ku?" tanya Mika.


"Silahkan, jangan tidur terlalu larut, karena esok kita akan berangkat pagi hari." ucap Michelle.


"Oke Dad.. Good nite.." Mika memeluk Michelle sebelum kembali ke kamar.


"Sedang apa di depan kamar ku Mike?" tanya Dita.


"Menunggumu." jawabnya singkat.


"Untuk?" tanya Mika singkat.


"Untuk bertemu denganmu."



"Bertemu dengan ku? apalagi yang ingin disampaikan?" tanya Mika.


Mike dengan terburu-buru menarik tangan Mika pergi keluar dari penthouse.


"Kita mau kemana lagi si, ini sudah malam." ucap Mika.


"Aku ingin memberikan mu sesuatu." ucap Mike.


Ada apa si dia ini. Membingungkan.

__ADS_1


Mike memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, ia menarik Mika turun dari mobil. Ternyata Mike mengaja Mika ke Pasar Malam Queens di New York. Amerika.


Pasar Malam Queens adalah pasar malam terkenal dikota NY, berdiri sejak tahun 2015, mulai buka dari bulan April hingga Oktober. Acara ini rata-rata dikunjungi lebih dari 10.000 pengunjung pada Sabtu malam, berbagai makanan dijual di pasar malam ini awalnya dulu di mulai dari harga $5 namun kini sudah berubah menjadi $6, biasanya di setiap Sabtu malam menghadirkan live music atau acara live gratis lainnya. Sayangnya Mike dan Mika datang bukan di hari tersebut.


"Kau ingin makan apa?" tanya Mike.


"Aku tahu yang paling enak disini, ayo!" ajak Mika, ia menarik tangan Mike begitu antusias.


Mike yang dipegang tangannya pun merah merona.


Kenapa jantung ku berdegup kencang saat Mika menarik tangan ku. - ucap Mike dalam hati sambil memegang jantungnya sendiri.


"Kenapa kau harus berlari-lari seperti itu? kalau jatuh bagaimana?" ucap Mike khawatir.


"Tenang saja kau pasti akan melindungi ku." ucap Mika sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Mike.


Sial! dia sangat mengooda sekali saat ini. - Mike mengusap gusar mukanya.


***


"Honey, kau sudah siap?" tanya Bayu.


"Hmm.." jawab Dita singkat.


"Setibanya di Djogja nanti maukah menemani ku kembali ke pantai waktu itu? aku sangat menyukainya." ucap Dita.


"Boleh tapi ada syaratnya." ucap Bayu.


"Syarat apa?" tanya Dita sambil merangkulkan tangannya di leher Bayu.


"Mari kita lakukan satu kali saja sebelum ke Indonesia." Bayu memeluk pinggang istri kecilnya itu.


"Siapa takut... " ucap Dita sambil tersenyum, dan mengelus bibir Bayu.


"Ahhh sepertinya aku akan selalu merindukan rumah karena mu." ucap Bayu dengan tawa modusnya.


"Benarkah? aku akan selalu menunggu mu pulang Honey." ucap Dita.


"Jadi bisa kita mulai sekarang Honey? aku sudah tidak kuat setiap mencium aroma tubuh mu." ucap Bayu.


"Hm.. segeralah, karena aku ingin cepat-cepat sampai di Indonesia." ucap Dita.


Mereka pun bergelud mesra di kamar sebelum melakukan perjalanan panjang menuju Djogja.


🖤


Bersambung...

__ADS_1


Maaf ya aku tidak bisa up siang tadi, karena ada satu dan lain hal yang membuat aku skip up naskah ke sore ini. Terima kasih yang sudah setia menunggu, jangan lupa klik love, like, dan tinggalkan jejak kalian.


Bye..


__ADS_2