CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 26 - Berpacu dengan Waktu


__ADS_3

Ada sesuatu yang hilang dari diri Sean atas ketidak hadiran Kiandra ke Bromo kali ini. Sepi tanpa ada tawa dan senyuman itu.


Sampai kapan kau menganggap perasaanku hanya candaan untukmu, Kiandra. Aku sungguh mencintaimu, sungguh-sungguh mencintaimu.


Sean melamun dalam kesendiriannya di Bromo, jauh dari hirup pikuk keramaian kawan-kawan touring-nya. Sean tak sadar bahwa ia sedang menangisi perasaannya untuk Kiandra, menangisi kerinduannya yang menggebu.


"Kak Sean, kenapa sendirian? sedang merindukan Kiandra? dia akan sampai di Djogja malam ini." ucap July sahabat Kiandra dalam organisasi kampus tersebut.


"Benarkah?" Sean memastikan dengan benar.


"Benar Kak, aku sempat chat Kiandra tadi, ia dan sahabatnya masih di kereta menuju Djogja." ucap July.


"Baiklah, kebetulan sekali kita malam ini akan kembali ke Djogja." Sean benar-benar tersenyum.


"Kak kejarlah jika memang ia patut untuk dikejar, lepaskan jika melepaskannya adalah jalan yang terbaik untuk kalian. Kiandra berhak tahu keadaanmu Kak, akan sangat menyakitkan baginya jika ia tahu kau menyembunyikan penyakitmu darinya."


July menahan tangis yang hampir pecah melihat betapa sedihnya kisah cinta antara Sean dan Kiandra dimana keadaan tidak berpihak pada mereka. Kesehatan Sean menurun terus menerus hingga badannya kurus.


Sean masih merahasiakan sakitnya dari Kiandra, ia tidak ingin Kiandra melihatnya dengan tatapan iba tapi ingin melihatnya dengan tatapan cerianya.


Entah waktu akan memihak pada perasaanku atau waktu akan menjemputku lebih dulu, ku harap aku bisa mendengar kejujuran itu darimu.


Sean mengelus jam tangan yang Kiandra berikan padanya di ulang tahunnya tahun ini. Sean menunduk sedih menggenggamnya erat, ia merasa ada sesak di dada. Sesak yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain.


Kiandra.. ku harap aku masih memiliki kesempatan apapun itu.


July yang melihatnya merasa amat sedih, begitu menyedihkannya kisah mereka. Mereka seperti sedang berpacu dengan waktu.


Sean masih terbawa lamunannya, ia melihat jam tangannya dan seketika membawanya ke ingatan saat hari ulang tahunnya.


"Kiandra, jadi pacar Kak Sean ya?" Sean mengatakan itu dihadapan para senior dan juniornya sambil tersenyum tulus tapi Kiandra menganggapnya senyuman meledek dirinya di hadapan semua orang.


"Hahaha, enggak lucu Kak, kamu pikir hal seperti itu lucu?" ledek balik Kiandra.


"Aku serius, Andra." Sean menatap mata Kiandra.


"Apaan si Kak, emang Kak Sean lupa waktu itu bilang apa di depan orang banyak?" tanya Kiandra.


"Apa?" tanya Sean.


"Kamu bilang kamu suka wanita yang anggun, cantik, feminim, pintar, penurut. tapi sorry to say semua kriteria itu tidak ada padaku. So, bagaimana aku harus percaya pernyataan Kakak? berhenti bermain-main dengan perasaan orang lain Kak, itu tidak lucu." Kiandra berdiri dan pergi, baru dua langkah Sean sudah menarik tangannya.


"Mau kemana, Ndra?" Sean mencengkram tangannya.


"Mau mencari pria yang sungguh-sungguh." jawabnya asal.


Sean mencengkram tangan Kiandra dengan kencang, hingga Kiandra merasa kesakitan.


"Apa-apaan sih Kak? lepasin tangan aku, aku mau pulang." teriak Kiandra, Sean melangkah lebih dulu dan menarik Kiandra agar mengikuti langkahnya.

__ADS_1


Seketika semua senior dan juniornya melihat ke arah mereka. Tidak ada yang berani ikut campur karena beberapa senior yang tak lain adalah sahabat Sean sudah tahu bahwa sahabat mereka itu jatuh cinta dengan Kiandra.


Lain hal dengan para mahasiswi yang melihat Sean menggandeng tangan Kiandra, ada yang iri, kesal, bahkan tidak sedikit Mahasiswa yang menyukai sosok Kiandra kesal juga melihat Sean.


Sean membuka pintu mobilnya, mempersilahkan Kiandra untuk masuk kedalam.


"Masuklah" pinta Sean.


"Tapi Kak, aku bisa pulang sendiri." bantah Kiandra.


"Andra...., menurutlah dan masuk, aku yang akan mengantarmu pulang." Sean masih menggenggam tangan Kiandra.


Kiandra dengan terpaksa masuk ke dalam mobil Sean, Kiandra hanya menatap keluar karena tidak ingin menatap pria disampingnya. Sean yang melihat hal tersebut langsung meraih tangan Kiandra dan menggenggamnya, mengelus punggung tangan Kiandra dengan jari-jarinya. Kiandra enggan untuk merespon atau menengok, ia hanya memejamkan matanya menahan gemuruh di hatinya.


Sejujurnya ia menyukai sentuhan tangan Sean, ingin membalas genggamannya, tapi Kiandra taku akan terhanyut seperti dulu, ia menepis keinginannya karena ia tidak ingin lagi jatuh ke lubang yang sama karena menyukai pria terlalu dalam.


Ah aku lupa, hari ini kan ulang tahunnya, duh waktunya enggak pas banget, gimana aku kasih kadonya ya.


"Kak.." panggil Kiandra dengan suara yang sangat pelan, ia mulai menghadapkan dirinya ke Sean.


"Ya, Ndra.. " jawab Sean dengan senyuman indahnya, tangannya masih memegang erat tangan Kiandra.


Duh senyumnya bikin aku mau pingsan rasanya.


"Happy Birth Day, Kak Sean." tanpa aba-aba Sean menginjak rem mobilnya, membuat Kiandra tersentak kaget.


"Aw.., Kak jangan rem mendadak dong, hampir saja kepalaku terpental keluar." Kiandra syok.


"Tentu aku ingat, walau hampir lupa tadi karena kesal sama Kakak." Kiandra membuang kembali mukanya dan memonyongkan bibirnya.


"Terima kasih Kiandra." Sean tersenyum.


Tuhan.. rasanya aku ingin mencium bibirnya saat ini. - Sean


"Kak ini buat Kakak, hmm... aku tahu hadiahku tidak begitu berkenan buat Kakak, entahlah saat aku melihat itu, hanya teringat untuk membelinya sebagai kado ulang tahun Kak Sean." ucap Kiandra tertunduk malu.


Sean bahagia mengetahui bahwa Kiandra mengingatnya, ia mengelus kepala Kiandra.


"Kenapa kamu menunduk, Ndra.." Sean mengangkat dagu Kiandra, mata mereka saling memandang, seperti ada buaian rindu di setiap tatapan Sean.


Sean mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kiandra, Kiandra menelan salivanya, jantungnya seperti bersenandung tak menentu. Sean memiringkan kepalanya, mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Kiandra, bibir mereka mendekat hingga hanya ada jarak secenti saja.


Kiandra seketika tersadar dan memalingkan wajahnya dari Sean, Sean hanya terdiam dan memejamkan matanya.


Sean!! kenapa kau tidak bisa menahannya, Kiandra pasti berpikir negative tentangmu.


"Baiklah kita pulang." Sean berkata dengan nada dinginnya.


Huft, kenapa saat-saat seperti itu wajah Aldi terbayang di ingatanku, sampai kapan aku akan terus begini, aku sungguh ingin lepas dari belenggu masa laluku dengannya. Kamu apa kabar Al..

__ADS_1


Sean melajukan mobilnya, Rumah yang Kiandra temoati dengan Mika tidaklah jauh dari kawasan kampus.


"Djogja memang selalu indah di malam hari.." lirih Kiandra pelan.


Suara Kiandra terdengar sampai telinga Sean.


"Indah karena aku ada disini." Sean mencoba mencairkan lagi suasana canggung diantara mereka.


"Dih.. Modus?!" ucap Kiandra.


"Sudah sampai Nona cantik." ledek Sean.


"Baiklah terima kasih Kak sudah mengantarku, maaf merepotkan. Sekali lagi selamat ulang tahun, maaf kalau hadiahnya tidak sesuai seleramu." Kiandra menunduk permisi.


"Andra.. aku boleh minta sesuatu?" Aldi menatap sendu Kiandra.


"Hm.."jawabnya datar.


"Aku ingin kau yang memasangkan jam tangan ini ke tanganku, bolehkah? boleh ya.." bujuk Sean.


"Berikan padaku.." pinta Kiandra. Sean tersenyum manja.


"Jangan tersenyum seperti itu, wanita yang menerima senyumanmu pasti akan salah paham." ucap Kiandra sambil mengaitkan jam tangan ke lengan Sean, dan sedikit meliriknya.


"Baiklah aku hanya akan tersenyum seperti ini didepanmu."


"Cih.. dasar raja gombal!"


Kau manis sekali Kiandra..


"Sudah.." baru saja Kiandra ingin melepas tangannya, Sean sudah menggamnya, dan kini Sean mencium tangan Kiandra yang masih mengerat di setiap jari tangan Sean.


Sean menciumnya lama hingga Sean mampu mencium aroma khas tubuh Kiandra.


Wangimu sangat memabukkan Kiandra..


Tiba-tiba saja panggilan Keanu membuyarkan lamunannya akan Kiandra.


"Sean! Kita sudah mau berangkat, ayo!" teriak Keanu padanya.


Sean akhirnya naik ke mobil Keanu, malam ini hujan mengguyur Bromo dan sekitarnya, bahkan hingga ke Djogja, Sean pun larut dalam kemelut hujan lalu tertidur.


🍂


🍂


🍂


Bersambung..

__ADS_1


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.


__ADS_2