CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 72 - Memastikan Sendiri


__ADS_3

"Ah... Welcome home, New York.." ucap Mika sambil menghirup udara New York pagi itu dan memejamkan matanya.


Mika baru saja tiba di bandara NY pagi itu, ia sudah didepan penthouse daddy-nya, karena Mika sedikit terlambat untuk kembali ke NY menyebabkan dirinya tidak bisa pulang bersama kedua orang tuanya. Mika pun disambut oleh daddy dan mommy-nya, tapi ada sosok yang tidak luput dari tatapan Mika.


Ya.. pria yang sedang menunggu kehadiran Mika diruang tamu, Daniel Wilson dan Mike Anderson. Mata Mika tertuju pada Mike yang entah bagaimana sudah tiba di NY, Mika tidak menyangka Mike ada di negara yang sama dengannya.


Mike yang duduk di sofa pun mulai beranjak saat Mika datang.


"Tuan Michelle, saya permisi sebentar ke kamar mandi." ucap Mike sambil pamit menundukkan kepalanya.


Mike berjalan begitu saja tanpa melirik ke arah Mika sedikitpun.


Cih.. Sebegitu tidak inginnyakah dia melihat ku? -batin Mika.


"Sweety, kenalkan ini Daniel Wilson, Daniel kenalkan ini anak tante Haura." ucap Haura.


Mika hanya menyapa ala kadarnya.


"Hai, Niel.." sapa Mika dengan tatapan malasnya itu.


"Mika.. Kenapa bersikap tidak sopan seperti itu, Sweety? bagaimanapun dia calon tunanganmu Mika." ucap Haura.


Haura sengaja menaikkan suaranya saat berbicara 'calon tunangan' agar Mike bisa mendengarnya.


Mike yang sedang minum di dapur setelah dari kamar mandi pun mencengkram gelas minumannya dengan sangat erat, hingga urat di tangannya terlihat. Mike semakin tidak tahan dengan isi obrolan mereka, ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan mengambil jaket dan membawa kunci mobil miliknya.


"Tuan.. Nyonya.. Saya permisi undur diri dulu, ada yang harus saya temui." ucap Mike sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Oh.. Baiklah Mike, berhati-hatilah dijalan." ucap Haura.


Siapa yang akan dia temui? tidak mungkin Aldi, Aldi akan menikah dua hari lagi dan masih di Indonesia. Ish.. untuk apa juga aku harus perduli dengannya. - Batin Mika.


***


Mike melajukan mobilnya menuju bar terbesar di kota NY.


"Apa kau benar-benar menyukai pria itu, Mika?" tanya Mike ke dirinya sendiri sambil menatap gelas yang ia pegang.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menyudahi semuanya, tidak ada yang perlu aku lanjutkan kembali." ucap Mike lirih.


Mike pun menyudahi acara minum-minumnya dan bergegas pergi, bukan ke penthouse milik keluarga Wiradmadja, namun ke hotel yang ia pesan untuk dirinya sendiri.


Saat Mike keluar dari area resepsionis, Mike tidak sadar bahwa hp nya tertinggal di meja respsionis tersebut, karena begitu banyak antrian respsionis tersebut baru menyadari ada ponsell tertinggal dimeja kerjanya, ia bingung ini milik siapa, wanita di respsionis itu pun menunggu panggilan telepon masuk untuk mengetahui siapa pemilik ponsel ini.


Malam pun tiba, Mika tak kunjung melihat Mike kembali ke penthouse. Mika benar-benar penasaran dibuatnya. Mika memutuskan untuk menghubungi Mike kala itu.


Telepon pun tersambung "Kau dimana Mike?" tanya Mika dengan nada sedikit kesal, tapi betapa kaget nya Mika saat ia mendengar suara wanita yang menjawab teleponnya bukan Mike.


"Hallo Madam.. " ucap wanita respsionis itu.


"Ha..Hallo.." balas Mika meragu.


"May i know who is this? because of him you are talking about leave his phone on my desk, and we can't track his room. (Dengan siapa saya berbicara? karena pria yang Anda bicarakan meninggalkan ponselnya di mejaku, dan kami tidak bisa melacak kamar pemilik hp ini.)" jelas respsionis tersebut.


Kamar? sebenarnya kamu lagi dimana si Mike. - ucap Mika dalam hati.


"Could you tell me the current location?" tanya Mika.


Resepsionis itu pun memberikan details informasi tentang posisi hotel yang sedang Mike tempati, dengan penuh amarah yang menggebu didalam hatinya, Mika mencoba mempercepat kecepatan mobilnya agar segera tiba di hotel tersebut.


Jantung Mika berdegub kencang saat tahu bahwa ini adalah nyata bukan khayalannya saja.


Ya Tuhan pria ini..


Mika lebih dibuat terkejut oleh tingkah Mike, ternyata hp Mike tidak dikunci sekali dan sekalu sentuh layar tersebut dengan mudahnya hp itu terbuka, Mika memberanikan diri untuk membuka galeri ponsel milik Mike dan semua isi galeri Mike adalah dirinya. Semua foto candid dirinyasedang tertawa, cemberut, tersenyum dan lainnya.


Lift pun terbuka tepat di lantai kamar hotel milik Mike. Mika mengumpulkan tenaga untuk membuka kamar tersebut dengan access card miliknya.


Aku tidak perduli jika pun ada wanita didalamnya, aku harus memastikannya sendiri. - Mika menghembuskan nafasnya kasar, mencoba mengontrol degupan jantungnya.


Pintu pun terbuka. Mika mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar hotel Mike, Mika menghembuskan nafasnya lega melihat bahwa memang tidak ada seorang wanita didalamnya.


Aku sudah berburuk sangka padanya.. - Mika mengelus dadanya dan tangan satunya lagi berkacak pinggang.


"Bagaimana kau bisa tahu aku disini?" Mika dibuat kaget dengar suara berat nan sexy seorang pria dibelakangnya, dan tanpa sengaja ia menjatuhkan hp Mike ke lantai untungnya lantai tersebut berkarpet tebal.

__ADS_1


Mika menengok kearah sumber suara sambil memegang dadanya reflek kaget.


"Astaga Mike! Apa kau ingin membuat ku jantungan?" tanya Mika.


Mike yang ditanya hanya menaikkan sebelah alisnya.


"Bukankah seharusnya itu kata-kata ku kepadamu?" tegas Mike.


Mika tidak bisa berfikir dengan jelas karena saat ini Mike berdiri dihadapannya hanya menggunakan kaos oblong miliknya dan sebuah boxer yang tidak mengurangi sedikitpun tingkat ketampanan Mike saat ini.


"Ah.. Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa hp mu tertinggal di resepsionis." ucap Mika terbata.


"Lalu kenapa resepsionis bisa menghubungi mu bukannya mengecek CCTV hotel ini? atau..." Mike sedikit menaruh rasa curiga pada Mika.


"Ten..Tentu saja karena..., ah sudahlah untuk apa aku harus menjelaskannya padamu? Aku sudah menyampaikan apa yang seharusnya aku sampaikan kepadamu, urusan ku sudah selesai, bye!" ucap Mika.


Saat Mika hendak melangkahkan kakinya, Mike merentangkan salah satu tangannya untuk menahan Mika pergi dari ruangannya.


"Singkirkan tangan mu, aku ingin pulang!" ucap Mika datar.


"Menetaplah..." pinta Mike.


"Apa kau gila menyuruh wanita calong tunangan orang lain untuk tidur bersama di hotel dengan mu? Sejak kapan kau menyukai milik orang lain?" serbu Mika dengan segala pertanyaan konyolnya, dan bodohnya Mike memilih untuk mengalah.


Mike tersadar akan ucapan Mika.


"Bisakah kau jawab pertanyaan ku dengan jujur, Mika?" tanya Mike datar namun tatapannya sangat membuat Mika tidak nyaman.


"Hm.." jawab Mika singkat.


"Apa kau benar-benar menyukai Daniel, pria yang diatur Daddy-mu untuk berkencan bahkan bertunangan dengan mu?" tanya Mike.


Sejujurnya Mike tidak ingin menanyakan hal gila ini ke Mika, yang mana Mika bisa saja akan sadar akan perasaanya, namun demi kepuasan segala hasrat dan fikiran yang berkecambuk dalam dirinya Mike sedikit menurunkan harga dirinya saat ini.


Bersambung...


Maafkan aku good readers, karena kesibukan yang aduhai di dunia nyata aku memundurukan jadwal up naskah ku.

__ADS_1


Thank you yang sudah setia menunggu dan baca, aku sangat menghargai itu. Jangan lupa selalu support aku agar aku semakin bersemangat up naskah untuk kalian.


Love you all, see you on next chapter..


__ADS_2