
Dita mencoba membuka perlahan matanya, ia merasa pusing, saat tangan kanannya menyentuh kepalanya ia merasa sakit, ternyata itu adalah infusan yang terpasang di tangannya.
Saat menoleh ia terkaget ada Bayu yang sedang tertidur di kursi samping tempat Dita berbaring, ia melipat tangannya di dadanya.
Kenapa dia disini?
Dita berusaha turun dari kasurnya, tapi baru saja ingin berdiri perutnya terasa sangat sakit, rintihannya membangunkan Bayu yang baru saja tidur, karena menjaga Dita semalaman. Bayu sigap menahan Dita yang hampir tumbang karena memaksakan untuk berdiri.
"Istirahatlah jika kau masih sakit, jangan menyiksa dirimu sendiri." ucap Bayu yang masih menahan tubuh Dita.
"Tidak usah sok peduli padaku." Dita menapik tangan Bayu.
"Kenapa kau keras kepala sekali? apa kau tahu kau hampir masuk rumah sakit karena kecerobohanmu menahan lapar hingga 3 hari. Istirahatlah aku akan menemanimu disini sampai kau sembuh." ucap Bayu.
"Itu bukan urusanmu, minggir!" kata Dita.
"Tentu itu urusanku sekarang, kau calon istriku, belajarlah menurut padaku selama itu untuk kebaikanmu."
"Hah! kebaikanku atau kebaikanmu? kau terlalu naif!" cibir Dita.
"Kau ingin keluar? aku akan mengabulkannya, tapi kau harus makan, jika kau masih tidak menuruti perkataanku, aku akan mengembalikanmu ke Jakarta hari ini juga." ancam Bayu.
"Kau pikir kau siapa harus aku turuti?" Dita meraih kerah baju Bayu.
"Aku calon suamimu! apa ucapanku kurang jelas, Dita?" Bayu yang tetap stay cool, ia menepis pelan tangan Dita.
Dita sangat kesal dengan Bayu, kemarin meninggalkannya sendirian sekarang datang dengan lantang mengucapkan bahwa dia adalah calon suaminya.
"Makanlah" Bayu memberikan suapannya ke mulut Dita.
Dita hanya menatap lekat Bayu, ia tidak bicara satu patah kata pun, bahkan membuka mulutnya saja enggan.
"Kau tahu, aku punya cara lain untuk menyuapimu jika kau masih saja tidak membuka mulutmu." Bayu sedang mencoba membujuk Dita untuk makan.
"Aku ingin minum." pinta Dita.
"Kau ingin minum? baiklah aku akan memberikanmu minum." ucap Bayu.
Bayu mengambil gelas yang ada di nakas dekat tempat tidur, Bayu meminumnya sambil menatap Dita, tak lama ia mengarahkan bibirnya ke bibir Dita.
Dengan bodohnya Dita malah berteriak, alhasil hal tersebut malah mempermudah Bayu untuk memberikan minuman padanya. Dita terpaksa meneguk minuman yang diberikan Bayu. Bayu pun menyudahi adegan tersebut.
"Brengsek kau Bayu! apa kau sudah gila?" Dita mengusap jejak bibir Bayu di bibirnya.
"Kau ingin aku mengulangi hal tadi? aku akan dengan senang hati mengulanginya jika kau tidak mau makan makananmu, Nona Anindita Nugroho." Bayu duduk kembali di kursi tersebut. Tangannya di arahkan ke mulut Dita.
"Masih tidak mau membuka mulutmu?" Bayu masih menahan tangannya. Dita dengan terpaksa membuka mulutnya dan melahap makanan yang Bayu berikan.
Sesuap, dua suap, hingga lima suapan sudah masuk ke dalam mulut Dita.
"Aku kenyang!" Dita membuang tatapan mukanya ke arah lain.
__ADS_1
"Baiklah, ini minum dulu. Setelah itu minum obatmu dan beristirahatlah." Bayu membuka satu per satu tablet obat yang diperuntukkan untuk Dita.
Dita mengikuti semua ucapan Bayu, setekah di rasa semua sudah selesai Bayu melangkah kan kakinya ingin keluar dari kamar Dita sejenak, namun tangan Dita menarik pelan baju Bayu, dan menunduk.
"Aku ingin pergi dari sini, tolong lepaskan aku, aku janji aku akan segera kembali Jakarta. Ku mohon jangan tinggalkan aku di villa sebesar ini sendirian, aku tidak kenal siapapun." cuma ini jalan terakhir Dita untuk bisa keluar dari sini, dengan memelas.
"Tidurlah, sore ini aku akan mengantarkanmu ke tempat yang ingin kau kunjungi, bukankah aku sudah berjanji padamu jika kau makan makananmu aku akan mengizinkanmu keluar sebentar dari sini?" Bayu mengelus kepala Dita yang masih tertunduk dihadapannya.
Bukankah tadi dia begitu galak? sekarang seperti anak kehilangan induknya. - Bayu.
Dita hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Bayu, ia mulai memposisikan dirinya untuk beristirahat agar sore ini dia sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Aku ada di ruang kerjaku, ada hal yang harus aku kerjakan sebentar, beristirahatlah. Aku akan kembali mengunjungimu jam tiga sore ini." Bayu merapikan selimut Dita. Lalu beranjak pergi.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, muncul nama si penelepon tak lain adalah Mika.
"Hay" sapa Bayu yang baru saja menutup pintu kamar Dita dan bergegas ke ruang kerjanya.
"Bay, kau di kampus?" tanya Mika.
"Aku di Villa, oia aku akan mengunjungi kalian berdua sejenak, ada yang harus aku infokan ke kalian. Aku akan kesana sore ini mungkin jam empat, apa kalian ada dirumah?" tanya Bayu.
"Ah, pas sekali kau akan kesini, aku dan Kiandra mau minta tolong diantarkan ke suatu tempat, bisakah kau mengantarkan kita berdua? maaf jika merepotkan." ucap Mika.
"Tidak perlu sungkan, baiklah aku akan ke rumah kalian sore ini. Ada lagi Mika?" tanya Bayu.
"Tidak ada Bay, thanks ya, bye bye." Mika menyudahi obrolan tersebut.
Kenapa suara Bayu sedikit aneh? tidak seperti biasanya.
Bayu masih memeriksa data keuangan Cafe miliknya. hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.
Saatnya aku membangunkan 'putri tidur' di kamarnya.
Bayu melangkahkan kakinya menuju kamar Dita, dan bergegas membuka pintu kamar tersebut.
"Argh!!!!!" teriak Dita sambil tanganny mencoba menyelamatkan tiap inchi tubuhnya yang tidak tertutupi sehelai benangpun
Bayu reflek memutar balik tubuhnya, tangan kanannya menutup mulutnya yang menganga.
(Visual Bayu Adi Wicaksono)
"Kenapa kau tidak memakai bajumu di kamar mandi?" tanyanya yang masih belum berani menoleh balik ke arah Dita.
"Kau yang kenapa! masuk ke kamar wanita tidak mengetuk pintu terlebih dahulu? Dasar pria mesum! Jangan menengok! aku masih belum selesai." Dita mencoba secepat kilat merapihkan pakaiannya.
"Apa aku sudah boleh berbalik?" tanya Bayu ragu.
"Ya Aku sudah selesai, kau bisa berbalik." ucap Dita yang masih menata rambutnya menatap cermin.
__ADS_1
(Visual Anindita Nugroho)
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Dita.
"Jangan terlalu narsis, kau tidak secantik yang ada di pikiranmu. Turunlah! kau hanya boleh membawa tasmu tapi tidak dengan kopermu." ucap Bayu.
"Cih, mulutnya berkata aku jelek, tapi hatinya mengakui bahwa aku cantik. Dasar pria!" Dita mencibirkan bibirnya.
Saat Dita turun ia melihat Bayu sedang bicara dengan supirnya.
"Saya permisi, Tuan." pamit sang supir dan dibalas anggukan Bayu.
"Kau yakin kau sanggup berjalan?" tanya Bayu khawatir.
"Kau pikir aku sudah jompo?" Dita melewati Bayu dan duduk di kursi penumpang. Bayu yang melihatnya langsung membuka kembali pintu mobil belakang.
"Kau pikir aku supirmu? pindah ke depan atau kita tidak jadi berangkat." ancam Bayu.
Dita tidak mengatakan apapun hanya bangun dan pindah posisi ke kursi depan penumpang. Bayu menutup pintu Dita dan bergegas masuk untuk berangkat.
Dua puluh menit sudah mereka memecah keramaian kota Djogja, dan akhirnya tiba di depan rumah Mika dan Kiandra.
Hah? sepertinya aku belum info dimana tempat yang akan aku tuju, kenapa dia bisa tahu ini tujuanku.
"Apa kau membuntutiku? kenapa kau bisa tahu tujuanku? padahal aku saja belum memberitahumu. Kau menyuruh orang mengorek informasi tentangku? Jawab Bay!" Dita benar-benar sudah kesal dengan pria dihadapannya ini. Bayu turun dan membukakan pintu Dita.
"Ku hitung sampai lima jika kau tidak turun bersamaku, aku akan mengantarmu kembali ke Villa." ancam Bayu.
"Kau!!" Dita mengarahkan telunjuknya ke muka Bayu.
"Argh! awas kau ya, aku akan membalasnya." Dita melotot ke arah Bayu dan langsung turun dari mobil tersebut.
"Aw" Dita menahan sakit di area perutnya.
"Berhati-hatilah kau masih sakit, Anindita." Bayu mencoba menuntun tangan Dita, karena rasa sakitnya Dita akhirnya membalas genggaman tangan Bayu. Saat Bayu memencet bell, Kiandra baru saja keluar dari pintu utama.
Kiandra syok melihat siapa yang ada dihadapannya kali ini.
"Dita?" Kiandra langsung menghampiri Dita dan memeluknya.
"Ya Tuhan, syukurlah kau baik-baik saja, kami semua mencemaskanmu."
"Ki, bisakah kau lepaskan pelukanmu? aku susah sekali bernafas." Dita yang masih bertumpu dengan tangan Bayu tak luput dari pandangan Kiandra.
"Siapa yang akan menjelaskan ini?" tunjuk Kiandra ke arah tangan mereka berdua yang sedang bergandengan.
🍂
Bersambung..
__ADS_1
Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.
See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.