
"Habis ini kita mau kemana Al?" tanya Kiandra.
"New York" ucap Aldi.
"Apa? tapi tiga hari lagi aku akan wisuda Al." ucap Kiandra.
"Hanya sebentar sayang, kita akan kembali H-1 sebelum hari wisudamu. Aku ingin menunjukkan sesuatu disana, dan memberikan Mika kesempatan untuk bertemu orang tuanya, dan menjebak Mike tentunya hahaha." ucap Aldi.
"Apa si maksudnya aku masih belum paham." ucap Kiandra.
"Kau akan tahu disana Sayang." ucap Aldi sambil memegang manja dagu Kiandra.
"Ah semoga bukan sesuatu yang buruk." ucap Kiandra.
"Tidak akan, aku jamin." jawabnya.
"I trust you." ucap Kiandra sambil mengelus punggung Aldi.
"Ah.. elusanmu membuatku ketagihan, bisakah kau mengelus yang lain, adik junior ku misalnya." ledek Aldi.
Reflek Kiandra menepuk punggung Aldi karena kesal.
"Kau ini kenapa semakin hari semakin mesum? jadi kau mempercepat pernikahan kita hanya karena urusan surga duniawi semata? bukan karena kau tulus padaku? ish... kenapa aku baru menyadarinya." ucap Kiandra kesal.
"Astaga Sayang, aku hanya bercanda. Apa perjuangan ku selama ini di Jepang belum cukup meyakinkan mu?" tanya Aldi sesekali menoleh ke Kiandra yang membuang mukanya ke arah lain, dan sesekali ia melihat ke deoan untuk fokus menyetir.
"Kau selalu saja seperti itu saat bersama ku, apa aku hanya alat pemuas mu saja nanti? bagaimana jika aku sampai hamil anak mu, apa kau akan meminta ku menggugurkannya, karena aku hanya sebatas teman sepermainanmu? batalkan saja jika itu yang sebenarnya ada di otak mu, kau memang tidak pernah bisa melupakan wanita masa lalu mu itu." entah kenapa Kiandra akhir-akhir ini selalu sensitive sekali.
Mungkin memang seharusnya mereka berdua di pingit supaya tidak meributkan hal-hal yang sepele menjelang hari pernikahan mereka.
Aldi langsung berhenti mendadak dan memarkirkannya ke pinggir jalan.
"Kau masih meragukan ku? jika Sean yang ada disini apa kau akan langsung percaya? hmmm?" tanya Aldi dengan nada kesal.
"Aku hanya mencintaimu, dan ingin menua bersamamu, menghabiskan masa tua ku dan aku hanya ingin bercinta dengan mu, aku hanya berhasrat padamu, apa itu salah? lalu apa yang kau maksud adalah aku lebih baik memiliki hasrat pada wanita lain selain istri ku sendiri? kenapa kau diam?" bentak Aldi.
Karena lelah seminggu ini, emosinya jadi tidak terkontrol. Kiandra tidak pernah dibentak siapapun, dan Aldi sekarang sedang membentaknya lagi.
Tanpa menunggu jawaban Kiandra Aldi melanjutkan perjalanan mereka menuju bandara.
__ADS_1
Air mata Kiandra lolos dari pelupuk matanya, ini kedua kalinya Kiandra di bentak Aldi. Pertama saat dulu Aldi marah dan menyuruhnya pergi jauh dari hidupnya dan Kiandra pergi ke Djogja tanpa pernah menginjakkan kakinya lagi dirumah keluarga Nugroho, hingga terakhir kali Aldi yang menjemputnya ke bandara, itu adalah pertama kalinya lagi Kiandra menginjakkan kakinya disana. Mereka selalu bertemu diluar jika Dita rindu padanya, dan sekarang Aldi membentaknya lagi karena alasan yang sama, wanita di masa lalunya Aldi.
Kau menyebalkan sekali Al.. - keluhnya dalam hati.
Mereka pun sampai di bandara, Kiandra langsung keluar tanpa basa-basi dengan Aldi.
"Arghhh, kenapa aku lepas kontrol seperti tadi, pasti Kiandra syok aku membentaknya lagi. Ya Tuhan, dia pasti sangat marah padaku sekarang." Aldi memukul setir mobil miliknya dan menempelkan keningnya disana, ia merutuki kebodohannya karena lagi-lagi ia membentak Kiandra karena orang yang sama.
Saat ini mereka berempat sudah mengudara menuju kota dimana orang tua Mika berada, New York.
Kiandra memilih untuk duduk bersama Mika dari pada Aldi. Mika mencoba untuk menahan rasa ingin tahunya kenapa sahabatnya bisa bertingkah seperti ini.
Hingga pada saat Kiandra tertidur, Mika masih bermain game kesukaannya, Aldi menghampiri Mika dan melakukan negosiasi agar Mika mau bertukar tempat dengannya, yang artinya Mika harus duduk dengan Mike.
"Big No!" ucap Mika.
"Apa kau yakin tidak ingin berdekatan dengan Mike? perjalan kita akan memakan waktu 12 jam lebih untuk ke NY." ucap Aldi.
"Tidak tertarik!" jawabnya singkat lagi.
"Ayolah apapun itu, bertukarlah dengan ku, cepat lah." rengek Aldi.
"Ya, tapi hanya satu saja." tegas Aldi.
"Belikan aku apartement disamping apartement mu di NY. Apa kau sanggup? kau pasti tahu aku sangat malas untuk tinggal bersama orang tua ku itu." ucap Mika.
"Ya, sudah sana minggir." ucap Aldi semakin kesal karena Mika tidak juga pergi dari sana.
"Yes!" ucap Mika dengan segala tingkah konyolnya.
"Aku akan berikan kuncinya setelah kau menempati posisi mu menggantikan Papa mu, Ka." ucap Aldi.
"Tidak masalah, yang penting aku bisa keluar dari mansion Papa. Selamat berjuang, Mas Bro." ledek Mika sambil menepuk punggung Aldi.
"Sial kau!" balas Aldi.
Tidak apa sejenak duduk disamping si mati rasa itu, yang penting apartement di depan mata. Ahay..- Begitulah pikirnya.
Aldi sudah disamping Kiandra yang tertidur pulas, merapihkan selimutnya dan menggenggam tangan sang kekasih, ia mencium pucuk kepala Kiandra, dan berbisik lirih "Maafkan aku Sayang, aku sungguh mencintaimu, amat sangat mencintaimu, selamat tidur My Queen." Aldi pun mencium punggung tangan Kiandra, sebagai penutup ucapan selamat tidurnya.
__ADS_1
Cih sudah coba-coba mempermainkan ku, Mika? kita lihat tanggal mainnya nanti, aku tidak sabar melihat muka syok mu itu, hahaha. - batin Aldi sambil menampilkan senyuman liciknya.
Mika mencoba duduk perlahan agar Mike tidak menyadari bahwa Mika lah yang kini disampingnya.
Mika seperti sedang pantomim, banyak gerak namun tak bersua.
Ahhhh akhirnya aku bisa selonjoran lagi - Mika.
Mike masih memejamkan matanya.
"Tidur saja masih bisa setampan ini, menyebalkan sekali. Kau tidur saja Mike sampai NY agar kau tidak tahu bahwa yang duduk saat ini adalah aku bukan Aldi." cibir Mika pelan hampir nyaris seperti berbisik.
Baru saja menempelkan punggungnya untuk bersandar, tiba-tiba Mika dikejutkan oleh tingkah Mike yang tanpa aba-aba mencium bibir Mika dan **********, Mike sudah menahannya sejak amarahnya memuncak saat Mika terus memuji Max didepannya.
Tangan kanannya memegang leher Mika, menariknya agar lebih mendekat, Mika yang tidak mampu menahan pertahanannya dan egonya setiap kali Mike menciumnya seperti ini pun pasrah.
Sial, apa mereka sedang meledekku? berciuman saja berisik sekali, katanya tidak tertarik tapi dicium saja sudah goyah, awas ya kalian berdua akan ku balas nanti. - Aldi mengutuk mereka berdua yang sedang berciuman mesra.
Mike mencoba menjeda ciumannya untuk mengambil nafas, dan mencium Mika kembali, hingga tak sadar junior Mike sudah menegang karena Mika sedikit mengeluarkan suara yang sangat menggoda imannya.
Pikiran Mike mengudara dan kembali ke bayangan waktu dirinya sekamar dengan Mika saat baru saja tiba di Jepang, mengingat pakaian Mika yang begitu menggoda hasratnya semakin membuat juniornya menegang parah.
Mike sadar dan menyudahi ciumannya, ia memejamkan matanya, bersandar pada sandaran kursi miliknya dan merutuki dirinya yang tidak kuat menahan gejolak karena suara Mika.
Si brengsek ini, sudah menaikkan gairah ku sekarang dengan seenak jidatnya menyudahi ciumannya dengan sangat tidak sopan, lihat saja akan ku buat kau tidak bisa tidur dengan tenang.
Mika memajukan sedikit tubuhnya dan memainkan jarinya di sekitar dada bidang Mike.
"Apa yang kau tahan Mike?" bisik Mika dengan suara khas manjanya itu bermaksud untuk membalas dendam pada pria yang sudah menaikkan gairahnya di malam hari yang dingin ini lalu mencampakkannya.
🖤
Bersambung..
Hai Hai makasih atas supportnya, love dan like apalagi jejak kalian disini, thank you..
yang belum like dan klik love ayo di klik dan itu gratis, tapi itu akan jadi mood booster ku untuk crazy up..
Jangan lupa mampir ke My addiction ya sambil tunggu next episod muncul.
__ADS_1
See you there and see you on next chapter sister and brother online kuh.. Love you and bye bye.. 🖤