Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
MALAIKAT PENOLONG KU


__ADS_3

Vania masi berdiri terpukau melihat rumah itu karena sulit untuk melangkah, karena masi memakai kebaya wisuda.


"Vania kamu tidak mandi?" tanya sambil melonggarkan dasinya.


"Ta tapi kan Ariya, aku tidak bawa baju ganti" sambil berjalan duduk di kasur.


Ariya kemudian menyadari sesuatu lalu mendekat duduk di dekat Vania sambil memperhatikannya. "Vania kamu sadar gak sih, kamu memakai baju kebaya terus kita berada di dalam kamar yang sama, kita itu seperti pengantin baru" ucapnya sambil terkekeh.


Vania yang mendengar perkataan Ariya, jadi malu pipinya jadi merah.


Kemudian Ariya berdiri menuju kamar mandi, sementara Vania duduk di tempatnya, "Bicara apa dia" sambil bergumam


beberapa saat kemudian, Ariya keluar dari kamar mandi, dia terlihat segar habis mandi dengan rambut basa dan handuk di lilit di pinggangnya, terlihat otot-otot Ariya yang atletis.


Vania yang duduk bersandar di tempat tidur sambil memencet hpnya, masi dengan baju kebayanya, melihat ke arah Ariya dan tatapannya pun bertemu.


Vania jadi salting sendiri melihat otot-otok Ariya, dia secepatnya mengalihkan pandanganya melihat layar hpnya.


Ariya cuma tersenyum melihat tingkah Vania, kemudian Ariya menuju lemari menggambil baju kemeja lalu mendekat ke arah Vania.


Vania yang menyadari Ariya di dekatnya secepatnya berdiri, dengan cepat Ariya menarik tangannya dan mengukungnya di atas ranjang, jarak wajah mereka tinggal beberapa inci saja.


"Cup...."


Ariya langsung m*ncium b*bir Vania cukup lama, Ariya melepaskan sebentar, dia cuma memberi jeda Vania bernafas dan melanjutkannya dengan lembut penuh kasi sayang.


Vania yang mendapat perlakuan lembut cuma membeku, dia tidak melawan tindakan Ariya.


Ariya menghentikan aksinya sambil tersenyum, "Nanti kita lanjut lagi sayang, mandi lah dulu dan pakai baju saja" sambil berdiri dan menyerahkan baju kemeja putih tadi yang di ambil di lemari. Vania mengambil baju itu dan secepatnya masuk kamar mandi.


Ariya pun sudah selesai pakai baju dan memakai kimono tidur, sementara Vania baru saja keluar kamar mandi dengan memakai kemeja Ariya, yang setengah pahanya karena tinggi Vania cuma sebahu Ariya.


Ariya mengalihkan pandanganya melihat Vania dengan kemeja putih yang tentu saja transparan karena Vania tidak memakai dalaman.

__ADS_1


Ariya menuju sofa dan mengambil minuman beralkohol di atas meja kemudian duduk di sofa dengan segelas minuman di tangannya.


"Sayang kemari lah" ucapnya.


Vania langsung mendekati Ariya, setelah sampai di depan Ariya. Ariya langsung menarik tangan Vania duduk di pangkuannya dan merangkul pinggangnya.


"Sayang minumlah ini, untuk merayakan ke lulusan kamu" sambil memberikan Vania gelas yang di pegangnya, Vania meminum seteguk kemudian Ariya menaruh gelas itu di meja.


Ariya kemudian mengambil sesuatu di kantong kimono tidurnya, terlihat kalung berlian cantik dan memberikannya kepada Vania, "Sayang kamu suka ini" sambil menatap manik mata Vania.


"Ini sangat cantik Ariya" sambil mengambil kalung di tangan Ariya.


"Kamu tau sayang aku sengaja memesan kalung ini untuk hadiah wisuda kamu "Sambil membalek kalung berlian itu yang ada inisial A&V.


Vania melihat inisial itu dan memeluk Ariya erat-erat, Ariya yang di peluk secara tiba-tiba langsung menegang begitu pula di bawa sana.


Vania melepas pelukannya, "Sayang pasangkan" rengek Vania manja.


Ariya yang mendengar kata sayang pertama kali di ucapkan Vania, pura-pura tidak mendengar "apa, tadi kamu bilang apa?".


"Gitu dong Vania, panggilnya pakai sayang, kan enak kedengaran", sambil mengambil kalung di tangan Vania dan memakaikannya dari depan dengan posisi Vania masi di pangkuannya.


"Sayang kamu tau, bagiku kamu adalah malaikat penolongku" ucap Vania sambil mencium pipi Ariya.


Perlahan-lahan Ariya mengangkat Vania ala bridal style menuju ranjang dan membaringkannya, "Vania maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak menyentuhmu" sambil menyelipkan rambut Vania di telinganya.


Vania hanya terdiam, diamnya Vania di artikan iyya oleh Ariya. Ariya mulai m*ncium Vania dan malam panjang pun di lalui bersama, karena keduanya sama-sama ahli dalam bermain membuat penyatuan keduanya sungguh luar biasa.


jam menunjukkan pukul 04: 00, dua anak manusia itu sedang berpelukan di dalam selimut dengan tubuh p*los. tapi Ariya masi terjaga, dia melihat Vania yang memeluk perutnya, "Makasih sayang kamu benar-benar luar biasa" sambil mencium kening Vania.


Tiba-tiba hp Ariya berdering, pelang-pelang Ariya mengangkat tangan Vania supaya tidak terbangun, Ariya memakai kimono tidurnya dan mengangkat hpnya.


"Apa??? benar kah harus sekarang, tidak bisa besok" ucap Ariya dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Harus sekarang tuan kalau terlambat sedikit perusahaan kita akan hancur" jawab di sebrang telpon.


"Baik lah persiapkan semuanya, saat ini juga kita berangkat" sambil menatap Vania yang terlelap.


"Vania maafkan aku, aku harus pergi "Kemudian mencium kening Vania dan meninggalkan Vania yang terlelap.


pagi pun tiba nampak sinar matahari pagi menyinari wajah Vania, Vania tersenyum tapi masi memejamkan matanya, dia membayangkan yang terjadi semalam.


Vania membuka matanya dan tidak mendapatkan Ariya di dekatnya, dia ingin berdiri tapi tubuhnya polos yang hanya di tutupi selimut.


Vania melihat kertas di sampingnya di mana Ariya tidur semalam, ternyata kertas itu adalah surat yang di tinggal Ariya semalam, Vania pun mulai membaca suratnya.


surat Ariya


*Vania sayang aku minta maaf, karena meninggalkan kamu tampa membangunkan mu terlebih dahulu. Sungguh ini di luar kendaliku, perusahaan pusat di luar negri terjadi masalah, jadi aku yang harus langsung menanganinya secepatnya.


sayang tunggu aku kembali, meski aku tidak tau kapan itu waktunya. Seperti yang kukatakan sebelumnya cuma Vania lestari yang ada di hati Ariya wiraguna*.


"Hiks...hiks...hiks..." tangis Vania pecah sambil memegang erat kalung pemberian Ariya semalam.


"Kenapa Ariya kamu pergi di saat aku sudah bisa menerima semuanya" tuturnya dengan meremas selimutnya.


"Vania kamu harus kuat, kamu sudah tau sebelumnya kalau semua ini akan terjadi" ucap Vania menguatkan dirinya.


8 TAHUN KEMUDIAN


Setelah 8 tahun berlalu, sekarang Vania lestari benar-benar sudah sukses menjadi sekertaris hebat. Bahkan bila nama Vania lestari di sebut di kalangan petinggi-petinggi perusahaan, pastinya tidak asing lagi. Vania terkenal dengan gayanya yang anggun dan kepintarannya mengurus pekerjaan bisa di kendalikan oleh Vania.


Sudah banyak petinggi-petinggi perusahaan yang ingin melamarnya, tapi semua di tolak Vania. Padahal usia Vania sudah menginjak kepala tiga, usia yang sangat matang untuk menikah. Entahlah Vania masi betah dengan status singlenya.


Sekarang Ariya wiraguna sudah menjadi pengusaha yang benar-benar di takuti di kalangan pebisnis. 8 tahun di luar negri, memberinya banyak pengalaman kerja, di usianya yang sangat matang 35 tahun membuat di segani kologen-kologennya. Bahkan sekarang mamahnya(Renata) tidak bisa lagi mengendalikan Ariya.


Kepribadian Ariya sekarang lebih dingin dari 8 tahun yang lalu, sekarang bila nama Ariya wiraguna di sebut semuanya akan takut, karena kekuasaan Ariya sekarang sangat besar. Ariya terkenal dengan sikap tegasnya dengan mudah semua kendali ada di tangannya.

__ADS_1


Di pagi hari, Vania sedang berada di apartemen mewahnya. Sekarang Vania bisa membeli apartemen mewah karena gajinya yang bisa di bilang mahal, Vania bekerja di PT. PRAKASA GROUP sudah di percaya menangani proyek-proyek penting perusahaan


Vania sedang duduk di depan lemari hias, sedang memoles wajahnya dengan bedak, dia sedang bersiap-siap pergi ke kantor, lalu melirik kalung pemberian Ariya di atas meja. Kemudian Vania memakainya dan melihat dirinya di cermin, "Ariya kamu adalah malaikat penolongku dan juga penghancur hatiku" ucap Vania sambil memasukkan kalungnya di dalam bajunya.


__ADS_2