
Hari pernikahan telah tiba, Vania sedang di makeup oleh perias di depan cermin dalam kamar pengantin, yang sangat cantik sudah di dekor segala macam rupa.
Tidak lama kemudian perias sudah selesai memakeup Vania, Vania terlihat sangat cantik dengan baju pengantin warna putih.
makeup Vania tidak terlalu tebal tapi di buat sealami mungkin, tapi memancarkan aura yang sangat cantik di tambah baju pengantin yang sangat mewah.
Tiba-tiba Elina masuk di kamar Vania, "Wow Vania kamu sangat cantik" ucap Elina.
"Elin, tapi gue dedeh kan nih" ucap Vania.
"Sekarang kamu rileks, jangan tegang tarik nafas hembuskan perlahan" suruh Elina.
Vania pun memperaktekkan apa yang di katakan Elina, "Makasih yah Elina" ucap Vania.
"Vania gue yakin kalau pak Ariya ngeliat elo sangat cantik, pasti dia gak akan lepasin kamu semalaman" ledek Elina.
"Iih apaan sih" ucap Vania sambil tersenyum.
Sementara di luar, acara outdoor sudah di hias sangat cantik, bunga-bunga yang di pakai untuk acara semuanya bunga asli jadi tercium lah aroma bunga yang segala macam rupa.
Nampak lah Ariya yang gagah yang memancarkan aura pengantin, sedang duduk menanti Vania. dan tamu-tamu undangan semuanya sudah datang menunggu acara di mulai.
Dari arah belakang muncul lah Vania di dampingi Selin anaknya Elina, sedang menuju ke tempat Ariya berada.
Ariya melihat calon istrinya itu, tampa berkedip. Ariya sangat terpesona dengan kecantikan Vania yang di balut baju pengantin.
Acara pernikahan telah selesai Ariya dan Vania sudah resmi menjadi suami istri.
Acara lempar bunga pengantin di mulai, Ariya dan Vania memegang buket bunga kemudian melemparkan kebelakang.
semua orang berteriak "Cium...cium... cium..."
Ariya tidak menunggu lama langsung memegang tengkuk leher istrinya dan ********** bibir Vania dengan lembut.
Kemudian Ariya dan Vania berhamburan bersama tamu undangan, tamu kali ini tidak terlalu banyak karena yang di undang cuma keluarga dan sahabat saja. Karena Ariya berencana akan menggelar pesta resepsi di hotel wiraguna group untuk mengundang pegawainya dan kolagen-kolagen bisnisnya.
__ADS_1
Ariya dan Vania sedang bersama Renata, "Pokoknya kalian berdua harus kerja keras, memberikan mamah cucu secepatnya" ucap Renata ke pada sepasang pengantin baru itu.
"Tenang saja mah, lihat saja ke kejantanan putramu ini, pasti akan memberi cucu secepatnya" sambung Ariya. Sedangkan Vania cuma tersenyum malu.
Revan dan Elina mendekati pengantin baru itu, "Selamat yah pak Ariya atas pernikahannya" ucap Revan, "Selamat juga untukmu Vania akhirnya kamu menikah, kirain kamu akan jadi jomblo seumur hidup" sambung Revan.
"Terima kasi pak Revan dan buk Elina, sudah hadir di pernikahan kami" ucap Ariya.
Vania kemudian menggandeng lengan Ariya, "Sayang belain masa aku di kira akan jomblo seumur hidup".
Ariya cuma tersenyum, sambil mengusap tangan Vania di lengannya.
"Pak Ariya aku serius dengan ucapan ku, soalnya sudah banyak pria yang ku kenalkan dengannya selalu Vania tolak" timpal Revan.
"Karena sejatinya Vania itu selalu menunggu aku" ucap Ariya dengan pedenya. dan keempatnya tertawa bersama.
Senja pun telah tiba, acara sudah selesai dan awak media sedang mewawancarai mereka berdua. Mereka para media meliput pernikahan CEO wiraguna group dengan sekertaris ternama dari prakasa group.
Acara tanya jawab sudah selesai. Sekarang Vania sedang ada di kamar pengantinnya, dia sedang berada di depan cermin, "Vania kamu tidak mimpikan sekarang kamu sudah jadi istrinya Ariya wiraguna" ucap Vania pada dirinya sendiri.
"Kamu tau sayang aku sangat merindukanmu, kita cuma bertemu tiga hari sebelum pernikahan" sambil mencium leher Vania.
"Sayang kamu mandi dulu" ucap Vania
"Kalau begitu kita mandi bareng" bisik Ariya di telinga Vania.
Vania lalu menunduk dan berhenti melihat Ariya di cermin.
Perlahan-lahan Ariya melepas res baju Vani dari belakang dan tatapannya masi melihat Vania di cermin yang masi menunduk. Sekarang baju Vania sudah terlepas.
Kemudian Ariya menggendong Vania ala bridal style, masuk dalam kamar mandi dam memasukkannya di dalam bathtup yang penuh dengan kelopak mawar merah dan putih.
Selanjutnya Ariya juga sudah polos dan tentunya juga ada yang tegak. karena Vania berpengalaman dia langsung menangkap dengan mulutnya sesuatu yang tegak itu.
Itulah cara Vania yang berpengalaman dan agresif yang membuat Ariya tergila-gila padanya. Ariya kemudian membalekkan Vania dan mereka sama-sama melakukan pelepasan.
__ADS_1
Cukup lama pengantin baru itu berada di kamar mandi dan kembali terdengar suara d*sahan dari dalam, pada akhirnya pelepasan keduanya terjadi lagi.
Dua jam pun berlalu baru lah kedua pengantin baru itu menyelesaikan ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi bersama dan memakai kimono mandi.
Ariya sedang bersandar di sofa dan Vania sedang duduk di depan cermin mengeringkan rambutnya dengan memakai lingerie. Ariya melihatnya, "Sayang baring di sini" sambil menepuk pahanya.
Vania kemudian berjalan ke arah Ariya dan langsung berbaring di paha Ariya, sambil melihat Ariya.
Ariya kemudian meraba perut Vania, "Sayang semoga secepatnya Ariya junior akan segera hadir di sini perut kamu" sambil mencium jidat Vania.
"Sayang mungkin aku adalah wanita paling-paling beruntung di dunia ini, mendapatkan laki-laki yang benar-benar tulus menyayangiku" ungkap Vania.
"Tidak sayang aku yang beruntung mendapatkan kamu" timpal Ariya.
Sekarang ke dua pengantin baru itu sedang berbaring di ranjang pengantinnya dan Ariya membisik di telinga Vania, "Bagai mana kalau kita melakukanya lagi, supaya secepatnya menghasilkan Ariya junior" kemudian mengukung Vania di bawanya.
Malam panjang pun di lalui oleh pengantin baru itu, karena semua sama-sama lelah karena pertempuran panjang dan kemudian terlelap di dalam selimut ke adaan polos.
********
Sepekan telah berlalu setelah acara pernikahan Ariya dan Vania, waktunya mengelar perta resepsi mewah di hotel Wiraguna group.
Sekarang suasana hotel sudah sangat ramai di penuhi tamu undangan berbagai macam kalangan mulai dari VIP sampai rakyat biasa.
Tambah di meriahkan oleh berbagai media yang meliput pernikahan termewah tahun ini.
Waktu yang di tunggu telah tiba Ariya dan Vania sudah berjalan memasuki area pesta, dengan Vania menggandeng tangan Ariya.
Kali ini Vania sangat-sangat terlihat cantik karena mengambil tema pesta internasional.
Semua mata tertuju padanya dan semua mengagumi kecantikan Vania dan ketampanan CEO wiraguna, semua orang berkata pasangan yang serasi.
Tibalah kedua pengantin itu di tempat kue pernikahan dan acara pun dimulai dengan memotong kue pengantin, lalu saling menyuapi kue pengantin.
Acara pun berlangsung meriah malam itu, seluruh penjuru kota sudah mengetahui pernikahan CEO wiraguna yang di tunggu-tunggu para khalayak ramai.
__ADS_1