
Elena sedang memperhatikan tubuhnya di cermin, tentu terlihat sangat seksi karena dia seorang model.
"Aku seorang model terkenal dan selalu di kagumi oleh para pria, Tapi kenapa kak Andra tidak ingin memperjuangkan diriku" ucap Elena pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba HPnya berbunyi lalu Elena membacanya.
"Buka jendela sekarang" ternyata isi pesan Andra.
Elena segera membuka jendelanya dan terlihat Andra berdiri di samping motornya, sambil melambaikan tangan pada Elena.
Elena tersenyum dan segera berlari turun menemui Andra, Setelah sampai di bawa Elena langsung memeluk pinggang Andra sangat erat.
"Aku kangen sayang" ucap Elena pelan.
"Maafkan aku sayang, sekarang aku baru sadar kalau kamu tidak menginginkan perjodohan itu" bisik Andra.
"Kamu tau sayang, aku sangat sedih saat kamu meragukan perasaanku" ucap Elena manja.
"Ya sudah sekarang aku hibur" sambil melepaskan pelukannya dan merangkul Elena masuk.
Setelah sampai di dalam, keduanya berhenti di ruang tengah, tapi parah pelayan melihatnya berbeda, karena baru pertama kali melihat kedua sahabat itu terlihat sangat mesra.
"Sayang kita ke kamarku saja yah, aku tidak ingin parah pelayang berfikir yang tidak-tidak" ucap Elena masi memeluk pinggang Andra.
Andra kemudian duduk di sofa dan menarik Elena duduk di pangkuannya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Elena.
"Sayang kalau kita ke kamar, mereka akan berfikir yang lebih macam-macam" ucap Andra.
Para pelayang yang melihat kemesraan mereka langsung membuang pandangannya ke sembarang arah dan berpura-pura tidak melihatnya.
"Kita ke kamar saja" aja Elena.
"Jangan memasukkan pria dewasa pada kamar, resikonya banyak" ucap Andra.
"Tapi kan kita sering berduaan di basecamp, dan itu biasa saja" sambung Elena masi di pangkuan Andra.
"Saat itu kan lain cerita kita bukan sepasang kekasih" jelas Andra.
"Loh apa salahnya, sepasang kekasih kan bisa melakukan apa saja" protes Elena.
"Kamu menantang aku yah Elen" sambil menggelitik Elena, membuat Elena berlari naik kamarnya, dan di ikuti Andra.
__ADS_1
"Jangan lari kamu" terik Andra sambil mengejar Elena. Andra akhirnya menangkap Elena dan keduanya terjatuh di atas ranjang.
"Hentikan kan kak Andra" ucap Elena di sela tawanya.
Andra langsung berhenti karena menyadari, bahwa Elena berada di bawanya dan jarak antara mereka sangat intim, tapi Andra tidak segera berdiri.
"Sayang percayalah aku akan memperjuangkan mu" ucap Andra dengan menatap Elena tampa berkedip sambil menyelipkan rambut Elena di telinganya yang berantakan.
"Aku percaya dengan kak Arvan, tapi turun dulu kan berat" ucap Elena.
Arvan tersenyum lalu turun dari tubuh Elena dan berbaring terlentang di sampingnya.
"Arvan juga sudah menemui ku" ungkap Elena sambil memutar tubuh nya tengkurap di samping Andra.
"Jadi dia bilang apa" tanya Andra santai
"Awalnya di berfikir kalau aku masi menginginkan nya, tapi aku katakan saja tentang hubungan kita" sambung Elena.
"Ya sudah aku pulang dulu, tunggu saja aku akan memberi kejutan" ucap Andra kemudian mengendarai motornya meninggalkan kediaman Revan prakasa.
Andra kemudian pulang kerumahnya dan melakukan aktifitas fitnes, terlihatlah otot-otot Andra yang atletis.
"Selamat sore tuan mudah Andra" ucap Yuda dengan hormat.
"Pak Yuda katakan pada papah, kalau besok aku akan ke kantor" ucap Andra, membuat Yuda sangat terkejut.
"Baik tuan mudah, akan saya persiapkan kedatangan anda" ucap Yuda sambil menunduk hormat.
Andra menghentikan aktifitasnya, "Pak Yuda penyambutan ku jangan terlalu berlebihan" ucapnya santai sambil mengusap keringatnya.
"Baik tuan mudah Andra, saya permisi dulu" ucap Yuda sambil menunduk hormat pergi.
*******
Keesokan harinya berita bahwa Andra wiraguna akan datang di perusahaan wiraguna group, telah tersebar di khalayak ramai termasuk petinggi-petinggi perusahaan dan juga para pegawai.
Saat ini perusahaan wiraguna group sedang sibuk mempersiapkan, penyambutan kedatangan calon pewaris wiraguna group, sementara di luar gedung sudah ada awak media menuggu kedatangan Andra wiraguna.
Sementara itu Arvan sedang berada di ruangannya, dan Yuda sedang berdiri di sampingnya.
"Tuan mudah Arvan, apa anda baik-baik saja?" tanya Yuda yang melihat tuan mudanya diam saja.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa pak Yuda" jawabnya dengan menatap lurus ke depan sambil memutar-mutar pulpen di tangannya.
Di tempat yang berbeda Andra melepas jaket jens yang sudah menjadi karakter Andra wiraguna dan merapikan rambutnya ke atas hingga terlihat rapi.
Andra kemudian memilih baju, celana dan dasi yang akan dikenakan hari ini, di dalam lemari yang sudah tersedia berbagai macan warna dengan model yang hampir sama.
Sekarang Andra benar-benar sudah rapi dengan style jas yang rapi, yang 180% berbeda dengan penampilan kesehariannya.
Kita beralih ke perusahaan wiraguna group di sana masi terlihat sibuk, beberapa pegawai membicarakan kedatangan tiba-tiba dari pewaris wiraguna group yang tidak pernah datang ke perusahaan sebelumnya.
Dari arah luar datang mobil yang membawa Andra wiraguna, dan segera di sambut Ariya dan Arvan dari dalam dan juga Yuda yang berdiri di depan para bodyguard.
Sopir pun membuka pintu mobil untuk Andra, Andra kemudian turun dari mobi mewah dan di kawal dua orang bodyguard, dengan sangat berwibawa layaknya seorang waris. Dan kamera tidak pernah berhenti memotretnya.
Andra mendekati papah dan Adiknya yang sudah menunggunya dan beberapa petinggi perusahaan.
"Selamat datang putraku" ucap Ariya dengan tegas.
"Selamat datang kak Andra" di susul ucapan Arvan.
"Senang bisa datang di perusahan wiraguna group" balas Andra sambil tersenyum rama.
Kemudian semuanya naik ke atas dan setelah kepergian mereka, para pegawai membicarakan tentang kehadiran pewaris yang sudah di tunggu-tunggu.
"Hai kalian harus tau, pasti hari ini dan kedepannya akan terjadi ketegangan di perusahaan ini" ucap salah satu pegawai.
"Kenapa bisa?" tanya pegawai yang lain.
"Kalian tau sendiri kan, tuan mudah Arvan sangat berpengaruh di perusahaan dan keputusan yang dia ambil terbukti akan memajukan wiraguna group lebih modern" sambung yang lain.
"Benar sekali, apalagi tuan mudah Arvan sangat disegani oleh petinggi-petinggi perusahaan dan tuan Ariya sangat membanggakan putra keduanya itu" ucap yang lain
"Dan tiba-tiba, datang seorang pewaris yang lebih berkuasa, pasti akan ada perang saudara" sambung yang lain.
"Hemmm" suara Yuda dari belakang.
Para pegawai yang sedang bergosip langsung kaget dan terdiam, mereka pun segera kembali bekerja.
"Dengar kalian semua, kalau masi ada yang berasumsi, yang tidak-tidak, kalian semua siap meninggalkan perusahaan" peringatan Yuda dengan tegas.
"Siap pak" ucap serentak pada pegawai yang berada di sana, kemudian semuanya langsung bekerja dengan serius. Yuda pun segera meniggalkan tempat itu.
__ADS_1