Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
OKE SAYANG


__ADS_3

Sepekan telah berlalu setelah gosip itu beredar, tapi gosip perselingkuhan CEO wiraguna group masi trending satu di berbagai sosial media.


Di perusahan wiraguna group, Ariya sedang duduk di kursi kebesarannya dan Yuda yang berdiri di sampingnya, "Yuda persiapkan semuanya, waktunya kita harus klarifikasi, kita harus konferensi pers" ucap Ariya dengan melihat berita di berbagai sosial media.


"Baik tuan, saya permisi" jawab Yuda menunduk hormat pergi.


Setelah kepergian Yuda, Ariya mengambil hpnya dan menghubungi Vania, "Sayang katakan pada Meli untuk bersiap, waktunya kita klarifikasi dan aku tunggu kalian di hotel wiraguna group" ucap Ariya.


"Oke sayang" jawab Vania di sebrang telpon.


Vania sedang duduk di ranjangnya, dia masi memegang hpnya setelah bicara dengan Ariya, "Meli di mana yah" gumam Vania dan berdiri keluar kamarnya mencari Meli.


Setelah di bawa, Vania bertanya kepada salah satu pelayang, "Kamu melihat Meli?".


"Iya nyonya, nona Meli sedang ada di dapur" jawab pelayang itu dengan sopan.


Vania pun segera menuju dapur, benar saja Meli sedang bercengkrama dengan para pelayang yang memang dari awal Meli tinggal di situ sudah akrab, melihat ke datangan Vania para pelayang pun segera pergi.


"Permisi nyonya" ucap salah satu pelayang, kemudian semuanya meninggalkan tempat itu.


Tinggal lah Meli, "Kak Vania ada perlu apa?" tanya Meli.


"Bersiaplah Meli, waktunya kita klarifikasi" jawab Vania.


Meli tidak langsung menjawab, dia berjalan duduk di kursi meja makan, di susul Vania yang duduk di sampingnya sambil memperhatikan wajah Meli yang terlihat sedih.

__ADS_1


Meli mulai bicara, "Kak Vania, apa sebaiknya kita diam saja".


"maksud kamu Mel?" tanya Vania heran.


"Gini kak, bukanya kak Vania pernah bilang kalau kak Ariya tidak mencintai aku selama pernikahan ini berlangsung, aku bisa memutuskan masa depanku kelak, jadi aku lebih baik jadi bayangan yang tidak terlihat" terang Meli panjang lebar.


Vania berdiri dari duduknya, "Kamu yakin Ariya tidak akan mencintai kamu?" tanya Vania.


Meli juga ikut berdiri, "Maksud kak Vania apa" tanya balik Meli.


"Aku paling mengenal suami aku, salah lebih tepatnya suami kita, dia tidak pernah memperlakukan wanita istimewa, jika wanita itu bukan lah istimewa" ucap Vania dengan mata berkaca-kaca.


Meli tidak menjawab, dia membayangkan perlakuan istimewa Ariya padanya.


"Dokter juga mengatakan, Ariya sangat butuh keturunan tapi di disisi lain, jiwa Ariya terhubung denganku" ucap Vania lagi.


"Aku yakin Ariya melakukan sesuatu, Mel dengar baik-baik aku sangat mencintai Ariya wiraguna, kebahagian Ariya adalah kebahagiaanku juga, jika kalian nantinya punya anak dan Ariya bahagia, aku pastikan padamu kalau aku akan mundur perlahan" ungkap Vani.


"Kak Vania, sejujurnya aku sudah merencanakan sesuatu jika nanti aku punya anak, aku akan memberikan padamu dan aku akan menata kembali masa depanku" ucap Meli dengan nada renda.


"Mel kamu mengatakan itu karena belum mempunyai anak, bersiaplah karena apa yang di inginkan Ariya tidak bisa di tentang" ucap Vania sambil memegang bahu Mali dan berlalu meninggalkannya.


Di hotel wiraguna group, Ariya sedang duduk di depan meja panjang untuk konferensi pers live, begitu banyak media yang datang dan sudah memenuhi ruangan tersebut.


para awak media tidak berani bertanya kapan acara di mulai, apa lagi di samping Ariya berdiri beberapa bodyguard.

__ADS_1


Ariya mulai bicara, media mulai menyalakan kamera live, "Kalian pasti bertanya-tanya kapan wawancara ini di mulai, iya aku jawab, karena berita yang beredar melibatkan tiga orang jadi tidak adil rasanya kalau ketiganya tidak kita hadirkan" ucap Ariya dengan wibawanya dan tatapan tajamnya.


Dari arah luar tibalah Vania dan Meli yang berbincang akrab di dampingi dua bodyguard, penampilan Vania sangat cantik dan anggun bak wanita dewasa, dan Meli juga sangat cantik dengan gaya remaja selayak usianya, mereka terlihat seperti kakak dan adik.


Tentu mengundang perhatian orang dan kamera langsung menyorot kedatangan mereka, juga kamera tidak pernah berhenti memotretnya.


Vania dan Meli berjalan di tengah wartawan, kamera tidak berhenti menyorotinya, mereka menuju ke meja panjang di mana Ariya berada.


Ariya melihat kedatangan istrinya datang langsung berdiri sambil tersenyum, Ariya pertama menyambut Vania dan memeluk pinggangnya mesra sambil mencium ke dua pipinya, kemudian memberi jalan Vania untuk duduk di sebelah kanannya, tentu kamera masi menyorotinya.


Semua orang penasaran bagaimana perlakuan Ariya wiraguna pada wanita yang di isukan berselingkuh dengannya, begitu pun yang menyaksikan live tersebut.


Kemudian Ariya menuju arah Meli dan mengusap lembut pucuk rambut istrinya dan perlahan mencium keningnya, Meli yang mendapat perlakuan lembut di depan umum membulatkan matanya kaget, dia tidak menyangka Ariya akan bersikap seperti itu padanya yang status nya istri sirih.


Kamera menyoroti bagaimana ekspresi Vania, melihat suaminya mesra dengan di depan matanya, tentu Vania tidak kaget karena dia tau betul watak suaminya, dia terlihat tersenyum manis di depan kamera.


Setelah mendudukkan Meli di sebelah kirinya, Ariya memperbaiki jasnya dan mulai bicara, "Hem... selamat sore, perhatian semuanya terutama para media yang akhir-akhir ini membuat berita tidak jelas kebenaranya. Karena kami bertiga sudah ada di sini, kami akan mengklarifikasi semuanya".


Ariya kemudian menatap ke arah Vania dan di balas anggukan pelan oleh Vania, Ariya kembali mengarah ke kamera, "Kalian tentu tau siapa yang ada di sebelah kanan saya, dia wanita yang hebat dan aku sangat mencintainya" ucap Ariya lalu memeluk Vania dan mencium pipih nya.


Ariya melanjutkan ucapannya, "Dan wanita di sebelah kiri saya, yang di isukan sebagai selingkuhan saya, dia adalah" Ariya men jeda ucapanya, "Dia juga istri saya" sambil menatap Meli, Meli yang merasa di tatap mengangkat wajahnya yang dari tadi menunduk, lalu tersenyum melihat kamera.


Ariya kemudian melirik Yuda yang berdiri di sampingnya, Yuda mengerti dan memberikan buku pernikahan ke pada Ariya, Ariya mengambil dan kembali melihat kamera "baik saya akan melanjutkan penjelasannya" Masi menatap meli yang juga menatapnya, "Dia adalah istri kedua saya yang sah di mata hukum, namanya Meli" ucap Ariya sambil memperlihatkan buku pernikahan yang baru saja di berikan Yuda.


Semua media serentak memotret buku pernikahan tersebut , dan salah satu wartawan ternama bertanya, "bagai mana tanggapan nyonya Vania melihat semua ini".

__ADS_1


"Oke waktunya saya bicara dan menjelaskan semuanya, baik yang menonton tayangan ini. Apa yang kalian lihat saat ini bukanlah sandi wara," ucap Vania.


"Bagaimana bisa seorang wanita bisa menerima orang ke tiga dalam pernikahan?" tanya kembali wartawan.


__ADS_2