Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
KAMU SIAPA


__ADS_3

Vania sekarang mengendarai mobilnya pulang, dia membayangkan kata-kata dokter Susan tentang kesehatan Ariya dan membayangkan juga kata-kata Ariya yang selalu di ucapkan untuk berada terus di sisinya.


Vania memutar arah mobilnya menuju rumah Ariya, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampailah mobil Vania di depan gerbang, melihat mobil Vania penjaga secepatnya membuka pintu gerbang dan Vania langsung masuk.


Ariya sedang di kamarnya, ke adaan nya begitu berantakan dan segelas whisky di tangannya.


Sementara Vania sedang berlari naik kamarnya, setelah sampai di atas Vania memperlambat jalanya, dengan mata berkaca-kaca dia melihat beberapa bodyguord yang menjaga di depan kamar.


Setelah bodyguord itu melihat istri tuanya datang, langsung saja membukakan pintu, pelan-pelan Vania masuk di kamarnya.


Vania melihat sendiri ke adaan Ariya, Vania mendekat dengan langka gontai, "Ariya" panggil Vania dengan nada sendu.


Ariya yang mendengar suara Vania langsung mengangkat wajahnya dengan mata berkaca-kaca, "Vania kamu di sini?" ucapnya.


Vania melangkah sangat pelan menuju Ariya, sebaliknya Ariya juga berdiri mendekati Vania dan langsung memeluknya dengan erat.


Ariya menyembunyikan wajahnya di leher Vania, "Sayang jangan tinggalkan aku lagi" pinta Ariya di sela tangisnya.


Vania melepas pelukan Ariya dan memegang rahang Ariya dengan ke dua tangannya, "Iya aku janji sayang tidak akan meninggalkan kamu lagi" Ucap Vania sambil menangis.


Vania masi melihat netra mata Ariya dan begitu pula sebaliknya, pelan-pelan Vania berjinjit dan mendekatkan bibirnya, di bibir Ariya. Selanjutnya Vania mencium bibir Ariya dengan lembut.


Mendapat perlakuan lembut dari Vania, netra Ariya perlahan-lahan kembali normal dan menangkap leher Vania sambil ******* b*bir Vania dengan agresif membuat Vania mundur kebelakang hingga terjatuh di ranjang.


Dengan cepat Ariya melepas semua pakaiannya dan menyerang Vania di atas ranjang dengan agresif, aksi Ariya cukup lama membuat Vania tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Sekarang tubuh Vania juga ikut p*los, penyatuan pun di lakukan keduanya untuk melepas rindu mereka karena beberapa hari ini tidak bertemu.


Teriakan-teriakan manja pun terdengar dari luar kamar, cukup lama penyatuan itu berlangsung, pada akhirnya mereka melakukan pelepasan.


Ariya dan Vania baru saja selesai mandi, kini Ariya sudah terlihat segar, penampilannya sudah terlihat normal dan rapi.


Ariya menarik istrinya duduk di pangkuannya, sambil tangannya merangkul pinggang Vania, "Jangan pernah berfikir untuk meniggalkan aku lagi Vania lestari" ucap Ariya dengan menatap manik mata Vania.


"Aku janji sayang" jawabnya sambil mengangguk.


*********


Beberapa bulan telah berlalu, semuanya kembali normal, rumah tangga Ariya dan Vania makin bahagia.

__ADS_1


Seperti pagi itu Ariya dan Vania sedang sarapan, Vania menggenggam tangan Ariya, "Sayang aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Vania.


"Apa sayang? katakan saja" sambil mengelus rambut Vania.


"Hari ini aku ingin ke rumah mamah" pinta Vania.


"Untuk apa Vania, mamah akan melukai hati kamu lagi" ucap Ariya.


"Tidak sayang, apa yang di katakan mamah itu tidak ada yang salah, saat itu aku terlalu emosional" ucap Vania.


"Maksud kamu apa Vania" tanya Ariya sambil minum air dengan tidak melihat Vania.


"Mamah benar, kamu harus segera punya pewaris" jawab Vania dengan nada rendah.


"Tidak Vania, aku tidak akan menerima wanita lain dalam hidupku" ucap Ariya dengan tegas.


Vania memeluk Ariya sambil berkata, "Apapun yang terjadi ke depannya aku akan janji, tidak akan meninggalkanmu".


"Ya sudah terserah kamu, aku ke kantor dulu yah sayang" sambil mencium kening Vania.


Setelah kepergian Ariya, Vania menyuruh sopir untuk mengantarnya ke rumah keluarga wiraguna.


"Nyonya ada?" tanya Vania.


"Ada nyonya, nyonya besar di belakang sedang ada di taman" jawab pelayang.


Vania masuk dan mencari mertuanya di taman, "Selamat siang mah" ucap Vania saat melihat Renata.


Renata menoleh, "Vania kamu yang datang?".


"Iya mah, ini kue untuk mamah" sambil duduk di samping mertuanya.


Renata membuka bingkisan yang di bawa Vania, "Ini kue kesukaan mamah" ucap Renata.


"terima kasih yah Vania dan maafkan mamah karena terlalu keras padamu" ucap Renata lagi.


"Mama tidak salah, waktu itu aku yang terlalu emosional" ucap Vania.


"Yah sudah sayang, kita makan kuenya" dan pelayang mempersiapkan piring kemudian mereka memakannya.

__ADS_1


Vania mulai bicara, "Mah sebenarnya kedatangan aku ke sini, untuk membahas wanita yang akan menjadi ibu dari anak Ariya" ucap Vania dengan enteng sambil memakan kuenya.


Renata kemudian terbatuk-batuk, Vania memberi air secepatnya, "Mah hati-hati".


"Kamu serius apa yang kamu ucapkan Vania" ucap Renata.


"Iya mah aku serius, aku gak mungkin egois mah. Ariya itu adalah malaikat penolongku, kalau bukan karena Ariya aku mungkin masi........"


Ucapan Vania terpotong karena Renata tiba-tiba memeluknya, "Vania sudahlah yang berlalu biar lah berlalu, sekarang kamu adalah wanita terhormat" Ucap Renata menenangkan Vania.


"Makasih mah" ucap Vania.


"Kita harus pelan-pelan mencari wanita itu" sambung Renata.


"Iya mah" jawab Vania sambil tersenyum, meski dalam lubuk hatinya paling dalam dia sangat sedih.


Setelah ngobrol cukup lama akhirnya Vania pulang ke rumahnya.


*********


Di sebuah hotel ada seorang wanita di kejar-kejar preman, wanita itu berada di parkiran hotel. Wanita tersebut masuk di salah satu mobil untuk bersembunyi.


Ternyata mobil yang di naikin wanita tersebut adalah mobil Ariya, Ariya dan sopirnya masuk ke dalam mobil.


Ariya melihat wanita itu menutup wajahnya dengan tangan, "Kamu siapa" tanya Ariya.


Mendengar ada suara, wanita itu membuka matanya, "Tolong aku tuan, aku di kejar-kejar preman" dengan suara hampir menangis.


Ariya memperhatikan penampilan wanita itu, penampilan wanita itu sangat seksi, ariya kemudian membuka jasnya dan memakaikan ke pada wanita itu, "Kalau begitu turunlah karena aku ingin pulang" ucap Ariya dengan nada dingin.


"Tuan tolong aku, aku janji akan membalasnya kalau tidak hidupku akan hancur" ucap wanita itu sambil menangis.


Ariya tidak melihat wanita itu, "Pak jalan" ucapnya sama sopirnya.


Tidak lama kemudian mobil melaju pergi, Ariya melirik wanita di sampingnya yang duduk memeluk lututnya dengan ekspresi ketakutan, "sepertinya dia masi mudah" batin Ariya.


Entah angin apa yang membuat Ariya membawa wanita itu ke rumahnya. Sampailah mobil Ariya di depan rumahnya, Ariya turun dari mobil dan wanita itu berdiri di sampingnya.


Wanita itu mengagumi rumah Ariya yang benar-benar mewah, "Ayo masuk " ajak Ariya pada wanita itu kemudian wanita itu berjalan di belakang Ariya.

__ADS_1


Vania menyambut kedatangan suaminya dan matanya tertuju pada wanita yang di bawa Ariya, "siap wanita itu" gumam Vania.


__ADS_2