Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
SEKARANG VANIAKU SUDAH KEMBALI


__ADS_3

Hari ini Vania cuti, mengendari mobilnya menuju wiraguna group. tapi kali ini kali tidak memakai baju sekertaris, melainkan baju dress di atas lutut dan rambut di gerai menampilkan gaya feminim yang imut nampak masi usia 25 tahun.


Vania turun dari mobil dan melepas kaca mata hitamnya, semua mata tertuju padanya karena penampilan yang berbeda dan aura kecantikan yang memancar karena sekarang sedang bahagia, tidak seperti jika menjadi sekertaris wajah Vania sangat kaku.


salah satu pegawai bertanya pada temanya, "Itu ibu Vania kan perwakilan dari prakasa group?". "Iya benar dia cantik banget", timpal yang lainya dan semuanya membicarakan hal yang sama.


Vania menuju meja resepsionis, "Pak Ariya ada?" tanya Vania dengan gaya santai, tidak kaku lagi. "Ada buk Vania, pak Ariya ada di ruangannya" jawabnya dengan tatapan tidak suka.


Setelah kepergian Vania, pegawai itu berbisik dengan temanya, "Eh pasti buk Vania mau gombalin pak Ariya, lihat aja gayanya sok cantik, gak seperti biasanya".


"Iya, dia kira pak Ariya mudah di dekatin apa?" timpal temanya. "Lihat aja dia berani masuk lift khusus CEO" ucap pegawai resepsionis itu lagi, "Minta di kasi peringatan dia" sambung temanya lagi.


Vania sudah sampai di lantai ruangan Ariya dan berpapasan dengan Yuda, "Hei pak yuda apa Ariya ada", tanyanya dengan wajah ceria.


Yuda memperhatikan penampilan Vania dan wajah yang ceria, mengingatkan Yuda 8 tahun yang lalu saat Vania masi kuliah. "nona Vania?".


"Iya ini aku pak Yuda", masi dengan gayanya yang ceria dan manja.


"Pak Ariya ada di dalam , nona masuk saja" ucap Yuda.


"Makasih pak Yuda, aku masuk dulu" sambil berlalu dari yuda.


setelah kepergian Vania, Yuda masi berdiri di tempatnya, "Nona Vania yang dulu sudah kembali, pasti tuan Ariya sangat bahagia jika melihatnya nanti" gumam Yuda.


Ariya sedang duduk di kursi ke besarannya, sibuk dengan dengan berkas di mejanya, tiba-tiba Vania masuk tampa mengetuk pintu. Ariya cuma melihatnya tampa berkata apa-apa.


Vania langsung masuk, "Selamat siang sayang" dan menuju di mana Ariya berada. Ariya belum menjawab dia masi melihat Vania tampa berkedip.


Vania menutup berkas di depan Ariya dan duduk di kursi Ariya sambil mengalungkan tangannya di leher Ariya, "Sayang aku mau mengajak kamu ke suatu tempat" sambil mengecup bibir Ariya.


Ariya kembali menangkap leher Vania dan ******* b*bir Vania semakin dalam, dan melepaskan sebentar, "Sekarang Vaniaku sudah kembali" kemudian melanjutkan kembali aksinya, sekarang tangan Ariya mulai meraba buah k*nyal Vania dengan lembut.


Vania menyadari aksi Ariya yang berlebihan, "Ariya hentikan" sambil melepas diri dari Ariya.


Ariya kemudian mendudukkan Vania di pangkuannya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Vania dan tersenyum memandang Vania, "Sekarang benar-benar Vania Ku sudah kembali, sayang memangnya kamu mau kemana" ucapnya dengan lembut.


"Pokoknya aku ingin menculik CEO wiraguna group hari ini" jawab Vania sambil memainkan rambutnya.


"Ayo kita pergi" sambil menggandeng pinggang Vania.


Kemudian Ariya menghubungi Yuda, "Yuda urus semua rapat hari ini" dan menutup telponnya.


Vania mengandeng lengan Ariya keluar ruangan "Sayang hari ini aku gak mau pakai sopir, biar aku yang nyetirin" pinta Vania dengan manja.


"Iya sudah sayang terserah kamu yang penting kamu bahagia", sambil mengelus-elus tangan Vania di lengannya.

__ADS_1


Ariya dan Vania sudah berada di lantai dasar, Ariya dan Vania berjalan keluar dari lift khusus CEO. Ariya menggandeng santai pinggang Vania dan sesekali mencium pucuk kepala Vania, Vania juga berbicara manja dengan Ariya sambil tertawa.


Semua pegawai melihat keromantisan bosnya, sebagian pegawai mengingat kejadian 8 tahun yang lalu dan sebagian tidak menyangka kalau bosnya yang arogan dan tidak pernah tersenyum, bisa berlaku manis pada seorang wanita.


Ariya dan Vania melewati meja resepsionis, penjaga meja resepsionis dan temanya cuma bisa melongo, "Hei cubit aku, aku tidak salah lihat kan" ucapnya pada temanya. "Kita gak salah liat, aku tau cerita cinta mereka" sambung temanya, "Pak Ariya dan buk Vania memang pernah punya hubungan 8 tahun yang lalau, aku dengar dari pegawai yang sudah lama bekerja di sini" jelasnya panjang lebar.


"Ya udah kita kerja saja, nanti kita kena getahnya gosipin bos kita" dan kedua pegawai itu kembali bekerja.


Ariya dan Vania sudah sampai di samping mobil Vania, "Vania sayang pakai mobil aku aja, kita bisa santai dengan adanya sopir" bujuk Ariya.


"Tidak sayang, kamu naik aja aku yang akan nyetirin" pinta Vania. "Iya sudah aku mengalah, ayo kita berangkat", ucap Ariya sambil masuk dalam mobil Vania, di susul Vania dan mobil pun melaju pergi.


Ariya tidak pernah berhenti tersenyum dia selalu memandangi Vania, "Vania sayang kamu sangat cantik, ingin sekali aku menerkammu" sambil mengelus tangan Vania.


"Kita akan melakukanya lagi setelah pernikahan" ucap Vania. Ariya cuma bersandar malas di kursi.


Mobil Vania memasuki Area pemakaman dan berhenti di pinggir jalan.


Vania dan Ariya turun dari mobil dan menuju pemakaman, Vania berjalan di depan sementara Ariya mengikutinya dari belakang dengan satu tangan di saku celananya.


Vania berhenti di salah satu makam yang berdampingan, Ariya yakin kalau makam itu, adalah makam kedua orang tua Vania.


Vania berjongkok di samping makam itu, sambil memegang pusara makam, "Sayang kamu tau ini ada lah makam ke dua orang tuaku, aku yakin kamu sudah tau semua tentang diriku.


Ariya ikut berjongkok di samping Vania lalu memegang bahu Vania, "Kamu yang sabar ya sayang".


Ariya kemudian merangkulnya dengan erat, "Mama papa kamu pasti bangga punya anak yang tegar seperti kamu sayang" ucapnya menegarkan Vania.


Ariya dan Vania berdoa dan meninggalkan pemakaman itu.


Sepulang dari pemakaman, tidak terasa malam pun tiba. "Sayang kita mau ke mana lagi?" tanya Ariya.


"Ada pokoknya, aku harus mengundang teman-temanku" jawab Vania.


Tidak lama kemudian sampailah Vania di kediaman Revan, dia memarkirkan mobilnya setelah satpam membuka pintu gerbang.


"Ini rumah siapa ?" tanya Ariya heran karena rumah itu cukup besar tapi dengan mudah Vania masuk begitu saja.


"Ini rumah Revan" jawab Vania dengan enteng.


"Revan? bos kamu itu" tanya heran Ariya lagi karena Vania menyebut nama Revan dengan enteng.


"Sebenarnya Revan dan istrinya itu, kami berteman sayang" jawabnya menjelaskan pada Ariya. Ariya cuma mengangguk.


"Ayo kita turun" ucap Vania dan Ariya mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Vania langsung masuk tampa permisi, Ariya yang mengikutinya di belakang sedikit heran "Sedekat itu kah mereka" batinnya.


Di dalam rumah ternyata Elina sedang menyiapkan makan malam, karena Elina sudah tau dari Vania kalau dia akan datang bersama Ariya.


Setelah melihat kedatangan Vania dan Ariya, Elina dan Revan secepatnya berdiri menyambutnya.


"Selamat datang pak Ariya" sapa Revan.


"Iya pak Revan" Jawab Ariya.


"Kenalkan pak Ariya, ini istri saya namanya Elina" ucap Revan memperkenalkan istrinya. ke duanya kemudian berjamak tangan.


"Ayo Vania, pak Ariya kita makan dulu", ucap Elina.


keempatnya sedang menikmati makan.


"Vania ada rangka apa datang ke sini "tanya Revan ke Vania.


"Memangnya aku tidak bisa kesini lagi Revan" tanya Vania.


Ariya yang mendengar percakapan bos dan sekertaris itu sedikit heran karena kata-kata formal yang sering di dengar Ariya, ketika Vania bicara dengan Revan saat ini berubah 180 derajat sebaliknya.


"Sudah dong pah, jangan berdebat kan lagi makan" ucap Elina ke suaminya.


"Tau tuh elin, suami kamu kayaknya uda bosan liat aku" sambung Vania.


"Tapi tenang saja van, gue akan urus surat pengunduran diriku besok" ucap Vania pada Revan.


Revan kemudian terbatuk-batuk dan Elin memberikan air, "Apa! Vania kamu jangan gitu dong, bos kamu ini cuma bercanda, tumben banget baperan" ucap Revan.


Ariya yang memperhatikan perdebatan mereka cuma tersenyum.


"Aku serius kok van, kedatangan kami kesini untuk mengundang kalian di pernikahan kami" ucap Vania dengan nada serius.


Revan dan Elina sama-sama terbatuk-batuk dan mengambil Air, keduanya serentak berucap "Apa menikah?" dan "Kami" ucap keduanya.


"Sayang cubit aku, seorang Vania yang super duper jutek dan dingin kepada semua pria mau menikah" tanya Elina pada suaminya.


Ariya mulai bicara "Hemmm , pak Revan , Buk Elina maksud ke datangan kami ke sini ingin mengundang kalian di acara pernikahan kami minggu ini" dengan ekspresi serius.


Revan dan Elina langsung terdiam, "sekarang kami percaya, dari awal aku melihat tatapan pak Ariya ke Vania, aku yakin ada sesuatu yang belum selesai di antara kalian" Ucap Revan menjelaskan kepada Ariya.


"Ternyata benar kata orang jodoh pasti bertemu" sambung Elina.


Ariya menatap heran ke Vania "Mereka semua tau tentang masa lalu kita sayang" tanya Ariya pada Vania.

__ADS_1


Vania cuma nyengir dan mengangguk sambil minum Air.


"Yah sudah lah apa lagi yang harus ku katakan" sambung Ariya. kemudian ke empatnya tertawa bersama sambil membahas tentang kantor.


__ADS_2