
Sudah beberapa hari berlalu setelah pernikahan Ariya dan Vania di gelar. saat ini Vania sedang di dapur bersama dengan pelayan mempersiapkan makanan.
Semua sudah selesai, Vania berdiri di depan meja makan tiba-tiba Ariya memeluknya dari belakang, "Semuanya sudah siap sayang" tanya Ariya.
"Sudah sayang ayo kita makan" kemudian duduk di kursi.
Vania mengambil makanan di piring Ariya, sementara Ariya memperhatikan Vania yang melayaninya, "Enak yah punya istri ada yang layani" ucap Ariya.
"Iya dong sayang, aku kan berhenti bekerja untuk memenuhi tugasku berusaha jadi istri yang baik" timpal Vania.
"Sayang hari ini kita ke dokter kandungan" ucap Ariya.
"Baik sayang" jawab Vania.
"Setelah konsultasi ke dokter kita honey moom sayang", ucap Ariya sambil mengusap rambut Vania.
"Iya sayang" sambil mengangguk.
Dari arah luar datanglah sekertaris Yuda, berjalan menuju meja akan, "Selamat pagi tuan" ucap Yuda dengan hormat.
"Kenapa Yuda pagi-pagi sekali kamu datang ke sini" tanya Ariya.
"Mafkan saya tuan, saya sedang membawa berkas penting perusahaan yang akan di tanda tangani" jawab Yuda dengan menunduk hormat dengan berkas di tangannya.
"Bawa ke ruang kerja saya dan tunggu di sana" ucap Ariya.
"Baik tuan" sambil berlalu ke ruang kerja Ariya.
Vania diam saja sambil menikmati makanya, karena dia tau persis tugas sekertaris memang seperti itu.
Ariya sudah kenyang dan membersihkan mulutnya dengan sapu tangan, "sayang aku keruang kerja dulu yah" ucapnya sambil berdiri mengelus rambut Vania dan mencium jidat Vania. Vania mengangguk sambil tersenyum.
Di ruang kerja Ariya, Ariya sedang duduk di kursi memeriksa berkas yang di bawa Yuda, "Yuda besok aku akan ke kantor, sebelum aku berangkat honey moom dan setelah kepergian ku sepekan bereskan semuanya" dengan menatap ke arah Yuda.
"Baik tuan" ucap Yuda yang berdiri di samping Ariya dengan menunduk hormat.
"kalau begitu kembalilah ke kantor" perintah Ariya.
"saya permisi tuan" dengan menunduk hormat pergi.
********
__ADS_1
Sekarang Ariya dan Vania berada di rumah sakit bersama dokter kandungan, dokter membaca hasil tes mereka sementara Vania dan Ariya duduk di kursi di depannya.
Dokter itu menarik nafasnya dalam dan menghembuskan perlahan dan mulai menjelaskan, "Begini pak Ariya, buk Vania aku sangat berat mengatakannya, tapi ini lah kenyataanya" dengan menjeda ucapannya.
Ariya dan Vania menuggu dengan wajah cemas, "Kenyataan apa dok?" tanya Ariya dengan tegas.
"Begini pak Ariya, sebenarnya pak Ariya tidak ada masalah dengan kesuburan anda, tapi ini bermasalah ke pada Vania" jawaban dokter itu menjelaskan.
Mata Vania berkaca-kaca, "Bermasalah kenapa dok?" tanya Vania. Ariya sudah merangkul bahu Vania untuk menenangkannya.
"Maaf buk Vania, ada masalah di kesuburan buk Vania hingga sulit untuk mengandung" jelas dokter itu. Sementara Vania terisak.
"Begini pak Ariya, buk Vania kalian inikan pengantin baru, cobalah honey moom dulu setelah itu baru kita bisa menyimpulkannya lagi" ucap dokter itu memberi saran.
Vania berjalan tertatih keluar ruangan sambil menangis, Ariya cuma merangkul bahu Vania sambil mengelusnya untuk menenangkan Vania.
Sampailah Ariya dan Vania di rumahnya, Vania langsung membuang tasnya di ranjang, dan duduk di sudut tempat tidur. Tangis Vania pecah sementara Ariya berdiri di sampingnya.
"Sayang kenapa takdir benar-benar mempermainkan ku" ucap Vania di sela-sela tangisnya.
Ariya kemudian duduk di samping Vania dan memeluknya, Vania membalas pelukan Ariya dengan erat.
Vania melihat Ariya, "Benarkah" tanya Vania.
"Percaya sama aku sayang, aku akan melakukan apa pun untuk kita punya bayi" ucap Ariya untuk menenangkan Vania.
Mendengar perkataan Ariya, kini Vania merasa lebih tenang,
Keesokan harinya, Ariya pergi ke kantor sebentar dan pulang ke rumah.
Di rumah Vania sudah menunggunya, "Ayo sayang kita berangkat" ucap Ariya dengan mengecup istrinya.
"Ariya memangnya kita mau ke mana" tanya Vania.
"Ke suatu tempat, nanti juga kamu akan tau sayang" jawab Ariya. Sepasang pengantin baru itu akhirnya berangkat.
Beberapa saat kemudian, sampai lah Ariya dan Vania di sebuah pulau yang sangat indah, pulau itu salah satu pulau wiraguna group.
"Ini indah sekali sayang" ucap Vania tampa berkedip melihat pantai yang terbentang luas dan air laut warna biru jernih dan tempat-tempat penginapan yang berjejeran di pinggir pantai.
Berbagai pelayang telah menyambutnya, "Silahkan tuan kami antar ke kamar anda" ucap kepala pelayang tersebut.
__ADS_1
Ariya berjalan mengandeng pinggang Vania yang masi terpukau melihat tempat itu, dengan beberapa pelayang di belakang nya.
Sampailah mereka di kamar khusus untuk Ariya, jika datang berkunjung di sana, kepala pelayang membukukannya pintu.
Vania dan Ariya masuk di sana sudah tersedia makanan di atas meja, dengan dinding kaca yang bisa di buka jika ingin merasakan angin laut.
Tempat tidur di kamar itu juga sudah di hias dan di taburi kelopak bunga mawar di atas kasur.
Mata Vania masi belum berkedip melihat tempat itu, dia sangat mengagumi ke indahan tempat itu.
"Kalian keluarlah" perintah Ariya ke pada pelayang.
"Kami permisi tuan" ucap kepala pelayang itu dan semuanya menunduk hormat pergi.
Vania bejalan keluar membuka dinding kaca itu dan berdiri melihat pemandangan yang sangat indah sambil menikmati hembusan angin.
Ariya berjalan perlahan mendekati istrinya, langsung memeluk pinggang Vania sambil mencium lehernya, "kamu bahagia sayang?" tanya Ariya.
Vania mengangguk sambil melihat Ariya yang berada di samping lehernya.
"cup...."
Langsung saja Ariya ******* b*bir istrinya dengan lembut dan berlangsung lama, hingga tangan Ariya sudah menjalar ke mana-mana.
Bagian atas baju Vania sudah melorot dan Vania mulai m*ndesah, Ariya makin memperliar aksinya.
Tidak terasa mereka sudah ada di atas ranjang, satu persatu pakaian mereka sudah terlepas.
Cukup lama dua insan manusia itu beraksi, cuma sahutan-sahutan manja yang terdengar dan keringat pun membasahi tubuh ke duanya, pada akhirnya d*sahan panjang pun keluar dari kedua pengantin baru itu, mereka akhirnya melakukan pelepasan bersama.
Karena Aksi mereka cukup lama, tidak terasa malam pun telah tiba, setelan membersikan diri mereka pun menikmati makan malam di luar kamar dengan pemandangan pantai yang indah.
"Ariya kenapa tempat ini sangat indah" tanya Vania.
"Kami memang membuat tempat ini, untuk wisata honey moom dan kamu tau sayang impian aku membuat tempat ini adalah bisa honey moom bersamamu kalau tuhan mentakdirkan kita berjodoh" ucap Ariya menjelaskan ke pada Vania.
"Membuat tempat ini!, jadi pulai ini milik wiraguna group?" tanya Vania dengan ekspresi melotot karena tidak menyangka.
*******
sekedar info nanti ada orang ketiga yah, karan vania tidak bisa punya bayi. jadi akan ngotak atik perasaan.
__ADS_1