Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
CANTIK


__ADS_3

Saat ini Arvan sedang berada di kamarnya, malam ini dia menginap di apartemennya.


Arvan sedang membuka leptopnya, dan melihat notifikasi pengeluaran kartu kreditnya yang pegang Nara, "Apa? dia cuma memakai uang itu untuk kebutuhan kuliahnya, selebihnya tidak ada lagi pengeluaran" ucap Arvan sambil menutup leptopnya.


Arvan kemudian berjalan menuju jendela dan melihat lampu ibu kota yang gemerlapan, dari atas apartemennya.


Sementara itu Nara di kamarnya masi terjaga, dia gelisah memikirkan sikap Arvan padanya.


Nara kemudian menyalakan lampu kamarnya, sambil berdiri dan berjalan ingin keluar minum di dapur.


Nara masuk dapur tampa menyalakan lampu, dia sedang minum tiba-tiba lampu di nyalakan, "Kamu belum tidur Nara" suara Arvan dari belakang.


Nara tidak langsung menoleh, dia menelan kasar air yang di minumnya, menarik nafas sebentar, "Kak Arvan tidak pulang?" tanya Nara sambil menoleh pada Arvan.


"Malam ini aku menginap, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arvan.


Nara jadi bingung mau jawab apa, dia berfikir sebentar lalu menjawab, "Ini kan apartemen kak Arvan, kenapa minta izin padaku" ucap Nara.


"Untuk satu tahun ke depan, apartemen ini milikmu" ucap Arvan lalu berjalan duduk kesamping Nara yang sedang berdiri di dekat meja makan.


"Tapi aku akan segera pindah kak" ungkap Nara.


"Kalau begitu bisa kita bicara sebentar?" ucap Arvan sambil menatap Nara.


"Boleh, ada apa?" sambil duduk di depan Arvan.


"Kenapa kamu tidak memakai uang yang kuberikan?" tanya Arvan dengan menatap tajam Nara.


"Aku pakai kak, berkat uang kak Arvan, aku bisa ikut semester kali ini" jawan Nara dengan menatap ke sembarang arah.


"Pakai uang itu membeli pakaian dan perhiasan, untuk kamu pakai di acara nanti. Sebagai pacar Arvan wiraguna, harus berkelas" perintah Arvan masi menatap Nara.


Nara langsung membandingkan sikap Andra dan Arvan, pertma Andara tidak ingin membanggakan kekayaan yang dia milikinya, sedangkan yang kedua Arvan malah sebaliknya, dia nampak menikmati kekayaan orang tuanya.


"Baik kak" jawab Nara, "Kalau begitu, aku ke kamar dulu" sambil berlalu masuk kamar.


*Ya Arvan memang terlihat angkuh di banding Andra, karena dia mampu bekerja dengan baik dan memberi keputusan di perusahaan, di usianya yang masi mudah*


**********

__ADS_1


Pesta ulang tahun pernikahan Ariya dan Vania telah berlangsung sangat meriah, malam itu banyak selebriti yang datang dan di penuhi beberapa media.


Apalagi dengan ke hadiran model ternama Elena Rosalin, Membuat para media kepo dengan kisa asmara model seksi Elena. Apa lagi selama ini di gadang-gadang Elena mungkin akan berpacaran dengan sahabatnya sendiri ya itu Arvan.


Persahabatan anak konglomerat yaitu Arvan, Andra, Elena, dan Aditya, sudah tidak menjadi rahasia lagi.


Apa lagi semenjak mereka dewasa, mereka selalu menghadiri acara-acara besar bersama. Jadi yang paling di tunggu adalah mereka berempat.


Di tempat yang berbeda Elena, Andra dan Aditiya sedang bersama di basecamp mereka, mereka sedang menunggu Arvan yang belum datang.


Elena terlihat cantik dengan gaun warna hitam yang tentu di desain kakaknya sendiri, jahitan Nara sangat rapi di badannya yang ramping, dan rambut panjang Elena di kuncir keatas yang memperlihatkan leher jenjangnya.


Karena tema pesta malam ini adalah hitam, jadi jas yang di pakai Andra dan Aditya juga warna hitam, keduanya sangat tampan dengan gaya rambut yang rapi di tamba aura CEO yang mereka miliki.


"Tidak biasanya Arvan telat" ucap Aditya.


"Biasanya dia paling cepat" sambung Andra.


"Kalian bisa tenang kan" ucap elena dengan memperhatikan kukunya yang sudah sangat cantik.


"Ting" Tiba-tiba hp mereka bertiga berbunyi, serentak mereka membuka hpnya.


"Ya sudah ayo kita duluan" ucap Aditya sambil berdiri.


Di susul Andra yang ikut berdiri, dengan terpaksa Elena juga ikut berdiri dengan malas.


Di sebuah butik ternama plus salon, Arvan sedang membaca majalah, menunggu Nara yang sedang di makeup. Tidak lama kemudian, Nara yang selesai di makeup keluar untuk menemui Arvan.


"Kak Arvan" panggil Nara.


Arvan menoleh dan tidak terasa majalah di tangannya jatuh, "Cantik" ucapnya sambil menatap Nara tampa berkedip.


Nara memang sangat cantik malam ini, apa lagi Nara terbilang gadis yang sederhana, di kesehariannya hanya memakai makeup tipis, dan malam ini tersentuh makeup yang luar biasa, membuat kecantikan Nara lebih sempurna.


Apa lagi malam ini Nara memakai gaun hitam yang sangat mewah, dengan rambut panjang yang di gerai, kecantikannya tidak kalah dengan selebriti papan atas.


Cukup lama Arvan menatap kagum pada Nara, hingga Nara harus mendekati Arvan dan melambaikan tangannya di depan mata Arvan.


Barulah Arvan tersadar, "Nara, kamu sangat cantik" puji Arvan dengan masi menatap Nara tampa berkedip.

__ADS_1


Nara hanya tersenyum manis, mendengar pujian dari Arvan.


"Ayo kita berangkat" ajak Arvan, sambil mengulurkan tangannya untuk menggandeng Nara.


Nara dengan malu-malu menerima uluran tangan Arvan, kemudian keduanya berjalan menuju mobil sport yang sudah tersedia.


Kembali suasana pesta, saat ini Ariya dan Vania sedang menyapa para tamu undangan.


"Sayang kok anak-anak belum datang yah?" tanya Vania pada Ariya.


"Tenang saja sayang, mereka pasti datang" ucap Ariya.


Dari arah belakang, datanglah Revan dan Elina berjalan menghampiri Aryia dan Vania.


"Pak Ariya dan Vania selamat yah atas Anniversary pernikahan kalian" ucap Revan kepada Ariya dan Vania.


"Terima kasih sudah menyempatkan datang" ucap Ariya.


"Sepertinya Meli tidak datang?" tanya Elina.


"Mali sedang berada diluar negri, dia sudah telpon dan tidak bisa hadir" Jawab Vania.


Ke empatnya pun kembali berbaur dengan para tamu undangan yang lain.


Sementara di loby hotel mewah wiraguna group itu, parkirlah tiga mobil sport dan keluarlah Elena, Andra dan Aditya di mobil mereka masing-masing dengan menyetir sendiri.


Semenjak mereka keluar dari mobil para media tidak pernah berhenti memotretnya, dan segelintir orang mempertanyakan ke tidak hadiran Arvan.


Mereka berhenti sebentar untuk sesi poto-poto untuk para awak media, sementara itu dari arah luar datang mobil sport Arvan, dan ketiganya juga memperhatikan kedatangan Arvan, karena tidak biasanya Arvan tidak ikut dengannya.


Keluarlah Arvan dan berputar membuka pintu mobil untuk Nara, semua orang yang melihatnya termasuk media penasaran siapakah sosok yang digandeng Arvan malam ini.


Kemudian turunlah Nara menyambut uluran tangan Arvan, lalu keduanya bergandengan tangan masuk. Kemera media tidak pernah berhenti memotretnya dan penasaran siapakah wanita yang beruntung itu.


Elena yang melihat itu, tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, dia hampir saja terjatuh tapi untung saja Andra segera menangkap lengannya.


"Aku tidak salah lihat kan, itu Nara kan? cantik sekali" ucap Aditya, berharap jawaban dari Andra.


Andra tidak menjawab, dia juga mengagumi kecantikan Nara tapi dia lebih memikirkan perasaan Elena yang terluka saat ini. Andra menatap adiknya dengan beberapa pertanyaan.

__ADS_1


__ADS_2