
Elena sedang menatap dirinya di depan cermin, "Sekarang aku benar-benar sudah menjadi seorang istri, dan impianku harus kandas menjadi model internasional" gumam Elena, sambil melepas perhiasan yang dia pakai.
Arvan dengan santai keluar kamar mandi, dengan bertelanjang dada hanya memakai handuk yang di lilit pinggangnya, dan Elena melihatnya dari cermin.
Elena yang seorang super model, dan sering berfoto dengan pria atletis, melihat tubuh Arvan tidak membuatnya terpengaruh.
Elena segera berdiri dan masuk kamar mandi, cukup lama Elena di kamar mandi dan akhirnya keluar dengan kimono mandi.
Arvan yang sedang memencet HPnya, melihat Elena keluar dan membuat tatapan mereka bertemu, suasana canggung pun terjadi.
Elena secepatnya mencairkan suasana, karena dia sudah terbiasa berpakaian seksi, rasa canggungnya terjadi karena posisinya sekarang Arvan sudah menjadi suaminya.
Elena bejalan duduk kesamping Arvan, "Van kita masi bisa bersahabat kan? Meski pun tidak ada cinta di antara kita, setidaknya persahabatan kita bisa menguatkan hubungan kita" ucap Elena dengan lembut.
Arvan tidak menjawab dia hanya menatap Elena tampa berkedip, kemudian menggenggam lengan Elena dengan lembut, "Kamu yakin tidak ada lagi rasa padaku Elena?" tanya Arvan masi menatap Elena.
"Arvan apa sih, ini tidak lucu" jawab Elena sambil berdiri dan menuju ruang ganti.
Arvan tersenyum setelah kepergian Elena, "Aku benar-benar jahat, memanfaatkan gadis polos seperti Nara untuk menghindari Elena" batin Arvan sambil bersandar di ranjang.
Sementara itu Nara dan Andra berada di museum Meli, karena Andra mengantar Nara pulang.
"Nara bisa ikut dengan ku sebentar" ucap Arvan.
"Bisa, apa sekarang kak?" tanya Nara.
"Sekarang" ucapnya sambil berjalan ke depan.
__ADS_1
Nara mengikuti langkah Andra, kemudian Andra berhenti di salah satu ruangan, "Ayo masuk Nara" ajak Andra.
Nara pun masuk mengikuti Andra, "Karya seni di museum ini semuanya luar biasa" ungkap Nara sambil berjalan mengamati tempat itu.
Nara melihat sebuah lukisan seorang wanita yang sangat besar sedang membuat keramik, lalu menghampirinya, "Siapa wanita ini?" tanya Nara.
"Dia mamahku namanya Meli, aku sengaja melukisnya karena beliau sangat menyukai karya seni keramik" jawab Andra.
"Wow luar biasa, andai tante Meli ada di sini, aku ingin belajar dengan beliau" ucap Nara masi mengamati lukisan tersebut.
"Kenapa harus menunggu mamahku, aku bisa mengajari mu" sambung Andra.
"Benarkah kak, apa benar kak Andra ingin mengajari ku?" tanya Nara antusias.
"Nanti kita atur waktu belajarnya yah" janji Andra.
*******
Beberapa hari telah berlalu setelah pernikahan Arvan dan Elena, saham perusahan wiraguna group dan prakasa group naik drastis. Dan kontrak kerja bintang iklan Elena semakin banyak.
Di bandara internasional turunlah seorang pria yang kira-kira berumur 23 tahun, dia adalah VERREL PRAKASA anak kedua dari Revan prakasa dan Elina yang kuliah di luar negri.
Mobil mewah sudah menunggunya, Verrel pun langsung naik, "Jalan pak ke butik kak Selin".
"Baik tuan mudah" ucap sopir itu dengan sopan.
Tidak lama kemudian mobil sudah sampai di butik Selin dan kebetulan Selin tidak ada di butiknya.
__ADS_1
Verrel langsung masuk dan di sambut para pegawai yang sudah mengenalnya, tapi Verrel memberi isyarat agar pegawai kembali bekerja.
Verrel langsung masuk di ruangan kakaknya dan di sambut oleh Nara, "Maaf tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya Nara dengan sopan.
"Pemilik butik ini ada?" tanya Verrel sedikit cuek.
"Maaf tuan, buk Selin sedang tidak ada di tempat, mohon tinggu di sana" sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.
Verrel berjalan ke arah sofa dan duduk bersandar dengan kedua kakinya dinaikkan di atas meja. Nara yang melihat itu, menilai pria itu sungguh tidak sopan.
Nara melanjutkan pekerjaannya dan tidak bicara sama sekali, tapi diam-diam Verrel melihatnya, "Siapa gadis ini, sepertinya orang kepercayaan kak Selin" gumam Verrel.
Beberapa saat kemudian Selin datang dan melihat adiknya, "Kenapa baru datang sekarang?" sahut Selin sambil berjalan ke arah adiknya.
Nara yang melihat kedatangan Selin memilih diam saja, karena sepertinya Selin mengenal pria itu.
"Maaf kak, ada hal yang tidak bisa aku tinggal, jadi baru sempat sekarang" jawab Verrel.
"Kakak!, jadi dia Adiknya buk Selin yang berarti kakaknya Elena?" gumam Nara.
"Sekarang cepat temui Elena, sebelum gadis manja itu benar-benar marah" saran Selin.
"Saran yang bagus, tapi aku memberi Elena hadiah apa?, karena gadis manja itu berhasil meluluhkan hati pria es pujaannya itu" ucap Verrel.
"Sekarang pikirkan sendiri, kakak ingin bekerja" sambung Selin.
"Kalau begitu aku permisi kak Selin" sambil berdiri lalu berjalan keluar dan sempat melirik keberadaan Nara.
__ADS_1
Nara yang sibuk bekerja, diam-diam mendengar percakapan kedua saudara itu.