Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
VANIA MENIKAH LAH DENGANKU


__ADS_3

Vania masi berdiri di depan Ariya, "Ariya kamu boleh minum, tapi jangan seperti ini. Bagaimana kalau kolagen-kolagen kamu melihat CEO wiraguna group seperti ini wibawa mu akan hancur" ucap vania panjang lebar.


Ariya kemudian menarik tangan Vania dan mendudukkannya di pangkuannya, Vania yang mendapat perlakuan seperti itu cuma bisa melotot kaget.


Ariya kemudian berucap "Kamu sedang marah, berani yah sekarang memarahi CEO wiraguna grup" dengan nada yang lembut dan tersenyum sambil menyelipkan rambut Vania di telinga kananya.


Wajah mereka sangat dekat, keheningan pun terjadi, "Dung... Dung...Dung...." cuma terdengar suara jantung ke duanya.


Ariya semakin mendekatkan bibirnya, ke bibir Vania dan Vania memejamkan matanya.


Cup.....


Cup.....


Ariya kemudian ******* b*bir Vania dengan lembut. Ciuman itu berlangsung cukup lama, tangan kiri Ariya mulai merabah buah k*nyal Vania yang besar.


Vania kemudian tersadar dan langsung berdiri, "Mandi lah Ariya, aku akan membuatkan makan" sambil keluar kamar Ariya.


Ariya segera ke kamar mandi, menuntaskan h*sratnya yang tertunda tadi.


Vania sudah selesai membuat makanan, Vania juga membawa jus jeruk. Ariya sudah menunggu di atas ranjang, lalu Vania duduk di sampingnya.


Vania menyuapi Ariya, dengan menatap Ariya yang melihat penuh arti.


Vania mulai bicara "Ariya jangan seperti ini, aku janji akan terus bersamamu, sampai kamu mendapatkan wanita baik-baik".


Mendengar perkataan Vania, Ariya berhenti membuka mulutnya dan berdiri, "Aku tidak suka kamu membicarakan wanita lain di saat kita berdua" dengan ekspresi dingin sambil berjalan ke arah jendela.


Vania meletakkan piring di atas meja, lalu berjalan mendekati Ariya, yang berdiri di depan jendela.


Setelah Vania berdiri di sampingnya, Ariya mulai bicara "Vania kita bukan anak ABG lagi yang harus mengungkapkan perasaanya, kamu tentu bisa merasakan kalau kita saling menyayangi" tatapannya masi keluar jendela.


"Ariya aku menyadari itu, tapi aku cuma sugar baby mu" sambil menatap Ariya, dan Ariya membalas tatapan vania.

__ADS_1


Ariya tidak bisa berbicara lagi karena apa yang di katakan Vania tidaklah salah, tiba-tiba dia memeluk Vania dengan erat. "Tetaplah seperti ini" sambil menyandarkan wajahnya di leher Vania dan berbisik "Jangan menyebut wanita lain lagi".


*********


Di apartemen Ariya, Ariya sedang mengisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskanya.


Ariya menelpon seseorang "Persiapkan semuanya dan jemput dia nanti malam " sambil tersenyum penuh arti.


Vania sedang duduk di tempat tidurnya memakai pakaian rumah, memikirkan Ariya yang tidak menghubungi sejak pagi.


Tiba-tiba pintu apartemennya di ketuk seseorang. Vania berjalan untuk membuka pintu. Ternyata yang datang sekertaris yuda.


"Silakan masuk sekertaris Yuda" sambil memberi jalan Yuda masuk.


"Terimakasih nona, tapi saya di utus pak Ariya untuk menjemput nona" ucap Yuda dengan menundukkan kepalanya. Mereka pun bergegas berangkat.


Vania dan Yuda masuk di sebuah butik plus salon, Vania kemudian bertanya kepada Yuda, "Pak Yuda kita ngapain di sini?" tanyanya heran, "maaf nona ini perintah" jawab yuda.


Setelah kariyawan butik memilih salah satu baju, sekarang Vania di meke up di depan cermin.


Vania pun berjalan keluar memanggil Yuda "Pak yuda bagaimana penampilanku?". Yuda kemudian menoleh ke arah Vania, dia melihat Vania dari bawa sampai atas dan berucap "sangat cantik nona" lalu segera menundukkan pandanganya.


"Mari berangkat nona, pak Ariya sudah menunggu" mempersilahkan Vania berjalan di depannya.


Sementara itu di tempat yang berbeda, di sebuah restoran mewah sudah di hias begitu cantik, bunga mawar putih dan merah sudah di hias begitu rapi di tambah lampu-lampu yang berwana-warni menambah ke romantisan restoran itu.


Meja di hias sangat cantik dan berbagai makanan di hidangkan di atas meja dengan lilin cantik di tengah-tengah meja.


Di kursi tersebut duduklah Ariya wiraguna dengan sebuket bunga, sedang menunggu Vania datang.


Penampilan Ariya kali ini sangatlah rapi dan aura ketampanannya sangat memancar, karena senyum di bibirnya tidak pernah berhenti.


Di luar restoran tersebut, Vania sudah sampai. Yuda membukakan pintu mobil untuk Vania, "Silahkan masuk nona, pak Ariya sudah menunggu" ucap Yuda.

__ADS_1


Vania pun melangkah masuk,dan di persilahkan masuk kepada penjaga, Vania melihat di sekeliling tampak sepi karena restoran itu di tutup untuk umum. *Iya karena pemilik restoran itu adalah Ariya, jadi Ariya sengaja menutup restoran miliknya untuk acaranya bersama Vania*


Vania terus berjalan tiba-tiba lampu menyala, terlihat lah suasana romantis di depannya.


Ariya memandang Vania dari bawa sampai atas, Ariya benar-benar terhipnotis dengan kecantikan Vania yang sangat berbeda hari ini.


Ariya menyambutnya di depan meja sudah di hias, Ariya berjalan menjemput Vania dan memberikan sebuket bunga lalu mengecup bibir Vania "Kamu sangat cantik Vania"


Vania hanya terdiam sesaat , melihat sekeliling di sana ada dua orang memainkan biola dengan musik romantis.


Vania mengambil bunga yang di berikan Ariya dan menatap Ariya dengan penuh tanda tanya.


Ariya kemudian mengulurkan tangannya untuk menggandeng Vania, Vania menyambut uluran tangan Ariya, dan Ariya menggandeng pinggang Vania menuju meja.


Ariya mulai bicara "Apa kamu suka Vania?" .


"Ini sangat indah" jawab vania "kenapa tempat ini sangat sepi" lanjut Vania.


"Sudah aku usir semuanya" jawab Ariya singkat.


Ariya menarik kursi untuk Vania duduki, kemudian Vania duduk di kursi, dan Ariya duduk di samping Vania. Ariya menggambil sebuah makanan di piring memotong-motong dan menyerahkan ke Vania.


Mereka sama-sama makan "Enak makanannya?" tanya Ariya. "Iya enak banget" jawab Vania. Keduanya pun selesai makan.


Ariya pun berdiri dan berlutut di depan Vania, memegang kotak warna merah yang di isi cincin berlian cantik "Vania menikah lah denganku, jadilah ibu dari anak-anakku"


Vania memandang Ariya sendu dengan mata yang berkaca-kaca sambil menggigit bibir bawanya karena menahan tangisnya.


Vania langsung berdiri membelakangi Ariya, "Tidak Ariya kita tidak akan menikah" ucapnya sambil menangis.


Ariya bangkit berdiri, dan ke depan Vania sambil memegang bahu Vania "Kenapa Vania kamu menolak lamaranku? bukan kah kita saling mencintai" masi menatap manik mata Vania.


Masi dengan tangisnya Vania menjawab, "Iya Ariya karena aku terlalu mencintaimu yang membuat kita tidak bisa bersatu, kau dan aku bagai langit dan bumi"

__ADS_1


Ariya mulai terbawa emosinal, sambil terisak Ariya berkata "Tapi Vania aku sangat mencintaimu, aku tidak peduli pandangan sosial seperti apa"


__ADS_2