Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
20 TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Ariya dan Meli masi menikmati angin malam di restoran itu, tiba-tiba Ariya menatap sendu Meli.


"Mel" panggil Ariya.


"Iya kak Ariya" sambil menoleh melihat Ariya.


"Kamu adalah wanita yang lembut, baik, bijaksana dan juga pintar, satu lagi cantik, wanita setelah Vania yang bisa membuatku tersenyum cuma kamu" ungkap Ariya, sambil menatap Meli.


Mata Meli berkaca-kaca mendengar pujian dari pria yang masi berstatus suaminya itu, karena ini pertama kalinya setelah menikah, Ariya memuji dirinya, dia tidak bisa berkata apa-apa.


Ariya melanjutkan ucapannya, "Semua yang kamu miliki itu, tidak susah bagimu mendapatkan pria yang bisa lebih mencintaimu dan menghargai dirimu, yang sangat berharga ini" ucap Ariya memegang kedua lengan Meli.


Mendengar semua itu membuat tangisan Meli pecah dan reflek memeluk Ariya untuk menenangkan dirinya, Ariya tidak menahan Meli, dia membalas pelukan Meli untuk menenangkannya.


Di dalam pelukan mereka, diam-diam Ariya juga meneteskan air matanya dan mengusap sudut matanya dengan jempolnya, lalu mencium pucuk rambut Meli yang masi berstatus istrinya itu.


"Kak Ariya, izinkan Meli memeluk kakak yang terakhir kalinya" sambil memeluk Ariya semakin erat.


Ariya mengangguk dan memperdalam pelukannya semakin dalam, sampai akhirnya Meli sudah lebih tenang, kemudian Ariya perlahan-lahan melepaskan pelukan Meli agar tidak terlalu lama terbawa suasana.


********


Beberapa bulan telah berlalu, sekarang Meli dan Ariya sudah resmi berpisah, dan Vania sebentar lagi melahirkan. Hubungan ketiganya cukup baik, komunikasi di antar mereka bertiga masi terjalin baik karena kehadiran Beby Andra.


Tibalah hari di mana Vania melahirkan, dan persalinan Vania cukup lancar, Vania melahirkan putra yang lucu.


Vania sedang duduk bersandar di ruang perawatan sambil menggendong bayi nya dan Ariya duduk di depannya, "Sayang putra kita sangat lucu kan" ucap Ariya, sambil melihat putra bungsunya.


"Putra kita tidak saja lucu, tapi dia sangat tampan mirip papahnya" timpal Vania, sambil melihat Ariya.


Ariya tidak bicara tapi dia menatap Vania tidak berkedip, dan Vania menyadari sikap suaminya yang akan menciumnya, dia segera mengalihkannya, "Oh ya sayang nama putra kita siapa" tanya Vania.


Tampa berfikir Ariya langsung menjawab, "ARVAN WIRAGUNA apa lagi yang menggambarkan tentang kita berdua, cuma itu tidak ada lagi" ucap Ariya masi menatap Vania.


"ARVAN, Ariya Vania, nama yang pas sayang" ucap Vania.


Tiba-tiba dari arah pintu muncullah Meli dengan membawa sebua bingkisan, "Selamat sore kak Vania, kak Ariya" sapa Meli sambil memberikan bingkisan dan buah .


Ariya melihat meli datang langsung berdiri dan mengambil bingkisan dan buah yang di berikan Meli, "Makasih yah Meli, ayo duduk" sambil mempersilahkan Meli duduk di tempatnya.


Meli pun duduk di tempat Ariya tadi, "Kak Vania selamat yah, Bayi nya lucu sekali" sambil mengelus pipi beby Arvan.


"Kamu dari kampus Mel?" tanya Vania.


"Iya kak, maaf baru datang abisnya ada jadwal kuliah" jawab Meli.


"Oh ya, kak Ariya nama adiknya Andra siapa" sambil melihat ke arah Ariya.

__ADS_1


"Arvan wiraguna" jawab Ariya.


"Mel entar bawa Andra ke rumah saja, di rumah banyak perawat" ucap Vania.


"Iya kak, apa lagi akhir-akhir ini aku sibuk ke kampus" timpal Meli. Ketiganya pun berbincang bersama .


Setelah kelahiran beby Arvan, putra Meli ya itu Andra sering main ke rumah Vania, semenjak itu Andra memanggil Vania dengan mamah Vania.


20 tahun kemudian


*Mengenal karakter toko baru*



Arvan Wiraguna



Usia 20 tahun Putra dari Ariya dan Vania, Arvan mempunyai karakter dingin, keras kepala, tapi sangat pandai dalam komunikasi dan bisnis, dia mewarisi kepintaran Ariya dan Vania.



Andra Wiraguna




Elena Rosalin Prakasa



Umur 20 tahu putri sulung dari pasangan Revan dan Elina, Elena seorang model terkenal dan seksi, karakternya manja dan sedikit bermulut pedas tapi sebenarnya dia punya hati yang lembut.


4.Aditya Permana


Usia 21 tahun putra dari salah seorang pengusaha terhebat di kota itu, Aditya mempunyai karakter lebih santai dan bijaksana, dia juga menggemari bisnis dan komunikasi.


*Arvan, Andra, Elena, dan Aditya adalah sahabat dari SD, mereka punya basecamp tempat mereka berkumpul sejak SMP, hingga sekarang*


5.Nara Larasati


Usia 19 tahun, Nara adalah gadis menengah kebawa yang harus berjuang hidup di kota metropolitan, dia bekerja paruh waktu untuk biaya hidup dan kuliahnya, Karakter Nara baik, lembut, dan sangat pintar dan juga pekerja keras.



Selin Pratama

__ADS_1



Usia 29 tahun putri sulung dari pasangan Revan dan Elina, Selin adalah bos tempat Nara bekerja dia sebuh butik ternama milik Elina.


*******


Pagi hari di rumah Ariya, seperti biasa semua pelayang sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing.


20 tahun telah berlalu, tapi kemesraan Ariya dan Vania masi sama, meski usianya tidak lagi mudah.


Seperti pagi ini Ariya dan Vania turun tangga dan masi sama bergandengan mesra, dan ketampanan Ariya dan kecantikan Vania tidaklah pudar.


Ariya masi mempertahankan tubuh kekar dan atletisnya, sedangkan Vania masi mempertahankan tubuh langsingnya yang mungil.


Sedangkan di meja makan Arvan dan Andra sudah menuggu di meja makan. Andra memang sering menginap di rumah papahnya, karena Vania sudah menganggap Andra sebagai anaknya sendiri.


"Selamat pagi pah, mamah Vania" sapa Andra, ketika Ariya dan Vania sudah sampai di meja makan, sedangkan Arvan diam saja.


"Semalam kamu tidak pulang Andra?" tanya Vania sambil duduk di kursi.


"Iya mah" jawab Andra. Keempatnya kemudian menikmati sarapan.


Ariya membuka pembicaraan, "Andra kapan kamu bisa terjun ke perusahaan? kamu harus terbiasa dengan bisnis" ucap Ariya.


"Pah aku lagi fokus di seni dan kebudayaan" ucap Andra.


"Lihat adik kamu, sudah bisa di andalkan di beberapa proyek perusahaan" ucap Ariya lagi.


"Kalau adik tersayang ku ini sudah mampu, untuk apa aku secepatnya terjun ke perusahaan" ucap Andra, sambil menyenggol lengan Arvan dengan sikutnya, yang diam saja dari tadi.


"Andra kamu adalah pewaris wiraguna group, sampai kapan kamu mengandalkan adik kamu ini" protes Ariya.


"Sudah yah pah, Andra pergi dulu" sambil berdiri, "Mamah Vania aku pergi" ucapnya, kemudian meninggalkan ruang makan.


"Arvan, nanti kamu ke perusahaan" ucap Ariya setelah kepergian Andra.


"Iya pah" jawab Arvan.


Saat ini Arvan sedang berada di perusahaan wiraguna group, dia sedang berada di ruangannya. Arvan sedang berdiri di depan rak buku, sedang mempelajari pembukuan perusahaan.


Tiba-tiba pintu di buka seseorang tampa permisi, Ternyata Elena yang datang, Arvan hanya melirik ke datangan Elena.


"Arvan, kita nonton yuk" aja Alena dengan manja.


"Elena aku sedang bekerja" ucapnya masi melihat buku yang dia baca.


Elena kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan Arvin, "Arvin kenapa sih, kamu selalu menolak ajakan ku, kamu tau sendiri kan aku sangat mengagumi mu dari dulu" tutur Elena.

__ADS_1


Arvin kemudian menutup bukunya sambil tersenyum dan duduk di samping Elena, "Dasar anak kecil, kamu masi belum berubah Elena" sambil berdiri dan mengacak-ngacak rambut Elena kemudian duduk di kursi kebesarannya.


__ADS_2