
Arvan kemudian berjalan kearah kamar mandi, setelah bicara dengan seseorang, "Elena istirahatlah, aku keluar dulu ada urusan" teriak Arvan agar Elena bisa mendengar.
Sementara di dalam kamar mandi, Elena membasuh wajahnya dan menatap dirinya di cermin.
Elena mendengar suara Arvan dari luar, tapi sengaja dia tidak menjawab.
"Bodoh! Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri" ucap Elena sambil mengusap wajahnya dengan handuk kecil.
********
Pagi hari di rumah Arvan, setelah selesai sarapan, Arvan hendak ke kantor dan Elena ingin syuting.
Keduanya keluar dari rumah dan ingin masuk di mobil masing-masing.
"Suami istri kok, naik di mobil yang berbeda?" suara pria dari depan.
Arvan dan Elena menoleh, "Verrel!" panggil Arvan.
"Selamat pagi adik ipar ku" ucap Verrel menghampiri keduanya.
Sementara Elena tidak menyapa dan menatap kakaknya, Arvan yang melihat istrinya marah pada kakaknya, segera berbisik pada Verrel.
"Cepat tangani gadis manja itu, kalau tidak dia akan mengamuk padamu" lalu masuk dalam mobilnya.
Verrel mendekati Elena, "Halo adikku tersayang, maafkan kakak yah".
__ADS_1
Elena belum menjawab kakaknya, dia masi berdiri di samping mobilnya.
"Oke-oke sekarang katakan apa permintaan mu, kakak janji akan menurutinya" ucap Verrel.
Elena kemudian tersenyum, "Oke kak akan aku maafkan, tapi ada syaratnya" dan menatap Verrel.
"Apa itu Elena?" tanya Verrel.
Elena kemudian memencet HPnya, "Dekati gadis ini dan buat dia bahagia" ucap Elena sambil memperlihatkan foto Nara.
"Gadis ini? dia tidak lah asing bagiku" ucap Verrel.
"Kak Verrel mengenalnya?" tanyanya penasaran.
"Aku pernah bertemu dengannya di butik kak Selin, dan bersama Andra di museum tante Meli. Tapi aku mengira bahwa Nara adalah pacarnya Andra". Ungkap Verrel.
"Kalau Nara mantannya Arvan, kenapa kamu menyuruhku mendekati gadis itu" tanya Verrel tidak mengerti.
"Kak Verrel tidak perlu bertanya, mau atau tidak" tanya Elena.
"Baik kalau begitu akan ku coba, apa pun kakak lakukan demi adikku tersayang" ucap Verrel.
"Yah Sudah aku maafkan, Kak Verrel masuk dulu kedalam rumah" ucap Elena.
"Lain kali Elen, kakak harus segera ke perusahaan" balas Verrel kemudian masuk dalam mobilnya, mobil pun meluncur ke jalan raya.
__ADS_1
Verrel sedang mengemudikan mobilnya dan memikirkan pemintaan Elena, "Apa yang terjadi dalam pernikahan Arvan dan Elena, sepertinya tidak terlihat seperti rumah tangga pada umumnya dan Elena menyuruhku mendekati mantan dari suaminya" pikir Verrel, benar-benar tidak mengerti.
Verrel kemudian melihat Nara sedang berdiri di pinggir jalan, Verrel memberhentikan mobilnya,dan membuka kaca mobilnya, "Kamu Nara kan?" tanya basa-basi Verrel.
"iya kak, aku Nara" jawab Nara dengan sopan.
Verrel turun dari mobilnya, "Mau kemana?" tanya Verrel.
"Mau ke kampus kak, ini baru ingin pesan taksi online" jawan Nara.
"Ikut dengan ku saja, akan aku antar" ajak Verrel.
"Tapi kak, itu akan merepotkan mu" ucap Nara memberi alasan.
Verrel langsung menarik tangannya dan membuka pintu mobil lalu memasukkannya kedalam.
Verrel menanya kan kampus Elena di mana dan Elena menyebutkan.
"Nara kita bisa berteman kan?" sambil melirik Nara.
"Bisa kak, saya berteman dengan siapa saja" jawab Nara.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di kampus Nara.
"Kak makasih yah sudah diantarkan" ucap Elena lalu membuka pintu mobil. Dan di balas anggukan oleh Verrel.
__ADS_1
Setelah Nara sudah masuk kampusnya, baru lah Verrel melajukan mobilnya pergi.